cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 345 Documents
LEKSIKON EKOAGRARIS DALAM BUDAYA PERTANIAN MASYARAKAT KECAMATAN SUMUR KABUPATEN PANDEGLANG Odien Rosidin; Asep Muhyidin
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.739 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.883

Abstract

The purpose of this study is to explain (1) the lexicon of the process of cultivating rice fields; (2) the process lexicon after harvesting rice; and (3) the lexicon of agricultural tools within the scope of agricultural culture in the Sumur sub-district community, Pandeglang district. This article is derived from the results of research with a descriptive qualitative approach using an ethnographic method based on ecolinguistic theory. Data were obtained from the results of participant observations and interviews with informants as many as 23 people who live in seven villages. The findings of this study are as follows: (1) the lexicon of the process of cultivating rice fields in the form of monomorphemic words; affixed polymorphemic words involving prefixes and confixes and reduplication results; and a combination of two words; (2) the process lexicon after harvesting rice in the form of affixed polymorphemic words involving prefixes and confixes; and a combination of two words; and (3) the lexicon of agricultural tools in the form of monomorphemic words; affixed polymorphemic words involving suffixes; and a combination of two words.Penelitian ini betujuan menjelaskan (1) leksikon proses penggarapan sawah; (2) leksikon proses setelah memanen padi; dan (3) leksikon alat-alat pertanian dalam lingkup budaya pertanian di lingkungan masyarakat Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Artikel ini berasal dari hasil penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan ancangan metode etnografis yang berbasis pada teori ekolinguistik. Data diperoleh dari hasil observasi partisipan dan wawancara kepada informan sebanyak 23 orang yang berdomisili di tujuh desa. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, leksikon proses penggarapan sawah berupa kata monomorfemis; kata polimorfemis hasil afiksasi yang melibatkan prefiks dan konfiks atau reduplikasi; serta gabungan dua kata. Ketiga, leksikon proses setelah memanen padi berupa kata polimorfemis hasil afiksasi yang melibatkan prefiks dan konfiks serta gabungan dua kata. Ketiga, leksikon alat-alat pertanian berupa kata monomorfemis; kata polimorfemis hasil afiksasi yang melibatkan sufiks dan gabungan dua kata.
BAHASA SENSASIONAL DALAM PEMBERITAAN MEDIA (SENSATIONAL LANGUAGE IN MEDIA REPORTING) Emmy Poentarie
Widyaparwa Vol 43, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.436 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i2.110

Abstract

Tugas jurnalisme adalah menyampaikan realitas kebenaran kepada masyarakat. Dalam rangka menyampaikan realitas tersebut, jurnalistik membutuhkan bahasa. Agar realitas dapat dipahami dengan baik maka bahasa jurnalistik seyogianya sederhana dan mudah dimengerti. Namun demikian, para jurnalis seringkali menggunakan ragam-bahasa sensasional guna menarik perhatian pembaca. Akibatnya, realitas tidak hanya bias, tapi juga menjadi sensasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk sensasionalisme yang muncul dalam pemberitaan, menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensasionalisme muncul melalui bahasa dramatik, emosionalisme, dan detil bahasa. Ketiganya digunakan untuk menimbulkan berita yang sensasional. Baik di suratkabar Kedaulatan Rakyat maupun Koran Sindo, berita yang mengandung sensasionalisme cukup tinggi. Di suratkabar Kedaulatan Rakyat, sensasionalisme mencapai lebih dari 43%. Sementara itu, di Koran Sindo, berita yang mengandung sensasionalisme bahkan lebih banyak dibandingkan dengan berita yang tidak mengandung sensasionalisme. Di antara bentuk-bentuk sensasionalisme yang ada, emosionalisme menjadi yang paling menonjol. Journalism duty is to convey the reality of the truth to the public. In order to address this reality, journalism requires language. To understand the reality well, language of journalism ought to be simple and easy to understand. However, journalists often use variety of sensational languages ?? to attract reader attention. Consequently, the reality is not only bias, but also be sensational. This study aims to find out forms of sensationalism exposed in the news by using a quantitative approach and content analysis method. The results showed that sensationalism emerged through dramatic language, emotionalism, and language details. All of them are used to generate sensational news. News containing sensationalism both in Kedaulatan Rakyat newspaper and Koran Sindo newspaper is high enough. In the Kedaulatan Rakyat newspaper, sensationalism reached more than 43%. Meanwhile, news sensationalism in the Koran Sindo, in fact, is more than the news that does not contain sensationalism. Among the existing forms of sensationalisms, emotionalism is the most prominent.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK UNTUK MEMULAI PROGRAM VAKSINASI COVID-19 DI INDONESIA: ANALISIS MULTIMODAL KEBAHASAAN Vilya Lakstian Catra Mulia
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.389 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.982

