cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 345 Documents
Sampul depan dan belakang NFN Mulyanto
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.966 KB)

Abstract

DIMENSI TRANSENDENSI DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY NFN Fatmawati; NFN Andayani; Raheni Suhita
Widyaparwa Vol 49, No 2 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.928 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i2.425

Abstract

This study aims to describe the dimension of transcendence in the Bumi Cinta novel by Habiburrahman El Shirazy. The data of this research are sentences from the Bumi Cinta novel text which contains a transcendence dimension. The identification of the text of the transcendence dimension, giving meaning, as well as careful exploration of the meaning is carried out using the hermeneutic method. The results of the research are as follows: First, there are three elements of transcendence in the Bumi Cinta novel, namely (1) recognition of human dependence on God seen from worship rituals in the form of prayer and remembrance, (2) there is an absolute difference between God and humans, and (3) the acknowledgment of absolute norms from God that do not come from human reason. Second, the transcendence dimension as the basis for humanization and liberation activities.Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi transendensi dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Data penelitian ini ialah kalimat-kalimat dari teks novel Bumi Cinta yang mengandung dimensi transendensi. Pengidentifikasian teks dimensi transendensi, pemberian makna, serta penggalian cermat atas makna  dilakukan dengan menggunakan metode hermeneutika. Hasil penelitiannya ialah sebagai berikut: Pertama, terdapat tiga unsur transendensi dalam novel Bumi Cinta, yakni (1) pengakuan tentang ketergantungan manusia pada Tuhan dilihat dari ritual ibadah dalam bentuk doa dan zikir, (2) ada perbedaan mutlak antara Tuhan dan manusia, dan (3) pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan yang tidak berasal dari akal manusia. Kedua, dimensi transendensi sebagai dasar kegiatan humanisasi dan liberasi.
REPRESENTASI PESANTREN DALAM NOVEL KARYA PEREMPUAN PENULIS INDONESIA Novi Diah Haryanti; Ahmad Bahtiar; Rosida Erowati; Syihaabul Hudaa
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.824 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.1052

Abstract

Pesantren's life is a topic that is often raised in Indonesian literature. The topic of pesantren is not only written by men but also seen in women's works. This study focuses on Indonesian novels written by women in Islamic boarding schools. This study aims to see the representation of pesantren in women's novels. The research corpuses selected included Perempuan Berkalung Sorban by Abidah El Khaeliqy, Hati Suhita by Khilma Anis, Cahaya Cinta Pesantren by Ira Madan, Akademi Harapan Vita Agustina, and novel by Farahdiba Maria and Maryam. This qualitative descriptive study looks at the characteristics of the pesantren represented by women writers in modern Indonesian novels. The findings of the five novels studied. Namely, two novels (Perempuan Berkalung Sorban and Hati Suhita) represent traditional pesantren. This appears through the symbols and traditions of the santri and the kiai in the novel, such as studying the yellow book, haul, pilgrimage, and sowan. Two novels (Cahaya Cinta Pesantren and Akademi Harapan) represent modern Islamic boarding schools that show modern learning patterns and place students at the story's centre. One novel (Maria and Maryam) represents a flash boarding school. Although each novel represents a different style of pesantren, these novels have the same problem: showing the lives of women in pesantren and the tradition of matchmaking.Kehidupan pesantren menjadi topik yang sering diangkat dalam karya sastra Indonesia. Tak hanya ditulis oleh laki-laki, topik pesantren juga tampak dalam karya perempuan. Penelitian ini berfokus pada novel Indonesia berlatar pesantren yang ditulis oleh perempuan. Penelitian ini bertujuan melihat representasi pesantren dalam novel-novel karya perempuan. Korpus penelitian   yang dipilih di antaranya: Perempuan Berkalung Sorban  karya Abidah El Khaeliqy, Hati Suhita karya Khilma Anis, Cahaya Cinta Pesantren Karya Ira Madan, Akademi Harapan karya Vita Agustina, dan karya Farahdiba berjudul Maria dan Maryam. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode analisis isi, dengan teknik simak catat dilakukan untuk mengumpulan data berupa kutipan dalam novel. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk melihat karakteristik pesantren yang direpresentasikan perempuan penulis dalam novel Indonesia modern. Temuan dari lima novel yang diteliti yaitu, dua novel (Perempuan Berkalung Sorban dan Hati Suhita) merepresentasikan pesantren tradisional. Hal tersebut muncul lewat simbol-simbol dan tradisi yang dilakukan oleh santri dan para kiai dalam novel, seperti mengkaji kitab kuning, haul, ziarah, dan sowan. Dua novel (Cahaya Cinta Pesantren dan Akademi Harapan) merepresentasikan pesantren modern yang memperlihatkan pola pembelajaran modern dan menempatkan santri menjadi pusat cerita, dan satu novel (Maria dan  Mariam) merepresentasikan pesantren kilat. Meskipun setiap novel mewakili corak pesantren yang berbeda, novel-novel tersebut memiliki persamaan masalah yaitu memperlihatkan kehidupan perempuan di pesantren dan tradisi perjodohan.
MELAYU JAWA DAN JAWA MELAYU: SEBUAH DINAMIKA SASTRA TANPA HENTI Sri Widati
Widyaparwa Vol 38, No 2 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1883.312 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i2.15

