cover
Contact Name
Hari Susanto
Contact Email
p3m.banten@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@poltekpel-banten.ac.id
Editorial Address
JL. Raya No.1, Karang Serang, Kec. Sukadiri, Tangerang, Banten 15330
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Marine Inside
ISSN : 27162656     EISSN : 29859638     DOI : 10.62391/ejmi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Marine Inside adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Politeknik Pelayaran Banten. Jurnal ini merupakan media sarana publikasi berbagai macam penelitian dan pengembangannya di bidang Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi laut.
Articles 142 Documents
Operational efficiency of loading and unloading activities using the time and motion study method at Tanjung Priok Port Pierre Marcello Lopulalan; Surnata; Annisa Rahmah
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.231

Abstract

This study aims to analyze the operational efficiency of container loading and unloading activities at Tanjung Priok Port using the Time and Motion Study method. The research was conducted to identify non-productive work activities, measure actual working times, and determine the standard time required for the loading and unloading processes. Employing a quantitative descriptive approach, data were collected through direct observation, work-time recording, documentation, and in-depth interviews with field operators. The collected data were subsequently analyzed by measuring cycle time, normal time, and standard time to assess the current level of operational efficiency. The findings reveal the persistence of non-productive periods, which are primarily caused by equipment coordination delays and operational vehicle queues. Based on the Time and Motion Study evaluation, specific bottlenecks were identified, providing actionable insights to improve work efficiency and reduce processing times. Ultimately, this study provides strategic recommendations for port management to sustainably enhance productivity, work effectiveness, and overall operational service quality. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi operasional kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan metode Time and Motion Study. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi aktivitas kerja non-produktif, mengukur waktu kerja aktual, dan menentukan standar waktu baku dalam proses bongkar muat. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pencatatan waktu kerja, dokumentasi, dan wawancara dengan operator lapangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui pengukuran waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku untuk menilai tingkat efisiensi operasional saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat waktu non-produktif yang utamanya disebabkan oleh keterlambatan koordinasi alat berat dan antrean kendaraan operasional. Melalui evaluasi berbasis Time and Motion Study, penelitian ini mengidentifikasi hambatan spesifik sehingga memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mereduksi waktu proses bongkar muat. Pada akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi manajemen pelabuhan dalam upaya meningkatkan produktivitas, efektivitas kerja, dan kualitas layanan operasional pelabuhan secara berkelanjutan.
Implementasi Marpol Annex VI Regulation 14 dalam pembatasan emisi sulphur oxides (SOx) dan particulate matter melalui penggunaan bahan bakar rendah sulfur pada kapal AHTS Era Indonesia Alvian Demaz Peramutya
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.233

Abstract

Transportasi laut merupakan sektor strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global, namun juga menjadi salah satu sumber emisi pencemar udara, khususnya Sulphur Oxides (SOx) dan Particulate Matter (PM). International Maritime Organization (IMO) melalui Marpol Annex VI Regulation 14 menetapkan batas maksimum kandungan sulfur bahan bakar kapal sebesar 0,50% m/m di luar Emission Control Area (ECA) sebagai upaya menekan emisi pencemar udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Marpol Annex VI Regulation 14 pada kapal AHTS Era Indonesia serta mengevaluasi tingkat kepatuhan kapal terhadap ketentuan penggunaan bahan bakar rendah sulfur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, observasi lapangan, wawancara dengan awak kapal, serta analisis dokumen bunker (Bunker Delivery Note). Data yang dianalisis meliputi jenis bahan bakar, kandungan sulfur, konsumsi bahan bakar, serta simulasi emisi hasil pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh bahan bakar yang digunakan merupakan Marine Gas Oil (MGO) Low Sulphur dengan kandungan sulfur berkisar antara 0,07–0,11% m/m sehingga memenuhi batas maksimum yang ditetapkan Marpol Annex VI. Simulasi emisi menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan sulfur dan beban mesin, semakin meningkat konsentrasi SO₂, SOx, dan Particulate Matter, meskipun masih berada pada tingkat yang terkendali. Implementasi regulasi didukung melalui pemeriksaan dokumen bunker, penyimpanan sampel bahan bakar, pencatatan konsumsi bahan bakar, serta pengawasan operasional mesin. Kendala utama meliputi keterbatasan ketersediaan bahan bakar rendah sulfur, tingginya biaya operasional, serta belum tersedianya pengukuran emisi secara kontinu. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar rendah sulfur merupakan strategi paling efektif dalam mendukung kepatuhan terhadap Marpol Annex VI Regulation 14 pada kapal AHTS Era Indonesia.   Maritime transportation plays a strategic role in global trade but is also recognized as a significant contributor to air pollution through Sulphur Oxides (SOx) and Particulate Matter (PM) emissions. To mitigate these emissions, the International Maritime Organization (IMO) introduced Marpol Annex VI Regulation 14, which limits the sulphur content of marine fuel to 0.50% m/m outside Emission Control Areas (ECAs). This study aims to analyze the implementation of MARPOL Annex VI Regulation 14 on board AHTS Era Indonesia and evaluate the vessel's compliance with low-sulphur fuel requirements. A qualitative descriptive approach was employed through literature review, onboard observation, crew interviews, and analysis of Bunker Delivery Notes (BDN). The analyzed data included fuel type, sulphur content, fuel consumption records, and simulated exhaust emission data. The findings indicate that all fuel used on board was Marine Gas Oil (MGO) Low Sulphur with sulphur content ranging from 0.07% to 0.11% m/m, well below the IMO limit of 0.50% m/m. Emission simulations demonstrate that increasing sulphur content and engine load lead to higher SO₂, SOx, and particulate matter emissions, although all values remained within acceptable operational conditions. Compliance was supported through systematic fuel documentation, fuel sample retention, fuel consumption recording, and machinery operational monitoring. Major challenges include the limited availability of low-sulphur fuel, increased operational costs, and the absence of continuous emission monitoring systems. The study concludes that the adoption of low-sulphur fuel remains the most practical and effective strategy for ensuring compliance with Marpol Annex VI Regulation 14 aboard AHTS Era Indonesia.