cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Perbedaan Rasio Neutrofil Limfosit Kanker Serviks Tipe Karsinoma Sel Skuamosa Berdasarkan Diferensiasi Ghaitsa Zahira Shofa; Hariadi Yuseran; F.X. Hendriyono
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.047 KB)

Abstract

Abstract: Cervical cancer has several cell types, squamous cell carcinoma, adenocarcinoma and others. The level of progression of cervical cancer is determined by the degree of cell differentiation, which is classified into well, moderate and poor differentiation. The neutrophil lymphocyte ratio (NLR) can assess the progression of cervical cancer. The higher the NLR, the higher the level of progression and the worse the degree of cell differentiation. This research is an analytical study using secondary data. The results obtained were 88 cervical cancer subjects with squamous cell carcinoma type and only 41 subjects (46,6%) included in inclusion criteria of this study. In this study, there were 9 subjects of cervical cancer squamous cell carcinoma type with well-differentiated (22,0%), 26 subjects with moderately differentiated (63,5%) and 6 subjects with poorly differentiated (14,5%). The results of NLR for cervical cancer squamous cell carcinoma type well-differentiated has a mean of 1,5 with standard deviation of 1,2. The results of NLR for cervical cancer squamous cell carcinoma type moderately-differentiated has a mean of 3,4 with standard deviation of 2,3. The results of NLR for cervical cancer squamous cell carcinoma type poorly-differentiated has a mean of 5,5 with standard deviation of 3,7. Conclusion from this study is there was a significant difference of NLR in cervical cancer squamous cell carcinoma type in each differentiation. Keywords: cervical cancer squamous cell carcinoma type; well, moderately and poorly differentiated; NLR Abstrak: Kanker serviks mempunyai beberapa tipe sel, yaitu tipe karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma dan lain-lain. Tingkat progresivitas kanker serviks ditentukan dengan derajat diferensiasi sel, yang dibedakan menjadi diferensiasi baik, sedang dan buruk. Rasio neutrofil limfosit (RNL) dapat menilai progresivitas kanker serviks. Semakin tinggi RNL, maka semakin tinggi juga tingkat progresivitasnya dan derajat diferensiasi selnya semakin buruk. Penelitian ini bersifat studi analitik dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian diperoleh 88 subjek kanker serviks tipe karsinoma sel skuamosa dan hanya 41 subjek (46,6%) yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pada penelitian ini, terdapat 9 subjek kanker serviks tipe karsinoma sel skuamosa diferensiasi baik (22,0%), 26 subjek diferensiasi sedang (63,5%) dan 6 subjek diferensiasi buruk (14,5%). Hasil data RNL pada kanker serviks tipe karsinoma sel skuamosa diferensiasi baik memiliki rerata 1,5 dengan simpang baku 1,2. Hasil data RNL pada kanker serviks tipe karsinoma sel skuamosa diferensiasi sedang memiliki rerata 3,4 dengan simpang baku 2,3. Hasil data RNL kanker serviks tipe karsinoma sel skuamosa diferensiasi buruk memiliki rerata 5,5 dengan simpang baku 3,7. Kesimpulannya terdapat perbedaan bermakna RNL pada kanker serviks tipe karsinoma sel skuamosa antar diferensiasi. Kata-kata kunci: kanker serviks tipe karsinoma sel skuamosa; derajat diferensiasi baik, sedang dan buruk; RNL
Literature Review: Korelasi Kadar Malondialdehid dengan Ansietas Pada Lanjut Usia Muhammad Ramazali; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Fujiati Fujiati
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.142 KB)

