cover
Contact Name
Hari Susanto
Contact Email
p3m.banten@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@poltekpel-banten.ac.id
Editorial Address
JL. Raya No.1, Karang Serang, Kec. Sukadiri, Tangerang, Banten 15330
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Marine Inside
ISSN : 27162656     EISSN : 29859638     DOI : 10.62391/ejmi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Marine Inside adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Politeknik Pelayaran Banten. Jurnal ini merupakan media sarana publikasi berbagai macam penelitian dan pengembangannya di bidang Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi laut.
Articles 142 Documents
Studi Penataan Zonasi Pelabuhan Kumai untuk Meningkatkan Kelancaran Arus Penumpang dan Kendaraan Febriansyah; Santoso; Ridho Nur Kholik
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.201

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Kumai saat ini belum menerapkan sistem zonasi sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga penataan tata ruang dan operasional pelabuhan menjadi kurang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem zonasi serta manajemen pola arus lalu lintas kendaraan di pelabuhan tersebut. Analisis dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 tentang Sistem Zonasi di Kawasan Pelabuhan yang Digunakan untuk Melayani Angkutan Penyeberangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.242/HK.104/DRJD/2010 tentang Pedoman Teknis Manajemen Lalu Lintas Penyeberangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi zonasi dan rekayasa pola arus kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Kumai masih belum memenuhi standar regulasi. Selain itu, teridentifikasi defisiensi pada fasilitas pendukung kelancaran lalu lintas, di mana pelabuhan masih kekurangan 23 rambu lalu lintas, marka penyeberangan (zebra cross), serta lampu peringatan bahaya (warning light kuning kelap-kelip). Sebagai langkah perbaikan, penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem zonasi secara tegas, pengaturan ulang rekayasa pola arus kendaraan, serta pemenuhan kebutuhan rambu dan fasilitas keselamatan di setiap zona wilayah pelabuhan.   Currently, the Kumai Ferry Port has not implemented a zoning system in accordance with applicable regulations, resulting in an unorganized port layout and operational management. This study aims to analyze and design the zoning system and vehicle traffic flow management at the port. The analysis is guided by the Minister of Transportation Regulation Number 91 of 2021 concerning Zoning Systems in Port Areas Used for Ferry Transport Services, as well as the Decree of the Director General of Land Transportation Number SK.242/HK.104/DRJD/2010 concerning Technical Guidelines for Ferry Traffic Management. The results indicate that the existing zoning implementation and vehicle traffic flow engineering at Kumai Ferry Port do not comply with current regulatory standards. Furthermore, a deficiency in supporting traffic facilities was identified, with the port lacking 23 traffic signs, pedestrian crossings (zebra crosses), and hazard warning lights (flashing yellow lights). As a corrective measure, this study recommends the strict implementation of a port zoning system, the reconfiguration of vehicle traffic flow patterns, and the provision of necessary traffic signs and safety facilities in each port zone.
Analisis kelayakan teknis dan ekonomi PLTS off-grid 480 Wp untuk sistem pompa aksial pada tambak udang Rifki Ramadani; Yosi Apriani; Asri Indah Lestari; Wiwin A. Oktaviani; Taufik Barlian
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.202

