Journal of Training and Community Service Adpertisi
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) diharapkan menjadi alternatif menuangkan ide-ide dan gagasan, baik yang telah dibuktikan lewat penelitian maupun hasil telaah pustaka dengan metode penelitian dan kaidah-kaidah ilmiah yang tepat. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022"
:
9 Documents
clear
Pelatihan Pembuatan Soal Menggunakan Google Formulir Di SDN Batangkaluku
Wiwik Wiji Astuti
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.713 KB)
This community service is carried out with the aim of increasing the knowledge and skills of teachers in utilizing the Google Forms application in question-making activities. This community service was carried out in November 2020. The implementation of this community service was carried out using the presentation, training, and evaluation methods. The conclusions obtained through this community service activity are; 1) improve the knowledge and understanding of teachers at SDN Batangkaluku about the Google Forms application, 2) improve the ability of teachers at SDN Batangkaluku in making questions using the Google Forms application. Keywords: Training, Questions, Google Forms
Penyuluhan Kesehatan dan Kebugaran Jasmani Al-Qodir
Ginanjar Nugraheningsih;
Ayub Tatya Admaja;
Heri Nuryanta;
M.Taufik Novianto
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (635.632 KB)
PPM is in partnership with MTs and MA Al Qodir which is located in the Salafiyah Al Qodir Islamic Boarding School, Wukirsari Hamlet, Cangkringan District, Sleman. There are 84 students of MTs Al Qodir and 65 students of MA Al Qodir. The total participants are 149 students. The program carried out, namely Al-Qodir health and fitness education is relevant to the current conditions facing Covid-19. Through this activity, students are expected to have: (1) awareness of better health and physical fitness, (2) new motivation to be more diligent in maintaining personal hygiene and physical fitness in the madrasa environment, (3) routine agenda of cleaning yourself and the environment as outlined in the “Healthy Friday” activity (4) has a good immune system in a covid-19 situation. The methods used are lectures, demonstrations and observations of students' physical health and fitness. The results showed an increase in awareness of the culture of healthy living and maintaining physical fitness as well as the "Healthy Friday" agenda. The importance of understanding so that it can apply to oneself and the environment because in addition to being a student at a madrasah they are also a santri of a boarding school who is far from their parents. They are required to be independent, not dependent on other people and to be smart about maintaining their health and physical fitness, especially during the Covid-19 period. It was concluded that this activity was very good to do and it was recommended that the program be sustainable
Edukasi Tentang Pemanfaatan Daun Kelor Guna Pencegahan Stunting Pada Kader Posyandu di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros
Nelly Nugrawati
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.821 KB)
Kecamatan Maros Baru adalah daerah prioritas di Kabupaten Maros yang menjadi sasaran utama pemerintah kabupaten maros untuk penanganan stunting. Intervensi Stunting dapat dilakukan dengan pemanfaatan daun kelor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada kader-kader posyandu yang diwilayah kecamatan Maros Baru dengan memanfaatkan daun kelor. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kader posyandu dan masyarakat tentang sadar stunting, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan potensi lokal untuk perbaikan gizi anak balita.Metode pelaksanaan yakni melaksanakan penyuluhan dengan memberikan materi meliputi pengertian stunting, penyebab balita stunting, cara mencegah stunting, serta manfaat daun kelor untuk mencegah stunting. Hasil evaluasi dari kegiatan ini adalah terlihat kader posyandu bisa membedakan mana yang masuk kategori stunting dan yang mana tinggi badan kurang hanya karena factor genetic, dan kader posyandu mengerti akan manfaat daun kelor untuk pencegahan stunting. Setelah kegiatan ini diharapkan warga Kecamatan Maros Baru dapat memanfaatkan kelor tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar mengurangi masalah stunting yang ada di Kecamatan Maros Baru.
Penerapan Penggunaan Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Berbasis Multimedia Bagi Anak-Anak Desa Petuk Ketimpun Dibawah Binaan Yayasan Ransel Buku
Norhayati
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.301 KB)
Desa Petuk Katimpun terletak di tepi Sungai Rungan di Provinsi Kalimantan Tengah. Daerah ini masih termasuk wilayah Kotamadya Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah. Petuk Katimpun letaknya sekitar 15 km dari pusat kota. Ransel Buku adalah proyek pendidikan yang membawa pendidikan lingkungan melalui membaca buku, memimpin diskusi kelompok dan permainan untuk anak-anak di desa-desa tepi sungai di Kalimantan Tengah. Selain membiasakan membaca sejak dini, program yang dijalankan oleh Yayasan Ransel Buku adalah belajar mendaur ulang sampah, bercocok tanam, menonton film, belajar tari dan musik tradisional. Dalam kegiatan belajar anak-anak desa Petuk Katimpun masih menggunakan telah sarana belajar yang konnvensioal, yakni buku cetak. Semetara itu, seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan teknologi menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat modern. Masyarakat yang tinggal didaerah pedesaan memerlukan pengenalan dan literasi teknologi yang baik, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin dan terhindar dari pengaruh negatif teknologi. Solusi yang ditawarkan terkait dengan permasalahan yang ada dilapangan adalah dengan memperkenalkan dan menerapkan aplikasi belajar bahasa Inggris dengan berbasis multimedia bagi anak-anak, remaja serta orang tua yang ada di Desa Petuk Ketimpun. Dengan diperkenalkannya teknologi ini, maka diharapkan para penduduk desa Petuk Katimpun dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pendidikan serta literasi teknologi mereka
IMPLEMENTASI VIRTUAL CLINIC SIMULATION PROGRAM STUDI REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Achmad Jaelani Rusdi;
Fita Rusdian Ikawati
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.632 KB)
Pandemi Covid-19 yang tengah mengubah tatanan kehidupan sosial masyarakat menjadi faktor eksternal yang memengaruhi proses pembelajaran saat ini. Praktikum klinik mahasiswa khususnya di bidang kesehatan sulit dilakukan pada kondisi pandemi Covid-19. Terlebih jika praktikum tersebut dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit. Berdasarkan pada observasi yang dilakukan di laboratorium RMIK pembelajaran laboratorium belum bisa dilaksanakan secara maksimal karena pandemi Covid-19. Tujuan dari pengabidan ini adalah untuk merancang Virtual Clinic Simulation berbasis website dengan alur perancangan waterfall, aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan praktikum klinik secara daring. Adapun rencana kerja dan strategi yang digunakan guna menunjang aplikasi ini meliputi literasi data, teknologi dan manusia. Adapun aplikasi ini terbagi menjadi dua halaman, yaitu halaman home yang berisi keterangan praktikum dan halaman virtual room yang berisi virtual ruang praktikum dan penjelasan tiap stase. Diharapkan Setelah dilaksanakan pengujian dan evaluasi yang dilaksanakan oleh tim dosen, maka sistem ini dapat dilaksanakan sebagai metode pembelajaran praktikum di laboratorium program studi RMIK ke depannya .
