cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
HUBUNGAN IMPLEMENTASI 8 FUNGSI KELUARGA DENGAN SIKAP SISWA SMA BUDI LUHUR YOGYAKARTA TERHADAP PERILAKU KENAKALAN REMAJA (KLITHIH) DI YOGYAKARTA TAHUN 2019 Lauri Nuralita Devi; Rodiyah Soekardi; Dwi Endah Kurniasih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.212 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.249

Abstract

Latar Belakang: Kejadian klithih yang dilakukan remaja sangat meresahkan masyarakat Yogyakarta. Perilaku merusak fasilitas umum, tawuran antar pelajar, penganiayaan  teman, pencurian sepeda motor, membawa senjata tajam ke sekolah bahkan tindak asusila banyak terjadi akhir-akhir ini. Hal ini memerlukan kepedulian orang tua atau keluarga dalam mengimplementasikan 8 fungsi keluarga.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan implementasi 8 fungsi keluarga dengan sikap Siswa SMA Budi Luhur Yogyakarta terhadap perilaku kenakalan remaja (klithih) di Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan sampel dengan total sampling, jumlah sampel 39 responden. Instumen penelitian adalah kuesioner. Analisis bivariat penelitian ini menggunakan uji kendall tau dengan α = 0,05Hasil: Sebagian besar (97,4%) siswa SMA Budi Luhur Yogyakarta termasuk dalam kategori remaja akhir berumur 17-25 tahun, sebagian besar (89,7%) berjenis kelamin laki-laki, mayoritas (28,2%) sedang menempuh kelas XI,  (64,1%) menempuh jurusan IPS, (66,7%) orang tua siswa bekerja, (69,2%)keluarga siswa telah mengimplementasi fungsi keluarga dengan baik,(59%) sikap siswa negatif (mendukung) kenakalan remaja (klithih), (82,1%) siswa SMA Budi Luhur Yogyakarta tidak pernah mengikuti genk dan (69,2%) tidak pernah terlibat dalam tawuran.Kesimpulan: Secara statistik terdapat hubungan implementasi 8 fungsi keluarga dengan sikap siswa terhadap kenakalan remaja (klithih) di Yogyakarta dengan p-value 0,042.Kata Kunci: Implementasi, Keluarga, Sikap, Kenakalan, Remaja
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SIKAP DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL DI DUSUN GEBANG I, PLUMBON, TEMON, KULON PROGO, YOGYAKARTA Eko Mindarsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.576 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i4.80

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga sangat berpengaruh besar dalam pengambilan keputusan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Pada masyarakat tertentu kepala keluarga paling dominan didalam pengambilan keputusan. Dukungan yang baik dilaporkan 28% lebih kecil kemungkinan persalinan dengan SC, 31% lebih kecil penggunaan oksitosin, 9% lebih kecil meminta obat pengurang nyeri dan 34% lebih kecil kemungkinan merasa negatif terhadap proses persalinan.Sikap adalah gejala yang timbul dari dalam diri seseorang yang berdimensi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang dan sebagainya baik secara positif maupun negatif. Dusun Gebang I, terdiri dari 47 Kepala Keluarga, pada tahun 2016 telah meberikan konstribusi kematian Maternal dan Neonatal. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan sikap dalam penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasi. Uji statistik menggunakan, Pendekatan waktu yang digunakan adalah cross sectional. Menggunakan purposiv sampling. Hasil: Karakteristik responden mayoritas berpendidikan menengah, berumur >60 tahun dan bekerja sebagai petani.Dukungan keluarga tentang penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal dalam kategori mendukung, sikap tentang penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal dalam kategori positif. Analisis bivariat menggunakan chi square p value sebesar 0,04. Kesimpulan: Ada Hubungan Dukungan Keluarga dengan Sikap dalam Penanganan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal. Kata Kunci : dukungan, keluarga, sikap
PENGETAHUAN DAN PENERIMAAN TERAPI KOMPLEMENTER PADA IBU NIFAS BERBASIS KEARIFAN LOKAL Rahayu Widaryanti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.731 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i4.262