Abstract

Abstract: The global population of elderly is estimated continue to increase every year. Elderly can get various kinds of physical and psychological disorders related to the degenerative process. One of the disorders that can be occur by elderly is anxiety disorder. Pathogenesis of anxiety is still unclear, but it is believed to be the accumulation of various factors such as environmental influences, life experiences, problematic mindset, genetics and oxidative stress. One of the oxidative stress marker compounds that are often associated with anxiety is malondialdehyde. Through this literature review, the author aims to provide an explanation of the correlation between malondialdehyde levels and anxiety in elderly. Writing this review performed with analyzing related literature obtained from search results on databases in Google Scholar, PubMed, and Science Direct for the last 20 years (2000-2020). The results of this literature review show a correlation between malondialdehyde levels and anxiety in elderly. Keywords: malondialdehyde, anxiety, elderly, oxidative stress Abstrak: Populasi lanjut usia(lansia) secara global diperkirakan akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Lansia dapat mengalami berbagai macam gangguan fisik maupun psikis yang berkaitan dengan proses degeneratif. Salah satu gangguan yang dapat dialami lansia adalah gangguan ansietas. Patogenesis ansietas masih belum jelas, namun diyakini merupakan akumulasi berbagai macam faktor seperti pengaruh lingkungan, pengalaman hidup, pola pikir yang bermasalah, genetik dan stres oksidatif. Salah satu senyawa penanda stres oksidatif yang sering dikaitkan dengan kejadian ansietas adalah malondialdehid (MDA). Melalui literature review ini, penulis bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai korelasi kadar MDA dengan ansietas pada lansia. Penulisan review ini dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database berupa Google Scholar, PubMed, dan Science Direct selama 20 tahun terakhir (2000–2020). Hasil dari literature review ini terdapat korelasi antara kadar MDA dengan ansietas pada lansia. Kata-kata kunci: malondialdehid, ansietas, lansia, stres oksidatif
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS INJEKSI INTRAARTIKULAR ASAM HIALURONAT BERAT MOLEKUL RENDAH BERDASARKAN DURASI PEMBERIAN PADA PASIEN OSTEOARTRITIS LUTUT Een Amalia Pratiwi; I Nyoman Suarjana; Alfi Yasmina
Homeostasis Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.653 KB)

Abstract

Abstract: Intraarticular hyaluronic acid is often used in clinical practice to relieve knee pain and inflammation, which are clinical manifestations of knee osteoarthritis (OA). This study aimed to determine the difference in effectiveness of weekly intraarticular injection of low molecular weight hyaluronic acid for three times and five times. This study used cohort study design. A total of 128 who met the inclusion criteria were included in this study and classified into two groups, namely, those who received injection for three weeks and five weeks. The effectiveness of the therapy was evaluated by the WOMAC scale questionnaire before and after receiving the injection. Analysis with the unpaired T test showed no significant difference between the two groups (p=0.66). It can be concluded that there was no significant difference in effectiveness of weekly intraarticular injection with low molecular weight hyaluronic acid between three and five time injection. Keywords: hyaluronic acid, duration of administration, knee osteoarthritis Abstrak: Asam hialuronat intraartikular sering digunakan dalam praktik klinis untuk meredakan nyeri dan peradangan lutut, yang merupakan manifestasi klinis dari osteoartritis (OA) lutut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas injeksi intraartikular asam hialuronat berat molekul rendah setiap minggu selama tiga kali dan lima kali. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kohort. Sebanyak 128 pasien yang memenuhi kriteria inklusi diikutkan dalam penelitian ini dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang mendapat injeksi selama tiga minggu dan lima minggu. Efektivitas terapi dievaluasi dengan kuesioner skala WOMAC pada saat sebelum dan sesudah mendapat injeksi. Analisis dengan uji T tidak berpasangan menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p=0,66). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna antara injeksi intraartikular asam hialuronat berat molekul rendah setiap minggu selama tiga kali dan lima kali. Kata-kata kunci: asam hialuronat, durasi pemberian, osteoartritis lutut
Literature Review: Perbedaan Kadar Hemoglobin dan LiLA Ibu Hamil di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan Daniar Agustini Husniah; Meitria Syahadatina Noor; Djallalluddin Djallalluddin; Nur Qamariah
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.097 KB)

