cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Perbedaan Aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) pada Otak Tikus Putih (Rattus norvegicus) Akibat Rendaman Kadmium In Vitro Indro Ramadhana; Ahmad Husairi; Eko Suhartono
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.76 KB)

Abstract

Abstract: Cadmium is heavy metal shaped metal ions divalent non-essential that induces a toxic effect dangerous. Cadmium into the body, mainly the brain can lead to oxidative stress which that mediated by reactive oxygen species (ROS). ROS concentration in the brain regulated by superoxide dismutase (SOD) activity. SOD activity serves as enzymatic antioxidant to disorder caused by superoxide radical. This research is an experimental study that performed by making the brain of white rat homogenates than divided it int four groups: one control group (P0) and three treatment groups were exposed Cd (P1, P2, P3).  The measurement results showed the average SOD activities in the group was P0 = 0.0129±0.0015, P1 = 0.0056±0.0008, P2 = 0.0034±0.0008 dan P3 = 0.0005±0.0003. the results of One Way Anova analysis, followed by Post-Hoc test, showed that there were significant differences between each treatment group. Keywords: Cadmium, Brain, Superoxide Dismutase (SOD), reactive oxygen species (ROS) Abstrak: Kadmium merupakan logam berat yang berbentuk ion logam divalent non-essensial yang menginduksi efek toksik berbahaya. Kadmium masuk ke dalam tubuh terutama otak dapat mengakibatkan stres oksidatif yang dimediasi oleh senyawa oksigen reaktif (SOR). Kadar SOR di dalam otak diatur oleh aktivitas superoxide dismutase (SOD). Aktivitas SOD berfungsi sebagai antioksidan enzimatik untuk gangguan yang diakibatkan oleh radikal superoksida. Penelitian ini bersifat studi eksperimental yang dilakukan dengan homogenat otak tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu satu kelompok kontrol (P0) dan tiga kelompok perlakuan yang dipajankan Cd (P1, P2, P3). Hasil pengukuran menunjukkan rerata aktivitas SOD pada kelompok P0 = 0.0129±0.0015, P1 = 0.0056±0.0008, P2 = 0.0034±0.0008 dan P3 = 0.0005±0.0003. Hasil analisis uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna disetiap kelompok perlakuan. Kata – Kata Kunci: Kadmium, otak, Superoksida Dismutase (SOD), senyawa oksigen reaktif (SOR)
Hubungan Persen Lemak Tubuh dengan Kapasitas Oksigen Maksimal pada Calon Jemaah Haji Rahma Jayanti; Huldani Huldani; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.822 KB)

Abstract

maximal oxygen capacity (VO2 max). There are many factors that affect VO2 max, one of them is body fat percent. The purpose of this study is to find out the relationship between body fat percent with maximal oxygen capacity (VO2 max) in prospective Hajj pilgrims. The study sample consisted of 50 prospective Hajj pilgrims Hulu Sungai Tengah regency in 2018. This study is an analytic descriptive with cross sectional approach. Body fat percent measured by carada scan and VO2 max by rockport test. The result show research subjects which obesity with less VO2 max is 93,9% while research subjects which has body fat percent normal with good VO2 max is 35,3%.  The data analyzed by Fisher exact test with a confidence level of 95% the result revealed p = 0,013, so it can be concluded there are meaningful relationship between body fat percent and maximal oxygen capacity (VO2 max). Keywords: body fat percent, maximal oxygen capacity, hajj pilgrims. Abstrak: Ketahanan kardiorespirasi saat beraktivitas fisik dapat diketahui melalui pengukuran kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks). Banyak faktor yang dapat mempengaruhi VO2 maks salah satunya adalah persen lemak tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persen lemak tubuh dengan kapasitas oksigen maksimal pada calon jemaah haji. Sampel penelitian terdiri dari 50 orang calon jemaah haji Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2018 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Persen lemak tubuh diukur dengan carada scan dan VO2 maks diukur dengan rockport test. Hasil penelitian menunjukkan subyek penelitian obesitas dengan VO2 maks kurang adalah 93,9% sedangkan subyek penelitian normal dengan VO2 maks baik 35,3%.  Analisis statistik data menggunakan uji Fisher exact dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p=0,013, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara persen lemak tubuh dengan kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks). Kata-kata kunci: persen lemak tubuh, kapasitas oksigen maksimal, jemaah haji.
Gambaran Pemberian Beta Bloker pada Pasien Gagal Jantung di RSUD Ulin Banjarmasin Hafizhah Dzikra Radhiyyah; Dwi Laksono Adiputro; Agung Biworo; Mohammad Rudiansyah; Oski Illiandri
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.888 KB)

