cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6281904448121
Journal Mail Official
iwank5758@gmail.com
Editorial Address
PUSAT RISET DAN INOVASI NASIONAL UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI KOMPUTER Alamat: Jl. Majapahit No.304, Palebon, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50199
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani (JURRIH)
ISSN : 28289404     EISSN : 28289412     DOI : 10.55606
Core Subject : Agriculture,
Sub Rumpun ILMU PETERNAKAN 1 Ilmu Peternakan 2 Sosial Ekonomi Perternakan 3 Nutrisi dan Makanan Ternak 4 Teknologi Hasil Ternak 5 Pembangunan Peternakan 6 Produksi Ternak 7 Budidaya Ternak 8 Produksi dan Teknologi Pakan Ternak 9 Bioteknologi Peternakan 10 Sain Veteriner 11 Bidang Peternakan Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU PERIKANAN 1 Sosial Ekonomi Perikanan 2 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 3 Budidaya Perikanan 4 Pengolahan Hasil Perikanan 5 Sumberdaya Perairan 6 Nutrisi dan Makanan Ikan 7 Teknologi Penangkapan Ikan 8 Bioteknologi Perikanan 9 Budidaya Perairan 10 Bidang Perikanan Lain Yang Belum Tercantum Sub Rumpun ILMU KEDOKTERAN HEWAN 1 Kedokteran Hewan 2 Bidang Kedokteran Hewan Lain yang Belum Tercantum
Articles 55 Documents
Efektifitas Rekayasa Media Budidaya Terhadap Respon Pertumbuhan pada Ikan Sidat (Anguila bicolor) Eulis Marlina; Muliawati Handayani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v1i2.674

Abstract

Ikan Sidat merupakan salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Permintaan pasar yang tinggi dan topografi sungai besar di wilayah Lampung mendukung migrasi ikan katadromus ini. Sejauh ini pemenuhan pasar mayoritas berasal dari penangkapan dari alam, maka upaya pembudidayaan ikan ini terus diupayakan. Salah satu permasalahan yang muncul yaitu sulitnya melakukan rekayasa media yang menyerupai habitat asli sehingga tingkat efektifitasnya terhadap respon pertumbuhan masih rendah. Rekayasa media dengan sistem resirkulasi yang dilengkapi filter dari material yang tepat di dalam media budidaya penting untuk diujikan untuk melihat efektifitasnya terhadap respon pertumbuhan. Penelitian bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berupa material filter berbeda dan 3 ulangan. Hewan uji yg digunakan Elver sidat berukuran 1,4-gram dengan padat tebar 5 ekor/liter. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa respon pertumbuhan terbaik ikan sidat adalah pada perlakuan P2 (filter dengan material medium dakron, bio ball, pasir malang) dengan bobot akhir 10,72 gram, walaupun nilai SR pada perlakuan P2 ini tidak sebaik nilai SR di perlakuan 3 (filter dengan material media dakron, bio ball, arang aktif)
PENGARUH DAUN KETEPENG DAN DAUN SIRIH TERHADAP PROSES FERTILISASI IKAN CUPANG (BettasplendensR.) Dewi Nurul Artika; Sella Ayundari; Febry Ramadhani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v1i2.706

Abstract

Ikan cupang merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang banyak diminati baik di pasar domestik maupun internasional (ekspor). Waktu yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah tanggal 13 Oktober 2022 Lokasi penelitian ini berada di Medan Johar. Pemijahan ikan cupang diawali dengan perawatan ikan cupang jantan yaitu mengeluarkan busa dari mulutnya kemudian diletakkan di permukaan sebagai sarang untuk bertelur. Setelah itu sang jantan akan mencari betina yang siap dijadikan indukan. mitra. Setelah ikan jantan mendapatkan pasangan yang cocok, ikan betina akan melepaskan sel telur yang diikuti dengan keluarnya sel sperma oleh ikan jantan. Telur yang telah dibuahi akan dibawa oleh pejantan ke buih yang ada di permukaan. Pada masa hingga menetas, ikan jantan akan menjaga telur-telur tersebut hingga benar-benar menetas. Bahkan hingga anakan cupang mandiri. Jika ada buih yang pecah maka mereka akan segera membuat buih yang sama agar telur benar-benar bisa menetas. Daun ketapang mengandung senyawa aktif berupa antosianin dan tanin, namun pigmen tanin lebih dominan yang berpotensi menjadi sumber zat warna. Kandungan tanin pada ketapang dapat menghasilkan warna coklat, sedangkan antosianin menghasilkan warna merah. Penggunaan daun ketapang dapat menurunkan pH air sekitar 5 pH dan membuat air menjadi lebih gelap dan kondisi ini dapat membantu reproduksi ikan.
Sosialisasi Pencegahan Dan Penanganan Virus PMK Pada Ternak Di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Reski Dwi Okti; Megawati, Megawati; Alfianto, Lucky; Affandi, Mohammad Ilman; Angelin, Namira Maulidya; Rhemahita, Yeshua Renaldi Doma; Darmawan, Raffio Rasta; Magfiroh, Fatimatul; Mawarni, Dian Iga; Ningrum, Ayu Eka Setia; Hutama, Pandu Satriya
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v2i1.873

