cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
PELAKSANAAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI RT 07/RW 03 DUSUN AMBARRUKMO, CATURTUNGGAL,DEPOK, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ignatius Gonggo Prihatmono, Irma Rahmayani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.357 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.5

Abstract

Pendahuuan : Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan perilaku hidup bersih sehat untuk memelihara dan menjaga kesehatannya. Rumah tangga ber-PHBS berarti mampu menjaga, meningkatkan dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan kondusif untuk hidup sehat.Tujuan penelitian:  Tujuan  penelitian  secara umum adalah untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan PHBS pada tatanan rumah tangga sedangkan secara khusus untuk mendapatkan gambaran pencapaian stratifikasi PHBS melalui 10 indikator, langkah-langkah pembinaan PHBS serta  peran kader dalam PHBS di RT07/RW03 Dusun Ambarrukmo Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta.Metode Penelitian : Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survai.Teknik sampling non random total populasi  yakni mengambil seluruh  keluarga di RT 07 berada di RT07/RW03 di Dusun Ambarrukmo Caturtunggal Depok Sleman yang melaksanakan  PHBS pada tatanan rumah tangga yang terdiri dari 39 Keluarga  Hasil Penelitian dan Pembahasan : Pencapaian Indikator PHBS tatatanan rumah tangga  sebagian besar (97 %)  termasuk dalam  klasifikasi  Sehat  IV, Langkah-langkah pembinaan PHBS  tatanan rumah tangga sebagian besar  (93%)  termasuk dalam  kategori  tinggi dan Peran kader dalam meningkatkan PHBS pada tatanan rumah tangga sebagian besar ( 97%) termasuk dalam kategori tinggi.Kesimpulan : Bagi masyarakat di Dusun Ambarrukmo RT07/RW03 perlu meningkatkan tiga indikator PHBS yang masih rendah, yakni makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan tidak merokok didalam rumah.Bagi kader kesehatan perlu membentuk sebuah kepengurusan organisasi pemuda agar dapat menjadi panutan untuk menciptakan PHBS rumah tangga yang lebih baik. perlu melakukan penelitian mengenai PHBS menggunakan RT lain di daerah perkotaan sebagai pembanding. Kata  Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kader Kesehatan
DAYA TERIMA ATLET PENCAK SILAT PADA PEMBERIAN MENU SIKLUS 3 HARI DI PPLP YOGYAKARTA Yuni Afriani; Sri Kadaryati; Umi Mahmudah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.522 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.147

Abstract

Latar belakang : Penyelenggaraan makanan pada atlet merupakan bagian yang penting untuk mendukung performa atlet. Atlet pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang membutuhkan dukungan gizi yang tepat untuk berprestasi. Menu makanan yang memenuhi prinsip gizi seimbang sangat dibutuhkan untuk atlet. Untuk itu dibutuhkan penyelenggaraan makanan yang sesuai bagi atlet. Tujuan : Penelitian inibertujuan untuk mengetahui daya terima atlet pencak silat pada pemberian menu siklus 3 hari di Asrama PPLP Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Pengukuran daya terima pada atlet dilakukan setelah pemberian menusklus 3 hari di asrama, dengan menggunakan alat bantu berupa metode taksiran visualcomstock 7 poin. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya terima atlet terhadap makanan pokok (nasi) sebesar 20%, daya terima lauk hewani 100% (baik), daya terima lauk nabati 80% (baik), daya terima sayur 100% (baik),dan daya terima buah 100% (baik). Kesimpulan : Daya terima atlet pencak silat di PPLP Yogyakarta secara keseluruhan terhadap pemberian menu siklus 3 hari masuk dalam kategori baik (80%).Kata kunci: penyelenggaraan makanan, daya terima, pencak silat, PPLP
ANALISIS FORMULASI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN KLATEN Rini Pratiwi, Chriswardani S, Septo P.Arso
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v8i2.18

