cover
Contact Name
Nilma Zola
Contact Email
nilmazola@fip.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ifdil@fip.unp.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Padang (UNP) Address: Faculty of Education (FIP). Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang - West Sumatera -Indonesia Telp/Fax. +62751-7058693
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Counseling and Humanities Review
ISSN : 27983188     EISSN : 27980316     DOI : https://doi.org/10.24036
The aim of this journal is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of counseling and humanities review.
Articles 144 Documents
Hubungan sikap terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga dengan kepercayaan diri pada remaja madrasah aliyah: sebuah studi korelasional Dia Rahmadani; Dina Sukma; Netrawati Netrawati; Lisa Putriani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001387chr2026

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang kurang kepercayaan diri terhadap ekonomi keluarga yang belum mampu memenuhi keperluan pendidikan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap status sosial ekonomi keluarga dengan kepercayaan diri siswa MAN 1 Padang Pariaman. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 229 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner sikap terhadap status sosial ekonomi keluarga dan kuesioner kepercayaan diri siswa. Uji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) rata-rata skor capaian sikap siswa mencapai 29,58 (59,16%) dengan kategori sangat tinggi, (2) rata-rata skor kepercayaan diri mencapai 107,85 (69,58%) dengan kategori sangat tinggi dan (3) terdapat hubungan positif antara sikap dengan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian diartikan bahwa semakin tinggi sikap terhadap status sosial ekonomi keluarga dengan kepercayaan diri siswa. Sebalik nya semakin rendah sikap terhadap status sosial ekonomi keluarga dengan kepercayaan diri siswa.
Examining Counseling Search Interest Through Mental Health-Related Search Trends and Machine Learning Approaches Mutia Yollanda; Ghea Weisha; Ade Herdian Putra
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001408chr2026

Abstract

Mental health-related concerns have become increasingly visible in digital environments, where online search behavior reflects public awareness and information-seeking patterns. Examining temporal changes in mental health-related searches may provide valuable insights into emerging public concerns and support evidence-based planning. This study analyzes monthly Google Trends data on counseling and related mental health topics from January 2011 to June 2026. An XGBoost regression model was developed using historical counseling search interest, lagged variables, and related mental health indicators, including depression, anxiety, stress, suicide, and mental health search trends. Temporal analysis, feature importance evaluation, and SHAP interpretation were applied to investigate trend patterns and explain model predictions. The findings revealed a substantial increase in counseling-related search interest, particularly after 2018, with several periods showing notable fluctuations. The XGBoost model demonstrated satisfactory predictive performance, achieving a mean absolute percentage error of 18.78 percent and a coefficient of determination of 0.658. Historical counseling search variables were identified as the most influential predictors, indicating that previous search behavior plays a dominant role in forecasting future trends. The study highlights the potential of interpretable machine learning approaches for monitoring digital mental health trends and supporting data-driven public health strategies.
Hubungan Regulasi Emosi dengan Kebahagiaan (Happiness) pada Siswa Nurul Faiza; Zadrian Ardi; Puji Gusri Handayani; Ade Herdian Putra
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001410chr2026

Abstract

Remaja SMA rentan terhadap penurunan kebahagiaan akibat tekanan akademik dan sosial, sehingga regulasi emosi penting untuk mengelola dan mencapai kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan regulasi emosi dan kebahagiaan siswa serta menguji hubungan keduanya. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan pada 206 siswa kelas XI SMA N 9 Padang melalui simple random sampling. Instrumen berupa skala regulasi emosi (Gross, 2014) dan kebahagiaan (Seligman, 2002). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman’s rho. Hasil menunjukkan regulasi emosi (67,96%) dan kebahagiaan (59,71%) tergolong tinggi. Terdapat hubungan positif signifikan (r=0,333, p<0,05) dengan kontribusi efektif 11,1% (rendah), mengindikasikan kebahagiaan lebih dominan dipengaruhi faktor eksternal lainnya dibandingkan regulasi emosi. Implikasi bagi bimbingan konseling adalah perlunya intervensi holistik yang mengombinasikan penguatan regulasi emosi melalui role playing dan art counseling dengan dukungan sosial serta religiusitas siswa.
Hubungan Student Engagement dengan Flow Akademik Siswa Khairanil Washiyyah; Zadrian Ardi; Frischa Meivilona Yendi; Ade Herdian Putra
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001422chr2026