Abstract

Sastra dari luar, misalnya dari India, Persia, dan Cina telah lama masuk ke ranah sastra Indonesia, bahkan juga menjadi bagian dari sastra Jawa, misalnya Mahabarata, Ramayana, dan Baratayudha (dari India), Menak, Ambiya, Yusup dari Persia, serta Sam Pek Eng Tai dan Sin Jin Kui dari Cina. Kehadiran (naskah-naskah) sastra tersebut dilakukan melalui perpindahan penduduk ke luar daerah asalnya (migrasi) sambil membawa serpihan kekayaan budaya mereka. Di negeri singgahnya, biasanya, mereka beradaptasi dengan saling menunjukkan kebudayaan masing-masing, yang selanjutnya teradaptasi di negeri baru itu. Perjalanan budaya semacam itu dapat terjadi juga pada abad modern ini, misalnya kehadiran guritan karya Noriah Muhammed dan puisi karya Si Zainon Ismail (keduanya dari Malaysia). Perpindahan sastra Jawa (dan Indonesia) keluar negerinya juga melalui perpindahan penduduk atau migrasi, tetapi ada perbedaan pada latar belakang yang mendasarinya karena kondisi dan konsep bernegara masa kini lebih bersistem, yang tidak memungkinkan migrasi secara mudah, dan atau mengajarkan kebudayaan negeri asal secara bebas pula.Literature, such as fronr India, Persia nnd China hed entered to Indonesian literature for long time, even, had become parts of Javannese literature like in Mahabarata, Ramayana, and Baratayudha (from lndia), Menak, Ambiya, Yusuf from Persia and Sam Pek Eng Tai and Sin Jin Kui from Cina. The existence of literature (texts) occurred by the move of inhabitants out from their origins by bringing parts of their culture. In their movement, the inhabitants usually stopped over in countries and had adaptation to local culture. Theiir culture, then, were adapted in the countries they visited. Those cultural phenomena also occurred in literary works in this modern era, like guritan by Noriah Muhammed and poems by Si Zainon lsmail (from Malaysia). Migration of Javanese (and Indonesian) literature out of country occurred through people migration, but there was diffirence on its fundamental background for contemporary condition and governnnce concept that is more systematic. lt does not allow easy migration or not allow teaching tlrc origin culture freely.
EKSPRESI ESTETIK POSMODERNIS DALAM MUSEUM PENGHANCUR DOKUMEN KARYA AFRIZAL MALNA (POSTMODERNIST AESTHETIC EXPRESSION IN AFRIZAL MALNAS MUSEUM PENGHANCUR DOKUMEN) Suyono Suyatno
Widyaparwa Vol 45, No 2 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.068 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v45i2.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap jenis ekspresi estetik posmodernis dalam kumpulan sajak Afrizal Malna Museum Penghancur Dokumen. Masalah yang dibahas adalah jenis-jenis ekspresi estetik posmodernis dan jenis ekspresi estetik posmodernis yang dominan dalam Museum Penghancur Dokumen karya Afrizal Malna tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori posmodernisme. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa skizofrenia merupakan jenis ekspresi estetik posmodernis yang dominan dalam Museum Penghancur Dokumen; selain itu, juga terdapat pastiche dan parodi. Simpulan penelitian ini adalah dominannya skizofrenia secara langsung dan tidak langsung merefleksikan kondisi sosiokultural dan politis masyarakat yang secara umum tengah mengidap skizofrenia, yakni kepribadian terbelah dengan orientasi ganda.This research aims to reveal the type of postmodernist aesthetic expression in the poems anthology by Afrizal Malna, Museum Penghancur Dokumen. The problem discussed are the types of postmodernist aesthetic expression contained in Museum Penghancur Dokumen and the dominant type of posmodernist aesthetic expression in AfrizalMalna's poem. The theory used in this research is postmodernism theory. The method uses qualitative method with hermeneutic approach. The result shows that schizophrenia is a dominant type of postmodernist aesthetic expression in Museum Penghancur Dokumen; besides, there are also pastiche and parody. The conclusion shows that the dominance of schizophrenia directly and indirectly reflects socio cultural and political condition of society who commonly suffered from schizophrenia, a split personality with doubled orientation.
CERPEN 'GENDHIS" KARYA ABIDAH EL KHALIQY DALAM PERSPEKTIF TINDAKAN KOMUNIKATIF HABERMAS Aning Ayu Kusumawati
Widyaparwa Vol 40, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2820.382 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v40i1.51