Abstract

Background: Indonesia is a country that has socio-cultural diversity and has a tradition to maintain health, especially for postpartum mothers. Management of services for postpartum mothers in addition to evidence-based midwifery, sometimes postpartum mothers also use complementary therapy to overcome complaints experienced by mothers. As the use of herbal ingredients to increase milk production or to reduce pain in perinuim wounds, in addition there are also several methods to accelerate the recovery of postpartum maternal health conditions using pilis, parem, tapel or the use of a curve. Objective: This study aims to determine the level of knowledge and acceptance of complementary therapy in postpartum mothers based on local wisdom. Method: This type of research is quantitative with a retrospective approach, sampling technique with purposive sampling. Data collection is done by questionnaire. Result: The majority of postpartum mothers' knowledge about complementary therapy was low at 52.8%. complementary therapies that often exist in the community, namely the use of pilis, tapel, parem, herbal medicine and curved or octopus. The highest acceptance of complementary therapy was 71.7% of the herbal medicine and the lowest was 1.9% in parem. Conclusion: Complementary therapy has many benefits but has not been used maximally in the community because not many people know about the efficacy of these therapies, besides that complementary therapy in the community is not yet available in a modern and practical form so that not many people use it.
UJI KESESUAIAN ALAT DIGITALISASI TFU, PITA UKUR dan HPHT DALAM MENENTUKAN USIA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER DUA DAN TRIMESTER TIGA Febi Puji Utami; Firman F Wirakusumah; Hidayat Wijayanegara; Adjat Sedjati Rasyad; Suryani Soepardan; Ma’mun Sutisna
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.016 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i4.247

Abstract

Latar Belakang: Estimasi usia kehamilan yang akurat mempengaruhi asuhan kebidanan yang akan diberikan pada ibu dan bayi. Usia kehamilan dapat ditentukan berdasarkan HPHT, gerakan janin, pemeriksaan Leopold, pengukuran TFU, dan USG. Pada penelitian ini usia kehamilan di hitung berdasarkan tinggi fundus uteri menggunakan alat digitalisasi TFU dan pita ukur kemudian setelah didapatkan usia kehamilan di sesuaikan dengan usia kehamilan menurut HPHT.Tujuan: Untuk menganalisis kesesuaian alat digitalisasi TFU, Pita Ukur dan HPHT dalam menentukan usia kehamilan pada ibu hamil trimester dua dan trimester tiga. Metode Penelitian : Pada penelitian ini digunakan metode penelitian yang bersifat observasi analitik dengan pendekatan (potong lintang) dan dianalisis dengan analisis “Uji Kesesuaian” untuk mengetahui seberapa besar metode baru (alat digitalisasi TFU) memiliki kesesuaian dengan pita ukur menggunakan uji kesesuaian kappa. Hasil: Berdasarkan  hasil analisis statistik untuk menguji hipotesis, dapat diketahui bahwa kesesuaian (menggunakan uji kappa) alat digitalisasi TFU dan HPHT sebesar 0.83, uji kesesuaian alat digitalisasi TFU dan pita ukur 0.93, uji kesesuaian pita ukur dan HPHT sebesar 0.76.Kesimpulan: Alat digitalisasi TFU dapat digunakan untuk menentukan usia kehamilan pada ibu hamil trimester II dan trimester III  tanpa harus diketahui HPHT dan Penulis menyarakan agar dapat mengembangkan alat digitalisasi TFU sebagai alat tepat guna dengan melakukan penelitian lebih mendalam menggunakan uji diagnostik oleh peneliti selanjutnya.
STUDI FENOMENOLOGI : HAMBATAN DAN KEBUTUHAN PERAWAT DALAM MELIBATKAN KELUARGA PADA PERAWATAN KEGAWATDARURATAN ANAK DI UNIT GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH Merisdawati Merisdawati; Indah Winarni; Septi Dwi Rachmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.825 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.101

Abstract

Pendahuluan : Perawatan pada pasien anak tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Melibatkan keluarga pada perawatan anak dengan kondisi gawat darurat di Unit Gawat Darurat (UGD) memiliki tantangan tersendiri bagi perawat. Walaupun beberapa organisasi mendukung keterlibatan keluarga dalam perawatan di UGD, namun beberapa hasil penelitian memaparkan keterbatasan dalam penerapannya. Hambatan dari berbagai aspek akan mempengaruhi keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga.  Mengetahui hambatan dan kebutuhan yang diperlukan perawat dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peningkatan perawatan anak dengan melibatkan keluarga di UGDTujuan penelitian : Mengeksplorasi hambatan dan kebuthan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan kegawatdaruratan anak di UGD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda AcehDesain penelitian: Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif yang melibatkan 7 perawat UGD RSIA Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik Braun &Clarke.Hasil penelitian: Penelitian ini menghasilkan 8 tema dari hasil analisis data yang dilakukan. Tema yang ditemukan adalah kepercayaan keluarga, keterlibatan extended family, ketidaksetaraan pengetahuan, ketidakpercayaan diri perawat, kerumitan pelayanan administrasi,  peningkatan pemahaman budaya, upgrading kompetenasi dan pengetahuan, serta dukungan sistem pelayanan di UGD.Kesimpulan :Melibatkan keluarga di UGD pada kondisi pasien kritis memiliki hambatan yang tidak sedikit. Perawat membutuhkan  peningkatan pengetahuan, pemahaman akan budaya pasien dan keluarga untuk dapat melibatkan keluarga secara optimal.Perlu adanya dukungan dari sistem pelayanan di UGD untuk menunjang keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan anak. Kata kunci : hambatan dan kebutuhan, melibatkan keluarga, perawatan gawat darurat, anak
STUDI ANALISIS KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Tutik Astuti; Vio Nita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.533 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i1.516

