cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 154 Documents
Ma`iyyatullāh Kajian Tafsir Tematik Dengan Pendekatan Tasawwuf Sulaeman, Sulaeman; Mattawang, Salehuddin; Tajuddin, Muhammad; Zaftyan A, Angga
Jurnal Tafsere Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v14i1.68425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan ma‘iyatullāh melalui pendekatan tafsir tematik dengan perspektif tasawuf. Fokus penelitian diarahkan pada hakikat, bentuk, dan urgensi ma‘iyatullāh. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan dengan pendekatan ilmu tafsir dan ilmu tasawuf yang disusun menggunakan metode tematik. Data diperoleh dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ma‘iyatullāh, kemudian dianalisis dari berbagai aspek kebahasaan dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma‘iyatullāh adalah kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya secara mutlak tanpa dibatasi oleh ruang, waktu, maupun kondisi tertentu. Ma‘iyatullāh terbagi menjadi dua bentuk, yaitu ma‘iyah ‘āmmah dan ma‘iyah khāṣṣah. Ma‘iyah ‘āmmah merupakan kebersamaan Allah dengan seluruh makhluk-Nya, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, sedangkan ma‘iyah khāṣṣah merupakan kebersamaan Allah secara khusus kepada hamba-hamba yang memenuhi kriteria tertentu, seperti memiliki iman, ihsan, kesabaran, dan ketakwaan. Urgensi ma‘iyatullāh tampak dalam keutamaan yang diperoleh orang-orang yang bersama Allah, berupa pahala, pertolongan, kemenangan, petunjuk, dan cinta-Nya, serta dampak positif berupa kesadaran akan pengawasan Allah dan kemampuan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memahami hakikat ma‘iyatullāh berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an sekaligus menjadi refleksi tentang pentingnya iman, ihsan, kesabaran, dan ketakwaan sebagai jalan menuju kedekatan dengan Allah.
Targib Dan Tarhib Dalam Surah Al-Fatihah: Analisis Penafsiran Muhammad ‘Ali Al-Sabuni Dalam Kitab Safwat Al-Tafasir Harun, Amrullah; Anwar, Anwar; Sudirman, Zulfiyani
Jurnal Tafsere Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v14i1.68787

Abstract

Surah al-Fatihah merupakan surah pembuka al-Qur'an yang memuat pokok-pokok ajaran Islam secara ringkas dan komprehensif. Berbagai penelitian mengenai al-Fatihah umumnya fokus pada aspek teologis, linguistik, maupun metodologi penafsiran para mufasir. Namun kajian yang secara khusus menelaah kandungan targib (motivasi dan harapan) dan tarhib (peringatan dan ancaman) dalam penafsiran Surat al-Fatihah masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi targib dan tarhib dalam Surah al-Fatihah berdasarkan penafsiran Muhammad 'Ali al-Sabuni dalam Tafsir Safwat al-Tafasir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (penelitian perpustakaan) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari Tafsir Safwat al-Tafasir, sedangkan data sekunder berasal dari kitab tafsir lain, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik terhadap ayat-ayat al-Fatihah yang mengandung unsur targib dan tarhib . Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Surah al-Fatihah lebih dominan menampilkan targib pesan melalui pengenalan sifat rahmat Allah, pemeliharaan-Nya terhadap alam semesta, memberikan petunjuk, dan gambaran tentang golongan yang memperoleh kenikmatan-Nya. Adapun tarhib muncul dalam konsep hari penyelesaian serta peringatan agar tidak mengikuti jalan orang-orang yang dimurkai dan tersesat. Penafsiran al-Sabuni menampilkan keseimbangan antara dimensi rahmat dan keadilan Allah yang membentuk karakter spiritual berbasis harapan ( raja' ) dan ketakutan ( khauf ). Keseimbangan tersebut menunjukkan bahwa al-Fatihah tidak hanya berfungsi sebagai bacaan ritual, tetapi juga sebagai model penanaman nilai-nilai keagamaan yang membentuk karakter, moralitas, dan kesadaran spiritual manusia.
Analisis Korespondensi Teks-Sains Lima Tumbuhan dalam al-Qur’an Berbasis Tafsir Tematik Interdisipliner Ahmad Rizqi; Hasbi Maulana; Taufik Warman Mahfuzh
Jurnal Tafsere Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v14i1.68894

