cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 29646278     EISSN : 29641268     DOI : https://doi.org/10.57235
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia is a journal that publishes Focus & Scope research articles, which include: 1. Humanities and social sciences 2. Contemporary political science 3. Education science 4. Religion and philosophy 5. engineering science 6. Business and economy 7. cooperative 8. technology 9. HR Development 10. Design and media arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,084 Documents
Analysis of Ombus-Ombus Gastronomy as Batak Traditional Culinary Heritage Dea Lova Br Tarigan; Amanda Lolita Florida; Annisa Azalia; Mutiara Dinda Azizah; Jenri Parlinggoman Hutasoit; Esi Emilia; Reny Yuliana Siahaan
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ombus-ombus sebagai warisan kuliner Batak melalui pendekatan etnogastronomi yang mengintegrasikan aspek gastronomi, makna simbolik, serta peran sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif yang dilakukan di Siborongborong melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku UMKM, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara gastronomi, ombus-ombus memiliki karakteristik khas berupa penggunaan bahan lokal sederhana, teknik pengolahan tradisional melalui pengukusan, serta penyajian unik dalam kondisi panas yang harus dihembuskan sebelum dikonsumsi. Dari aspek budaya, ombus-ombus dimaknai sebagai simbol kehangatan, kebersamaan, dan ungkapan rasa syukur, meskipun terdapat perbedaan persepsi di masyarakat yang menganggapnya sebagai makanan adat maupun sekadar camilan. Secara sosial, ombus-ombus berperan dalam mempererat hubungan masyarakat melalui konsumsi bersama dalam berbagai aktivitas, sedangkan dari aspek ekonomi, makanan ini menjadi sumber pendapatan bagi pelaku UMKM dan memiliki potensi sebagai daya tarik wisata kuliner. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan berbagai aspek dalam kajian etnogastronomi secara komprehensif. Ombus-ombus tidak hanya dipahami sebagai produk kuliner, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan pariwisata yang berkelanjutan.
Peranan Hukum Dalam Pembangunan Ekonomi Melalui Perlindungan Hukum Terhadap Investasi dan Kemudahan Berusaha di Indonesia Pasca Undang Undang Cipta Kerja Aceng Dadi Firmansyah; Tri Setiady
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8627

Abstract

Pembangunan ekonomi merupakan salah satu tujuan utama negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, hukum memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan yang mampu menciptakan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan bagi seluruh pelaku ekonomi. Salah satu bentuk kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi adalah melalui pembentukan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Regulasi ini bertujuan menciptakan kemudahan berusaha, meningkatkan investasi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan hukum dalam pembangunan ekonomi melalui perlindungan hukum terhadap investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia pasca Undang-Undang Cipta Kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum memiliki fungsi penting sebagai sarana rekayasa sosial, instrumen perlindungan investasi, dan alat pencipta kepastian hukum bagi pelaku usaha. Meskipun demikian, implementasi berbagai regulasi masih menghadapi kendala berupa tumpang tindih peraturan, birokrasi yang belum sepenuhnya efektif, serta perbedaan interpretasi antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu diperlukan harmonisasi regulasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan pengawasan guna mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Implementasi Kebijakan Penerimaan Prajurit TNI AD Jalur Afirmasi bagi Orang Asli Papua di Kodam XVIII/Kasuari Nasution Ramdhani; Kusuma; Herlina Juni Risma Saragih
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8637