Abstract

Adolescent Sexual Violence Analysis Study In Gunungkidul RegencyBackground : Cases of sexual violence against women in DIY need to get serious restraint. The courage of reporting from victims is necessary to break the chain of sexual crimes. Rifka Annisa accompanied 29 cases of child sexual abuse in 2017, the majority of which were women.. The vulnerable cases of sexual violence color Gunungkidul Regency throughout the beginning of 2019. Based on data from DP3AKBPMD (Office of Child Empowerment Family Planning Community and Village Empowerment), a total of 24 cases were reported in 2018, with details of 9 cases of violence against women and 15 cases of child abuse, as well as 5 cases of child sexual. Objective : To know the factors behind the occurrence of sexual violence in adolescence in Gunungkidul regency. Methods : used is qualitative research that explains the main cause of adolescent violence. This research place is located in Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta, and data collection is conducted with in-depth interview techniques, the implementation of data collection in August - October 2020. Qualitative data processing is done by transcription, koding and necessary in narrative form. Results : the results showed that there are deep psychological problems in victims of violence with marked anxiety and concerns faced if sexual violence arises again. There is even a deep disappointment in the victim of sexual violence committed by her biological father. But victims of sexual violence experience helplessness accompanied by the ease with which the victim is offended when having to re-express the events experienced, even to the point of distrust of those around her who create an overwhelming fear of the victim. Conclusion : In cases of sexual violence in adolescents this causes psychological trauma to the victim, so it is necessary to assist the service provider and increase awareness of family and community.
ANALISIS PENGUKURAN SUHU TUBUH BAYI BALITA DENGAN BERBAGAI JENIS TERMOMETER Vivian Nanny Lia Dewi; Dechoni Rachmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.998 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.93

Abstract

ANALISIS PENGUKURAN SUHU TUBUH BAYI BALITA DENGAN BERBAGAI JENIS TERMOMETER Vivian Nanny Lia Dewi1*, Dechoni Rachmawati1  1Stikes Jenderal A Yani Yogyakarta,Jl. Ring Road Barat Ambarketawang, Gamping Sleman, Yogyakarta, 55294, IndonesiaSurat Menyurat umivivian@gmail.comAbstractRasionale: Nearly 10 million children die annually before the age of 5 years. In general, mortality in infants and toddlers due to the five conditions that can be prevented and treated pneumonia, diarrhea, malaria, measles, and malnutrition. Child's responses to these different conditions, one of which is a fever, therefore, inspection and monitoring of temperature is one important indicator in assessing the health condition of the child's fever. Although the temperature probe is not painful, but in general, children showed reactions of anxiety and excessive stress at the time of the examination body temperature for a long time. However, there is still controversy regarding the most appropriate thermometer and the best place for temperature measurement as well as comfortable for the baby toddlersPurpose: To determine the sensitivity and specificity of the various types of thermometer in measuring fever in baby and toddlersMethod: Descriptive analytic research. Sample were infants and toddlers aged 0-5 years who have a fever of 25 people and normal temperature of 25 people. Accidental sampling technique. The experiment was conducted in July-September 2016 held at PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta Hospital. Data analysis using sensitivity and specificity test (area under curve)Result: Area under the curve of the most widely away is thermometer oral digital (0978), followed by axillary mercury thermometer for 5 minutes (0958), axillary mercury thermometer 3 minutes (0942), tympanic thermometer (0927), Digital axillary thermometer (0924), and forehead thermometer (0.900).Conclusion: The highest results of sensitivity and specificity is digital oral thermometer. Key words: Thermometer, temperature, baby-toddler
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG VASEKTOMI TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI MENGGUNAKAN VASEKTOMI DI DUSUN JELOK DESA BEJI WONOSARI As Ganda Prasetya; Melania Wahyuningsih; anita liliana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.512 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i1.268

Abstract

Background: The number of people who got a vasectomy in Indonesia is still low. The lack of knowledge is one of the factors that cause the low number of people who get a vasectomy. In order to increase the number of people who get a vasectomy, a health education about vasectomy is needed. Objective: To determine the influence of health education about vasectomy on the knowledge about and motivation to get a vasectomy. Methods: This is a quasi- experiment research with a one group pretest posttest design, the research samples were selected using a total sampling technique, the instruments used for this research were questionnaires, and the data collected were analyzed using Wilcoxon’s test and paired t-test. This research was conducted in Jelok hamlet, Beji village, with 31 fertile males involved as respondents. Results: Respondents’ knowledge score before health education was given showed a mean of 9, and after health education, the mean was 1.94. Motivation to get a vasectomy before health education was given showed a median score of 24, after health education was given, the median score was 26. Data analysis on knowledge about vasectomy using a paired t-test showed a p-value of 0.000. An analysis on motivation using Wilcoxon’s test showed a p-value of 0.003. Conclusion: There was a significant influence of health education about vasectomy on the knowledge about and motivation to get a vasectomy.
PENGARUH EDUKASI SOP INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN LOYALITAS BIDAN MELAKUKAN IMD DI KOTA PROBOLINGGO Agnes Savitri Agni
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.257 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i2.112

