cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 46, No 2 (2018)" : 13 Documents clear
Tim Redaksi Restu Sukesti
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1726.748 KB)

Abstract

MEDAN MAKNA PEMBENTUK METAFORA DALAM SYAIR ARAB Ahmad Khoironi Arianto
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.177 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.197

Abstract

This paper examines metaphorical figurative language in Arabic poetry books. The data used is taken from the Diwan Imam Syafi'iy book. The book contains one hundred and thirty poems. Most of them portray moral issues, advice and reflection on the community situation at that time. The poems also use a lot of figurative language, one of them is metaphor. This study uses a qualitative descriptive method that includes three stages, that are data collection, data analysis, and presentation of the results of data analysis. Data collection is conducted by recording the metaphors contained in the book of Diwan Imam Syafi’iy. Analyzing the data is conducted by classifying the type of metaphor, and presenting the data is conducted by writing metaphorical findings into the paper. The research technique is performed by describing three elements forming metaphor according to Taylor, as tenor, vehicle, and ground. The meaning field refers to a comparison as a  figurative, while comparability is the object described. Comparators are classified into nine types of comparison by Haley. Based on a review of the book Diwan Imam Syafi`i, seven types of metaphor comparison are found, as being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, and animate.Tulisan ini mengkaji gaya bahasa kiasan metafora dalam buku syair berbahasa Arab. Data yang digunakan diambil dari buku syair Diwan Imam Syafi`iy. Buku itu memuat seratus tiga puluh syair yang sebagian besar memotret soal moral dan nasihat serta refleksi dari keadaan masyarakat pada saat itu. Di dalam syair-syair tersebut banyak digunakan bahasa kiasan, metafora salah satunya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mencakup tiga tahapan, yaitu pengumpulan data, penganalisisan data, dan presentasi hasil analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat metafora yang terkandung dalam buku syair Diwan Imam Syafi`iy. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan jenis metafora dan mempresentasikan temuan-temuan metafora ke dalam makalah. Teknik penelitian dilakukan dengan menguraikan tiga elemen pembentuk metafora menurut Taylor, yaitu pebanding, pembanding, dan persamaan keduanya. Medan makna mengacu pada pembanding yang menjadi kiasan, sedangkan pebanding adalah objek yang dideskripsikan. Pembanding diklasifikasi berdasarkan sembilan jenis pembanding Haley. Berdasarkan tinjauan terhadap buku syair Diwan Imam Syafi`iy, ditemukan tujuh jenis pembanding metafora, yaitu being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, dan animate.
STRUKTUR WACANA DALAM RITUAL NYADRAN AGUNG DI KABUPATEN KULON PROGO Desy Rufaidah; Octavian Muning Sayekti
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.93 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.169

Abstract

This study aims to describe the discourse structure used in Nyadran Agung ritual which was held in Kulon Progo District. The data of the research are words (utterances) and material elements in the ritual. The data are collected through observation and in-depth interview. The collected data are validated using key informant review, source triangulation and method. To analyze the data, the researchers perform interactive analysis technique and Teun Van Dijk’s model of discourse analysis. The result shows that discourse structures of Nyadran Agung ritual are divided into macro structure, superstructure, and micro structure. The macro structure covers social-culture, religious value, tolerance, and mutual assistance. The superstructure covers pre-preface, preface, content, and closing. The micro structure is observed from the sentence types used during the ritual which covers declarative and imperative (politeness, request, hope, and invitation) sentences.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur wacana ritual Nyadran Agung di Kabupaten Kulon Progo. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata (tuturan) dan unsur material dalam ritual Nyadran Agung. Data diperoleh dengan observasi dan wawancara mendalam. Data yang telah diperoleh divalidasi dengan review informan kunci, triangulasi sumber, dan metode. Data yang telah divalidasi dianalisis dengan teknik analisis interaktif dan model analisis wacana Teun Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur wacana dalam ritual Nyadran Agung terbagi menjadi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Struktur makro ritual Nyadran Agung, yaitu sosial-budaya, religius, toleransi, dan gotong royong. Superstruktur dalam ritual Nyadran Agung terbagi menjadi empat bagian, yaitu prapendahuluan, pendahuluan, isi, dan penutup. Struktur mikro dilihat dari jenis kalimat, dalam ritual Nyadran Agung ditemukan kalimat deklaratif, imperatif (santun, permintaan, harapan, dan ajakan).
ANEKDOT TENTANG KEKUASAAN DAN MENTALITAS DALAM CERKAK “KURSI” DAN “LEDHEK” KARYA KRISHNA MIHARJA (ANECDOTE ABOUT AUTHORITY AND MENTALITY IN CERKAK “KURSI” AND “LEDHEK” BY KRISHNA MIHARJA) Yohanes Adhi Satiyoko
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.16 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.203

