cover
Contact Name
Novi Rosita Rahmawati
Contact Email
jurnaledudeena@iainkediri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaledudeena@iainkediri.ac.id
Editorial Address
Sunan Ampel St. No.7, Kediri, East Java, Indonesia, 64127
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education
ISSN : -     EISSN : 25809989     DOI : 10.30762
Core Subject : Education,
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education publishes articles on textual and fieldwork studies with various perspectives of: Islamic Studies Instructional Media of Islamic Studies Instructional Strategy of Islamic Studies Development Curriculum of Islamic Studies Management of Islamic Studies
Articles 157 Documents
Pengaruh Penguasaan Materi, Kemampuan Menggunakan IT Dan Kemampuan Mengembangkan Materi Pai Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Studi Eksploratif di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga) Muhammad Hendro; Abdul Khamid; Ruwandi Ruwandi
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.621 KB) | DOI: 10.30762/ed.v5i2.3920

Abstract

Abstract: This study aims to find and analyze the effect of teachers' ability to master the material and the ability to use IT with PAI learning achievement through the ability to develop material as an intervening variable in students of SMP Islam Al Azhar 18 Salatiga in 2021. This type of research uses quantitative research, with a sample of 30 student. The variables studied include Mastery of Materials, Ability to Use IT, Ability to Use IT. The method of collecting data is through questionnaires, data analysis uses statistical analysis with simple regression analysis, multiple regression, and path analysis and is strengthened by classical assumption tests. PAI learning achievement is positive and significant. This is because it is known that the correlation between the two variables has a t-count value greater than the t-table value (3.495 greater than 1.697) or the value of Sig. (2-tailed) of 0.000 less than 0.05. (2) The effect of the ability to use IT on PAI learning achievement is not significant. This is because the relationship between the two variables has a greater t-count value with a t-table value of -1.847 less than 1.697 or the value of Sig. (2-tailed) of 0.076 greater than 0.05. (3) The effect of the ability to develop material on PAI learning achievement is positive and significant. This is because the relationship between the two variables has a greater t-count value with a t-table value of 4.143 greater than 1.697 or the value of Sig. (2-tailed) of 0.000 less than 0.05. (4) there is no significant effect between mastery of the material and the ability to use IT on PAI learning achievement at SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga through the ability to develop material as an intervening variable. This is because there is one path, namely the ability to use IT which has no significant effect on PAI learning achievement at Al-Azhar 18 Islamic Middle School Salatiga through the ability to develop material as an intervening. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis pengaruh kemampuan guru dalam menguasai materi dan kemampuan menggunakan IT dengan prestasi belajar PAI melalui kemampuan mengembangkan materi sebagai variabel intervening pada siswa SMP Islam Al Azhar 18 Salatiga tahun 2021. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan sampel sebanyak 30 siswa. Variabel yang diteliti meliputi kemampuan penguasaan materi berbasis IT, Kemampuan Menggunakan IT, Kemampuan Menggunakan IT. Metode pengumpulan data melalui angket, analisis data menggunakan analisis statistik dengan analisis regresi sederhana, regresi ganda, dan analisis jalur serta diperkuat dengan uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga menunjukkan bahwa: (1) Pengaruh Penguasan Materi terhadap Prestasi Belajar PAI adalah positif dan signifikan. Hal ini karena diketahui korelasi antara kedua variabel tesebut memiliki nilai t hitung lebih besar dengan nilai t tabel (3,495 lebih besar dari 1,697) atau nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05. (2) Pengaruh kemampuan menggunakan IT terhadap prestasi belajar PAI adalah tidak siqnifikan. Hal ini karena hubungan antara kedua variabel tesebut memiliki nilai t hitung lebih besar dengan nilai t tabel yaitu -1,847 kurang dari 1,697 atau nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,076 lebih besar dari 0,05. (3) Pengaruh Kemampuan Mengembangkan Materi dengan prestasi belajar PAI adalah positif dan signifikan. Hal ini karena hubungan antara kedua variabel tesebut memiliki nilai t hitung lebih besar dengan nilai t tabel yaitu 4,143 lebih besar dari 1,697 atau nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05. (4) Tidak ada pengaruh yang signifikan antara penguasaan materi dan kemampuan menggunakan IT terhadap prestasi belajar PAI di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga melalui kemampuan mengembankan materi sebagai variabel intervening. Hal ini karena terdapat salah satu jalur yaitu kemampuan menggunakan IT yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar PAI di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga melalui kemampuan mengembangkan materi sebagai intervening. 
Penggunaan Aplikasi Zoom Meeting Dalam Pembelajaran Fiqih (Praktek Mengkafani Jenazah) Dimasa Pandemi Niken Septantiningtyas; Ika Fitri Anwar
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.29 KB) | DOI: 10.30762/ed.v5i2.3921