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan tindakan komunikasi yang ditampilkan oleh Abidah El Khalieqy dalam cerpen "Gendhis" dan sejauh mana tindakan komunikasi dalam cerpen "Gendhis" berdasarkan pada teori tindakan komunikasi Habermas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian menggunakan analisis teks (discourse analysis), yaitu menganalisis cerpen "Gendhis" untuk mengetahui isi dan makna yang terkandung dalam teks dengan teori komunikasi Habermas. Hasil penelitian rnenunjukan bahwa tindakan komunikasi dalam cerpen "Gendhis" memunculkan beberapa aspek, yaitu aspek dominasi, aspek emosi (kemarahan), dan aspek kekerasan. Adapun empat klaim, yaitu kejelasan (comprehensibility), kebenaran (truth), kejujuran (sincerity), dan keadilan (rightness) yang diajukan oleh Habermas ada dalam diri Gendhis, tokoh utama dalam cerpen tersebut, sedangkan tokoh Pak Lurah jauh dari harapan teori tindakan komunikasi Habermas. This research aims to describe communication act as presented bv Abidah El Khalieqy in her short story "Gendhis" and to understand how far the communication act works according to Habermas theory of communication act. This research used descriptive method that is fact searching use proper interpretation. Discourse analysis was used in analyzing "Gendhis" to reveal content and meaning of the work by Habermas' communication theory. The result shows that communication text in "Gendhis" short story contain some aspects, such as domination, emotion, and violence. Otherwise, four claims like comprehensibility, truth, sincerity, and rightness proposed by Habermas works in Gendhis herself, the main character in the short story, but do not work in character of Pak Lurah.
DWILINGGA SALIN SUARA DALAM BAHASA INDONESIA Sariah Sariah
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.38 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.198