Abstract

Abstract: Anemia and KEK are nutritional health problems that are still widely experienced by pregnant women around the world. Some literature shows variations in the incidence of anemia and KEK between rural and urban seats. This literature review will analyze the differences in hemoglobin and LiLA levels in rural and urban pregnant women. The method used narrative review, articles obtained using keyword search in several databases with a range of publications in 2010-2020 in Indonesian or English. Of the 14 articles analyzed, 9 articles (100%) discussing about pregnant women's anemia shows a difference. While 6 out of 7 articles (85.7%) which discussed about pregnant women's KEK showed a difference, while 1 article (14.3%) equal opportunities between rural and urban pregnant women. It is influenced by multifactorials such as age, education and knowledge, food variation, parity, socioeconomic, physical activity, to environmental sanitation of pregnant women.  Keywords: hemoglobin, MUAC, pregnant, rural, urban Abstrak: Anemia dan KEK merupakan masalah kesehatan gizi yang masih banyak dialami oleh ibu hamil di seluruh dunia. Beberapa literatur menunjukkan variasi kejadian anemia dan KEK antara peduduk pedesaan dan perkotaan. Tinjauan literatur ini akan menganalisis mengenai perbedaan kadar hemoglobin dan LiLA pada ibu hamil di pedesaan dan perkotaan. Metode yang digunakan narrative review, artikel didapat menggunakan pencarian kata kunci dibeberapa database dengan rentang publikasi tahun 2010-2020 dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Dari 14 artikel yang dianalisis, sebanyak 9 artikel (100%) membahas mengenai anemia ibu hamil menunjukkan adanya perbedaan. Sedangkan 6 dari 7 artikel (85.7%) yang membahas mengenai KEK ibu hamil menunjukkan adanya perbedaan, sedangkan 1 artikel (14.3%) menunjukkan peluang yang sama antara ibu hamil di pedesaan dan pekotaan. Hal tersebut dipengaruhi oleh multifaktorial seperti usia, pendidikan dan pengetahuan, variasi makanan, paritas, sosio ekonomi, aktivitas fisik, hingga sanitasi lingkungan ibu hamil. Kata-kata kunci: hemoglobin, LiLA, ibu hamil, pedesaan, perkotaan.
Hubungan Kadar Glukosa Darah Puasa dengan Volume Prostat pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia Flora Gracia Rumenta Siagian; Eka Yudha Rahman; Oski Illiandri
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.147 KB)

Abstract

Abstract: Benign prostatic hyperplasia (BPH) is a common disorder in older men as the incidence increases with age. There are various theories mentioning risk factors of  BPH, one of them is hyperglicemia and insulin resistance. The purpose of this study was to determine the relationship of fasting blood glucose levels with prostate volume in BPH patient. This research used analytic observational method with cross-sectional approach. Samples were taken by purposive sampling technique with the number samples of this study were 31 samples. Data analysis using Spearman correlation analysis. The result shows that the average prostate volume was 41.7 ± 11.3 cc. The average fasting blood glucose is 105.35 ± 17.03 mg / dl. There is a significant relationship between levels of fasting blood glucose with prostate volume in BPH patients with a weak degree of correlation. (r = 0.043, p = 0.366).  Keywords: BPH, fasting blood glucose, prostate volume  Abstrak: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah penyakit yang umum diderita oleh pria usia tua dengan prevalens yang meningkat seiring pertambahan usia.  Terdapat beragam teori mengenai faktor risiko yang berhubungan dengan BPH salah satunya adalah keadaan hiperglikemia dan resistensi insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar GDP dengan volume kelenjar prostat pada pasien BPH Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian didapatkan 31 sampel. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian didapatkan rerata volume prostat di dapatkan 41.7 ± 11.3 cc. Rerata GDP didapatkan 105.35 ± 17.03 mg/dl. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar GDP dengan volume prostat pada pasien BPH dengan derajat korelasi lemah. (r=0.043, p=0.366). Kata-kata kunci: BPH, RFM, volume prostat
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Atrik Pristica Diani; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.852 KB)