Abstract

Penelitian ini menyusun dan menguji kerangka tafsir saintifik tematik untuk memetakan korespondensi antara redaksi al‑Qur’an dan data botani kontemporer pada lima tumbuhan yang disebut eksplisit: tin, zaitun, kurma, delima, dan anggur. Menggunakan pendekatan kualitatif‑deskriptif berbasis studi kepustakaan dan teknik Tafsir Maudhu’i, kajian mengombinasikan analisis linguistik‑redaksional ayat dengan bukti botani, biokimia, dan farmakologi terkini untuk menilai apakah konteks penyebutan tumbuhan dalam teks memiliki korelasi struktural dengan profil bioaktif dan fungsi fisiologisnya. Temuan menunjukkan pola korespondensi yang beragam: tin dan zaitun menampilkan resonansi konseptual antara diksi retoris dan sifat biologis protektif; kurma menunjukkan korespondensi fungsional langsung terkait nutrisi pasca-persalinan; delima mencerminkan variabilitas fitokimia yang sesuai dengan frasa tekstual tentang keserupaan dan perbedaan; anggur menegaskan dualitas manfaat dan risiko yang dikembalikan pada nalar manusia. Artikel ini menawarkan model analisis komparatif‑integratif yang menegaskan batas dan validitas tafsir saintifik tanpa mereduksi tujuan teologis teks, serta merekomendasikan pengembangan penelitian empiris interdisipliner untuk menguji hipotesis fungsional yang diangkat.
Tafsir Sufistik Kitab Rūh al-Ma’āni dan Genealogi Pengetahuan Imam Al-Alūsi Putra, Hepni; Larsen Wijaya, Diaz Ataya; Husnaini , Ica Fauziah
Jurnal Tafsere Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v14i1.69432

Abstract

Keberadaan tafsir sufistik dalam khazanah tafsir Al-Qur’an masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi dan ulama, terutama terkait validitas epistemologisnya serta posisi teologis mufasir yang mengembangkannya. Penelitian ini bertujuan, bagaimana karakteristik tafsir sufistik dalam Rūḥ al-Ma‘ānī karya Mahmud al-Alūsi, dan bagaimana genealogi pengetahuan yang membentuk konstruksi pemikirannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan sosio-historis untuk menelusuri latar intelektual, sosial, dan keagamaan yang memengaruhi penafsiran al-Alūsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rūḥ al-Ma‘ānī merupakan tafsir bercorak sufistik yang mengintegrasikan dimensi eksoterik dan esoterik secara proporsional melalui pendekatan isyārī yang tetap berlandaskan kaidah kebahasaan, riwayat, dan prinsip-prinsip Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah. Genealogi pemikiran al-Alūsi dibentuk oleh beberapa faktor utama, yaitu lingkungan keluarga ulama, pendidikan formal dan nonformal yang kuat, keterlibatannya dalam tradisi tasawuf, serta dinamika sosial-politik dan intelektual. Penelitian ini menunjukkan bahwa corak sufistik dalam Rūḥ al-Ma‘ānī tidak merepresentasikan penyimpangan metodologis, melainkan upaya memperluas pemaknaan Al-Qur’an melalui sintesis antara dimensi lahir dan batin. Dengan demikian, tafsir al-Alūsi menunjukkan bahwa pendekatan sufistik dapat menjadi bagian integral dari tradisi tafsir Sunni yang tetap mempertahankan validitas ilmiah dan teologisnya.