cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN JELLY DAN AIR LEDENG TERHADAP POTENSIAL AKSI ELEKTROKARDIOGRAM Hendy Lesmana; Dewi Wijayanti; Maria Imaculata Ose; Putri Ayu Utami; Rika Wahyuni
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.169 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.124

Abstract

Latar Belakang: Elektrokardiogram merupakan alat diagnostik jantung yang sering digunakan perawat untuk menilai beberapa kelainan jantung. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, beberapa perawat tidak menggunakan jelly (gold standard) tetapi menggunakan air ledeng sebagai media perekam EKG dan meyakini air ledeng merupakan media yang baik untuk merekam EKG. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan penggunaan jelly dan air ledeng terhadap potensial aksi elektrokardiogram. Metode Penelitian: Rancang penelitian menggunakan pendekatan eksperimen (cross-over).Jumlah sampel 46 responden dibagi menjadi dua kelompok. Tehnik sampling secara acak sistematis. pengaruh penggunaan jelly dan air ledeng terhadap potensial aksi diuji dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan kejadian artefak dengan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan voltase EKG dengan menggunakan jelly lebih rendah  (median : 60,2 mV) bila dibandingkan dengan menggunakan air ledeng (median : 96,7 mV). dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test nilap P : 0,0001, dimana terdapat perbandingan penggunaan jelly dan air ledeng terhadap potensial aksi elektrokardiogram. Kejadian artefak lebih besar terjadi saat menggunakan air ledeng (35,9 %) bila dibandingkan dengan penggunaan jelly (5,4 %), hal ini ditunjukan dengan hasil uji Chi Square (P : 0,0001) dengandemikian terdapat pengaruhpenggunaan jelly dan air ledeng terhadap kejadian artefak. Kesimpulan: penggunaan air ledeng sebagai media perekam EKG dapat meningkatkan potensial aksi (voltase) dan berpengaruh terhadap kualitas hasil perekaman dimana kejadian artefak lebih tinggi bila dibandingkan dengan penggunaan jelly sebagai media perekaman EKG. Saran peneliti sebaiknya tetap menggunakan jelly sebagai media perekaman EKG dan mematuhi protap perekaman EKG yang telah baku. Kata kunci : Air ledeng, Artefak, Elektrokardiogram, jelly, Potensial Aksi & Voltase.
UNMET NEED KELUARGA BERENCANA (KB) PADA PASANGAN USIA SUBUR PENDATANG DAN LOKAL: SEBUAH STUDI KUALITATIF Kadek Widiantari; Gusti Ayu Martha Winingsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.642 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i4.541

Abstract

Unmet Need Family Planning  for Couples of Childbearing Age Immigrants and Locals: A Qualitative StudyBackground:the number of unmet need for family planning  in North Denpasar District is the highest compared to other sub-districts in Denpasar City. Objectives::  this study aims to determine the reasons for not using contraception among migrant and local couples of childbearing age.Methods:this study used a qualitative design with a phenomenological approach through in-depth interviews with 22 couples of childbearing age consisting of 11 local and immigrant who met the criteria for unmet need, the Head of the UPT BKKBN, North Denpasar District and the holder of the family planning program at Puskesmas III North Denpasar. PUS is selected pourposively from each village or kelurahan. Data analysis is done thematically. Results:the results of in-depth interviews showed four main themes related to the reasons for couples of childbearing age not using contraception, namely the first lack of knowledge about contraception. Second, there are negative experiences related to previous contraceptive use, both personal experiences and other people's experiences. Third, the absence of support from the partner and fourth the influence of religious and cultural beliefs. Research also shows that knowledge, experience and religious and cultural beliefs form negative perceptions towards the use of contraceptives.Conclusion:the tendency of couples of childbearing age not to use contraception is caused by several factors that form negative perceptions of the use of contraceptives and the lack of husband's support.
SARI KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) SEBAGAI SUPLEMEN NUTRISI UNTUK MENAMBAH KADAR HAEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH BETINA (RATUS NORVEGICUS) Setyo Mahanani Nugroho, Masruroh, Lenna Maydianasari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.552 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i2.10