Abstract

Penelitian “Anekdot tentang Kekuasaan dan Mentalitas dalam Cerkak ““Kursi”” dan ““Ledhek”” karya Krishna Miharja” berusaha melihat bagaimana dialektika individu dengan dunia sosial budaya mereka melalui tokoh utama  Den Lurah dan Ledhek Kuning dalam memperoleh dan menjalankan fungsi sosial mereka. Tujuan penelitian ini ialah menjelaskan dialektika antara tokoh-tokoh cerita tersebut dan dunia sosial budaya mereka melalui tiga momen simultan, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi dalam kerangka sosiologi pengetahuan Peter Berger. Pembahasan dilakukan dengan pembacaan terhadap kedua cerkak tersebut melalui perwatakan tokoh, latar, dan alur, kemudian menemukan tipifikasi atau perlambangan fungsional yang dapat ditafsirkan menjadi sebuah simpulan yang dapat dipaparkan menjadi sebuah ekspresi dialektis dalam momen eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi tokoh utama dengan dunia sosial budayanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh utama tersebut tidak melakukan interaksi yang benar dalam momen eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi dengan dunia sosial budaya mereka sehingga perjalanan karir mereka berakhir tragis.Research about “Anecdote about Authority and Mentality in Cerkak “Kursi” and “Ledhek” by Krishna Miharja” tries to reveal the dialectic between individuals and their social cultural world through the main character, Den Lurah and Ledhek Kuning in obtaining and running their social functions. The research aims to explain dialectic between those main caharacters and their social cultural through three simultant moments, externalization, objectivation, and internalization in the frame of sociology of knowledge by Peter Berger. The discussuin is conducted by reading to those two cerkaks (Javanese short stories) through characterization, setting, and plot, then by finding functional typifications to be expressed as dialectic expression in moments of externalization, objectivation, and internalization between the main characters and their social cultural worlds. The result shows that those two main characters do not interact properly in the moment of externalization, objectivation, and internalization with their social cultural worlds. It then impacts their carreer to tragic ending.
DWILINGGA SALIN SUARA DALAM BAHASA INDONESIA Sariah Sariah
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.38 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.198

Abstract

This article is focusing on reduplication with sound change (dwilingga salin suara) in Indonesian language to find out its types, meanings, and uses in sentences. It aims at describing them. The research data is sourced from the Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV by using  the descriptive methods. Data acquisition is realized by using the technique to see and note. Data analysis uses interactive model: data reduction, data presentation, and verification. This article uses several approaches, namely Kridalaksana’s (2009: 89—90), Verhaar’s (2001: 80), and Alwi et al.’s (2003: 191,132,238) about reduplications in Indonesia, especially the ones that are followed by the sound change (dwilingga salin suara). The result shows that it has four types, namely (1) the change of vowal phonemes; (2) the change of consonant phonemes; (3) the addition of lexemes, and (4) the addition of infixes. The reduplication with sound change of the change of vowal phonemes is dominated by the forms of a-i, a-u, and oa-ai. The meanings indicate variety, sound mimic, quality, and situation.Penelitian ini mengkaji dwilingga salin suara dalam bahasa Indonesia dengan pokok masalah jenis, makna, dan penggunaannya dalam kalimat. Tujuan penelitian ini menjelaskan jenis, makna, dan penggunaan dwilingga salin suara. Data penelitian bersumber pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV. Data diperoleh dengan metode simak, teknik catat. Analisis data menggunakan model interaktif, yaitu reduksi data, sajian data, dan verifikasi.Ancangan penelitian ini menggunakan konsep dwilingga salin suara dalam bahasa Indonesia seperti yang diajukan oleh Kridalaksana (2009: 89--90),Verhaar (2001: 80) dan Alwi et al. (2003: 191,132, 238). Kajian ini menemukan bahwa dwilingga salin suara terdiri atas empat bentuk, yaitu (1) perubahan fonem vokal, (2) perubahan fonem konsonan, (3) penambahan leksem, dan (4) penambahan infiks. Dwilingga  salin suara dengan perubahan fonem vokal didominasi bentuk a-i, a-u, dan o a – a i. Dwilingga salin suara dapat bermakna banyak/bermacam-macam, tiruan bunyi, kualitas, dan keadaan.
REPRESENTASI MASKULINITAS DALAM MUSEUM IBU (MASCULINITY REPRESENTATION ON MUSEUM IBU) Resti Nurfaidah
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.409 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.170