Abstract

Early   Breasfeeding   Initiation   and   Exclusive Breastfeeding is a breakthrough in efforts to decrease mortality Newborns and form generation of higher quality. Klaten Regency is the first regency in Indonesia which is successful in launching IMD law and exclusive breastfeeding. In a reality,  Regional Regulation Number 7 Year 2008 has not been supported by regional head’s regulation to support the implementation. The purpose of this study is to analyze the policy formulation and implementation Regional Regulation   Number   7   Year   2008.   The   research   was conducted in May-July 2011. This study is a qualitative research. Data was collected through indepth interview method. Subjects were as many as 9 people stakeholders drawn  purposively.  Data  processed  by  content  analysis.The results showed that the policy formulation process begins with a public issue to become policy issue with the socialization of health professionals and the public and promotion  in  a  number  of  mass  media.  Mobilization  of support   and   the   presence   of   advocacy   and   coalition conducted to establish the next step which    is continued to the Law Department. After proceed in Section Executive then it was submitted to Section Legislative to be discussed and decided to become Regional Regulation. The implementation of Regional Regulation has been running with a group of supporters of  breastfeeding, forming 4 Baby Friendly sub districts, no sponsors milk formula in health activities, hold the black flag in front of BPS that does not comply with the law and the existence of a central referral hospital support lactation. The conclusion of this study is the formulation of Regional Regulation has been run in accordance with the rule of  law reign. Although there is no Perbup, implementation has been run on the internal Public Health Service. Implementation is still not optimal yet Perbup legalization.  Suggestions  for  Public  Health  should immediately  be  made  perbup  Klaten  and  in  collaboration with   other   sectors   so   that   the   implementation   of   the legislation is more extensive and thorough.                                                  ABSTRAK Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif merupakan upaya terobosan dalam penurunan Angka Kematian  Bayi  baru  lahir  dan  membentuk  generasi  yang lebih berkualitas. Kabupaten Klaten merupakan Kabupaten pertama di Indonesia yang berhasil meluncurkan Perda IMD dan ASI Eksklusif. Kenyataan yang ada Perda Nomor 7 tahun 2008   belum   didukung   oleh   Peraturan   Bupati   untuk mendukung pelaksanaan Perda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis formulasi dan implementasi kebijakan Perda Nomor 7 tahun 2008 tentang IMD dan ASI Eksklusif Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap subyek penelitian sebanyak 9 orang stake holder yang dipilih secara purposive dan dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2011. Data diolah dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses formulasi kebijakan diawali dengan membuat masalah publik menjadi issue dengan sosialisasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat serta melakukan promosi ke sejumlah media massa.  Mobilisasi  dukungan  serta  adanya  advokasi  dan koalisi dilakukan untuk memantapkan langkah berikutnya yaitu melanjutkan ke Bagian Hukum DPRD Klaten. Setelah berproses di Bagian Eksekutif kemudian Raperda diajukan kepada DPRD Kabupaten Klaten untuk dibahas dan diputuskan menjadi Perda. Implementasi Perda IMD dan ASI eksklusif telah berjalan dengan adanya Kelompok pendukung ASI, dicanangkannya 4 Kecamatan Sayang Bayi, tidak ada sponsor  susu  formula  dalam  kegiatan  kesehatan,  bendera hitam di depan BPS yang tidak mematuhi Perda dan adanya dukungan RS menjadi pusat rujukan laktasi. Kesimpulan penelitian ini adalah formulasi Perda telah berjalan sesuai dengan tata hukum pemerintahan. Walaupun belum ada Perbup, implementasi telah berjalan di internal Dinas Kesehatan. Implementasi Perda masih belum optimal dengan belum disahkannya  Perbup.  Saran untuk  Dinas  Kesehatan Klaten perlu segera dibuat perbup dan bekerjasama dengan sektor lain sehingga implementasi Perda IMD dan ASI eksklusif lebih luas dan menyeluruh.Keywords :    Kebijakan  Kesehatan,  Inisiasi  Menyusu  Dini(IMD), ASI Eksklusif 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA MAHASISWI PRODI D III KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA TAHUN 2015 Listia Dwi Febriati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.601 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.164

Abstract

Background: dysmenorrhoea is the most common occurrence in the first three years after menarch, although the incident may occur at the end of a woman's reproductive life. The incidence of menstrual pain in the world is very large. An average of more than 50% of women in every country experiencing menstrual pain.Purpose: To study and Explaining factors related to the student dysmenorrhoea in Yogyakarta Respati University Health Sciences Faculty at Diploma III Midwifery Program.Methods: This study used quantitative approach with cross sectional study design. This research was conducted in UNRIYO Campus 2 Faculty of Health Sciences Diploma III Midwifery Program in Jalan Tajem No. 1.5 Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Data is collected on May 16 to 19, 2015. The population of 148, the total sample sampling technique.Outcome: The study showed the incidence of dysmenorrhea as many as 102 (68.9%), knowledge of variables p = 0.005 OR = 7289 (95% CI 2664-19944), the attitude p = 0.005 OR = 7,515 (95% CI 3458-16334), menarche p = 0.013 OR = 2,605 (95% CI 1276-5319), family history of p = 0.006 OR = 3,214 (95% CI 1461-7072), anxiety p = 0538 OR = 0744, sport p = 0.007 2842 OR (95% CI 1.388- 5821), nutritional status p = 0454 OR = 1.542, smoking p = 0.005, OR = 7,959 (95% CI 3249-19498). Multivariate analysis obtained dominant variable is the attitude p = 0.005 OR = 6623.Conclusion: There is a relationship between knowledge, attitudes, menarche, family history, exercise, and smoking with the incidence of dysmenorrhoea. There is no relationship between anxiety and nutritional status and the incidence of dysmenorrhoea. Factors that influence the incidence of dysmenorrhea is variable attitude. Suggestion: in order Diploma III Midwifery Program in UNRIYO able to maintain and further improve the quality level of knowledge, the ability to think, especially on reproductive health materials. Keywords: Dysmenorrhoea, Diploma III Midwifery Program of UNRIYO, student, attitude towards dysmenorrhoea. 
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL BUDAYA DENGAN KEIKUTSERTAAN KB IUD DI PUSKESMAS MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 Sri Wulandari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.595 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i1.35