Abstract

Konflik yang terjadi di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga dipengaruhi oleh persoalan sosial, politik, dan persepsi marginalisasi yang berdampak pada hubungan antara masyarakat dan negara. Dalam upaya memperkuat stabilitas wilayah, pemerintah melalui Kodam XVIII/Kasuari melaksanakan kebijakan penerimaan Prajurit TNI AD Calon Bintara Otonomi Khusus Orang Asli Papua (Caba Otsus OAP) Jalur Afirmasi sebagai bentuk peningkatan partisipasi masyarakat Papua dalam institusi pertahanan negara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kebijakan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, serta mengkaji kontribusinya terhadap stabilitas keamanan dan integrasi nasional di Papua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan desain studi kasus. Metode ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai proses implementasi kebijakan dalam konteks sosial dan kelembagaan yang kompleks. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan kerangka teori implementasi kebijakan Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan afirmatif berjalan relatif efektif dan didukung oleh komunikasi yang baik, ketersediaan sumber daya, komitmen pelaksana, serta struktur birokrasi yang jelas. Faktor pendukung utama meliputi komitmen organisasi, dukungan pemerintah daerah, dan penerimaan masyarakat, sedangkan kendala utama berasal dari kondisi geografis Papua dan kompleksitas koordinasi lintas lembaga. Kebijakan ini berkontribusi terhadap peningkatan representasi Orang Asli Papua dalam institusi negara, penguatan hubungan antara masyarakat dan TNI AD, serta pembangunan kepercayaan yang mendukung stabilitas keamanan dan integrasi nasional. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan rekrutmen afirmatif merupakan instrumen pertahanan yang bersifat inklusif dan strategis dalam mendukung stabilitas wilayah di Papua. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang program afirmatif terhadap dinamika keamanan dan integrasi sosial di berbagai wilayah Papua.
Implementasi Perjanjian Kerja Sama Pengadaan Sarana Produksi Pertanian Wilayah Lampung – Bengkulu (Studi pada PT Gemilang Agro Agramin) Putu Ayu Jingga Saraseka Pratiwi; Selvia Oktaviana; Dora Mustika; Kasmawati; Sayyidah Sekar Dewi Kulsum
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8648

Abstract

Pelaksanaan distribusi sarana produksi pertanian di PT Gemilang Agro Agramin menghadapi masalah penumpukan barang berupa pestisida yang telah habis masa berlakunya di gudang penyimpanan. Kekosongan pengaturan teknis mengenai penarikan produk kedaluwarsa dalam kontrak baku menciptakan ketidakpastian hukum dan membebankan risiko kerugian operasional secara sepihak kepada distributor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perjanjian kerja sama pengadaan sarana produksi pertanian di wilayah Lampung dan Bengkulu, serta merumuskan kedudukan hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa barang kedaluwarsa. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan tipe studi deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih untuk menelaah kesesuaian antara regulasi perundang-undangan dengan praktik nyata pelaksanaan kontrak di lapangan secara komprehensif dan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian telah memenuhi syarat sah kontrak berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata. Barang kedaluwarsa terbukti bukan merupakan peristiwa force majeure, melainkan risiko operasional akibat kelemahan strategi pemasaran. Produsen memegang tanggung jawab hukum utama dalam penarikan produk berbahaya, namun ketiadaan klausula spesifik memicu ketidakseimbangan alokasi beban biaya retur. Perjanjian kerja sama ini mengikat para pihak secara sah, namun memerlukan pembaruan klausula teknis yang tegas guna menjamin perlindungan hukum yang proporsional bagi produsen dan distributor. Para pihak disarankan untuk segera memperbarui kontrak tertulis dengan rincian skema retur yang jelas dan disarankan adanya penelitian lanjutan mengenai efektivitas penerapan sistem pencatatan stok digital yang presisi untuk mencegah penumpukan barang di masa depan.
Afiksasi Dalam Teks Berita Pendidikan di Portal Detik.com Edisi Mei 2026: Kajian Morfologi Nuraeni Siti Aisyah; Encep Kusumah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8659