Abstract

Mojosari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Puger dan sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Potensi yang berada di Desa Mojosari berupa Sektor Pertanian, yang sebagian besar menanam tanaman semangka. Selain itu masyarakat Mojosari juga sebagian besar memiliki ternak sapi. Permasalahan yang terjadi pada Desa Mojosari saat ini yaitu mengenai wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dimana virus ini menyerang hewan ternak seperti Sapi, Kambing dan Kerbau milik warga yang memungkinkan untuk terjangkit virus dan menyebabkan kematian pada hewan ternak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mencegah dan menangani penyebaran virus PMK pada hewan ternak di Desa Mojosari. Pelaksanaan kegiatan melalui KKN-Kolaboratif ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi pada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan virus PMK pada hewan ternak di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Hasil pengabdian yang dilakukan berupa masyarakat mampu memahami dan menerapkan langkah atau cara mencegah dan menangani persebaran virus PMK pada hewan ternak yang dipelihara.
Pengaruh Lama Pemasakan Terhadap Karakteristik Ikan Lele (Clarias batrachus) Asap Cair Muhammad Zakiyul Fikri; Ahmad Fauzan Lubis; Ayu Diana; Elvi Suardi
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v1i2.967

Abstract

Ikan asap merupakan salah satu produk olahan yang digemari konsumen baik di Indonesia maupun di mancanegara karena rasanya yang khas dan aroma yang sedap spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemasakan terhadap karakteristik ikan lele (Clarias batrachus) asap cair dan mengetahui penerimaan konsumen melalui uji hedonik serta mengetahui hasil uji proksimat terhadap produk ikan asap cair. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan. Tahapan I merupakan tahap preparasi bahan baku. Tahapan II yaitu tahap pembuatan ikan lele (Clarias batrachus) asap menggunakan asap cair dengan tiga perlakuan terhadap lama pemasakan yaitu ( A1 = 12 jam, A2 = 24 jam, A3 = 36 jam), selanjutnya tahapan III adalah tahap pengujian. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian hedonik dan pengujian proksimat ikan lele (Clarias batrachus) asap. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan lama pemasakan memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap karakteristik ikan lele (Clarias batrachus) asap cair. Hasil terbaik adalah perlakuan A3 dengan lama pemasakan selama 36 jam pada suhu 65 ℃ dengan nilai kadar air 10,5%, kadar abu 2,8%, kadar lemak 17,2%, kadar protein 37,47%, karbohidrat 32,03%, kenampakan 6,31, aroma, 6,31, rasa 5,29 dan tekstur 5,71.
Identifikasi Cemaran Mikroba pada Jajanan Bakso di Kota Majene Fitriani Fitriani; Said, Nur Saidah; Syah, Setiawan Putra
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v2i1.1330

Abstract

High microbial contamination in food is an indicator of hygiene that determines the health of food for consumption. Meatballs are a very popular snack in Majene City. Apart from their delicious taste, meatballs also have a relatively cheap price, so they have always been a popular snack alternative. The high nutritional content in meatballs can be a medium for the growth of bacteria so meatballs can be carriers of disease. The aims of this study were to determine the total number of bacterial contaminants and identify the coliform in meatballs at Majene City. The study used a quantitative descriptive method with a sample of 10 traders. The test carried out was culturing bacteria on NA (Nutrient Agar) media to calculate the total number of microbes in meatballs using the Total Plate Count (TPC) method and EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) media to determine the presence of coliform bacteria in the sample then continued with gram staining test. The results of the study showed that 3 samples were found on NA media which had microbial contamination levels exceeding the threshold specified in SNI (Indonesian National Standard) 3818:2014 where the highest amount allowed was 1 × 105 cfu/g. Samples that exceeded the threshold namely sample A was 1.33 × 106 cfu/g; sample C was 1.06 × 105 cfu/g; and sample G was 5.8 × 106 cfu/g. There were 5 samples that tested positive for coliform, namely samples A, B, C, D, and G
LITERASI INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN PERIKANAN Doni Darmasetiadi; Ricko Reynalta
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v2i1.1352