Abstract

The discovery of Covid-19 vaccine gives opportunity to people for getting better immunity. However in its presence, Covid-19 vaccine is faced with some worries about its contents. The Indonesian Ministry of Religious Affairs and The Ministry of Health had role in constructing people’s belief towards the vaccine’s safety and halal so that vaccination program would be done soon. Various ways were applied, including using social media. Through this research, the researcher collected the data from the data source in the form of multimodal documents which were from the official accounts by the Ministry of Religious Affairs and Health in Facebook for socializing the first Covid-19 vaccine received by Indonesia, Sinovac. The research was done by linguistic multimodal analysis along with Systemic Functional Linguistics (SFL) and social photography approaches. The collected data had fulfilled the criteria formulated by the researcher. Using interpersonal and textual analysis with SFL, the researcher discusses how socialization applied by those two ministries implementing texts for building relation between the ministries and practicing communication strategy. Supported by social photography analysis, constructing belief visually is formed from the findings of subject’s position, eye contact, and camera shot. This research finally does not only give scientific study of language, but also connect it with the technique of implementing visual communication.Ditemukannya vaksin Covid-19 memberikan peluang kepada masyarakat untuk memperoleh imunitas yang lebih baik. Namun, di awal penemuannya, vaksin Covid-19 dihadapkan pada sejumlah keraguan atas kandungannya. Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia berperan besar dalam membangun kepercayaan publik terhadap keamanan dan kehalalannya sehingga program vaksinasi dapat segera dilakukan. Beragam cara dilakukan termasuk melalui media sosial. Melalui penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dari sumber data dokumen multimodal, yaitu postingan visual dari akun resmi Kemenag dan Kemenkes di Facebook dalam menyosialisasikan vaksin Covid-19 pertama yang diterima Indonesia, Sinovac. Penelitian dilakukan dengan analisis multimodal kebahasaan dengan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) dan fotografi sosial. Data yang diperoleh telah memenuhi kriteria yang diformulasikan oleh peneliti. Melalui analisis makna interpersonal dan tekstual dengan LSF, peneliti membahas bagaimana sosialiasi yang dilakukan Kemenag dan Kemenkes  mengimplementasikan teks untuk membangun relasi antarkedua lembaga tersebut dan strategi komunikasi yang dijalankan. Dengan dukungan analisis fotografi sosial, membangun kepercayaan secara visual dibentuk dari hasil posisi subjek, kontak mata, serta bidikan kamera. Penelitian ini akhirnya tidak hanya memberikan kajian ilmiah terhadap bahasa saja, tetapi juga mengaitkannya dengan teknik kerja komunikasi visual
ELEGI BUAT AGAMEMNON: TAFSIR SEMIOTIK SAJAK Y.S. AGUS SUSENO Jamal T. Suryanata
Widyaparwa Vol 38, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.591 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i1.5

Abstract

Berdasarkan perspektif semiotik, puisi merupakan bentuk aktivitas bahasa dan berfungsi sebagai sistem tanda. Puisi "Elegi Buat Agamemnon" yang ditulis oleh Y.S. Agus Suseno dianalisis menggunakan pendekatan semiotik yang mempunyai dua proses pembacaary yaitu heuritstik dan hermeneutik seperti dikemukakan oleh Michael Riffaterre. Pendekatan semiotik tersebut menguak arti/makna hermeneutik dalam menemukan pola pikir penulis tentang filsafat. Based on semiotics perspective, poetry is one of language activity forms and functions as a meaningfull signs systems. Poetry "Elegi Buat Agamemnon" written by Y.S. Agus Suseno was analyzed by semiotics approach that had two reading process, namely heuristic and hermeneutic reading by Michale Riffaiterre. The semiotic approach had revealed the hermeneutic meaning in finding philosophical thinking of the writer.
SEMANGAT AGRARIS DALAM ANTOLOGI GEGURITAN ALAM SAWEGUNG KARYA SUDI YATMANA (AGRARIAN SPIRIT IN ALAM SAWEGUNG GEGURITAN ANTOLOGY WORKS BY SUDI YATMANA) Dhanu Priyo Prabowo
Widyaparwa Vol 45, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.857 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v45i1.142