Abstract

Prevalensi peserta AKDR menurun selama 20 tahun terakhir, dari 13 % pada tahun 1991 menjadi 5% pada tahun 2007. (BPS, 2009). Tantangan lain dalam keluarga berencana adalah dari berbagai segi yaitu segi pelayanan, segi segi ketersediaan alat kontrasepsi, segi penyampaian konseling maupun KIE, segi hambatan budaya yang di beberapa daerah masyarakat masih akrab dengan “banyak anak banyak rejeki”; “tiap anak membawa rejeki masing-masing” ataupun anak tempat bergantung dihari tua”. Data dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2007 peserta KB baru sebesar 8.75% dan belum sesuai target nasional. Di kota Yogyakarta sendiri, jumlah akseptor alat kontrasepsi IUD baru sebanyak 22,98% ini adalah jumlah yang tergolong rendah (profil Dinas Kesehatan DIY, 2010)Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan, agama dan kepercayaan dengan keikutsertaan KB IUD.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian Cross Sectional dengan variabel Independent umur, pendidikan, pekerjaan, agama, kepercayaan, variabel Dependen keikutsertaan KB IUD. Populasi dan sampel adalah semua akseptor KB yang berkunjung di Puskesmas Mergangsan Juli 2013 secara Acidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data yang dilakukan adalah Univariat, Bivariat.Hasil analisis membuktikan tidak ada hubungan yang bermakna antara Umur, pendidikan, pekerjaan, agama dan kepercayaan dengan keikutsertaan KB IUD. Saran penulis dalam penelitian ini adalah agar tenaga kesehatan lebih intensif dalam memberikan penyuluhan tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Kata Kunci: sosial budaya, KB IUD ABSTRACTPrevalence of IUD participants declined over the last 20 years, from 13% in 1991 to 5% in 2007. (BPS, 2009). Another challenge in family planning is in many ways the in terms of service, in terms of in terms of the availability of contraceptives, in terms of the delivery of counseling and IEC, in terms of cultural barriers in some areas people are still familiar with "a lot of kids a lot of luck"; "each child brings their fortune", or dependent child on the day the old place ". Data from the province of Yogyakarta (DIY) of 2007 participants new KB of 8.75% and does not meet the national target. Of the city itself, the number of new IUD acceptors of contraception as much as 22.98% This is a relatively low number (profile DIY Health Department, 2010)The study objective was to determine the relationship between age, education, occupation, religion and belief with participation KB IUD. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional study design Independent variables age, education, occupation, religion, beliefs, participation Dependent variables KB IUD. Population and sample are all planning acceptors who visit the health center in July 2013 in Acidental Mergangsan Sampling. Collecting data using primary and secondary data. Data analysis was Univariate, Bivariate. Analysis results proved no significant relationship between age, education, occupation, religion and belief with the participation KB IUD. Advice authors of this research is that more intensive health workers in providing information about the Long-Term Contraception Method (LTM).Keywords: socio-cultural, KB IUD 
VALIDITAS PENGUKURAN RENTANG LENGAN, TINGGI LUTUT DAN PANJANG ULNA TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH LANJUT USIA Kuntari Astriana, Budiyanti Wiboworini, Kusnandar
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.018 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.191