Abstract

Abstract: The adherence behavior of taking anti-diabetes drugs is influenced by age, gender, family support, and health workers support. The aim of the study was to analyze the factors related to the behavior of adherence to taking anti-diabetes medication in patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at Puskesmas Banjarmasin. Observational analytic research method with cross sectional approach. A sample of 50 people was obtained by systematic random sampling technique. Chi-square test with α <0.05. The results showed that the respondents were not elderly (64%) and the elderly (75%) had high adherence to taking anti-diabetes medication (ρ = 0.576). Male respondents (63%) and women (74%) had high adherence to taking anti-diabetes medication (ρ = 0.611). Respondents who have good family support (90%) had high adherence behavior to taking anti-diabetes drugs (ρ = 0.001, PR = 6.00). Respondents who good health workers support (88%) had high adherence behavior for taking anti-diabetes drugs (ρ = 0.001, PR = 4.88). The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and health workers support with adherence behavior to taking anti-diabetes drugs but there is no relationship between age and sex with adherence behavior to taking anti-diabetic drugs in T2DM patients at Puskesmas Cempaka Banjarmasin.         Keywords: family support, health worker support, the adherence of taking drugs. Abstrak: Perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan Uji chi-square dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden belum lansia (64%) dan lansia (75%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,576). Responden laki-laki (63%) dan perempuan (74%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,611). Responden yang memiliki dukungan keluarga yang baik (90%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti dabetes yang tinggi (ρ=0,001, PR=6,00). Responden yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang baik (88%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,001, PR=4,88). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dan tidak terdapat hubungan usia dan jenis kelamin dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita DMT2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Kata-kata kunci: dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, perilaku kepatuhan minum obat.
Profil Pasien Karsinoma Hepatoseluler yang Menjalani Terapi Transarterial Chemoembolization (TACE) di RSUD Ulin Banjarmasin Periode 2016-2018 Muhammad Abdullah Mujahid Fadillah; Mashuri Mashuri; Triawanti Triawanti; Nina Mulyani; Azma Rosida
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.329 KB)

Abstract

Abstract: Hepatocellular Carcinoma (HCC) is a malignant tumor attacks hepatocytes. 5.4% of all malignancies in the world caused by HCC. Transarterial chemoembolization (TACE) has been shown to be effective in controlling tumor development and prolonging survival time. This study aims to determine the profile of HCC  patients who were given TACE action at Ulin Hospital Banjarmasin for the 2016-2018 period. descriptive research method using medical record data. The results of the study obtained 29 HCC patients, 62% were aged >50 years; 65,5% gender male; 79,3% Child-Pugh B classification; 62% had liver cirrhosis as a predisposition; 65,5% abdominal pain was the most frequent complaint; 86.2% had radiological imaging; 79,3% ECOG performance value was 2, and 93.1% of patients had no thrombus in the portal vein. Conclusion: HCC patients who were given TACE therapy were the most at the age of >50 years and male gender, Child-Pugh B was the most, the most predisposition to liver disease was liver cirrhosis, the most frequent complaint the feeling is abdominal pain, most radiology imaging there is a typical imaging, the highest ECOG performance value is 2, and most patients do not have a thrombus in the portal vein or inferior vena cava. Keywords: Hepatocellular Carcinoma, TACE, liver cirrhosis Abstrak: Karsinoma Hepatoseluler (KHS) merupakan tumor ganas yang menyerang hepatosit. KHS menyebabkan 5,4% dari keganasan di dunia. Transarterial chemoembolization (TACE) efektif mengendalikan perkembangan tumor dan memperpanjang waktu hidup pada KHS. Penelitian bertujuan mengetahui profil pasien KHS yang mendapat TACE di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2016-2018. Metode penelitian deskriptif, menggunakan data rekam medik. Hasil didapatkan 29 pasien KHS, 62% berumur >50 tahun; 65,5% laki-laki; 79,3% klasifikasi child-pugh B ; 62% memiliki sirosis hati sebagai predisposisi; 65,5% nyeri perut menjadi keluhan tersering; 86,2% memiliki gambaran khas radiologi; 79,3% nilai ECOG performance 2, dan 93,1% pasien tidak terdapat trombus pada vena porta. Kesimpulan: pasien KHS yang diberi terapi TACE adalah usia >50 tahun dan laki-laki paling banyak, klasifikasi child-pugh B terbanyak, predisposisi penyakit hati tersering sirosis hati, keluhan tersering nyeri perut, gambaran radiologi terbanyak terdapat gambaran khas, terbanyak nilai ECOG performance 2, dan kebanyakan pasien tidak terdapat trombus di vena porta/vena cava inferior. Kata Kunci: karsinoma hepatoseluler, TACE, sirosis hati
Hubungan Persepsi Citra Tubuh dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Status Gizi Lebih Siswa SMA di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Dalam Gregory Stevanus Gultom; Triawanti Triawanti; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.16 KB)