Abstract

Museum Ibu was an antology of  Gusti Trisno’s short stories. It consisted of few showcases of adult female representations on different spots from male gaze of I (male) or other male characters. This paper was written to explore adult female representations from male gaze. The purpose  was to reveal the representation of adult female characters, both as mothers or alternative mothers, based on male gaze of I or other male characters. The exploration was based on culture studies that used many concept: Freud’s oedipal, Beynon masculinity, Lakoff and Johnson’s  metaphoric. Method which was used: comparative descriptive analysis towards metaphorical data on Museum Ibu. The result revealed that I and other male characters found on the data were representation of oedipal men. They had highly dependence to the surroundings adult female charactershiding from their lack of  parts of their own masculinity.Museum Ibu merupakan buku kumpulan cerpen karya Gusti Trisno yang terdiri atas beberapa etalase penggambaran sosok perempuan dewasa dalam kedudukan yang berbeda dari sudut pandang maskulin (male gaze). Penelusuran tentang sosok ibu tersebut dilakukan dengan cara pandang culture studies dengan menggunakan beberapa konsep gender, terutama maskulinitas dari Beynon dan beberapa pakar lain untuk menelaah bagaimana aspek gender berperanan penting dalam kehidupan tokoh maskulin yang membakukan pandangan bawah sadarnya pada sosok perempuan dewasa di sekitarnya.  Analisis tentang konflik gender dilakukan pada data-data metaforis pada sumber data secara konseptual khas Lakoff dan Johnson. Metode penelitian yang digunakan di dalam makalah ini adalah analisis deskriptif melalui tahapan kepustakaan dan wawancara dengan penulis. Kesimpulan sementara dari penelitian ini adalah tokoh aku dan tokoh maskulin yang terdapat dalam sumber data tersebut merupakan representasi laki-laki oidipal yang sangat bergantung pada lindungan dan kehadiran perempuan-perempuan dewasa di sekitarnya untuk menutupi kelemahan maskulinitas yang ada dalam dirinya. 
FENOMENA PENGGUNAAN UNGGAH-UNGGUH BASA JAWA KALANGAN SISWA SMK DI SURAKARTA Bagus Wahyu Setyawan
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.282 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.200

Abstract

Globalization era will bring negative impact if it does not be treated properly, particularly for young generation. Most students do not know how to admire others, particularly when they interact with others. This condition can be witnessed in the use of the language use of students in SMK in Surakarta who still do not understand the proper style of Javanese language.  This research aims to describe and explain about the phenomena of Javanese language style use of SMK in Surakarta. Data source is obtained from observation and in-depth interview. The result shows that there are still many mistaken use among the students. It is stimulated by the lack of habit of the students in using kromo inggil by parents, the lack of relationship among school, parents, and society. There is also the lack of educational model about appropriate unggah-ungguh basa. It shows that there is still found the use of mistake unggah-ungguh basa among students.Era globalisasi apabila tidak disikapi secara bijak akan membawa dampak negatif, utamanya bagi para pemuda. Banyak siswa yang tidak mengerti mengenai cara menghormati orang lain, utamanya ketika berinteraksi dengan mitra tutur. Hal ini terlihat dari penggunaan bahasa siswa di SMK di Surakarta yang masih belum memahami ragam bahasa Jawa yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai fenomena penggunaan ragam bahasa Jawa siswa SMK. Sumber data berupa penggunaan ragam bahasa Jawa di beberapa SMK di Surakarta. Proses pengambilan data dengan observasi dan wawancara mendalam. Dari hasil penelitian ditemukan masih banyak kesalahan penggunaan ragam bahasa di kalangan siswa. Penyebabnya ialah siswa tidak dibiasakannya berbahasa krama inggil oleh orang tua, kurangya kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. Juga belum adanya model pendidikan mengenai unggah-ungguh basa yang dirasa cocok. Dengan demikian, masih banyak ditemukan penggunaan unggah-ungguh basa yang keliru di kalangan siswa.
RANAH PESAN PADA PAPAN PETUNJUK DI OBJEK WISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Wening Handri Purnami
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.78 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.205

Abstract

This study discusses the use of language on sign boardin tourist object of  DIY.The language on the sign board is interesting to study based on the message domain because it shows peculiarities in language usage. The study aims to describe the form of the message and the realization of speech acts. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The approach is socio-pragmatic, namely registers and pragmatics. The results of the study produce three messages, namely (1) form of'prohibition', (2) form of invitation, and (3) form of suggestion. The three forms of the message have unique vocabularies. Realizations of speech acti imply direct messages and indirect messages.Kajian ini membahas penggunaan bahasa pada papan petunjuk di objek wisata DIY. Bahasa pada papan petunjuk menarik untuk dikaji berdasarkan ranah pesan karena memperlihatkan kekhasan dalam pemakaian bahasa. Kajian bertujuan mendeskripsikan bentuk ranah pesan dan wujud tindak tutur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan bersifat sosiopragmatik, yaitu register dan pragmatik. Hasil dari kajian menghasilkantiga pesan, yaitu (1) bentuk ‘melarang’, (2) bentuk ajakan,dan (3) bentuk menyarankan. Ketiga bentuk pesan tersebut memiliki kekhasan kosakata. Wujud tindak tutur menyiratkan pesan langsung dan pesan tidak langsung.
EKRANISASI NOVEL KE FILM SURGA YANG TAK DIRINDUKAN 2 DENGAN KAJIAN INTERTEKS Siti Fadilla; Sulaiman Juned; Nursyirwan Nursyirwan
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.637 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.172