Abstract

Latar Belakang: Usia Remaja merupakan awal dari usia reproduksi pada remaja. Pemenuhan gizi yang baik pada masa ini akan mempengaruhi tingkat kesehatan dan sistem reproduksinya. Masalah yang sering terjadi adalah anemia yang disebabkan karena kurangnya asupan zat besi. Salah satu makanan yang mengandung zat besi adalah kurma. Sari kurma merupakan hasil olahan buah kurma yang memiliki kandungan besi sebesar 1,5 mg per buah.Tujuan: Mengetahui pengaruh sari kurma dalam meningkatkan kadar haemoglobin pada tikus putih betina.Metode Penelitian: Jenis penelitian eksperimental laboratorik menggunakan rancangan acak lengkap dengan post test only control group design. Rancangan acak lengkap dengan pola post test only control group design adalah design adalah desain yang paling sederhana dari desain eksperimental (true eksperimen design). Populasi dalam penelitian ini adalah tikus putih betina galur wistar. Besar sampelnya adalah 24 tikus dengan kondisi anemia ringan yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok perlakuan. Pengecekan kadar Haemoglobin dilakukan pre dan post perlakuan.Hasil: Penurunan kadar Haemoglobin dari 15,38 gr/dl menjadi 15,27 gr/dl ditemukan pada kelompok tikus tanpa perlakuan. Kelompok tikus dengan perlakuan pemberian sari kurma terdapat peningkatan kadar Haemoglobin dari 9,32 gr/dl menjadi 12,91 gr/dl. Kelompok tikus dengan perlakuan pemberian tablet Fe terdapat peningkatan kadar Haemoglobin dari 9,41 gr/dl menjadi 3,09 gr/dl. Kelompok tikus dengan perlakuan pemberian sari kurma dan tablet Fe terdapat peningkatan kadar Haemoglobin dari 9,18 gr/dl menjadi 14,75 gr/dl.Kesimpulan: Sari kurma dapat meningkatkan kadar Haemoglobin pada tikus putih betina sebesar 3,59 gr/dl. Kata Kunci: Sari Kurma, Haemoglobin, Tikus Putih Betina 1Universitas Respati Yogyakarta2Universitas Respati Yogyakarta3Universitas Respati Yogyakarta
INTERVENSI REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) GUNA PEMULIHAN DIRI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP KUALITAS HIDUP HIDUP REMAJA PUTRI DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Tutik Astuti; Jacoba Nugrahaningtyas; Giyawati Yulilania Okinarum
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.987 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i1.750

Abstract

Rentannya kasus kekerasan seksual mewarnai Kabupaten Gunungkidul sepanjang awal tahun 2020. Berdasarkan data dari DP3AKBPMD (Dinas Pemberdayaan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, total 145  kasus dilaporkan pada tahu 2020. Factor pemicu terjadinya kekerasan seksual pada umumnya budaya patriarkhi, tidak ada pemahaman terhadap undang – Undang perlindungan anak dan hak anak, posisi anak dalam keluarga yang direndahkan dan anak tidak mengetahui tentang kekerasan seksual sera pengaruh kemajuan informasi dan tehnologi. Dampak secara umum korban adalah anak mudah curiga atau takut bertemu dengan orang asing yang belum dikenalnya, anak menjadi tertutup, bicara pelan, apatis atau anak bisa mengalami gangguan fisik seperti gejala keputihan atau keluar cairan berbau, bahkan anak merasa malu atau minder, anak mudah marah dan mengalami Stockholm syndrome.Tujuan: untuk kelompok intervensi yang mendapatkan therapy REBT dan dikontrol dengan pemberian konseling biasa, juga untuk mengetahui peningkatan kualitas hidup remaja putri yang telah dilakukan REBT di kabupaten Gunungkidul. Metode Penelitian :  yang digunakan kuanlitatif menggunakan pretest-posttest control group design sementara untuk penelitian kualitatif menggunakan strategi case study. Pengambilan sampel kuantitatif dilakukan secara acak dengan blok permutasi, sedangkan untuk sampel kualitatif menggunakan tehnik indep interviuw. Kelompok intervensi mendapatkan therapy REBT dan dikontrol dengan pemberian konseling. Subjek penelitian adalah remaja putri korban kekerasan seksual di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 4 informan yang berasal dari DP3AKBPMB. Hasil : Penelitian REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) guna pemulihan diri korban kekerasan seksual terhadap kualitas hidup remaja putri di Kabupaten Gunungkidul. Informan kunci dalam penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami kekerasan seksual sejumlah 4 orang (A1 – A4). Informan utama dalam penelitian ini adalah keluarga atau anggota keluarga remaja putri korban kekerasan seksual sejumlah 4 orang (B1 – B4). Informan pendukung dalam penelitian ini adalah seorang psikolog klinis yang memberikan layanan konseling pada korban kekerasan seksual remaja putri sejumlah 1 orang (C1). Kesimpulan : Pada kasus kekerasan seksual pada remaja ini menimbulkan trauma psikologis pada korban, sehingga perlu pendampingan penyedia layanan serta peningkatan kesadaran keluarga dan masyarakat
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PENANGANAN DISMINOREA KELAS X DI SMKN 1 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA Fhatin Hamami Husna; Eko Mindarsih; Melania Melania
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.825 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i2.158

