cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bestari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "No 22 (1996)" : 9 Documents clear
AL-AFGHANI DAN AKAR-AKAR PEMBAHARUAN POLITIK ISLAM Humaidi, M Nurul
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3082.596 KB)

Abstract

Sebagai seorang tokoh modernism klasik, Al-Afghani dikenal sebagai pemikir dan sekaligus pemimpin politik Islam yang pengaruhnya sangat luas. Ia adalah pemimpin Islam yang pertama kali membangkitkan kesadara umat Islam akan ketertinggalannya serta memberikan semangat perlawanan terhadap kolonialisme Barat. Ia mendiagnosis kelemahan-kelemahan umat Islam, juga menawarkan alternative penyelsaiannya. Pengaruh pemikirannya melahirkan getaran-getaran juat yang kemudian menjiwai revolusi-revolusi kemerdekaan dan anti kolonialisme di kemudian hari.
MASYUMI TENTANG PEJABAT PRESIDEN BILA BERHALANGAN Abdullah, Thajib
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.089 KB)

Abstract

Pada sub. topik bahasan yang berbeda, tentang pejabat presiden bila berhalangan, duusulkan agar ketua kontituante ditunjuk sebagai pejabat yang menjalankan pekerjaan jabatan presiden sehari-hari jika presiden berhalangan. Ini merupakan hasil ijtihad Fraksi Masyumi dalam menyikapi rancunya UUD Proklamasi, UUD RIS, dan UUDS, yang mengatur tentang pengganti presiden bila berhalangan.
DEMOKRASI KE MONARKHI: SUATU KRITIK KEMUNDURAN SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM Ishomuddin, Ishomuddin
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3694.634 KB)

Abstract

Sepeninggal Nabi, kedudukannya sebagai kepala negara yang baru saja di bentuknya digantikan oleh para sahabatnya, khulafa? Al Arrasyidin. Meskipun Nabi SAW, tidak meninggalkan wasiat tentang mekanisme penggantian dirinya, namun generasi pertama para sahabat Nabi dapat melaksanakannya secara demokratis. Sehingga mulai dari Nabi hingga empat khalifah sesudahnya, pemerintahan islam dapat dikatakan bercorak demokrasi. Kekalahan ali atas Muawiyah dalam pertikaian politik yang berkepanjangan telah mengantarkan Muawiyah pada tangga kekuasaan tertinggi. Pada Muawiyah  inilah corak pemerintahan Islam mulai berubah dari Demokrasi ke Monarkhi, inilah yang hendak diuraikan dalam tulisan ini.
MEMBELA NIKMAT YANG DIBERIKAN DEMOKRASI Natsir, M
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2140.906 KB)

Abstract

Demokrasi merupakan suatu nikmat yang harus ditebus dengan perjuangan yang berat. Sebab bukan karunia yang dengan sendirinya sudah terjamin kehidupan sambil berpangku tangan. Ia tidak datang terhidang di atas talam emas, dan dia harus terbuka dengan pengorbanan (dibela, dilindungi, disuburkan, dan diperjaungkan).
PROBLEM NILAI DAN MORALITAS DALAM MODERNISASI PEMBANGUNAN EKONOMI Purwadi, Agus
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5376.392 KB)

Abstract

Di masa Orde Lama, malaose di bidang ekonomi begitu menonjol dan mengundang berbagai kerawanan sosial-politik. Harapan baru dari penataan aspek pembangunan ekonomi yang dicanangkan oleh Orde Baru kemudian, tidak lain untuk mengatasi kelangkaan-kelangkaan sumber daya yang ada dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Asumsi yang melandasi harapan baru ini, tidak lain bahwa kemacetan pembangunan, sebagaimana pada masa Orde Lama adalah adanya kelangkaan modal. Untuk itu sangat beralasan bila kebijakan politik untuk pembangunan ekonomi, diarahkan pada aspek pertumbuhan. Mengikuti asumsi itu pula, ditegaskan bahwa dengan pertumbuhan ekomomi yang mantap, pembangunan di bidang politik, sosial, dan budaya akan tumbuh secara simultan mengikuti pertumbuhan ekonomi nasional.Namun setidak-setidaknya semenjak satu setengah dasa warsa terakhir ini, dimana tingkat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai (mendekati) tujuh persen, justru masalah sosial, politik, keadilan, dan pemerataan semakin manajam. Kesenjangan sosial pun semakin menunjukkan gejalanya yang jauh dari harapan dan asumsi di atas. Mengapa terjadi demikian ?. Tulisan berikut ini, sejauh mungkin berupaya menjelaskan kerangka paradigma-teoritik dari kebijakan pembangunan ekonomi di masa Orde Baru ini, serta beberapa implikasinya.
CITA-CITA AGAMA DALAM UNDANG-UNDANG DASAR Achmad, Z A
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5024.843 KB)