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada geguritan-geguritan di dalam buku antologi berjudul Alam Sawegung (2010) karya Sudi Yatmana. Geguritan-geguritan yang dipilih dari antologi tersebut berupa tiga geguritan berjudul Paman Tani Jawa Purwa (Paman Tani Jawa Kuna), Nandur Pari Jero (Menanam Padi Jero), dan Panen (Panen). Dari hasil kajian pustaka yang relevan dengan penelitian ini, ketiga geguritan itu sama sekali belum pernah dilakukan. Puisi-puisi itu diteliti karena memiliki kekuatan dan keunikan di dalam mengungkapkan masalah kejawaan yang berkaitan dengan budaya dunia pertanian (padi) di Jawa. Dalam realitas kehidupan masa kini, budaya tani tersebut mengalami tantangan berupa pergeseran orientasi akibat perkembangan zaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengungkapkan gambaran perubahan orientasi dunia petani Jawa di tengah arus perkembangan zaman melalui tiga geguritan tersebut. Teori yang digunakan adalah teori semitiok dari Riffaterre yang memandang puisi dari makna (signifiacane) dan arti (meaning) dan teori ekokritik ecocriticism yang memandang puisi sebagai representasi dari kesadaran terhadap lingkungan dan budaya. Penelitian sastra adalah riset pustaka. Oleh karena itu, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sejajar dengan teori yang dipilih untuk mengungkapkan makna dan arti ketiga geguritan tersebut sehingga diketahui bahwa geguritan-geguritan yang diteliti sebagai ruang mental/kebudayaan. Dengan langkah tersebut, dapat ditemukan jawabahan dari tujuan penelitian ini.This study focuses on geguritans in the anthology titled Alam Sawegung (2010), by Sudi Yatmana. Geguritans are selected from three anthologies titled "Paman Tani Jawa Purwa" (Old Javanese Uncle Farmer), "Nandur Pari Jero" (Planting Rice Jero), and "Panen" (Harvest). The result of relevant literature review to this study shows that a study of three geguritans has not done yet.The poems are studied because they have strength and uniqueness in revealing Javanese issues related to agriculture culture (rice) in Java. In today life reality, the peasant culture faces challenge of orientation shift due to era changing. Therefore, this research aims to reveal the picture of Javanese farmers orientation changing world in the midst of the times in the three geguritans. Riffaterre semiotics theory viewing poetry of significance and meaning is used in this research. Ecocriticism theory of literature viewing poetry as representation of envirionmental and cultural conciosness is also used in this study. The study of literature is a research library. The research method used is parallel to the chosen theory in order to express meaning and significance of the three geguritans. Therefore, it can be found out that geguritans as a mental space / culture. Through these steps, the answer of research aim can be fulfilled.
TINDAK PERINTAH DALAM WACANA KELAS: KAJIAN STRATEGI BERTUTUR DI MADRASAH TSANAWIYAH ALKHAIRAAT PALU Ali Karim
Widyaparwa Vol 39, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.989 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v39i2.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi tindak perintah dalam wacana kelas, meliputi (1) strategi perintah guru dan penerapannya terhadap siswa, (2) strategi perintah siswa dan penerapannya terhadap guru, dan (3) strategi perintah siswa dan penerapannya terhadap sesama siswa . Dari analisis data ditemukan bahwa strategi tindak perintah guru dan penerapannya terhadap siswa meliputi strategi langsung dan tidak langsung. Strategi langsung mencakup strategi, yaitu (1) perintah biasa, (2) perintah dengan argumen, dan (3) perintah dengan keharusan. Strategi tidak langsung disampaikan lewat cara deklaratif dan interogatif. Sementara itu, dalam percakapan antara siswa kepada guru, tindak perintah disampaikan lewat strategi tidak langsung. Kedua, dalam percakapan sesama siswa, tindakan perintah disampaikan lewat strategi langsung.This research aims at describing the strategy of command action in classroom discourse, covering (1) the teacher's command strategy and its application toward students, (2) the students' command strategy and its application towards teacher, and (3) the students' command strategy and its application toward the classmates. From the analysis of the data, it is found that the strategy of the teacher's command action and its application toward the students involve both direct and indirect strategies. The direct strategy includes (1) common command strategy, (2) direct command with argument, and (3) direct command with obligation. The indirect strategy is delivered in declarative and interrogative modes. Meanwhile, in the conversation between students and teacher, the command actions are delivered in indirect strategy. Secondly, in the conversation among students, the command actions are deliavred in direct strategy.
KARAKTERISTIK FONEM BAHASA CIACIA DIALEK MBAHAE Aji Prasetyo; Firman A.D.
Widyaparwa Vol 41, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3154.518 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i1.66