Abstract

Abstract: This study is intended to describe the effectiveness of the online learning process at MTs Nurul Iman during the pandemic in practical fiqh learning by using zoom application media. This research is a descriptive qualitative research type of field research conducted at the Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman for one week with interview data collection techniques and observations of 9th-grade students of MTs Nurul Iman, school principals, and teachers of fiqh learning. In online learning of fiqh, the practice of using the zoom application can be said to be effective, Students feel more understanding and more confident, and independent. There are also obstacles such as network disturbances and the use of more quota packages than usual. The implications of the effectiveness of using Zoom Meetings in learning fiqh, the practice of shrouding corpses, can be said to be positive, where students become easy to understand in learning subjects, students also become more confident in their abilities, and students become more independent by learning using zoom meeting media. Abstrak: Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan efektifitas proses pembelajaran daring di MTs Nurul Iman selama masa pandemi dalam pembelajaran Fiqih praktek dengan menggunakan media aplikasi zoom meeting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis penelitian lapangan yang dilakukan di lembaga Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman selama satu pekan pengambilan datanya menggunakan teknik pengambilan data wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 9 MTs Nurul Iman, kepala sekolah, serta guru pengajar pembelajaran Fiqih. dalam pembelajaran daring Fiqih praktek penggunaan aplikasi zoom meeting dapat dikatakan efektif, siswa merasa lebih faham dan lebih percaya diri serta mandiri. Terdapat juga hambatan-hambatan diantaranya gangguan jaringan dan penggunaan paket kuota yang lebih banyak dari pada biasanya. Implikasi efektifitas penggunaan Zoom Meeting pada pembelajaran Fiqih praktek mengkafani jenazah dapat dikatakan positif, dimana siswa menjadi mudah faham dalam mempelajari mata pelajaran, siswa juga menjadi lebih percaya diri dengan kemampuan mereka, serta siswa menjadi lebih mandiri dengan pembelajaran menggunakan media zoom meeting.
Konfigurasi Moderasi Keagamaan Dari Bilik Pesantren: Refleksi Dari Kota Kediri Dan Yogyakarta Muhamad Yasin
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.391 KB) | DOI: 10.30762/ed.v5i2.3922

