cover
Contact Name
Nilma Zola
Contact Email
nilmazola@fip.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ifdil@fip.unp.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Padang (UNP) Address: Faculty of Education (FIP). Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang - West Sumatera -Indonesia Telp/Fax. +62751-7058693
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Counseling and Humanities Review
ISSN : 27983188     EISSN : 27980316     DOI : https://doi.org/10.24036
The aim of this journal is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling and humanities review.
Articles 144 Documents
Kesiapan emosional pasangan yang menjalani pernikahan di usia dini Syakila Desliana Fernanda; Rezki Hariko; Zadrian Ardi; Soeci Izzati Adlya
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001427chr2026

Abstract

Ketidakmatangan emosi dalam perkawinan dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam kehidupan berkeluarga. Pasangan yang menikah pada usia muda masih berkembang secara fisik dan psikologis sehingga dikhawatirkan mengalami kesulitan dalam menunjukkan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kematangan emosional ditinjau dari aspek kontrol emosi, pemahaman diri, dan penggunaan fungus kritis mental. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 96 pasangan suami istri yang menikah diusia muda (usia 19 sampai 21 tahun) di Kec. Koto Tangah yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kematangan Emosi yang disusun dengan model skala Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kematangan emosional pasangan yang menikah di usia dini secara umum berada pada kategori tinggi (X = 105,91; 75,65%). Analisis terhadap masing-masing aspek menunjukkan hasil yang selaras dengan gambaran umum, dimana kematangan emosional pasangan menikah di usia dini berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasangan yang menikah di usia dini di Kec. Koto Tangah telah mampu mengontrol emosi, memahami diri, dan menggunakan fungsi kritis mental secara baik. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan kepada konselor untuk merancang program guna menjaga dan lebih meningkatkan kematangan emosi pasangan yang menikah di usia dini.
Mahasiswi dan rokok: tren sikap positif yang mengejutkan Dzi Ulya Fadhila; Rezki Hariko; Nurfarhanah Nurfarhanah; Azmatul Khairiah Sari
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001429chr2026

Abstract

Perilaku merokok pada perempuan menjadi perhatian ketika ditemukan mahasiswi perokok merupakan calon pendidik. Calon pendidik diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap mahasiswi terhadap perilaku merokok secara umum berdasarkan aspek kognisi, afeksi, dan konasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswi aktif jurusan kependidikan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang sebanyak 2.667 orang. Sampel penelitian berjumlah 340 orang dengan penarikan sampel menggunakan propotional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala sikap terhadap perilaku merokok. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t satu sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) sikap mahasiswi terhadap perilaku merokok secara umum berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase capaian skor sebesar 54,71%. (2) Sikap kognisi berada pada kategori tinggi dengan mean 55,66, sikap afeksi berada pada kategori tinggi dengan mean 54,87, dan sikap konasi berada pada kategori tinggi dengan mean 51,21. (3) Hasil uji t satu sampel menunjukkan bahwa sikap mahasiswi terhadap perilaku merokok secara umum maupun pada aspek kognisi, afeksi, dan konasi berbeda secara signifikan dari mean hipotetik. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perilaku merokok masih ditemukan pada sebagian mahasiswi, secara umum mahasiswi memiliki sikap yang cenderung menolak dan tidak mendukung perilaku merokok. Sikap positif dalam penelitian ini dimaknai sebagai kecenderungan terhadap penolakan perilaku merokok, bukan sebagai dukungan terhadap perilaku tersebut. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling serta edukasi mengenai perilaku merokok pada calon pendidik.
Hubungan Self Confidence Dengan Kesulitan Belajar Pada Siswa Broken Home Sri Defi Yulanda; Zadrian Ardi; Frischa Meivilona Yendi; Azmatul Khairiah Sari
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001435chr2026

Abstract

Kesulitan belajar merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya kendala yang dialami siswa dalam menerima informasi, memahami materi, mengolah pengetahuan, serta mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Salah satu faktor psikologis yang diduga berkaitan dengan kesulitan belajar adalah self confidence atau kepercayaan diri. Permasalahan tersebut menjadi penting untuk dikaji pada siswa yang berasal dari keluarga broken home, karena kondisi keluarga dapat berkaitan dengan perkembangan psikologis dan proses belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self confidence, mengetahui gambaran kesulitan belajar, serta mengetahui hubungan antara self confidence dengan kesulitan belajar pada siswa broken home di SMPN 5 Ranah Pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 45 siswa broken home, dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen self confidence dan kesulitan belajar, sedangkan analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS melalui analisis deskriptif, uji prasyarat, dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self confidence siswa secara umum berada pada kategori rendah, sedangkan kesulitan belajar siswa secara umum berada pada kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,122 dengan nilai signifikansi sebesar 0,424 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dengan tingkat hubungan yang sangat lemah antara self confidence dan kesulitan belajar, namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan terdapat hubungan antara self confidence dengan kesulitan belajar pada siswa broken home di SMPN 5 Ranah Pesisir tidak terbukti secara statistik.
Analisis Kebijakan Akses Karya Ilmiah pada Repositori Institusi: Studi Kasus Universitas XYZ Imam Agus Faisal; Fuad Gani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001438chr2026

Abstract

Institutional repositories have a role in managing and disseminating scientific works, but the regulation of access to these works is not consistently enforced due to differing interpretations of access rules. Previous research has largely focused on access restrictions due to concerns about plagiarism. However, research on access policies and their implementation has been limited. The purpose of this study is to analyze, interpret, and provide recommendations regarding scientific access policies in institutional repositories. The research method employed a qualitative approach using a case study design. Five informants were selected based on the criteria of being managers, administrators, and librarians responsible for uploading scholarly works. This study indicates that access policies must be standardized as clear guidelines and regulations that specify who has the authority and establish standard operating procedures (SOPs) to serve as a reference.