Abstract

Pendidikan bertujuan mendorong siswa mengembangkan diri secara aktif, termasuk kemampuan penalaran, kecerdasan intelektual, ketahanan mental, dan pengendalian diri, salah satunya dapat tercermin melalui kondisi flow akademik saat belajar. Kondisi ini diduga dipengaruhi sejauh mana siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat flow akademik, student engagement, dan menguji hubungan antara keduanya pada siswa kelas X dan XI di MAN 1 Padang Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi 512 siswa dan sampel 307 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji korelasi Spearman's rho. Hasil menunjukkan flow akademik dan student engagement berada pada kategori tinggi, serta terdapat hubungan positif yang signifikan antara keduanya (rs = 0,704; p < 0,001), yang menunjukkan kekuatan hubungan pada kategori kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa student engagement merupakan faktor yang berhubungan dengan flow akademik sehingga layak dipertimbangkan dalam perancangan strategi pembelajaran.
Gambaran Self Regulated Learning Pada Mahasiswa yang Melakukan Cyberloafing: Analisis Aspek Metakognitif, Motivasi, Perilaku dan Gender Nuraini Nuraini; Zadrian Ardi; Miftahul Fikri; Tri Handani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001397chr2026

Abstract

Peneliitiian iinii diilatarbelakangii oileh meniingkatnya penggunaan iinternet dii kalangan mahasiiswa yang tiidak hanya diimanfaatkan untuk keperluan akademiik, tetapii juga untuk aktiiviitas noin-akademiik yang diisebut sebagaii cyberloiafiing. Periilaku cyberloiafiing yang diilakukan dapat mengganggu efektiiviitas belajar, sehiingga diiperlukan kemampuan self regulated learniing yang baiik untuk mengointroil periilaku tersebut. Peneliitiian iinii bertujuan untuk mendeskriipsiikan tiingkat self regulated learniing pada mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing. Peneliitiian iinii menggunakan metoide kuantiitatiif dengan pendekatan deskriiptiif. Adapun sampel peneliitiian iinii adalah mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing yang diipiiliih menggunakan tekniik purpoisiive sampliing sebanyak 361 mahasiiswa. Data diiperoileh  melaluii iinstrumen peneliitiian berupa angket self regulated learniing yang telah diiujii valiidiitas dan reliiabiiliitasnya, kemudiian diianaliisiis menggunakan tekniik statiistiik deskriiptiif. Hasiil peneliitiian menunjukkan bahwa tiingkat self regulated learniing pada mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing secara umum berada pada kategoirii sedang dengan persentase sebesar 77,01%. Artiinya, mahasiiswa yang melakukan cyberloiafiing memiiliikii kemampuan self regulated learniing yang cukup baiik, namun belum sepenuhnya oiptiimal dalam mengatur proises belajar, mengointroil penggunaan iinternet, serta mempertahankan foikus akademiik. Oileh karena iitu, layanan biimbiingan dan koinseliing sepertii layanan iinfoirmasii, koinseliing iindiiviidu, maupun biimbiingan keloimpoik dapat diiupayakan untuk membantu meniingkatkan kemampuan self regulated learniing dan memiiniimalkan periilaku cyberloiafiing pada mahasiswa.
Psychosocial Factors Associated with Depressive Symptom Severity among Indonesian Adults: An Ordinal Logistic Regression Analysis of IFLS-5 Data Ghea Weisha; Mutia Yollanda; Yudiantri Asdi
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001412chr2026

Abstract

Depression is a major public health concern and one of the most prevalent mental health disorders in Indonesia. However, evidence regarding psychosocial factors associated with depressive symptom severity among Indonesian adults remains limited. This study examined the associations of educational attainment, marital status, and emotional problems with depressive symptom severity using data from the fifth wave of the Indonesia Family Life Survey (IFLS-5). A cross-sectional analysis was conducted among 21,416 adults using descriptive statistics, Chi-square tests, and ordinal logistic regression. The results showed that educational attainment, marital status, and emotional problems were significantly associated with depressive symptom severity. Higher educational attainment and being married were associated with lower odds of more severe depressive symptoms, whereas emotional problems were associated with higher odds. These findings underscore the importance of psychosocial factors in developing targeted mental health interventions for Indonesian adults.
Investigating the Influence of Working Hours, Unemployment, Inflation, and the COVID-19 Pandemic on Self-Harm Trends in Indonesia Through ARIMAX Models Mutia Yollanda; Ghea Weisha; Ade Herdian Putra; Dahlia Misrika; Nova Noliza Bakar
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001406chr2026