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan fonologi dalam bahasa Ciacia dialek Mbahae yang dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Buton yang lebih dikhususkan pada fonem segmentalnya. Aspek-aspek yang diteliti ialah karakteristik fonem vokal, konsonan, dan diftong bahasa Ciacia yang diuraikan dalam bentuk inventarisasi bunyi dan pembuktian fonem. Cabang linguistik yang mempelajari variasi-variasi bahasa dengan memperlakukannya sebagai struktur yang utuh disebut dialektologi (Kridalaksana , 2008:42). Metode dalam penelitian ini bersifat kualiiatif deskriptif yang menjelaskan karakteristik fonem bahasa Ciacia dialek Mbahae. Teknik analisis yang digunakan ialah analisis pasangan minimal untuk menentukan status fonem dan selanjutnya dapat ditentukan alofon dari fonem-fonem tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan sebanyak 48 fonem segmental. Keempat puluh delapan fonem segmental tersebut terdiri atas 12 bunyi vokal, 25 bunyi konsonan, dab 11 bunyi diftong. Fonem-fonem vokal lebih bervariasi dibandingkan dengan fonem konsonan dan diftong. This research describes phonology in dialect Mbahne of Ciacia language which used by people in Buton regency, and more specified to its segmental phoneme. There are some aspects which studied in this case thaat are characteristic of vowel, consonant, and diphthong in Ciacia language that explained in the form of speech sound inventory and phoneme authentication. Branch of linguistics that studies language variations by treating it as unified structure called dialectology (Kridnlaksana, 2008:42).This research was used descriptive qualitative method to explain characteristic phoneme in Mbahe dialect of Ciacia language. This research was done by using minimal pair analysis to determine phoneme status and further more can be determined allophones of those phonemes. Based on the result of the analysis is found 48 segmental phonemes. Forty-eight segmental phonemes consist of 12 vowels, 25 consonants and 11 diphtongs. Phonemes of vowels have more variations than consonants and diphtongs.
EKSISTENSI CERITA SI PITUNG PADA ANAK-ANAK MASYARAKAT BETAWI Tri Amanat
Widyaparwa Vol 47, No 2 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.037 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i2.322

Abstract

This study seeks to trace the existence of the Si Pitung story among Betawi children and to find variants that exist through interviews with Betawi figures who are considered to understand about this story. This research was a qualitative descriptive-analytic study with a sociological approach and literary reception. Data collection is done by observation, interviews, and questionnaires. There were seven-figure informants about the variant of the story and 105 Betawi children as questionnaire informants. Child informants came from; Setu Babakan, Rawa Belong, and Marunda. The results showed that 94% informants said they knew "Pitung". The role of family and environment is important in transmitting Si Pitung tale. The role of community leaders and school libraries is still considered important as a source of knowledge about Si Pitung. Si Pitung is real is believed by 99% of informants. The film plays a major role in the formation of images related to the physical form of Si Pitung. They hope that the government, the private sector, and the media will play a significant role in helping preserve Si Pitung's tale. Based on information from seven-figure it’s found variants of the story which include; (1) the origin of Si Pitung (place of birth and original name), (2) resistance or struggle areas of Si Pitung, (3) physical and magic powers of Pitung, (4) cause of death and grave location of Si Pitung, and (5) the predicate of Si Pitung.Penelitian ini berusaha menelusuri eksistensi cerita Si Pitung di kalangan anak-anak Betawi serta varian yang eksis melalui wawancara dengan tokoh-tokoh yang memahami seputar cerita ini. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif analitik dengan pendekatan sosiologi sastra dan resepsi sastra. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, dan kuesioner. Informan seputar varian cerita ada tujuh tokoh dan informan kuesioner sejumlah 105 anak Betawi. Informan anak berasal dari daerah permukiman Betawi; Setu Babakan, Rawa Belong, dan Marunda. Hasil penelitian menunjukkan 94% informan menyatakan “tahu” Si Pitung. Peran keluarga dan lingkungan penting dalam transmisi cerita Si Pitung. Peran tokoh masyarakat dan sekolah/perpustakaan masih dianggap vital sebagai sumber pengetahuan perihal Si Pitung. Si Pitung adalah nyata diyakini oleh 99% informan. Film berperan besar dalam pembentukan imaji wujud fisik Si Pitung. Mereka berharap pemerintah, swasta, dan media lebih berperan membantu pelestarian cerita Si Pitung. Berdasar informasi dari tujuh tokoh ditemukan varian-varian cerita yang meliputi; (1) asal-usul Si Pitung (tempat lahir dan nama asli), (2) lokasi perlawanan atau perjuangan Si Pitung, (3) fisik dan ilmu/kesaktian Si Pitung, (4) penyebab kematian dan lokasi makam Si Pitung, serta (5) predikat Si Pitung  
WACANA PESAN SINGKAT IKLAN PENAWARAN PINJAMAN Wening Handri Purnami
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.905 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.905