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri membutuhkan informasi atau pendidikan tentang proses dan kesehatan selama menstruasi, terutama sindrom pramenstruasi beserta penanganan tentang disminorea. Berdasarkan hasil wawancara kepada  30 siswi diketahui bahwa sebagian besar siswi tidak mengetahui cara penanganan disminorea.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan sebelum dan sesudah diberikan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang penanganan disminorea di SMKN 1 Depok Sleman Yogyakarta..Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen engan rancangan  pre and post test without control. Subyek penelitian adalah siswi yang mengalami disminore dengan jumlah sampel 30 siswi yang diambil menggunakan total sampling, kemudian dianalisa menggunakan wilcoxon..Hasil: Tingkat pengetahuan siswi sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar dalam kategori kurang yaitu 66,7 %. Sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar siswi dalam kategori baik yaitu 56,7%. Sedangkan sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar dalam kategori negatif yaitu 93,3 %. Dan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar siswi dalam kategori positif yaitu 100,0 % dengan nilai p value 0,000.Kesimpulan: Ada pengaruh  antara  tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang penanganan disminorea di SMKN 1 Depok Sleman Yogyakarta. Kata kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Penanganan Disminorea
PERBEDAAN PENGARUH ANTARA KRISTALOID DAN KOLOID TERHADAP PERUBAHAN ELEKTROLIT (Na, K, Cl) Maya Sapti Puspitosari, Hari Wujoso, Marthunus Judin
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.559 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i3.28

Abstract

Latar Belakang : Cairan tubuh manusia sekitar 60% dari berat badan (BB) tubuh yang terdiri dari elektrolit dan non elektrolit. Resusitasi cairan pada pasien operasi harus dimonitoring dengan baik untuk menghindari terjadinya gangguan keseimbangan asam basa tubuh. Pemberian cairan pada pasien yang akan operasi, khususnya section caesaria (SC), sebelumnya jarang dilakukan pemeriksaan elektrolit, sehingga dapat menimbulkan gangguan keseimbangan elektrolit yang akan memperberat proses metabolik dan penyembuhannya. Monitoring elektrolit pasien yang menjalani operasi penting dilakukan. Hal ini erat kaitannya dengan pemberian cairan baik pre, peri, dan juga post operatif. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian cairan kristaloid dan koloid sebagai cairan pengganti pasien yang menjalani operasi.Tujuan: Menganalisis apakah ada perbedaan pengaruh antara kristaloid dan koloid terhadap perubahan elektrolit (Na, K, Cl) pasca operasi sectio caesaria.Metode Penelitian: Penelitian dilakukan di Instalasi Bedah Pusat RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dimulai pada bulan Juni sampai September 2015. jenis penelitian eksperimental berupa uji klinik dengan desain single blind pre and post test accidental control trial pada pasien yang menjalanai operasi sectio caesaria elektif dan emergensi sebagai subyek penelitian. Kelompok penelitian dibagi menjadi dua yaitu kelompok Kristaloid (K1), dan Koloid (K2),Hasil :Terdapat perbedaan yang signifikan kadar elektrolit (Na, K, dan Cl) sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok yang diberi cairan ringerfundin dimana terjadi penurunan kadar Na = 2,0% , K = 12,1% , dan Cl = 3,2%. Ringerfundin dan tetraspan sama-sama dapat mencegah turunnya elektrolit pada pasien operasi (p>0,05). Pada kelompok ringerfundin terjadi penurunan/perubahan kadar elektrolit yang signifikan (p<0,05), sedangkan pada kelompok tetraspan kadar elektrolit tidak terjadi penurunan/perubahan signifikan (p>0,05) sehingga dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan pengaruh pemberian ringerfundin dan tetraspan terhadap perubahan kadar elektrolit.Kesimpulan: terdapat perbedaan pengaruh pemberian ringerfundin dan tetraspan terhadap perubahan kadar elektrolit dimana pemberian tetraspan sebagai cairan perioperatif dapat mempertahankan keseimbangan kadar elektrolit tubuh lebih baik daripada cairan ringerfundinKata kunci: Ringerfundin, Tetraspan, Kadar Elektrolit.
DETERMINAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA SISWA KELAS X1 SMAN “X” CIHAURBEUTI CIAMIS TAHUN 2016 Arifah Septiane Mukti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.103 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.184