Abstract

Abstract: Obesity is an overweight condition as a result of an accumulation of body fat. Data from Riskesdas in 2018 showing the prevalence of overweight and obese population aged 16-18 years in South Kalimantan Province reached 8.9% for overweight and 3.2% for obese. Some factors that cause obesity in adolescents are the body image perception and balanced nutritional knowledge. The study aims to determine the association between body image perception and balanced nutrition knowledge with the over nutritional status of high school students in the Teluk Dalam community health centre work area. This study used an analytic observational method with a case-control approach. The sample of this study was students with over nutritional status (case group) and normal nutritional status (controlled group) based on data from the Teluk Dalam community health centre in Banjarmasin in the 2018 period using a random sampling technique. Data analysis used the chi-square test with 95% confident interval. The results of this study in the case group contained 44.4% having a positive body image, 55.6% negative body image, 58.3% lack of balanced nutritional knowledge, 8.3% with adequate balanced nutritional knowledge, and 33.3% with well-balanced nutritional knowledge. While in the control group we found 94.4% having a positive body image, 5.6% negative body image, 13.9% lacking balanced nutrition knowledge, 25% adequate balanced nutrition knowledge, and 61.1% well balanced nutrition knowledge. The results of the chi-square analysis showed that there were ann associations between the body image perception (p = 0,000 OR = 21.25) and balanced nutritional knowledge (p = 0,000) with the over nutritional status of high school students in the Teluk Dalam community health centre work area. Keywords: perception, body image, knowledge, balanced nutritional, nutritional status, adolescents Abstrak: Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh. Data Riskesdas tahun 2018, prevalensi gemuk dan obesitas penduduk dengan umur 16-18 tahun di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 8,9% gemuk dan 3,2% obesitas. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas pada remaja yaitu persepsi citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan persepsi citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi lebih siswa SMA di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian adalah siswa dengan status gizi lebih (kelompok kasus) dan status gizi normal (kelompok kontrol) berdasarkan data Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin periode 2018. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data mengguanakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini pada kelompok kasus terdapat 44,4% memiliki citra tubuh positif, 55,6% citra tubuh negatif, 58,3% pengetahuan gizi seimbang kurang, 8,3% pengetahuan gizi seimbang cukup, dan 33,3% pengetahuan gizi seimbang baik. sedangkan kelompok kontrol terdapat 94,4% memiliki citra tubuh positif, 5,6% citra tubuh negatif, 13,9% pengetahuan gizi seimbang kurang, 25% pengetahuan gizi seimbang cukup, dan 61,1% pengetahuan gizi seimbang baik. Hasil analisis uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi citra tubuh (p=0,000 OR=21,25) dan pengetahuan gizi seimbang (p=0,000) dengan status gizi lebih siswa SMA di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam. Kata-kata kunci: persepsi, citra tubuh, pengetahuan, gizi seimbang, status gizi, remaja
AKTIVITAS DAYA HAMBAT EKTRAK ETANOL DAUN BINJAI (Mangifera caesia Jack) TERHADAP Salmonella typhi DAN Shigella dysentriae IN VITRO Hikmah Ika Darmayanta; Edyson Edyson; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Binjai is one of the typical plants of South Kalimantan which is known to have the efficacy as a medicinal plant to overcome a bacterial infection. The active ingredient of ethanol extract of binjai leaves is saponins, tannins, alkaloids and flavonoids. The purpose of this study was to test the activity of ethanolic extract of binjai leaves against Salmonella typhi ATCC 14028 and Shigella dysentriae ATCC 13313. The design of this study was true experimental with post-test only with control group design consisting of 9 treatments of binjai leaves extract (55%, 60% , 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) and 15 µg amoxicillin as positive controls. Analysis of research data using One-way ANOVA, Duncan Post-hoc test, and independent T test (α = 0.05). The results showed significant differences in all treatments. Ethanol extract of binjai leaves at a concentration of 85% was the optimum concentration against Salmonella typhi (25.16 mm) and Shigella dysentriae (22.66 mm). The conclusion is the effect of binjai leaves ethanol extract gives a greater average inhibition zone for Salmonella typhi compared to Shigella dysentriae at the same concentration. Keywords: binjai leaves extract, Salmonella typhi, Shigella dysentriae. Abstrak: Binjai merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang diketahui memiliki khasiat sebagai tanaman obat untuk mengatasi suatu infeksi bakterialis. Kandungan zat aktif dari ekstrak etanol daun binjai adalah saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid. Tujuan penelitian ini yaitu menguji aktivitas ekstrak etanol daun binjai terhadap Salmonella typhi ATCC 14028 dan Shigella dysentriae ATCC 13313. Rancangan penelitian ini adalah true experimental dengan post test-only with control group design yang terdiri dari 9 perlakuan ekstrak daun binjai (55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) dan amoksisilin 15 µg sebagai kontrol positif. Analisis data penelitian menggunakan uji One-way ANOVA, uji Post-hoc Duncan, dan uji T independent (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna dari semua perlakuan. Ekstrak etanol daun binjai pada konsentrasi 85% merupakan konsentrasi yang optimum terhadap Salmonella typhi (25,16 mm) dan Shigella dysentriae (22,66 mm). Simpulannya adalah efek ektrak etanol daun binjai memberikan rerata besaran zona hambat yang lebih besar terhadap Salmonella typhi dibandingkan dengan Shigella dysentriae pada konsentrasi yang sama. Kata - kata kunci: ekstrak etanol daun binjai, Salmonella typhi, Shigella dysentriae
Korelasi Kadar C-Reactive Protein dan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Rutin Ridha Paramadina Aizhar; Mohammad Rudiansyah; Dewi Indah Noviana Pratiwi; Nani Zaitun; FX. Hendriyono
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.407 KB)