Abstract

Advertising media is one of the means that is considered effective in delivering messages. In the era of the development of communication technology, advertisements of loan offers are widely discussed via short messages on mobile phones. This study discusses the discourse of short message advertisements for loan offers. The purpose of this research is to describe the parts of discourse, language use, and speech acts in short message advertisements for loan offers. The study is descriptive qualitative. The data collection was carried out by recording and documenting short messages of loan offer advertisements in January-December 2020. The theories applied in this study are discourse, language use, and aspects of speech acts. In this study, three findings are presented, namely parts of discourse, language use, and speech acts. Firstly, the parts of short message advertisements for loan offers are the beginning, the content, and the end. Secondly, the findings of the language use indicate that the spelling of the short message adverts containing loan offers emphasizes the use of capital letters and abbreviations. Thirdly, speech acts in short messages in loan offer advertisements include expressive, directive, and commissive speech acts.Media iklan merupakan salah satu sarana yang dipandang efektif dalam penyampaian pesan.  Di era perkembangan teknologi komunikasi, memarak diperbincangkan iklan penawaran pinjaman melalui pesan singkat (sms) pada telepon genggam. Penelitian ini membahas wacana pesan singkat iklan penawaran pinjaman. Tujuan penelitian adalah memerikan bagian-bagian wacana, pemakaian bahasa, dan tindak tutur pada pesan singkat iklan penawaran pinjaman. Kajian bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat dan mendokumentasikan pesan singkat iklan penawaran pinjaman pada Januari—Desember 2020. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah wacana, penggunaan bahasa, dan aspek tindak tutur. Dalam penelitian ini dipaparkan tiga temuan, yaitu bagian-bagian wacana, penggunaan bahasa, dan tindak tutur. Pertama, bagian-bagian wacana pesan singkat iklan penawaran pinjaman, yaitu awal, isi, dan akhir. Kedua, temuan penggunaan bahasa menunjukkan ejaan pada pesan singkat iklan penawaran pinjaman menekankan pada penggunaan huruf kapital dan singkatan. Ketiga, tindak tutur pada pesan singkat iklan penawaran pinjaman, mencakup tindak tutur ekspresif, direktif, dan komisif.
STILISTIKA KULTURAL (CULTURAL STYLISTICS) Burhan Nurgiyantoro
Widyaparwa Vol 43, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3736.108 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i1.101

Abstract

Stilistika adalah sebuah disiplin ilmu yang mengkaji fungsi artistik penggunaan bahasa dalam berbagai konteks. Stilistika memberikan penjelasan perihal ketepatan atau ketidaktepatan penggunaan berbagai unsur bahasa dalam sebuah teks. Stilistika berada dalam titik persinggungan studi linguistik, seni, dan kultur. Stilistika kultural merupakan suatu pendekatan yang dipakai dalam kajian gaya sebuah teks yang sarat muatan makna filosofis-kultural. Pemahaman gaya teks akan tepat jilia dilakukan dengan berangkat dan atau mempertimbangkan aspek kultur yang melatarbelalangi. Teks kesastraan yang mengangkat aspek kultural masyarakat, tampaknya lebih tepat jika didekati, dianalisis, atau dipahami dengan pendekatan stilistika kultural. Ada banyak karya sastra Indonesia yang mengangkat latar belakang budaya masyarakat tertentu, misalnya latar belakang budaya Jawa lengkap dengan aspek filosofisnya. Lewat pendekatan ini, makna sebuah teks kesastraan dapat dipahami, digali, dan dijelaskan dengan baik.Stylistics is n discipline that studies artistic function of language use in different contexts, Stylistics provides an explanation regarding the accuracy or inaccuracy of various uses of language elements in t text. Stylistics is in the intersection point of linguistic studies, art, and culture. Culture Stylistics is an approach used in the style study as a text laden with philosophical-cultural significance. Understanding style of text will be appropriate if it is done by starting from and or taking into account the underlying culture. Literary text which raised the cultural aspects of society, it seems more appropriate if it is approached, analyzed, or understood by cultural stylistic approach. There are many Indonesian literatures that elavate certain cultural background, for example Javanese cultural background with its philosophical aspects. Through this approach, the meaning of literary text can be understood, explored, and explained well.

Page 8 of 35 | Total Record : 345