Abstract

Suatu Undang-Undang Dasar dikatak baik, apabila didalamnya memiliki sifat-sifat sebagai berikut: Undang-Undang Dasar merupakan bagian dari bangsanya, dapat melindungi kepercayaan bangsa, membawa jalan ke jalan kebaikan dan kebahagiaan, dan  dapat melindungi dari pemerasan, kesombongan dan kehinaa.
PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MODERN: DARI MONARKHI KE DEMOKRASI Nurhakim, Moh
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3585.212 KB)

Abstract

Kedudukan politik islam yang mengalami kemerosotan tajam menjelang berakhirnya abad pertengahan dan memasuki abad modern membuat kalangan modernis Muslim di negara-negara Islam berkesimpulan bahwa hal itu disebabkan oleh sistem pemerintahan monarkhi absolut yang mengakibatkan rakyat statis dan tidak lagi kreatif seperti masa-masa sebelumnya. Hal itu diperparah lagi oleh imperialisme Barat. Tulisan ini mencoba menjelaskan bagaimana upaya pemikir modern Islam memperkenalkan ide-ide demokrasi ke dunia Islam sebagai alternative atas kemacetan yang melanda dunia Islam.
AKAR PERBEDAAN ISLAM DAN POLITIK DI INDONESIA (TINJAU HITORIS-IDEOLOGIS) Fahri, M
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6013.035 KB)

Abstract

Akar perbedaan Islam dan Politik di Indonesia bermuara pada perbedaan ideologi diantara para father nations. Yaitu ketika bangsa Indonesia sampai pada gerbang kemerdekaan 1945. Adanya perbedaan ideology ini, menjadikan bangsa Indonesia tidak sepi dari persoalan ayng sering kali mengarah pada perpecahan, khusunya pada masa Orde Lama dan awal-awal Orde Baru. Tidak jarang julukan oposan dan pembangkang seringkali dialamatkan kepada umat Islam. Untuk memperkecil perbedaan tersebut, tokoh-tokoh muda Islam tampil mempelopori gerakan Islam Kultural (1970-an), dan dengan segala upayanya mereka meluncurkan Pancasila sebagai ideology. Persoalan-persoalan ini, yang hendak dikaji dalam tulisan ini.
STANDARISASI, SERTIFIKASI, DAN LABELISASI HALAL SERTA PENGAWASANNYA Ibrahim, Jabal Tarik; Rahib, Ainur
Jurnal Bestari No 22 (1996)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3297.682 KB)

Abstract

Munculnya beraneka ragam produk makanan instant, obat-obatan, dan kosmetika akhir-akhir ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi masyarakat. Betapa tidak, umat Islam di Indonesia sebagai konsumen terbesar macam jenis produk tersebut jelas membutuhkan jaminan rasa aman terutama dari segi kehalalan barang-barang yang hendak di konsumsi. Sehingga sertifikasi halal jelas akan memberikan rasa aman bagi mereka. Langkah-langkah untuk  memberikan standarisasi, sertifikat, dan labelisasi halal merupakan langkah maju. Tulisan ini lebih jauh hendak menyoroti proses dan mekanisme sertifikasi tersebut serta bagaimana bentuk-bentuk pengawasannya sekaligus.

Page 1 of 1 | Total Record : 9