Abstract

 INTISARILatar Belakang: Penilaian status gizi lansia dapat diukur dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu perbandingan berat badan dan kuadrat tinggi badan. Tinggi badan (TB) merupakan indikator status gizi sehingga pengukuran TB seseorang secara akurat sangatlah penting untuk menentukan nilai IMT. Akan tetapi untuk memperoleh pengukuran TB yang tepat pada lansia cukup sulit karena masalah postur tubuh, kerusakan spinal, maupun masalah dalam pergerakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas (sensitivitas (Se), spesifisitas (SP), dan Area Under Curve (AUC)) pengukuran rentang lengan, tinggi lutut, dan panjang ulna sebagai prediktor Indeks Massa Tubuh lanjut usia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai validitas pengukuran rentang lengan, tinggi lutut dan panjang ulna terhadap IMT lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan bersifat observasional analitik. Sampel penelitian ini adalah lansia di Kecamatan Sewon yang berusia ≥ 60 tahun sebanyak 138. Analisis Se dan Sp menggunakan tabel 2×2. Kurva ROC digunakan untuk menentukan AUC.Hasil: Rentang lengan mempunyai Se 91,02%, Sp 83,33%, dan AUC 0,872 dengan CI 95% 0,806-0,938. Tinggi lutut mempunyai Se 75,64%, Sp 68,33%, dan AUC 0,720 dengan CI 95% 0,632-0,808. Panjang ulna mempunyai Se 80,77%, Sp 73,33%, dan AUC 0,771 dengan CI 95% 0,688-0,853.Kesimpulan: Rentang lengan, tinggi lutut maupun panjang ulna sama baiknya dalam memprediksi IMT pada lansia di Kecamatan Sewon.Kata Kunci: Sensitivitas, Spesifisitas, AUC, Rentang Lengan, Tinggi Lutut, Panjang Ulna, IMT, Lanjut Usia
HUBUNGAN FAKTOR- FAKTOR PENGHAMBAT DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN DALAM MEMBERIKAN KONSELING PADA PELAYANAN KEBIDANAN DI PUSKESMAS WILAYAH SLEMAN Roschidah Putri Rizani, Sudarti, Urip Tugiyarti, M. Judha
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.418 KB) | DOI: 10.35842/mr.v7i1.53

Abstract

Latar belakang: Komunikasi yang efektif penting untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan kebidanan dan merupakan proses yang dapat melancarkan pencapaian tujuan. Faktor yang menghambat atau mendorong komunikasi terbuka perlu dipahami oleh tenaga kesehatan dalam  bidang kebidanan. Keberhasilan suatu komunikasi/ konseling biasanya diukur dari tindakan nyata yang dihasilkan. Pelaksanaan konseling sangat didukung oleh kemampuan bidan dalam memberikan konseling yaitu kemampuan mengadakan komunikasi dengan klien, menjalin hubungan yang baik antara bidan dengan klien.Tujuan:. Untuk mengetahui hubungan faktor-faktor penghambat pelaksanaan konseling dengan tingkat keberhasilan pada pelayanan kebidanan di Puskesmas wilayah Sleman TengahMetode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas wilayah Sleman Tengah. Populasi dalam penelitian ini yaitu bidan yang bertugas/bekerja dan klien/pasien yang berkunjung ke Puskesmas wilayah Sleman Tengah. Teknik sampling menggunakan Stratified Random Sampling. Jumlah sampel adalah 30 responden. Analisa data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian: Hasil analisis deskriptif diketahui karakteristik responden berdasar tingkat faktor-faktor penghambat pelaksanaan konseling sebagian memiliki hambatan yang tidak menghambatsebesar 56,67%. Karakteristik tingkat keberhasilan pada pelayanan kebidanan sebagian besar termasuk kategori sedang berjumlah 60,00%. Hasil uji chi square diperoleh nilai X2hitung (25,378) > X2tabel (9,49) dengan p value 0,000 < 0,05.Kesimpulan: Hasil analisis bivariat diketahui terdapat hubungan yang bermakna/signifikan antara faktor-faktor penghambat pelaksanaan konseling dengan tingkat keberhasilan pada pelayanan kebidanan di Puskesmas Wilayah Sleman YogyakartaKata Kunci:    faktor penghambat, keberhasilan konseling, pelayanan kebidanan
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENERIMAAN LANSIA DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOSOSIAL DI DUSUN SAMPANGAN WIROKERTEN BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA Setyo Mahanani Nugroho, Listia Dwi Febriati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.868 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i1.213