Abstract

Background: The EBI is one of the programs directed to accelerate the decreasion of the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia. The presence rate of EBI in Indonesia is 29.3%, while in East Java it is 34%(Riskesdas,2010). Objective:This research aimed to analyze the effect of adult learning of the EBI to the midwives knowledge, attitude and loyalty to conduct EBI.Method:This  is a quasi-research (Non-randomized pre test - post test control group design), participated by 53 midwife respondents that divided in to experimental group (32 respondents) and control group (21 respondents). Results: The Wilcoxon test results, after the education there was an increase in knowledge (p 0.000 < 0.05), in attitude (p 0.000 <0.05) on the experimental group. The Mann Whitney test result showed a different in knowledge between the control group and the experimental group (0.000 p < 0.05). Conclusion: Adult learning of EBI SOP had an effect on the midwives’ knowledge and attitude to conduct EBI in Probolinggo Municipality (p< 0.05).Recommendation: The Adult Learning of EBI SOP should be implemented to health center’s midwife. Keywords: Adult learning of EBI SOP, midwife, commitmen, knowledge, attitude. ABSTRAK Latar Belakang:Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu program upaya akselerasi penurunan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Cakupan fasilitasi IMD di Indonesia sekitar 29,3%, adapun di provinsi Jawa Timur fasilitasi IMD sekitar 34% (Laporan Riskesdas,2010).Tujuan: Tujuan penelitian ini menganalisis  pengaruh edukasi SOP IMD terhadap pengetahuan dan sikap bidan melakukan IMD . Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental quasi (Non randomized pre test – post test control group design), dengan jumlah bidan responden 53 orang terbagi menjadi  kelompok perlakuan (32 respoden) dan kelompok kontrol (21 responden).Hasil: Hasil ujiWilcoxon terdapat peningkatan pengetahuan (p 0,000 < 0,05) dan peningkatan sikap sesudah edukasi ( 0,000 p < 0,05), pada kelompok perlakuan. Hasil Uji Mann Whitney terdapat perbedaan pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (0,000 p < 0,05). Kesimpulan: Model Pendidikan Orang Dewasa untuk SOP IMD mempengaruhi pengetahuan dan sikap bidan melakukan IMD di Kota Probolinggo (p < 0,05). Saran: Pedidikan Orang Dewasa tentang SOP IMD sebaiknya diterapkan kepada semua bidan penolong persalinan.  Kata kunci : POD SOP IMD, bidan, janji layanan, pengetahuan, sikap.
PERAN CONSEQUENCES (C) DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA UPT BALAI YASA YOGYAKARTA Julaikah Julaikah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 (2018): Suplemen Medika Respati Februari 2018 Vol 13
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.011 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i0.136

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan APD merupakan ujung tombak pencegahan kecelakaan yang diterapkan di Balai Yasa Yogyakarta. Upaya pengendalian resiko lainya seperti eliminasi, substitusi, dan modifikasi tidak dapat diterapkan. Salah satu upaya meningkatkan kepatuhan dalam penggunaan APD adalah menerapkan reward dan punishment yang merupakan bagian dari consequences (C). Dari hasil observasi dokumen laporan klinik Balai Yasa Yogyakarta diketahui bahwa kejadian kecelakaan yang terlapor 80% disebabkan karena unsafe action.Tujuan : Untuk mengetahui peran consequences (C) dalam penggunaan alat pelindung diri pada pekerja UPT Balai Yasa Yogyakarta.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 15 orang. Analisis data menggunakan content analysis.Hasil : Consequences (C) dalam penggunaan APD di UPT Balai Yasa Yogyakarta terdiri dari consequences internal dan eksternal. Pekerja bagian produksi UPT Balai Yasa Yogyakarta yang memiliki pemahaman terhadap dampak positif memiliki konsistensi dalam kepatuhan penggunaan APD. Sedangkan consequences eksternal berupa reward dan punishment belum berjalan dengan baik sehingga kurang berperan dalam pembentukan perilaku kepatuhan penggunaan APD.Kesimpulan : Peran consequnces (C) internal dalam penggunaan APD pada pekerja UPT Balai Yasa Yogyakarta sudah baik, sedangkan untuk peran consequences (C) eksternal masih kurang.Kata kunci: Consequences (C), Alat Pelindung Diri (APD)