Abstract

Abstract: Heart failure is an abnormality of the structure or function of the heart that causes the failure of the heart to distribute oxygen throughout the body. Beta-blockers have been shown to help prevent symptoms of heart failure, improve left ventricular remodeling, reduce the risk of hospitalization and premature death, but their use is still often underutilized and/or prescribed below the recommended dose. This study aims to determine the overview of beta-blocker administration in heart failure patients at outpatient installation RSUD Ulin Banjarmasin for February-July 2020. This research method is descriptive retrospective with data collection through patient medical records. The sampling technique is total sampling. The sample amounted to 165 patients. The results showed that there were 117 patients (70.9%) who received beta-blocker therapy with the sex was male in 90 (76.9%) patients and adult age (19-59 years) there were 81 (69.2%) patients. In this study, the type of beta-blocker given was from the selective beta-blocker group, namely bisoprolol (100%). The bisoprolol dosage used by outpatient varied, 1.25 mg (15.3%), 2.5 mg (43.5%), 5 mg (0.8%), 10 mg (2.5%), while the rest unknown (37.6%). Keywoards: heart failure, outpatients, beta-blocker Abstrak: Gagal jantung adalah abnormalitas dari struktur atau fungsi jantung yang menyebabkan kegagalan dari jantung untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Obat golongan beta bloker terbukti membantu mencegah gejala gagal jantung, memperbaiki remodeling ventrikel kiri, menurunkan resiko rawat inap, dan kematian dini namun penggunaanya masih sering kurang dimanfaatkan dan/atau diresepkan di bawah dosis yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian beta bloker pada pasien gagal jantung yang dirawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin periode Februari – Juli 2020. Metode penelitian ini adalah descriptive retrospective dengan pengambilan data melalui rekam medik pasien. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Sampel berjumlah 165 pasien. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 117 pasien (70,9%) yang mendapatkan terapi beta bloker dengan jenis kelamin pria 90 (76,9%) pasien dan usia dewasa (19-59 tahun) ada 81 (69,2%) pasien. Pada penelitian ini didapatkan jenis beta bloker yang diberikan dari golongan beta bloker selektif yakni bisoprolol (100%). Dosis bisoprolol yang digunakan pasien rawat jalan bervariasi, dosis 1,25 mg (15,3%), 2,5 mg (43,5%), 5 mg (0,8%), 10 mg (2,5%), sedangkan sisanya tidak diketahui (37,6%). Kata-kata Kunci: gagal jantung, rawat jalan, beta bloker
Hubungan antara Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Pasca-Salin di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Januari 2018 – Juni 2019 Muhammad Zulfi Karami Fachir; Meitria Syahadatina Noor; Ihya Ridlo Nizomy
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.896 KB)