Abstract

Abstract: This study aims to describe the concept and systematic construction of the Islamic moderation curriculum in Islamic boarding schools; explore the intellectual network of the Lirboyo Kediri and Krapyak Yogyakarta Pesantren. the conclussion say that the researcher formulates a model for the dissemination of religious moderation thoughts that are broadcast to the public. This study uses a qualitative sociological phenomenological approach, data is collected using the participant observation method and independent interview, so that this research is carried out in depth, intensively, and in detail on the phenomena that occur in educational institutions such as Pesantren. The results of this study are, first, the construction of the curriculum of the Lirboyo Kediri and Krapyak Pesantren Yogyakarta is to maintain the values of Salafiyah and Ahlussunnah wal Jama’ah’s faith so that santri have been equipped with basic knowledge about the concept of moderate Islamic teaching. Second, the intellectual network of the Lirboyo Kediri and Krapyak Yogyakarta Pesantren has a continuous chain of knowledge and is figure mainded (a person learns from whom) so that these Pesantren have become pillars of moderate Islamic teachers in Indonesia who have become important exponents of the spread of Ahlussunnah wal jamaah understanding. Moderate, tolerant, and inclusive point of view. Third, the dissemination of religious moderation in Lirboyo and Krapyak Pesantren is Islamic educational institution that is ‘anti radical’ which is integrated through its learning materials and method. The attitude or moral that are instilled in their daily lives as well as the forms of activities of the Pesantren including : seminar, talkshow, discussion, bahtsul masail, ta’lim assemblies and others, which are packed with traditions and the richness oh the diversity of the Indonesian nation, making Pesantren well accepted by the community and actually able to produce santri who have a wise and moderate character. Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara jelas konsep serta sistematika kontruksi kurikulum moderasi Islam di dalam pesantren; menggali jaringan intelektual pesantren Lirboyo Kediri dan Krapyak Yogyakarta; dan pada kesimpulannya peneliti merumuskan model diseminasi pemikiran moderasi keagamaan yang disyiarkan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif sosiologis fenomonologis, data dikumpulkan dengan menggunakan metode partisipant observation serta indepedent interview, sehingga penelitian ini dikerjakan secara mendalam, intensif, dan terinci atas fenomena yang terjadi pada lembaga pendidikan berupa pesantren. Hasil dari penelitian ini adalah Pertama, Konstruksi kurikulum pondok pesantren Lirboyo Kediri dan Krapyak Yogyakarta adalah tetap mempertahankan nilai-niai salafiyah dan akidah Ahlusunnah Wal Jamaah sehingga santri yang berada di dalamnya telah dibekali ilmu-ilmu dasar mengenai konsep ajaran Islam moderat; Kedua, jaringan intelektual pondok pesantren Lirboyo Kediri dan Krapyak Yogyakarta memiliki silsilah keilmuan (continuous chain of knowledge) dan figure mainded (seseorang itu belajar kepada siapa) sehingga pondok pesantren tersebut menjadi soko guru keislaman moderat di Indonesia yang menjadi eksponen penting penyebaran paham Ahlusunnah Wal Jamaah yang berpandangan moderat, toleran, dan inklusif; Ketiga, diseminasi moderasi keagamaan pondok pesantren Lirboyo dan Krapyak adalah sebagai lembaga pendidikan Islam yang anti terhadap paham radikal yang diintegrasikan melalui materi dan metode pembelajarannya, sikap atau akhlak yang ditanamakan sehari-harinya serta bentuk- bentuk kegiatan pondok pesantrennya diantaranya: seminar, talkshow, diskusi, bahstsul masail, majelis ta'lim dan lain-lain, yang dikemas dengan tradisi dan kekayaan keberagaman bangsa Indonesia menjadikan pondok pesantren bisa diterima masyarakat secara baik serta secara nyata dapat mampu mencetak santri-santri yang memiliki watak arif, bijaksana serta moderat.
PILAR-PILAR PENDIDIKAN ISLAM DI KESULTANAN ACEH Iswandi Iswandi
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.993 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i2.1740

Abstract

Abstract: Talking about Islamic education in Aceh means that it will be confronted with the embryos of Islamic education in the archipelago. The Perlak Kingdom which was founded in 840 AD was the first Islamic kingdom. Arab influence is very strong in the development of Islam in Aceh, especially during the reign of the Caliph of the Abbasids. Some Islamic educational institutions in the Sultanate of Aceh are Meunasah which are traditional educational institutions and become basic education institutions in every village in Aceh. In the learning process, meunasah teaches about the basics of Islamic education. Rangkang is a secondary education institution and is a continuation of the meunasah. For students who want to continue their education to dayah, then he must attend education in the arena. In its journey, the framework is also called middle-level dayah education. Dayah is also referred to as a higher education institution in Aceh, because what is taught is adults and already have knowledge about Islam. Dayah education covers two levels: i.e. intermediate level and high level. Middle level dayah education is called fram and high level education is called bale. Whereas the most influential cleric was Hamzah Fansuri who was famous for his poems Samsuddin Sumatrani who had an important role in the Sultanate of Aceh. Nuruddin ar-Raniri, a follower of the Rifa'iyah order he obtained through Ba Syaiban, obtained this tarekat from his teacher Sheikh Muhamad al-Aidarusi, the spiritual grandfather of ar-Raniri Abdurrauf Singkel, he was also known as the Syiah Kuala or Teungku in Kuala. Abstrak: Berbicara tentang pendidikan Islam di Aceh berarti akan dihadapkan dengan embrio pendidikan Islam di nusantara. Kerajaan Perlak yang didirikan pada 840 M adalah kerajaan Islam pertama. Pengaruh Arab sangat kuat dalam perkembangan Islam di Aceh, terutama pada masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah. Beberapa lembaga pendidikan Islam di Kesultanan Aceh adalah Meunasah yang merupakan lembaga pendidikan tradisional dan menjadi lembaga pendidikan dasar di setiap desa di Aceh. Dalam proses belajarnya, meunasah mengajarkan tentang dasar-dasar pendidikan Islam. Rangkang adalah lembaga pendidikan menengah dan merupakan kelanjutan dari meunasah. Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke dayah, maka ia harus menghadiri pendidikan di arena. Dalam perjalanannya, kerangka kerja ini juga disebut pendidikan dayah tingkat menengah. Dayah juga disebut sebagai lembaga pendidikan tinggi di Aceh, karena yang diajarkan adalah orang dewasa dan sudah memiliki pengetahuan tentang Islam. Pendidikan Dayah mencakup dua tingkat: yaitu tingkat menengah dan tingkat tinggi. Pendidikan dayah tingkat menengah disebut fram dan pendidikan tingkat tinggi disebut bale. Sedangkan ulama yang paling berpengaruh adalah Hamzah Fansuri yang terkenal dengan puisinya Samsuddin Sumatrani yang memiliki peran penting dalam Kesultanan Aceh. Nuruddin ar-Raniri, pengikut ordo Rifa’iyah yang ia peroleh melalui Ba Syaiban, memperoleh tarekat ini dari gurunya Sheikh Muhamad al-Aidarusi, kakek spiritual ar-Raniri Abdurrauf Singkel, ia juga dikenal sebagai Syiah Kuala atau Teungku di Kuala.
SPIRITUALISASI HUMAN BEING DALAM PENDIDIKAN ISLAM Septiana Purwaningrum
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.641 KB) | DOI: 10.30762/ed.v3i2.1741