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dan pada masa ini jiwa mereka masih penuh dengan gejolak. Permasalahan remaja semakin lama semakin kompleks dan memprihatinkan khusunya yang berkenaan dengan kesehatan reproduksi remaja. Masalah remaja yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi yang dianggap penting adalah perilaku seksual remaja. Berdasarkan data BKKBN tahun 2014 data remaja Indonesia sekitar 46% jumlah remaja berumur 15-19 tahun sudah berhubungan seks pranikah. Akibatnya adalah kehamilan yang tidak dikehendaki,aborsi, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seks remaja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X1 SMAN “X” Cihaurbeuti Ciamis. Sampel untuk penelitian ini adalah siswa kelas X1 SMAN ‘’X’’ Cihaurbeuti sebanyak188 responden,dan sampel dimbil dengan tekhnik simple random sampling . Pengumpulan data berupa data primer yaitu data yang langsung diambil dari responden. Cara pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Kemudian data dianalisa secara univariat, bivariat, dengan Uji Chi Square dan multivariat dengan Uji Reresi Logistik Ganda. Hasil penelitian mendapatkan 54,3% berprilaku beresiko. Variabel yang signifikan berhubungan denga perilaku seksual pranikah adalah jenis kelamin, sikap, pengetahuan,media, pengaruh teman sebaya mempunayi nilai p (<0,005).  Variabel yang paling dominan yang berhubungan dalam perilaku seksual pranikah adalah pengetahuan dengan dikontrol oleh variabel jenis kelamin dan pengaruh teman sebaya. Dengan demikian disarankan agar siswa lebih menambah pemahaman dan pengetahuan tentang pendidikan seksual dan bahaya dari berperilaku seksual. Disarankan agar pihak sekolah mengadakan seminar tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku seksual pranikah. Kata kunci : Perilaku Seksual Pranikah,Siswa,SMA
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF OLEH IBU YANG BERKUNJUNG DI PUSKESMAS MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013 Casnuri Casnuri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.835 KB) | DOI: 10.35842/mr.v9i1.45