Abstract

Abstract: Postpartum hemorrhage is bleeding more than 500 ml that occurs after vaginal delivery. Data from Ulin Hospital Banjarmasin mentioned that from 714 deliveries in January to December 2018 there were 28 cases of postpartum hemorrhage. Risk factors for postpartum hemorrhage include age and parity. The study aims to determine the associations of maternal age and parity with the incidence of postpartum hemorrhage in Ulin Hospital Banjarmasin in the period January 2018 - June 2019. The study used an observational analytic method that was case control. The study population was all patients who gave birth in the delivery room of Ulin Hospital Banjarmasin in January 2018 - June 2019. The study sample was divided into case and control samples. Case sampling technique uses total sampling and control samples use simple random sampling. The statistical test used was chi-square with a confidence level of 95%. The results showed that postpartum hemorrhage patients at age less than 20 and more than 35 years were 62.2% and in nulliparous, primiparous and multiparous parity (parity> 3) were 70.3%. Obtained the results of the analysis of the associations of postpartum hemorrhage to maternal age (p = 0,000) and parity (p = 0.010). The conclusion of this study is that there is a significant associations between maternal age and parity with the incidence of postpartum hemorrhage in Ulin Hospital Banjarmasin in the period January 2018 - June 2019. Keywords: postpartum hemorrhage, age, parity Abstrak: Perdarahan pasca-salin adalah perdarahan lebih dari 500 ml yang terjadi setelah kelahiran pervaginam. Data Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin menyebutkan dari 714 persalinan pada bulan Januari sampai Desember tahun 2018 terdapat 28 kasus perdarahan pasca-salin. Faktor risiko perdarahan pasca-salin diantaranya adalah usia dan paritas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan kejadian pendarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019. Penelitian menggunakan metode observasional analitik bersifat kasus kontrol. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang melahirkan di kamar bersalin RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan Januari 2018 – Juni 2019. Sampel penelitian dibagi menjadi sampel kasus dan sampel kontrol. Teknik sampling kasus menggunakan total sampling dan sampel kontrol menggunakan simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan pasien perdarahan pasca-salin pada usia <20 dan >35 tahun sebanyak 62,2 % dan pada paritas nulipara, Primipara dan multipara (paritas >3) sebanyak 70,3 %. Didapatkan hasil analisis hubungan perdarahan pasca-salin terhadap usia ibu (p=0,000) dan paritas (p=0,010). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dan paritas dengan kejadian perdarahan pasca-salin di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2018 – Juni 2019. Kata-kata kunci: perdarahan pasca-salin, usia ibu, paritas
PERBEDAAN RERATA NILAI GEJALA NEGATIF SKIZOFRENIA PADA PRIA DAN WANITA DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Muna Muna; Sherly Limantara; Husnul Khatimah
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Schizophrenia is the one of serious health problems in society, causing high disability, it really needs special treatments. Negative symptoms of schizophrenia are symptoms characterized by blunted affect, emotional withdrawal, poor rapport, apathetic, difficulty in abstract thinking, lack of spontaneity and flow of conversation, and stereotyped thinking.  The purposive of this study are to know the differences of negative symptoms mean value of schizophrenia between men and women in Mental Hospital Sambang Lihum. Research methods used is observational analytic with cross sectional study. Samples are taken purposively sampling and found 30 men and 30 women. Negative symptoms is measured with negative symptoms of PANSS and then analyzed using independent t test. The result is negative symptoms mean value in men 3,381±5,241 and women 2,871±6,183. The conclusion this study shows that there is differences of negative symptoms mean value of schizophrenia between men and women. Keywords: schizophrenia, negative symptoms, gender Abstrak: Skizofrenia adalah masalah kesehatan yang serius di masyarakat, menyebabkan disabilitas yang tinggi, dan sangat membutuhkan perawatan. Gejala negatif skizofrenia adalah skizofrenia yang ditandai dengan adanya afek tumpul, penarikan emosional, kemiskinan rapport, apatis, kesulitan berpikir abstrak, kurangnya spontanitas dan arus pikir, serta pemikiran stereotipik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rerata nilai gejala negatif skizofrenia pada pria dan wanita di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Metode penelitian yang dilakukan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara purposive sampling dan didapatkan 30 orang pria dan 30 orang wanita. Gejala negatif diukur dengan menggunakan skala negatif dari PANSS kemudian dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan.  Dari penelitian diperoleh rerata gejala negatif pada pria adalah 3,381±5,241 dan wanita 2,871±6,183. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rerata nilai gejala negatif skizofrenia pada pria dan wanita. Kata-kata kunci: skizofrenia, gejala negatif, jenis kelamin
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Protokol Kesehatan 3M dengan Kejadian Covid-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Tahun 2021 Syellin Ivasga Baylina; Farida Heriyani; Lisda Hayatie; Meitria Syahadatina Noor; Edyson Edyson
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.246 KB)

Abstract

Abstract: The case of COVID-19 continues to increase. Health protocols are being promoted by the government in an effort to prevent the spread of COVID-19. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and adherence to the 3M health protocol with the incidence of COVID-19 in Banjarmasin City. This study used an analytic observational method in the form of a case control in Pemurus Dalam Public Health Center in Banjarmasin City using a questionnaire distributed via a google form link, the data were analyzed using the chi square test. The results showed that subjects in the case group 43% had poor knowledge and 12% did not comply with health protocols when compared to the control group which only had a little bad knowledge (11%) and more who obeyed health protocols (91%). The conclusion of this study is that there is a significant correlation (p value < 0,050) between knowledge and compliance with the 3M health protocol with the incidence of COVID-19 in Pemurus Dalam Community Health Center in 2021. Keywords: knowledge, compliance, health protocol, incidence, COVID-19 Abstrak: Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat. Protokol kesehatan sedang digalakkan oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan 3M dengan kejadian COVID-19 di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik berupa case control di Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui link google form, data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pada kelompok kasus 43% memiliki pengetahuan kurang dan 12% tidak mematuhi protokol kesehatan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya memiliki sedikit pengetahuan buruk (11%) dan lebih banyak yang mematuhi protokol kesehatan (91%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan (p value < 0,050) antara pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan 3M dengan kejadian COVID-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Tahun 2021. Kata-kata kunci: pengetahuan, kepatuhan, protokol kesehatan, kejadian, COVID-19
PERBEDAAN TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN FISIK INTENSITAS SEDANG PADA PEMAIN FUTSAL Septiyan Dimas Putra Akbar; Dona Marisa; Ahmad Husairi
Homeostasis Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.384 KB)