Abstract

Abstract: The dichotomy of science really has a role in bringing the dualism of education. The impact of the dualism in education is that general education institutions deepen in mastering modern science and lack of religious values. On the other hand, the religion education deepens the religious knowledge and lags behind the development of modern science. The demarcation separation between general education and religious education makes the stratification between two educations eventually, in which the position of islamic education is onsidered lower. The dichotomy of science must be stopped immediately so this community does not continue to fall into deterioration. The solution to overcome the dichotomy of science can be done through the Islamization of science and the spiritualization of human being. This article is written qualitatively based on library research by using primary source and some relevant secondary sources. Through descriptive-analytical methods, the writer tries to elaborate the material related to the dichotomy of science, the islamization of science and the spiritualization of human beings in Islamic Education to realize non-dichotomic Islamic education. Abstrak: Dikotomi ilmu sangat berperan dalam memunculkan dualisme pendidikan. Dampak dari dualisme pendidikan adalah lembaga pendidikan umum lebih memperdalam penguasaan ilmu pengetahuan modern dan kering akan nilai-nilai agama. Di sisi lain, pendidikan agama lebih memperdalam pengetahuan agama dan tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan modern. Pemisahan secara demarkatis antara pendidikan umum dan pendidikan agama pada akhirnya melahirkan stratifikasi antar dua pendidikan tersebut, di mana posisi pendidikan Islam dianggap lebih rendah. Dikotomi ilmu dalam pendidikan Islam harus segera dihentikan agar umat ini tidak terus menerus terjerembab dalam keterpurukan. Solusi untuk mengatasi dikotomi ilmu dapat dilakukan melalui islamisasi sains dan spiritualisasi human being. Artikel ini ditulis secara kualitatif berbasis library research dengan menggunakan sumber primer dan beberapa sumber sekunder yang relevan. Melalui metode deskriptif-analitis, penulis berupayauntuk mengelaborasi materi terkait dikotomi ilmu, islamisasi sains, dan spiritualisasi human being dalam Pendidikan Islam untuk mewujudkan pendidikan Islam yang nondikotomik.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Qawaid Melalui Penggunaan Media Kartu Bagi Siswa Kelas VII MTsN 8 Kediri Emmy Anisnaini
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.783 KB) | DOI: 10.30762/ed.v5i2.3925