Abstract

Latar Belakang : Pada waktu seseorang memasuki masa lanjut usia, terjadi berbagai perubahan baik yang bersifat fisik, mental, maupun sosial. Perubahan yang bersifat fisik antara lain adalah penurunan kekuatan fisik, stamina dan penampilan. Ditambah dengan kurangnya penyesuaian diri lansia terhadap semua perubahan yang terjadi. Hal ini dapat menyebabkan beberapa orang menjadi depresif atau merasa tidak senang saat memasuki masa usia lanjut. Kurangnya dukungan keluarga dikhawatirkan dapat memperburuk keadaan psikis lansia. Penelitian ini penting dilakukan karena terkadang masih kurangnya pengaruh dukungan dari keluarga kepada lansia.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh dukungan keluarga terhadap penerimaan lansiadalam menghadapi perubahan fisik dan psikososial di dusun Sampangan Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam 7 responden dan 2 informan kunci. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif Miles and Hubermanyang terdiri dari 4 langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan analisis data berupa penarikan kesimpulan atau verifikasi data.Hasil: Perubahan Fisik yang sering terjadi pada lansia yaitu munculnya Asam Urat, hipertensi, cepat lelah. Selain keluhan tersebut antara lain katarak dan sesak nafas. Perubahan Psikis adalah mudah sensitive dan mudah marah. Semua lansia menerima perubahan yang terjadi. Dukungan keluarga berupa dukungan informasi, dukungan instrumental.Kesimpulan : Terdapat pengaruh dukungan keluarga dengan penerimaan lansia dalam menghadapi perubahan fisik dan psikososial.Kata Kunci : Dukungan keluarga, Penerimaan lansia, Perubahan Fisik, Psikososial
KEMAMPUAN KELUARGA MENGENAL MEMBERIKAN KONTRIBUSI TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT AKTIVITAS HIDUP SEHARI-HARI LANSIA Thomas Aquino Erjinyuare Amigo, Cornelia Dede Yoshima Nekada
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.711 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.69

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan keluarga mengenal aktivitas hidup sehari-hari dapat memberikan kontribusi terhadap kemampuan keluarga merawat aktivitas hidup sehari-hari lansia. Sebagian besar keluarga tidak mengetahui aktivitas hidup sehari-hari pada lansia dan tidak mampu merawat aktivitas hidup sehari-hari pada lansia di Dusun Saren. Tujuan: Mengetahui hubungan kemampuan keluarga mengenal dengan merawat aktivitas hidup sehari-hari pada lansia. Metode: Jenis penelitian kuantitatif pendekatan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data penelitian di Dusun Saren pada tanggal 1 Agustus – 13 Agustus 2016. 98 sampel dengan teknik simple random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang dugunakan kuesioner merawat aktivitas hidup sehari-hari pada lansia (modifikasi indeks KATZ) dan kemampuan keluarga mengenal. Hasil: Sebagian besar keluarga memiliki kemampuan mengenal aktivitas hidup sehari-hari dalam kategori baik (55,1%), sebagian besar mampu merawat aktivitas hidup sehari-hari (52%), dan hasil uji statistik dengan nilai p = 0,017 (p < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kemampuan keluarga mengenal dengan kemampuan merawat aktivitas hidup sehari-hari pada lansia. Kata Kunci: Aktivitas Hidup Sehari-Hari, Lansia, Tugas Keluarga Mengenal, Tugas Keluarga Merawat  
GAMBARAN LAMA MASA PEMBERIAN ASI PADA BAYI UMUR 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN I KOTA YOGYAKARTA Sary Rosidawati; Reni Merta Kusuma
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.36 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.81

Abstract

Latar Belakang: Pertama, dukungan menyusui untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi. Pada 1000 hari pertama bayi baru lahir, otak tumbuh hampir 75%. Bayi di usia 0-12 bulan menjadi fase krusial untuk menentukan kondisi mereka di masa depan. Ruang lingkup menyusui di Indonesia adalah 42% dan dari tahun ke tahun semakin menurun. Menurut data oleh Dinkes Kota Yogyakarta, mereka menulis, cakupan menyusui secara eksklusif di Yogyakarta adalah yang terendah dari semuanya, yaitu di tingkat 12, 31% di 2014.Tujuan: Menentukan ruang lingkup pemberian ASI untuk bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Jumlah sampel acak adalah 52 sampel yang terdiri dari ibu dengan bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling dimana menggunakan kuesioner. Analisis data digunakan oleh univariat yang akan dijelaskan oleh tarif.Hasil: Dari 52 sampel, 28 sampel ditemukan sebagian besar ibu dengan bayi di usia 0-12 bulan memberikan ASI ≥ 6 bulan atau (52,8%). 21 sampel (40,4%) diidentifikasi oleh ibu pada usia 20-35 tahun dengan latar belakang pendidikan menengah, 22 sampel (42,3%) diidentifikasi oleh ibu pengangguran, 15 sampel (28,8%) adalah diidentifikasi oleh ibu cacat.Kesimpulan: Lama menyusui di Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta dari 52 sampel untuk bayi usia ≥ 6 bulan adalah 28 sampel (52,8%).