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif adalah tindakan yang hanya memberikan ASI saja segera setelah bayi lahir sampai bayi berusia enam bulan tanpa tambahan makanan dan cairan apapun termasuk air putih. Rendahnya cakupan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh faktor sosial budaya, promosi susu formula, dukungan keluarga dan petugas kesehatan, kesehatan ibu, kesehatan bayi, status pekerjaan ibu, tingkat pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta tahun 2013.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian Cross Sectional dengan variabel independen umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, kebiasaan pemberian MP-ASI Dini dan akses informasi kesehatan. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan yang berkunjung di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta pada Bulan Juni-Juli tahun 2013. Sampel sejumlah 103 responden yang dipilih secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder menggunakan kuesioner yang telah diuji coba. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariat.Hasil analisis membuktikan bahwa pencapaian pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta tahun 2013 sebesar 72.8%. Variabel yang berhubungan berdasarkan analisis chi-square adalah variabel paritas dan pengetahuan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif adalah pengetahuan (OR=6.215). Saran penulis dalam penelitian ini adalah agar tenaga kesehatan lebih intensif dalam memberikan penyuluhan kesehatan terutama tentang ASI Eksklusif. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Puskesmas, Bayi usia 7-12 bulan, Pengetahuan                                                ABSTRACTExclusive breastfeeding is an act that only give breast milk soon after birth until the baby is six months old without any additional food and fluids including water. The low coverage of exclusive breastfeeding is influenced by socio-cultural factors, promotion of infant formula, family support and health workers, women's health, infant health, mother's employment status, family income level, education level, knowledge and attitude of mothers.The purpose of this study was to determine the description of the factors associated with exclusive breastfeeding in Mergangsan Puskesmas in Yogyakarta in 2013.This study uses a quantitative approach to cross-sectional research design with the independent variables age, education, occupation, parity, knowledge, attitude, family support, health support workers, giving habits Early complementary feeding and access to health information. The population is all mothers with infants aged 7-12 months who visit the health center Mergangsan Yogyakarta in June-July 2013. Sample number of 103 respondents were selected by accidental sampling. Collecting data using primary and secondary data using questionnaires that have been tested. Data analysis is univariate, bivariate and multivariate analyzes.Analysis results proved that the achievement of exclusive breastfeeding in Mergangsan Puskesmas in Yogyakarta in 2013 amounted to 72.8%. Related variables based on chi-square analysis was variable parity and knowledge. The most dominant factors associated with exclusive breastfeeding is knowledge (OR = 6,215). Advice authors of this research is that more intensive health workers to provide health education especially about exclusive breastfeeding. Keywords: exclusive breastfeeding, health center, Infants 7-12 months of age, Knowledge 
HUBUNGAN SIKAP DAN POSISI KERJA PADA PEKERJA PENYORTIR BUAH TOMAT TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL DI DESA SEMANDING Herta Meisatama, Agnes Savitri Agni
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.863 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i1.207

Abstract

Pendahuluan : Penyortiran ialah sebuah proses pemilihan buah dengan kategori buah berkualitas baik dengan buah yang berkualitas buruk. Proses tersebut dilakukan oleh pekerja dengan posisi kerja duduk jongkok di lantai. Pekerja akan mengubah sikap kerja tersebut ketika pekerja merasa tidak nyaman pada otot. Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner Nordic Body Map dengan 5 skala likert pada semua sampel yang berjumlah 12 orang pada saat sebelum bekerja (Pre Test) dan saat selesai bekerja (Post Test) di Desa Semanding Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.Hasil : hasil analisis terhadap kondisi akhir (post) lebih tinggi dari pada kondisi awal (pre) dan diperoleh hasil nilai p = 0,001. Kesimpulan : Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa terjadi kenaikan keluhan muskuloskeletal yang Signifikan. Kata Kunci : Sikap Kerja, Posisi Kerja dan Keluhan Musculoskeletal
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK KELAS I DI SD NEGERI POKOH 1 NGEMPLAK, SLEMAN, D.I. YOGYAKARTA Hening Suci Ramadhani, Endang Lestiawati, Melania Wahyuningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.587 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.63

Abstract

Latar belakang : Anak usia sekolah sering mengalami kesulitan konsentrasi belajar. Menurut penelitian yang dilakukan American Pshcyatric Assosiation (APA) menyebutkan angka kejadian gangguan pemusatan pikiran dengan atau tanpa hiperaktifitas adalah 1-20% pada anak usia sekolah. Konsentrasi belajar anak dapat ditingkatkan melalui aktivitas olah raga, seni dan terapi bermain. Salah satunya dengan terapi bermain puzzle. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap konsentrasi belajar anak kelas 1 di SD Negeri Pokoh 1 Ngemplak, Sleman, D.I. Yogyakarta. Metode Penelitia : Desain penelitian ini adalah quasy experiment pre and post test without control. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas 1 di SD Negeri Pokoh 1 Ngemplak, Sleman. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang. Instrument penelitian menggunakan Test Digit Span. Analisa data menggunakan Paired sample t-test. Hasil: Rata-rata konsentrasi belajar anak sebelum diberikan terapi bermain puzzle 23,42, dan rata-rata konsentrasi belajar anak sesudah diberikan terapi bermain puzzle 36,45. Hasil uji Paired Sample T Test diketahui nilai p-value = 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap konsentrasi belajar anak kelas 1 di SD Negeri Pokoh 1 Ngemplak, Sleman, D.I. Yogyakarta. Kata kunci : terapi bermain, puzzle, konsentrasi, anak usia sekolah.