Abstract

This article contains information literacy related to fish health management. This writing was conducted by means of a literature study. This paper focuses on the ability of fishermen and fish cultivators to be able to find appropriate information related to fish health management and efforts to prevent fish disease. In this article, the conceptual meaning of information literacy and fish health management is carried out. Next, the discussion is carried out with the elaboration between the two concepts. The results of the discussion found that fish health management requires a process whereby understanding the right information, the right source of information, and comparing the information to be decided to take. Fish health management information literacy is important for fishermen and fish farmers. fishermen and fish cultivators can independently and accompanied find the information needed related to fish health management information and how to prevent disease in fish.
Peran Lebah Madu Klanceng ( trigona sp ) Dalam Mendukung Kesejahteraan Manusia Dan Lingkungan Luthfi Hana Fadiah; Ateng supriyatna
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v2i1.1515

Abstract

Lebah madu memainkan peran penting dalam mendukung kesejahteraan manusia dan alam. Beberapa tugas lebah madu meliputi penyerbukan tanaman, produksi madu, dan pengendalian iritasi. Lebah berperan dalam pembuahan tanaman sebagai penyerbuk sehingga dapat menghasilkan buah dan biji yang berkualitas. Lebah juga menghasilkan madu yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Lebah madu juga dapat membantu mengendalikan populasi iritasi pada tanaman dengan mengejar atau mengganggu aktivitas pengganggu. Lebah berperan penting dalam rantai makanan sebagai sumber makanan, menyediakan makanan bagi sejumlah hewan lain, termasuk burung, mamalia kecil, dan serangga. Akibatnya, peran lebah dalam pertanian dan lingkungan sangat penting untuk mendukung kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, kelimpahan dan keragaman spesies lain dalam ekosistem sangat dipengaruhi oleh keberadaan lebah.
Kegiatan Produksi Benih Rajungan (Portunus pelagicus) Sebagai Upaya Penyediaan Stok di Alam Nurmini Peniari; Ni Putu Dian Kusuma; Zainal Usman
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v2i2.1937

Abstract

Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one type of crustacean that has great potential to be cultivated. Crab seed production activities are carried out to support the availability of crab seeds so as to reduce fishing activities in nature. Data collection during observation using the survey method, namely by making observations in the field. Seed production activities were carried out since container preparation, preparation of rearing media water, broodstock selection, broodstock rearing, egg hatching, larval rearing, feed management, water quality management, pest and disease management and harvesting. Egg fecundity of 750,000 eggs, egg fertilization rate of 83.60%, egg hatching rate of 76% and larval survival rate of 36.55% were obtained.
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perkembangan Embrio Ikan Nilem (Osteochilus Vittatus Valenciennes, 1842) Silvani Yuan Tamu Ina; Sartika Tangguda; Ni Putu Dian Kusuma
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v2i2.1994

Abstract

Knowledge related to Bonylip Barb (Osteochilus vittatus Valenciennes, 1842) embryo development is essential as a first step to developing a suitable fish hatchery method to support higher egg quality and quantity, thus increasing fry production. The purpose of the observation is to study and provide information on the development of bonylip barb fish embryos, which has been limited to academics and the public until now. Observations were carried out in April 2023 at the Muntilan Fish Health and Environmental Testing Laboratory, Central Java. Bonylip Barb embryo development takes 23 hours and 11 minutes after fertilization. This process is influenced by factors that limit the embryo's development until hatching.
Tingkat Kepuasan Peternak Terhadap Program Pelatihan Budidaya Lebah Madu di Sentra Peternakan Lebah Madu Flora Nauli Kabupaten Simalungun Octaviana Tesalonika Krisanti Sagala; Siti Azizah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v2i2.2020

Abstract

The purpose of this study was to determine the profile of respondents, the implementation of the Honey Bee Cultivation Training program and the level of farmer satisfaction with the Honey Bee Cultivation Training program. The samples used were 30 breeder samples and data collected by using. Data analysis uses the Index Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. The results of this include the characteristics of respondents who took part in the training, the majority of people of productive age were breeders aged 41-50 years as much as 37%. In terms of gender, the majority is male, 83%, which is because the breeders who take part in the Honey Bee Training program are not only from Simalungun Regency, but several breeders come from outside the city of Simalungun Regency. At the educational level, it was found that Bachelor graduates dominated the number by 60%. This is also related to the respondents' farming experience, several respondents who have more than 30 years of farming experience have high creativity and innovation in making stups or bee boxes using cement to prevent theft of beehives. Based on the calculation of the Customer Satisfaction Index (CSI), the performance or service value provided by officers of the Flora Nauli Center Honey Bee Cultivation Training program in Simalungun Regency was 73,15. The CSI Value Criteria explains that the value of 73,15 is in the "Satisfied" criteria.