REDESAIN OUT GUIDE (TRACER) SEBAGAI OPTIMALISASI PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS RUMAH SAKIT BANTUAN TNI-AD 05.08.02 MALANG
Fita Rusdian Ikawati;
Achmad Jaelani Rusdi;
Retno Dewi Prisusanti;
R. A. Rengganis Ularan;
Anis Ansyori;
Mochammad Anshori
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.141 KB)
Penggunaan tracer di ruang penyimpanan sebenarnya sudah tertuang dalam aturan dasar yang harus dipatuhi di tempat penyimpanan. Berdasarkan wawancara dari survey awal yang dilakukan dengan petugas rekam medis di RS TNI-AD 05.08.02 Malang ditemukan permasalahan pada sistem penyimpanan berkas rekam medis yaitu tracer tidak digunakan dengan baik karena menurut petugas tracer terbatas jumlahnya. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk merancang tracer dan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk digunakan di rumah sakit pada tahun 2021. Jenis metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan melakukan perancangan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil perancangan tracer terpilih berbahan dasar plastik Poly Ethylene Terephthalate (PET) alternatif I warna merah, dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 10 cm, terdapat permintaan slip bag ukuran panjang 13 cm dan lebar 6 cm beserta SOP penggunaan tracer. Hasil desain tracer terpilih kemudian diterapkan ke rumah sakit. Namun, SOP akan ditinjau dan ditutup sebelum diterapkan. Diharapkan pihak rumah sakit dapat mengimplementasikan tracer dengan baik dan mempercepat penilaian SOP yang akan digunakan sehingga dapat diterapkan dengan tracer yang telah dirancang
Sosialisasi Pasal 11 Undang-Undang No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
Dyah Listyorini
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.109 KB)
Community service by lecturers as a form of one of the Tri Dharma Higher Education activities that must be carried out in the community. This community service activity is to relieve people affected by Covid-19, especially in the Srondol Wetan Village, Semarang, in improving their physical and mental health. During the Covid-19 pandemic, which caused many socio-economic crises in the community, the economy declined and the poverty level of the community increased. Covid-19 is an infectious disease caused by the corona virus, if not handled properly it will cause death. Through community service activities by providing direct health education and providing basic food assistance, it can relieve people affected by Covid-19. By understanding article 11 of Law No. 36 of 2009 concerning health, surely people can realize and improve health for themselves and others, because health is very important for human life.
Pelatihan Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Admnistrasi Pemerintahan Desa di Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan
Junaid Gazalin
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.192 KB)
Prioritizing maximum service demands that the quality of village government services is also considered. There are no available guidelines for working so that the ability of village officials in village government is still lacking, it is hoped that with this training solution, village officials know the basic principles in carrying out government administrative tasks. The importance of mentoring training in the preparation of standard operating procedures (SOP) is expected to improve the quality of human resources for village officials in providing services to the community. In addition, it is able to make village officials understand the orderly administration in terms of accountability reports and increase the discipline of village officials at work. This activity uses a training method, Focus group discussion (FGD) with evidence of a module resulting from the training in the preparation of the SOP
Optimasi Posyandu Asoka Ii Dusun Pammase Desa Selli Kecamatan Bengo
Usman Umar
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 1 (2022): Feb 2022
Publisher : ADPERTISI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.858 KB)
In general, rural health services in community health centers that require time to carry out child examinations, to be affordable for the whole community for maternal and child health services, have formed integrated service posts in each hamlet, like Posyandu Asoka II Pamamse Hamlet. To improve the quality of services and health for cadres and the community, by optimizing Posyandu management. A manual recording and reporting system was developed with the computerization of the Simposyandu system. Increase the knowledge of cadres and the public about healthy food sources and systems hydroponic planting. The method of implementing community partnership program activities is by identifying problems, through discussions with cadres and providing solutions to solve Posyandu problems and implementing improvements by conducting training to use the Simposyandu, and training in viticultural or hydroponic cultivation. The results of this activity are the establishment of an IT- based Simposyandu program and quality human resources with cadres who are skilled at operating computers with information technology systems so that management and administration can be neater and more effective. Communities can meet healthy food sources from home yards by cultivating hydroponic for vegetables and biopharma, making it a modern Posyandu and a healthy and prosperous family.