Abstract

This article is focusing on reduplication with sound change (dwilingga salin suara) in Indonesian language to find out its types, meanings, and uses in sentences. It aims at describing them. The research data is sourced from the Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV by using  the descriptive methods. Data acquisition is realized by using the technique to see and note. Data analysis uses interactive model: data reduction, data presentation, and verification. This article uses several approaches, namely Kridalaksana’s (2009: 89—90), Verhaar’s (2001: 80), and Alwi et al.’s (2003: 191,132,238) about reduplications in Indonesia, especially the ones that are followed by the sound change (dwilingga salin suara). The result shows that it has four types, namely (1) the change of vowal phonemes; (2) the change of consonant phonemes; (3) the addition of lexemes, and (4) the addition of infixes. The reduplication with sound change of the change of vowal phonemes is dominated by the forms of a-i, a-u, and oa-ai. The meanings indicate variety, sound mimic, quality, and situation.Penelitian ini mengkaji dwilingga salin suara dalam bahasa Indonesia dengan pokok masalah jenis, makna, dan penggunaannya dalam kalimat. Tujuan penelitian ini menjelaskan jenis, makna, dan penggunaan dwilingga salin suara. Data penelitian bersumber pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV. Data diperoleh dengan metode simak, teknik catat. Analisis data menggunakan model interaktif, yaitu reduksi data, sajian data, dan verifikasi.Ancangan penelitian ini menggunakan konsep dwilingga salin suara dalam bahasa Indonesia seperti yang diajukan oleh Kridalaksana (2009: 89--90),Verhaar (2001: 80) dan Alwi et al. (2003: 191,132, 238). Kajian ini menemukan bahwa dwilingga salin suara terdiri atas empat bentuk, yaitu (1) perubahan fonem vokal, (2) perubahan fonem konsonan, (3) penambahan leksem, dan (4) penambahan infiks. Dwilingga  salin suara dengan perubahan fonem vokal didominasi bentuk a-i, a-u, dan o a – a i. Dwilingga salin suara dapat bermakna banyak/bermacam-macam, tiruan bunyi, kualitas, dan keadaan.
PEMANFAATAN MEDIA LIFT THE FLAP BOOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA Yuli Triyanto; Enny Zubaidah
Widyaparwa Vol 49, No 1 (2021)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.832 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v49i1.627

Abstract

This research is about the reading skills of the grade I students and the method is classroom action research by doing classroom study using lift the flap book media. The purpose of the research is to improve the reading skills of the grade I students of SD Negeri Puren Depok Sleman using the lift the flap book media.  Learning to read in grade I SD Negeri Puren is still not in accordance with the expected results.  Evidenced by the results of reading skills, there are still many who have not reached the complete score. The results showed that the use of lift the flap book media can improve student’s reading skills.  This can be seen from the increase in the learning process on each indicator of reading ability.  Students are increasingly interested in learning, and teachers have used other media besides books from school.  The process of learning to read has increased, namely that the average score increase from cycle 1 the score is 76 and in cycle 2 the score is 83. Students whose average scores are above the average increase from cycle 1 by 46.4% and cycle 2 as much as 85%.Penelitian yang dilakukan ini tentang kemampuan membaca siswa kelas 1, dan metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan melakukan pembelajaran didalam kelas menggunakan media lift the flap book. Tujuan penelitian adalah kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Negeri Puren Depok meningkat dengan menggunakan bantuan media lift the flap book. Kegiatan belajar mengajar membaca di SD Negeri Puren kelas I hasilnya masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Terbukti dengan kemampuan membaca masih banyak yang yang nilainya belum sesuai yang diharapkan. Hasil penelitian kemampuan membaca meningkat setelah menggunakan media lift the flap book hal ini dapat diketahui meningkatnya pada proses pembelajaran pada setiap indikator kemampuan membaca. Siswa semakin tertarik mengikuti pembelajaran, dan guru sudah menggunakan media lain selain buku dari sekolah. Proses pembelajaran membaca mengalami peningkatan yaitu nilai rata-rata meningkat dari siklus 1 nilainya 76 dan siklus 2 nilainya 83. Siswa yang nilainya diatas rata-rata meningkat dari siklus 1 sebanyak 46,4% dan siklus 2 sebanyak 85%.
KONDISI POSMODERN DALAM NOVEL DURGA UMAYI Mashuri Mashuri
Widyaparwa Vol 41, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3668.89 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v41i2.77