Abstract

Penelitian ini melatarbelakangi pentingnya memahami struktur kebahasaan dalam wacana publik, khususnya proses morfologis dalam media massa daring yang menyajikan informasi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan secara kritis fungsi afiksasi dalam teks berita pendidikan pada portal detik.com. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana. Sumber data penelitian berupa artikel berita berjudul "Guru Honorer di Sekolah Negeri Berakhir pada 2026, Ini Isi SE Mendikdasmen" yang diterbitkan oleh detikJabar pada 7 Mei 2026. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori morfologi Harimurti Kridalaksana (2007) sebagai landasan teoretis utama. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 125 kata berafiksasi yang terdiri atas 40 prefiks (32,00%), 15 sufiks (12,00%), 32 konfiks (25,60%), dan 38 kombifiks (30,40%). Berdasarkan teori Kridalaksana (2007), kategori afiks ganda didekonstruksi secara tajam berdasarkan tahapan morfotaktiknya menjadi dua kelompok, yaitu konfiks murni (ke-an, peN-an, per-an, senya) dan kombifiks (me-kan, di-kan, me-i, di-i). Dominasi kategori kombifiks dan konfiks dalam teks ini merefleksikan karakteristik khas ragam bahasa jurnalistik formal yang memanfaatkan nominalisasi abstrak serta verba kausatif untuk membungkus konsep kebijakan birokrasi pemerintahan yang kompleks.
Pengaruh SEVENTEEN sebagai Brand Ambassador dan Korean Wave terhadap Purchase Decision melalui Brand Image Naila Ika Andharini; Henni Noviasari; Sri Wahyuni Wildah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SEVENTEEN sebagai brand ambassador dan korean wave terhadap purchase decision produk Indomilk Authentic Korean Flavor melalui brand image sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah penggemar SEVENTEEN yang berjumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah SPSS 26 untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Ambassador dan Korean Wave berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image dan Purchase Decision. Selain itu, Brand Image juga mampu memediasi pengaruh Brand Ambassador dan Korean Wave terhadap Purchase Decision.
Pengaruh Foreign Direct Investment terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia: Peran Moderasi Indeks Persepsi Korupsi Nurul Faizah Al Khoiriyah; Suwito; Sri Murtiana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8805

Abstract

Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, efektivitasnya dapat dipengaruhi oleh tingkat korupsi di negara penerima investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Investasi Asing Langsung terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sebagai proksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama periode 1995–2024, dengan Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index/CPI) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) yang dianalisis menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap PDB per kapita. Sementara itu, variabel interaksi antara FDI dan CPI berpengaruh negatif dan signifikan secara statistik, yang menunjukkan bahwa CPI memperlemah pengaruh positif FDI terhadap PDB per kapita. Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah perlu memperkuat upaya pemberantasan korupsi, sekaligus menyederhanakan prosedur investasi dan mempercepat digitalisasi birokrasi guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan meningkatkan efektivitas kontribusi FDI terhadap pertumbuhan ekonomi.
Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Untuk Mencegah Diare pada Anak di SDN Sungai Andai 3 Laili Febrianingrum; Alit Suwandewi; Ahmad Juliadi; Didy Ariady
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8821

Abstract

Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang berperan dalam pencegahan penyakit diare pada anak usia sekolah dasar. Rendahnya penerapan CTPS dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pengetahuan, sikap, dukungan teman sebaya, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku CTPS untuk pencegahan diare pada anak di SDN Sungai Andai 3. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 358 seluruh siswa kelas 4-6 di SDN Sungai Andai 3 dengan jumlah sampel sebanyak 189 responden yang diambil menggunkan teknik stratified random sampling dihitung menggunakan rumus slovin 5%. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0.05) dan teman sebaya (p-value 0.538) dengan perilaku CTPS memiliki (p-value >0.05), sedangkan hubungan antara sikap (p-value 0.004) dan sarana prasarana (p-value 0.004) memiliki nilai (p-value <0.05) sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antar variabel dengan perilaku CTPS. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai CTPS, namun mayoritas responden menunjukkan sikap yang baik terhadap CTPS. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan teman sebaya dengan perilaku CTPS. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap serta sarana prasarana dengan perilaku CTPS.
Resepsi Audiens TikTok terhadap Representasi Digital Tari Bagurau: Analisis Encoding-Decoding Mutiah Putri Tresna Asih; Sri Meiweni Basra; Wahida Wahyun; Ariefin Alham Jaya Putra
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8840