Abstract

Abstract: Language learning consist of teaching language rules and language skills wherever students are required to master both. Understanding and mastery of grammatical rules, such as nahwu and shorof are also very necessary in learning Arabic, both in formal and non-formal learning. In the implementation of learning Arabic, there are still problems like some students still find the difficulty of understanding the rules of the Arabic language. This is caused by several factors including the teacher’s methods and techniques in delivering the material that is less varied. In addition, student’s backgrounds are different so that not all off them have Arabic language competence. Likewise for learning Arabic in Qawaid material at MTsN 8 Kediri, especially for class VII-B. Based on the results of observations and pre-test results showedd that student learning outcomes in Qawaid learning were still very low, namely the majority of students scored below 50. This type of research used classroom action research (CAR). Data collection techniques used in the form of tests, observations and documentation. Analysis of the data used is a comparison between test. The number of subjects in this study were 33 subject. The results of this study indicated (1) The need for the use of various methods in order to improve student’s understanding of Arabic subject in general; (2) the word card method is one method that can improve student’s understanding of Qawaid in learning Arabic.Abstrak: Pembelajaran bahasa terdiri atas pengajaran kaidah bahasa dan keterampilan berbahasa dimana siswa dituntut untuk menguasai keduanya. Pemahaman dan penguasaan kaidah tata bahasa, seperti nahwu dan shorof juga sangat diperlukan dalam pembelajaran bahasa Arab baik dalam pembelajaran formal maupun non-formal. Dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab masih ditemui permasalahan di antaranya sebagian siswa masih merasa kesulitan dalam memahami kaidah bahasa Arab. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya metode dan teknik guru dalam menyampaikan materi yang kurang variatif. Selain itu, latar belakang siswa berbeda-beda sehingga tidak semuanya memiliki kompetensi bahasa Arab. Begitu juga pada pembelajaraan bahasa Arab pada materi qawaid di MTsN 8 Kediri khususnya kelas VII-B. Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil pre-test menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran qawaid masih sangat rendah yaitu mayoritas siswa mendapat nilai dibawah 50. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah perbandingan antar tes. Jumlah subjek dalam penelitian sebanyak 33 subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1. Perlunya penggunaan metode yang bervariasi agar dapat meingkatkan kemampuan pemahaman siswa terhadap qawaid dalam mata pelajaran bahasa Arab umumnya. 2. Metode kartu kata adalah salah satu metode yang dapat meingkatkan pemahaman siswa terhadap qawaid dalam pembelajaran bahasa Arab.
Teknik Membaca Al-Quran Melalui Drilling Dan Pembiasaan (Studi Kasus di MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah) Husnul Khotimah
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.624 KB) | DOI: 10.30762/ed.v5i2.3926

Abstract

Abstract: The main purpose of this research is to find out how the process of implementing learning techniques to read the Qur'an. It has been proven effective and efficient for grade 1 students of MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah and the extent of progress after the learning techniques are implemented. This study uses a descriptive qualitative approach and the type of case study research and data analysis techniques Miles and Huberman, researchers are able to provide research results including: (1) learning techniques used are drilling and habituating techniques ; (2) this technique has proven to be effective and efficient when used in learning to read the Qur'an which is based on Ivan Pavlov's classical conditioning theory and Pierre S. Bourdeun's Habitus Theory; (3) the visible results are an increase in the percentage of students' competence in reading the Qur'an from 55 to 93 percent and are able to achieve the learning target, namely when the class increases they are able to complete the volume of iqro and are able to read the Qur'an in accordance with tajwid which exists; (4) other results in the form of additional competencies such as being able to memorize short letters in juz amma starting from QS. An-Nas to QS. Al-Qari'ah, Asmaul Husna and reading dzikir after prayer smoothly. This is a very good achievement considering that 90 percent of student input when they were students of MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah had not been able to recite the dzikir reading. Abstrak: Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan teknik pembelajaran membaca al-Quran bagi anak-anak. Hal ini sangat terbukti efektif dan efisien untuk diterapkan pada siswa kelas 1 MI al-Irsyad al-Islamiyyah Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus dan teknik analisa data Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) teknik pembelajaran membaca al-Quran menggunakan teknik membaca secara terus menerus atau drilling dan pembiasaan; (2) Teknik ini terbukti efektif dan efisien yang didasarkan pada teori Ivan Pavlov dan Teori Habitus Pierre S. Bourdeun; (3) Hal ini terlihat pada adanya peningkatan prosentase kompetensi siswa dalam membaca al Quran dari 55 menjadi 93 persen serta manpu mencapai target pembelajaran, yakni mampu membaca al-Quran sesuai tajwid yang ada; (5) Hasil lain yang didapat dari teknik ini berupa siswa mampu menghafal surat-surat pendek dalam juz amma, mulai dari an-Nas hingga al-Qariah, Asmaul Husna dan bacaan dzikir setelah sholat. Kondisi inimerupakan capaian yang sangat baik mengingat 90 persen input siswa baru MI al-Irsyad al-Islamiyah belum memiliki kompetensi itu.
Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Teks Naratif Berbahasa Arab Mazidatulfaizah Mazidatulfaizah
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.152 KB) | DOI: 10.30762/ed.v5i2.3927