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masalah keposmoan novel Durga Umayi karya Y.B. Mangunwijaya. Oleh karena itu, digunakan teori dan pendekatan pascastukturalis untuk mengurai kondisi posmodern dalam karya yang terbit pada tahun 1991 itu. Kondisi posmodern dalam novel ditelisik dari straiegi 'bahasa' yang menjadi cara baca kalangan pascastrukturalis. Dengan metode pembacaan yang menitikberatkan pada ikhtiar mengaburkan dan membalik oposisi biner, serta strategi peniadaaan pusat (decentering) dapat dirunut maksud tersembunyi dari teks dan pembongkaran kesadaran kolektif yang selama ini menyusun sejarah, pengetahuan, dan mitos. The root of this study is the posmodernism issue in Y.B Mangunwijaya's novel Durga Umayi. Therefore, poststructuralist theory and approach is used to describe the postmodern condition in the work published in 1991. The novel's postmodern condition is investigated by using 'language' strategy being the poststructuralists' way of reading. By the reading method emphasizing on the efforts of obscuring and reversing the binary opposition, and the decentering strategy, the hidden intention of the text and the disclosure of collective awareness thus far constructing history, science, and mythology can be traced.
MEKANISME PENYELESAIAN KONFLIK TOKOH PEREMPUAN NOVEL 3 SRIKANDI KARYA SILVARANI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Tri Isti Palupi; Kundharu Saddhono
Widyaparwa Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.337 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i1.355

Abstract

The purpose of this research is to describe the mechanism in resolving conflicts that are reflected in the wo-men characters in novel 3 Srikandi by Silvarani. This research is descriptive study with a literary psycholo-gical approach. Collection data techniques used are content analysis. The stages of analysis conducted in this research are; (1) data reduction, sorts out the data that has been collected and groups in to categories. (2) da-ta display, make data analysis and description of each data in each category. (3) conclusion drawing, at this stage the researcher draws conclusions from the analysis that has been done. The results of this research indi-cate that conflict resolving can vary, it depends on the cause of the conflict. The selection of conflict resolving is not only influenced by the causes but also by the individual's personality. In novel 3 Srikandi by Silvarani found several categories of conflict resolving as follows; (1) conflict due to the id that is resolved by the ego. (2) conflicts due to id resolved by superego. (3) conflict due to ego which is resolved by id. (4) conflict due to ego which is resolved by the superego. (5) conflict due to supergo that is resolved by the ego. and (6) conflicts due to superego that are resolved by id.Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan mekanisme penyelesaian konflik yang tecermin dari tokoh perempuan dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani. Penelitian ini termasuk penelitian des-kriptif kulitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni content analisys. Tahapan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu; (1) reduksi data, peneliti memilah-milah data yang telah terkumpul dan mengelompokkan ke dalam kategorinya;  (2) display data, peneliti mulai analisis data dan memberi deskripsi setiap data pada setiap kate-gori; (3) concusion drawing, pada tahap ini peneliti menarik simpulan dari analisis yang telah di-lakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat berbeda-beda. Hal tersebut bergantung pada penyebab konflik itu. Pemilihan penyesaian konflik selain dipengaruhi oleh faktor penyebabnya juga dipengaruhi oleh kepribadian individu itu sendiri. Dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani ditemukan beberapa kategori penyelesaian konflik. Konflik tersebut yakni sebagai berikut: (1) konflik akibat id yang diselesaikan oleh ego; (2) konflik akibat id yang diselesai-kan oleh superego; (3) konflik akibat ego yang diselesaikan oleh id; (4) konflik akibat ego yang dise-lesaikan oleh superego; (5) konflik akibat superego yang diselesaikan oleh ego; dan (6) konflik akibat superego yang diselesaikan oleh id.

Page 7 of 35 | Total Record : 345