cover
Contact Name
Vicky Verry Angga
Contact Email
vicky-verry@untagsmg.ac.id
Phone
+6285649998059
Journal Mail Official
jurnalnalar@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jalan Seteran Dalam No. 9, Miroto, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50134
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nalar: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 29621518     EISSN : 29621488     DOI : 10.56444
Seputar isu terkait kajian pendidikan dan kebudayaan yang meliputi bidang ilmu-ilmu pendidikan, budaya, kearifan lokal, masyarakat adat, tradisi, ritual, mitos, dan hasil kebudayaan lainnya.
Articles 102 Documents
PENDEKATAN PEMBELAJARAN PPKN BERBASIS NILAI PANCASILA UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SDN BENDOGERIT 1 KOTA BLITAR Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3651

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 
DINAMIKA POLITIK IMPLEMENTASI LAYANAN PENDIDIKAN KEPERCAYAAN PADA SATUAN PENDIDIKAN Eni Purwanti; Vicky Verry Angga; Sony Junaedi
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2026): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v5i1.3928

Abstract

Layanan Pendidikan kepercayaan pada satuan Pendidikan belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik dalam implementasi layanan pendidikan kepercayaan pada satuan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, negara telah memberikan landasan hukum yang kuat untuk menjamin hak pendidikan bagi siswa penghayat kepercayaan. Namun, dalam implementasinya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan guru pendidikan kepercayaan, rendahnya pemahaman pihak sekolah, serta adanya stigma sosial yang memengaruhi penerimaan layanan tersebut. Selain itu, minimnya inisiatif dari peserta didik dan orang tua dalam mengajukan layanan pendidikan kepercayaan turut menjadi faktor penghambat.Dinamika politik yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan kebijakan formal, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat implementasi layanan pendidikan kepercayaan melalui peningkatan sosialisasi, penyediaan tenaga pendidik, serta penguatan praktik pendidikan inklusif yang berkeadilan dan menghargai keberagaman.

Page 11 of 11 | Total Record : 102