Abstract

Abstract: This study aims to describe the improvement of students' comprehension skills in Arabic texts by implementing the Two Stay Two Stray learning model in class X IPA MA Al-Anwar Jombang. Design of this research is classroom action research. This action research has four procedures in its implementation, planning, implementing action, observing, and reflecting. The research subjectsvwere students of class X IPA MA Al-Anwar Jombang, 36 students. This research was conducted in January-February 2020 with 2 cycles. Research data in the form of observations, field notes, interviews, test results, and documentation. Data analysis used quantitative description analysis and qualitative description analysis. The criterion for the success of the action is an increase in students' ability to understand Arabic texts. The results obtained after the implementation of the action, namely students become more active and enthusiastic in participating in learning. Students show high attitudes, interests, and enthusiasm. In addition, there is an increase in students' abilities which are shown through test results. The results of student test scores at the time of pre-action that met the KKM standard were 11 people or 31 percent of the total number of students. In the first cycle of activities, 19 students reached the KKM or 53 percent of the total number of students. In cycle II, 28 students reached the KKM or 78 percent of the total number of students. This shows that the Two Stay Two Stray learning model can improve students' ability to understand Arabic texts. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan memahami siswa dalam teks berbahasa Arab dengan implementasi model pembelajaran Two Stay Two Stray pada siswa kelas X IPA MA Al-Anwar Jombang. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan ini memiliki empat prosedur dalam pelaksanaannya, yaitu perencanaan, implementasi tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA MA Al-Anwar Jombang yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2020 dengan 2 siklus. Data penelitian berupa hasil observasi, catatan lapangan, hasil wawancara, hasil tes, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskripsi kuantitatif dan analisis deskripsi kualitatif. Kriteria keberhasilan tindakan yaitu terjadinya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami teks berbahasa Arab. Hasil penelitian yang diperoleh setelah implementasi tindakan, yaitu siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Siswa menujukkan sikap, minat, dan semangat yang tinggi. Selain itu, ada peningkatan kemampuan siswa yang ditunjukkan melalui hasil tes. Hasil skor tes siswa pada saat pratindakan yang memenuhi standar KKM sebanyak 11 orang atau sebesar 31% dari jumlah siswa. Pada kegiatan siklus I, siswa yang mencapai KKM sebanyak 19 orang atau sebesar 53 persen dari jumlah siswa. Pada siklus II, siswa yang mencapai KKM sebanyak 28 orang atau sebesar 78 persen dari jumlah siswa. Hal tersebut 137 menunjukkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teks bahasa Arab.
Implementasi Motode Qira’at Sab’ah dalam Al-Quran Surat Al-An’am Ayat 101-108 Nina Arnita Pulungan; Muhammad Iqbal; Novria Grahmayanuri
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.572 KB) | DOI: 10.30762/ed.v6i2.428