Abstract

Abstract: Measuring changes in blood pressure and heart rate during rest or post-exercise is the right method to monitor individual adaptations to the cardiovascular system during exercise. This study aims to determine differences in blood pressure and heart rate before and after moderate intensity physical exercise in futsal players and not futsal players in Banjarmasin. This research is a quasi-experimental study with a pre-test and post-test approach, with a population of futsal players and not futsal players who are in the Faculty of Medicine of Lambung Mangkurat University Banjarmasin. Medium intensity physical exercise that is used is pedaling the ergocycle for 10 minutes. The results of paired t test for blood pressure and the heart rate can be concluded that there were significant differences in blood pressure and heart rate before and after moderate intensity physical exercise in futsal players and not futsal players in Banjarmasin Keywords: futsal player, heart rate, physical exercise moderate intensity, blood pressure Abstrak: Pengukuran perubahan pada tekanan darah dan denyut nadi selama istirahat atau pasca latihan adalah metode yang tepat untuk memantau adaptasi individu terhadap sistem kardiovaskular pada saat latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang pada pemain futsal dan bukan pemain futsal di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test, dengan populasi pemain futsal dan bukan pemain futsal yang berada di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Latihan fisik intensitas sedang yang digunakan adalah mengayuh ergocycle selama 10 menit. Hasil uji t berpasangan untuk tekanan darah dan denyut nadi diperoleh  bahwa terdapat perbedaan bermakna pada tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang pada pemain futsal dan bukan pemain futsal di Banjarmasin.
Literature Review: Analisis Kualitas Air Sungai dengan Tinjauan Parameter pH, Suhu, BOD, COD, DO terhadap Coliform Amiratun Naillah; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.796 KB)

Abstract

Abstract: The population growth in the river environment has an impact on the quality of river water so that the river has decreased in quality. This quality decline is influenced by the activities of the surrounding industries, hospitals, agriculture, settlements, trade. This study is done by analyzing related literature obtained from search results on medical journal databases, namely PubMed - MEDLINE, Cochrane library, and Google Scholar. Included articles are in English and published in 2010-2020. Total of 20 articles are included in this literature review. The data collected is the quality of river water based on pH, temperature, BOD, COD, DO parameters to total coliform. From the results of this literature review, it was found that pH and temperature did not have a significant relationship to the number of coliform bacteria in river water while BOD and COD had a significant relationship to the number of coliform bacteria. Furthermore, regarding DO parameters, there is no research that proves that DO has a relationship to the number of coliform bacteria in river water. Keywords: river, water quality, coliform. Abstrak:  Pertumbuhan populasi di lingkungan sungai memberikan dampak bagi kualitas air sungai sehingga sungai mengalami penurunan kualitas. Penurunan kualitas ini dipengaruhi oleh aktivitas perindustrian, rumah sakit, pertanian, pemukiman, perdagangan di sekitarnya. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE, Cochrane library, dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020. Sebanyak 20 artikel disertakan pada literature review ini. Data yang dikumpulkan merupakan kualitas air sungai berdasarkan parameter pH, suhu, BOD, COD, DO terhadap total coliform. Dari hasil literature review ini didapatkan bahwa pH dan suhu tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap jumlah bakteri coliform dalam air sungai sedangkan BOD dan COD memilihi hubungan signifikan terhadap jumlah bakteri coliform. Selanjutnya, mengenai parameter DO belum ada penelitian yang membuktikan bahwa DO memiliki hubungan terhadap jumlah bakteri coliform pada air sungai. Kata-kata kunci: sungai, kualitas air, coliform.
Identifikasi Staphylococcus aureus pada Air Galon Bermerek dan Isi Ulang di Banjarmasin Dea Afrila; Rahmiati Rahmiati; Husnul Khatimah; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.563 KB)