Abstract

Self-harm is a significant public mental health concern influenced by complex interactions between psychological, social, and environmental factors. Understanding long-term patterns and identifying potential determinants of self-harm are essential for developing effective prevention strategies and counseling interventions in Indonesia. This study analyzed annual self-harm attempt rates in Indonesia from 1991 to 2025 using an autoregressive integrated moving average with exogenous variables (ARIMAX) approach. The explanatory variables included unemployment rate, inflation rate, average working hours, and a COVID-19 pandemic indicator. Several ARIMA specifications were evaluated based on model performance, parameter significance, and information criteria. Residual diagnostic tests were conducted to assess model adequacy, including examinations for autocorrelation and heteroscedasticity. The ARIMAX(1,2,1) model was selected as the preferred specification based on its statistical performance and the complete estimation of its parameters. The findings showed that average working hours (? = 0.1908, p = 0.024) and the COVID-19 pandemic period (? = 0.2275, p < 0.001) were significant predictors of self-harm rates, whereas unemployment and inflation were not statistically significant. Forecasting results indicated a gradual decline in self-harm rates, from 13.06 in 2026 to 12.34 in 2028, with increasing uncertainty over longer forecasting horizons. The findings suggest that self-harm trends in Indonesia are closely associated with psychosocial stressors, particularly occupational burden and major social disruptions. Integrating time-series evidence with counseling and public mental health strategies may support more targeted prevention efforts, early identification, and improved psychological support systems.
Self authenticity dan psychological well-being: studi korelasional pada mahasiswa rantau Ghina Azelia Rahma; Rahmi Dwi Febriani; Indah Sukmawati; Lisa Putriani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001419chr2026

Abstract

Mahasiswa rantau sebagai pendatang menghadapi berbagai tuntutan adaptasi akademik, sosial, dan budaya yang dapat mempengaruhi psychological well-being mereka. Salah satu faktor yang dapat berperan adalah self authenticity. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self authenticity dan psychological well-being serta menguji hubungan keduanya pada mahasiswa rantau di Universitas Negeri Padang. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 348 mahasiswa rantau yang diambil melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria, kemudian responden yang memenuhi kriteria dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen self authenticity dengan nilai reliabilitas 0.727 dan instrumen psychological well-being dengan nilai reliabilitas 0,916, kemudian dianalisis menggunakan product moment correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self authenticity dan psychological well-being mahasiswa rantau berada pada kategori tinggi serta memiliki hubungan positif yang cukup kuat dan signifikan (r = 0,525; p < 0,05). Temuan ini merekomendasikan upaya konselor untuk mengoptimalkan self authenticity dan psychological well-being mahasiswa rantau melalui layanan BK.
Hubungan Self-efficacy Dengan Minat Belajar Siswa Maullidina Nur Pasya; Zadrian Ardi; Rahmi Dwi Febriani; Tri Handani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001434chr2026

Abstract

Minat belajar merupakan salah satu aspek psikologis yang mendorong siswa untuk terlibat aktif, fokus, dan senang selama pembelajaran, diduga berhubungan dengan self-efficacy, yaitu keyakinan siswa terhadap kemampuannya menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran self-efficacy, gambaran minat belajar, serta menguji hubungan antara keduanya pada siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 17 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi 274 siswa dan sampel 167 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji korelasi Spearman rank. Hasil menunjukkan self-efficacy dan minat belajar sebagian besar berada pada kategori tinggi. Analisis lebih lanjut menemukan hubungan positif yang signifikan antara keduanya (rs = 0,822; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan pada kategori sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa self-efficacy merupakan faktor yang berhubungan dengan minat belajar sehingga layak dipertimbangkan dalam perancangan layanan bimbingan dan konseling.
Efikasi diri dan kemandirian belajar siswa : studi korelasional Nurhapuja Marpaung; Netrawati Netrawati; Yarmis Syukur; Rahmi Dwi Febriani
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001433chr2026

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas secara mandiri, ditandai dengan kecenderungan menunda pengerjaan tugas dan bergantung kepada teman dalam pengerjaan tugas akademik. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk: menguji hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar siswa di SMAN 7 Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini sebanyak 778 siswa di SMAN 7 Padang. Sampel penelitian berjumlah 265 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen efikasi diri dan kemandirian belajar siswa dengan menggunakan skala model likert. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan korelasional Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kemandirian belajar siswa dengan nilai koefisien korelsi 0,680 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Artinya semakin tinggi efikasi diri siswa maka semakin tinggi pula kemandirian belajar siswa.