Abstract

Abstrack: The Qur’an has certain way of reading (qirā'at) that differs from one another according to the school of thought. This way of reading arose because of the different dialects of various ethnic elements at the time of the Prophet. This study discusses the implementation of Qira'at Sab'ah in the al-Quran by the version of Imam Ibnu Katsir History of al-Bazzy and Qunbul. The puspose of this study is to explore on the implementation of the qira'at Sab'ah in the recitation of the letters contained on the al-Quran at Surah al-An’am verses 101-108, as well as describe the process of implementing the sab'ah reading mode in the al-Quran read by reciter'. This research presents a qualitative data analysis. The data of this research sources from a video recording of Reading with Qira’at Sab'ah Mode which is carried out by a reciter named Muhammad Azroi Hasibuan at MTQN XXVIII. In this research, the data are compiled by applying documentary techniques, particularly in content analysis. The results of this research indicate there is an implementation of the Qira’at Sab’ah mode in Surah al-An'am verses 101-108 with the application of Qira'at Imam Ibn Kathir, the history of al-Bazzy and Qunbul, started with the recitation of isti'adzah which is separated or interrupted with basmalah. In addition, reading Mad Shilah Mim Jama', reading Qashr Mad Munfashil, Mad Muttasil with at-Tawassuth Shilah Ha 'Kinayah at Washal. Abstrak: Al-Quran memiliki cara tertentu dalam membaca al-Quran (qirā‘at) dengan memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya sesuai dengan mazhabnya. Cara baca ini muncul disebabkan oleh dialek yang berbeda dari bermacam unsur etnik di masa Rasulullah. Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Qira'at Sab'ah dalam Al-Quran versi Imam Ibnu Katsir riwayat Al-Bazzy dan Qunbul. Kajian ini bertujuan untuk mengelaborasi penerapan qira'at sab'ah dalam bacaan surat-surat pada al-Quran dalam Surah al-An'am ayat 101-108, serta mendeskripsikan proses pelaksanaan qira’at sab’ah oleh qari'. Kajian ini mengaplikasikan metode kualitatif. Data pada kajian ini bersumber dari rekaman video MTQ yang diunduh dari internet dengan Mode Bacaan Qira’at Sab’ah yang dilakukan oleh seorang qari bernama Muhammad Azroi Hasibuan di MTQN XXVIII. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat implementasi mode Qira’at Sab'ah dalam Surah Al-An'am ayat 101-108 dengan penerapan Qira'at Imam Ibnu Katsir, sejarah Al-Bazzy dan Qunbul, dimulai dengan bacaan isti'adzah yang dipisahkan atau disela dengan basmalah. Selain itu, membaca Mad Shilah Mim Jama', membaca Qashr Mad Munfashil, Mad Muttasil dengan at-Tawassuth Shilah Ha 'Kinayah saat Washal.
Menumbuhkan Kedisiplinan Siswa MTs Al-Amien Kota Kediri melalui Pembiasaan Sholat Dhuha Agus Dwi Santosa; Sabudin Yusoh; Agus Subandono; Ahmad Aly Syukron Aziz Al Mubarok; Agus Miftakus Surur
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.176 KB) | DOI: 10.30762/ed.v6i2.445

Abstract

Abstract: Discipline is one of the characters that must be possessed by students, so it needs to be trained and accustomed to students, especially when in the school environment. To familiarize discipline, one of which is the Dhuha prayer in congregation, the Duha prayer was chosen because in addition to training students to practice the sunnah of the Dhuha prayer, it can also be used as a discipline habituation tool. The method used is a qualitative method using interview data, observation data, and documentation. The results of the study showed that in the implementation of the dhuha prayer in congregation there were several obstacles experienced, especially at the beginning of the implementation of this obligation. Among them are the age of the students who are still small, who have just graduated from elementary school and their backgrounds are mostly graduates from formal schools, so it is still rare to be able to perform this dhuha prayer. In the end, the implementation and habituation of prayer was able to improve the discipline of the students. Not only in the implementation of the dhuha prayer but also in other matters such as going to school, studying, reading Quran or others. Abstrak: Disiplin merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik, sehingga perlu dilatihkan dan dibiasakan kepada siswa terutama ketika di lingkungan sekolah. Untuk membiasakan kedisiplinan salah satunya dengan kegiatan sholat Dhuha berjamaah, sholat Dhuha dipilih karena selain melatih siswa untuk mengamalkan amalan sunah Sholat Dhuha, juga dapat digunakan sebagai alat pembiasa disiplin. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan data hasil wawancara, data hasil observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan sholat dhuha secara berjamaah ada beberapa kendala yang dialami, terutama pada awal diterapkannya kewajiban ini. Diantaranya adalah usia para siswa yang masih kecil yaitu baru lulus SD dan latar belakang mereka yang kebanyakan lulusan dari sekolah formal sehingga masih jarang yang bisa melakukan sholat dhuha ini. Pada akhirnya, dari pelaksanaan dan pembiasaan sholat mampu meningkatkan kedisiplinan para siswa. Tidak hanya dalam pelaksanaan sholat dhuha saja tetapi juga dalam hal-hal lainnya seperti berangkat sekolah, belajar, mengaji ataupun yang lainnya.

Page 7 of 16 | Total Record : 157