Abstract

Abstract: Refilled drinking water and bottled drinking water are the main choices of drinking water consumed by the community. Drinking water is labeled safe for consumption if it meets the physical, microbiological, chemical, and radioactive requirements. The requirements for suitable drinking water have been regulated by the Health Ministry of the Republic of Indonesia NO.492MENKES/PER/IV/2010 and Indonesian National Standard (SNI) 7388 of the year 2009. Consumed water should not contain Staphylococcus aureus because it can cause various diseases such as diarrhea, chron's disease, ulcerative colitis, and poisoning. The purpose of this study was to obtain a view of the presence of Staphylococcus aureus in refilled drinking water and bottled drinking water. This study is a descriptive study with a cross-sectional approach. The identification of bacteria was performed by isolating the sample on Mannitol Salt Agar (MSA) media. Bacteriological testing was tested out on thirty samples consisting of fifteen refillable drinking water and fifteen bottled drinking water. The results showed that five out of fifteen refilled drinking water samples were positive contaminated with Staphylococcus aureus and all samples of bottled drinking water were negative of Staphylococcus aureus contamination. Keywords: Staphylococcus aureus, refill gallon water, branded gallon, Banjarmasin Abstrak: Air minum isi ulang dan air minum bermerek menjadi pilihan utama yang dikonsumsi oleh masyarakat. Air minum aman dikonsumsi apabila telah memenuhi persyaratan secara fisika, mikrobiologi, kimia, radioaktif. Persyaratan air minum yang layak dikonsumsi telah diatur oleh Menteri Kesehatan RI NO.492MENKES/PER/IV/2010 dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7388 tahun 2009. Air yang dikonsumsi tidak boleh mengandung Staphylococcus aureus karena dapat mengakibatkan penyakit seperti diare, chorn’s disease, ulcerative colitic dan keracunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran keberadaan Staphylococcus aureus pada air galon isi ulang dan air galon bermerek. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. dengan pendekatan cross-sectional. Berdasarkan hasil pengujian identifikasi bakteri dengan cara mengisolasi sampel pada media Mannitol Salt Agar (MSA). Pengujian bakteriologis dilakukan terhadap tiga puluh sampel yang terdiri dari lima belas sampel air galon isi ulang dan lima belas sampel air galon bermerek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari lima belas sampel air galon isi ulang positif terkontaminasi Staphylococcus aureus dan lima belas sampel air galon bermerek negatif Staphylococcus aureus. Kata-kata kunci: Staphylococcus aureus,  air galon isi ulang, air galon bermerek, Banjarmasin
Gambaran Jenis Bakteri Aerob pada Tinja Siswa Sekolah Dasar di Sekitar Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin. Dastin Andre; Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.661 KB)

Abstract

Abstract: Bacteria in faeces contain normal flora and also pathogenic bacteria. The incidence of faecal-oral disease in South Kalimantan is high because of the faecal coliform in Martapura river are high. This study aims to describe type of aerobic bacteria in faeces of elementary students in Lulut riverbank which is Martapura river tributary. This research is a descriptive observational study. The data was taken from 30 faecal samples of students from Public Elementary School 3 and 7 Sungai Lulut Banjarmasin that have met the inclusion criteria. Results of this study concluded that there were 20 isolates of Escherichia coli (66.7%), Salmonella typhii 5 isolates (16.7%), and unculturable bacteria 5 isolates (16.7%) in faecal samples of students residing in riverbank, then Escherichia coli 18 isolates (60%), Salmonella typhii 4 isolates (13.3%), and unculturable ones 8 isolates (26.7%) in faecal samples of students residing outside riverbank. Keywords: Aerob bacteria, faeces, students, Lulut riverbank. Abstrak: Bakteri pada tinja anak dapat berupa flora normal maupun bakteri patogen. Kejadian faecal-oral disease di Kalimantan Selatan masih tinggi dikarenakan tingginya kandungan faecal coliform pada sungai Martapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri aerob pada tinja siswa SD di sekitar bantaran Sungai Lulut Banjarmasin yang merupakan anak sungai Martapura. Penelitian bersifat observasional deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 30 sampel tinja siswa SDN 3 dan 7 Sungai Lulut Banjarmasin yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian  terdapat Escherichia coli 20 isolat (66,7%), Salmonella typhii 5 isolat (16,7%), dan bakteri yang tidak tumbuh pada media 5 isolat (16,7%) pada sampel tinja siswa yang bertempat tinggal di bantaran Sungai Lulut, kemudian Escherichia coli 18 isolat (60%), Salmonella typhii 4 isolat (13,3%), dan bakteri yang tidak tumbuh pada media 8 isolat (26,7%) pada sampel tinja siswa yang bertempat tinggal di luar bantaran Sungai Lulut. Kata-kata kunci: Bakteri aerob, tinja, siswa, bantaran Sungai Lulut