Abstract

This research to describe and discuss the changes and processes intertext fundamental ekranisasi of the novel to film Surga Yang Tak Dirindukan 2. The adaptation of the novel to the film raises some significant changes. The results of the author's interpretation of the novel with Director resulted in a difference in the way the different point of view. The process of ekranisasi the novel to film Surga Yang Tak Dirindukan 2 seen aspect of penciutan, additions, and changes. With plots, characters, and the setting in the novel to the film. The method of this research is qualitative deskriprif. The research in the form of the novel and film Surga Yang Tak Dirindukan 2. The results of this study indicate that the change of character, plot, and background covering shrinkage, addition and change varies. The process of change is the result of the novel accranation to the movie Surga Yang Tak Dirindukan 2.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membahas perubahan interteks yang mendasar dari novel ke film Surga Yang Tak Dirindukan 2. Adaptasi  novel ke film menimbulkan beberapa perubahan yang signifikan. Hasil interpretasi penulis novel dengan sutradara mengakibatkan perbedaan cara pandang yang berbeda. Proses ekranisasi novel ke film Surga Yang Tak Dirindukan 2 dilihat dari aspek penciutan, penambahan, serta perubahan bervariasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menganalisis melalui studi kepustakaan. Data Penelitian ini berupa novel dan film Surga Yang Tak Dirindukan 2. Teknik analisis data dilakukan dengan mengindentifikasi dan menemukan data yang meliputi unsur intrinsik pada novel dan film. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa adanya perubahan tokoh, alur, dan latar yang meliputi penciutan, penambahan serta perubahan bervariasi. Proses perubahan tersebut akibat dari ekranisasi novel ke film Surga Yang Tak Dirindukan 2.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU PANDANGAN ORANG MELAYU TERHADAP ANAK KARYA TENAS EFFENDY (CONCEPT OF CHARACTER BUILDING IN THE BOOK PANDANGAN ORANG MELAYU TERHADAP ANAK BY TENAS EFFENDY) Sri Sabakti
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.16 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.193

Abstract

This study aims to reveal and describe concept of character building in Riau Malay community. The problem that will be studied is what character building contained in the book Pandangan Orang Melayu terhadap Anak (Malay View of Children) and how the character education is related to the sociocultural life of the Riau Malay community. The method used in this study is a qualitative method with descriptive approach. The qualitative method is carried out by interpreting the text and presenting it in the form of a description. The quality of interpretation in qualitative methods is associated with the nature of social facts. Therefore, this study also uses the sociology of literature theory. The source of the data in this study is the book of Pandangan Orang Melayu terhadap Anak (Malay Views on Children). The result shows that the concept of character building in Riau Malay culture does not only teach character to children but also to parents towards children. Based on the sociology of literature approach, it can also be seen that character building for children in Riau Malay culture is closely related to customs and culture characterized by Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan mendeskripsikan konsep pendidikan karakter pada masyarakat Melayu Riau. Masalah yang akan diteliti adalah pendidikan karakter apa saja yang terdapat dalam buku Pandangan Orang Melayu terhadap Anak dan bagaimana kaitan pendidikan karakter yang tergambarkan dalam buku tersebut dengan kehidupan sosiobudaya masyarakat Melayu Riau. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode kualitatif dilakukan dengan cara penafsirkan teks dan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Kualitas penafsiran dalam metode kualitatif dikaitkan dengan hakikat fakta-fakta sosial. Oleh karena itu, penelitian ini juga menggunakan teori sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku Pandangan Orang Melayu terhadap Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter dalam budaya Melayu Riau tidak hanya mengajarkan budi pekerti kepada anak, tetapi juga mengajarkan budi pekerti kepada orang tua terhadap anak. Berdasarkan pendekatan sosiologi sastra juga dapat diketahui bahwa pendidikan karakter kepada anak dalam budaya Melayu Riau berkaitan erat dengan adat dan budaya yang bercirikan Islam. 

Page 1 of 2 | Total Record : 13