Abstract

Abstract: HD, or hemodialysis, is a type of kidney replacement therapy that can help patients with RBK live longer and is linked to the continuous inflammatory process. The cognitive and emotional stress connected with HD therapy can have a long-term impact on a patient's quality of life. Acute mass proteins are biomarkers of inflammation caused by C-reactive protein (CRP).. The Short Form-36 is an instrument capable of measuring QoL. The concordance between survival rates and CRP levels in patients having normal hemodialysis was investigated in this study. A total of 74 samples were chosen utilizing a retrospective cross-sectional sampling strategy in this observational analytical analysis. The average CRP was 3.30 mg/L (minimum = 0.20 mg/l; maximum = 36.10 mg/l), according to the findings. The overall mean quality of life score for the participants was 77.28 (minimum = 45.15, maximum = 100.00). In HD patients, there was no significant relationship between CRP levels and quality of life (p=0.319, r=0.117). Keywords: CRP, QoL, short form-36, hemodialysis, chronic kidney disease Abstrak: Satu dari metode pengganti peran ginjal yang mampu memperpanjang usia pasien PGK dan berkaitan erat dengan proses inflamasi yang menetap adalah HD atau hemodialisis. Dalam jangka waktu panjang derajat hidup penderita dapat dipengaruhi oleh tekanan psikis maupun fisik akibat terapi HD. Tanda biologis inflamasi dapat dilihat melalui C-Reactive Protein (CRP) sebagai sebuah protein masa akut. Short Form-36 merupakan instrumen yang mampu mengukur derajat hidup. Korespondensi antara derajat hidup pasien yang rutin melakukan hemodialisis dengan tingkat CRP akan diketahui di penelitian ini. 74 total sampel dipilih melalui teknik random sampling dengan metode retospective cross-sectional pada penelitian observatif analitik ini. Didapatkan hasil studi yaitu nilai median kadar CRP adalah 3,30 mg/L (min = 0,20 mg/L, maks = 36,10 mg/L). Nilai median total skor kualitas hidup subjek adalah 77,28 (min = 45,15, maks = 100,00). Tidak terdapat korelasi bermaknaantara kadar CRP dan kualitas hidup pasien HD (p = 0,319, r = 0,117). Kata-kata kunci: CRP, kualitas hidup, short form-36, hemodialisis, penyakit ginjal kronik.