Abstract

Cuplikan Tari Bagurau yang diunggah di akun TikTok @ayief menampilkan perubahan mendasar dari bentuk aslinya, seperti pergantian komposisi penari dari perempuan menjadi laki-laki, penggunaan kostum yang tidak sesuai, serta koreografi yang tidak utuh, sehingga memunculkan beragam respons audiens pada kolom komentar. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi audiens TikTok terhadap cuplikan Tari Bagurau di ruang digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis resepsi berbasis model encoding-decoding Stuart Hall, yang dipilih karena mampu memetakan variasi posisi pembacaan audiens terhadap teks media secara sistematis. Data berupa 206 komentar pada video tersebut dalam rentang tahun 2024-2025 dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga posisi resepsi, yaitu dominant reading (48 komentar), negotiated reading (35 komentar), dan oppositional reading yang mendominasi (123 komentar) secara konsisten pada kedua periode. Dominasi oppositional reading membuktikan bahwa kepekaan estetik audiens terhadap Tari Bagurau berakar pada sistem nilai budaya Minangkabau yang mengakar kuat, bukan sekadar reaksi spontan, dan mampu melahirkan pembacaan kritis meski tanpa latar belakang formal dalam dunia tari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok bukan hanya ruang distribusi karya tari, melainkan juga ruang negosiasi makna antara keterbukaan ekspresi digital dan kekuatan sistem nilai budaya lokal. Penelitian lanjutan disarankan memperluas cakupan platform digital dan memperdalam wawancara audiens guna memahami kerangka kultural yang membentuk resepsi mereka.
Pengaruh Pelatihan Manajemen Stres pada Remaja Korban Bullying di SMPN 5 Kota Magelang Moh Ridwan; Erna Erawati; Suci Widayanti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8860

Abstract

Pendahuluan : Bullying pada remaja merupakan masalah kesehatan yang sedang berkembang baik di negara-negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi bullying pada remaja dan remaja dalam satu tahun antara 1,7 - 5,9%. Pelatihan manajemen stress merupakan program yang bertujuan agar remaja memiliki pertahanan diri yang kuat terhadap masalah yang dialami sehingga dampak pada korban bullying dapat teratasi. Apakah ada pengaruh pelatihan manajemen stres terhadap remaja korban bullying di SMP 5 Kota Magelang? Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan manajemen stres terhadap remaja korban bullying di SMP 5 Kota Magelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi exsperiment pre test-perlakuan-post test. uji hipotesis menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test . Lokasi penelitian di kota magelang. Subjek Remaja SMPN 5 kota Magelang. Hasil : Berdasarkan karakteristik responden rentang usia responden antara 13-16 tahun, dan usia terbanyak usia 15 tahun. Terdapat pengaruh hasil yang signifikan antara pre test dan post tes,dengan diberikannya pelatihan manajemen stress pd remaja korban bullying dengan nilai Z hitung sebesar 3,631 dengan significancy 0,000 (P < 0,05). Kesimpulan:Terdapat pengaruh hasil yang signifikan antara pre test dan post tes, pengaruh pelatihan manajemen stress pd remaja korban bullying. Hal ini dapat diartikan ada pengaruhnya dengan diberikan pelatihan manajemen stress pd remaja korban bullying di SMPN 5 Kota Magelang, hal ini dilihat dari hasil nilai z hitung sebesar 3,631 dengan significancy 0,000 (P < 0,05). Rekomendasi pelatihan manajemen stres terbukti effektif dan direkomendasikan sebagai program sekolah untuk para korban bullying bagian dari upaya rehabilitatif kesehatan mental siswa