Abstract

Krisis energi dan tingginya ketergantungan terhadap generator set (genset) diesel pada sektor budi daya tambak udang telah mendorong urgensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja teknis dan kelayakan ekonomi dari implementasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 480 Wp guna memenuhi kebutuhan energi pompa aksial di Desa Bumi Dipasena Sentosa, Provinsi Lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pemodelan dan simulasi komputasi dengan perangkat lunak HOMER Pro. Parameter simulasi didasarkan pada data radiasi matahari, temperatur lingkungan presisi, serta profil beban harian operasional sebesar 1,6 kWh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu memproduksi energi sebesar 678 kWh/tahun dengan capacity factor sebesar 16,1% dan fraksi energi terbarukan (renewable fraction) mencapai 100%. Selain itu, simulasi mengonfirmasi ketiadaan beban yang tidak terpenuhi (unmet load) maupun kekurangan kapasitas (capacity shortage). Dari aspek ekonomi, nilai Levelized Cost of Energy (LCOE) tercatat sebesar Rp274/kWh, yang mengindikasikan bahwa sistem ini sangat ekonomis dan kompetitif jika dikomparasikan dengan sumber energi fosil konvensional. Analisis struktur biaya juga mengungkapkan bahwa komponen baterai merupakan penyumbang proporsi terbesar, yakni mencapai 77,15% dari total biaya sistem. Secara keseluruhan, perancangan sistem PLTS off-grid 480 Wp ini dinyatakan sangat layak baik secara teknis maupun ekonomis, serta berpotensi menjadi solusi energi bersih yang andal untuk mendukung keberlanjutan operasional tambak udang di kawasan terpencil.   The energy crisis and the high dependency on diesel generator sets within the shrimp farming sector have driven the urgency of utilizing renewable energy as a sustainable solution. This study aims to evaluate the technical performance and economic feasibility of implementing a 480 Wp off-grid Solar Power Plant (PLTS) system to meet the energy demands of an axial pump in Bumi Dipasena Sentosa Village, Lampung Province. The research methodology employs a quantitative approach through computational modeling and simulation using the HOMER Pro software. The simulation parameters consider solar radiation data, ambient temperature, and a daily operational load profile of 1.6 kWh. The simulation results reveal that the system is capable of generating 678 kWh/year of energy with a capacity factor of 16.1% and a renewable energy fraction reaching 100%. Furthermore, the simulation confirms the absence of both unmet load and capacity shortage. From an economic perspective, the Levelized Cost of Energy (LCOE) is recorded at Rp274/kWh, indicating that the system is highly economical and competitive compared to conventional fossil energy sources. Cost structure analysis also highlights that the battery component constitutes the largest proportion, accounting for 77.15% of the total system cost. Overall, the design of the 480 Wp off-grid solar power system is proven to be highly feasible, both technically and economically, establishing it as a reliable clean energy solution to support the sustainability of shrimp farming operations in remote areas.
Sistem Keamanan Kualitas Udara pada Restricted Area Kapal Berbasis Internet of Things (IoT) Frenki Imanto; Edi Kurniawan; Dianfresta Krisdianto; Jaka Septian Kustanto
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.203

Abstract

Kualitas udara pada area terbatas (restricted area) di atas kapal, khususnya ruang merokok (smoking area), berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat paparan akumulasi asap rokok dan gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO). Sistem ventilasi konvensional saat ini dinilai belum optimal dalam menyeimbangkan sirkulasi udara dengan fluktuasi jumlah pengguna di dalam ruangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemantauan kapasitas ruang dan kontrol sirkulasi udara berbasis Internet of Things (IoT) guna meningkatkan kualitas udara serta kenyamanan pengguna. Metodologi penelitian mencakup perancangan sistem, pembuatan purwarupa (prototype), dan pengujian kinerja perangkat keras yang mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, sensor gas MQ-2, sensor inframerah, pemurni udara (air purifier), serta sistem blower. Hasil pengujian menunjukkan bahwa purwarupa sistem secara efektif mampu mendeteksi keberadaan asap rokok, mengaktifkan sirkulasi udara secara otomatis, serta menghitung dan membatasi jumlah pengguna secara real-time melalui antarmuka aplikasi IoT. Implementasi sistem cerdas ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan area terbatas, mereduksi polusi udara dalam ruang, serta mendukung pemenuhan standar keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan maritim.   Air quality in restricted areas on board ships, particularly smoking areas, poses potential health risks due to the accumulation of cigarette smoke and hazardous gases such as carbon monoxide (CO). Current conventional ventilation systems are considered suboptimal in balancing air circulation with the fluctuating number of occupants in the room. Therefore, this study aims to design an Internet of Things (IoT)-based capacity monitoring and air circulation control system to improve air quality and user comfort. The research methodology encompasses system design, prototype fabrication, and performance testing of hardware integrating an ESP32 microcontroller, an MQ-2 gas sensor, infrared sensors, an air purifier, and a blower system. The testing results demonstrate that the prototype system effectively detects cigarette smoke, automates air circulation, and tracks as well as limits the number of users in real-time through an IoT application interface. The implementation of this smart system is expected to optimize the management of restricted areas, reduce indoor air pollution, and support occupational health and safety standards in the maritime environment.
The Optimalisasi Pencegahan Tubrukan Di Alur Pelayaran Sempit MT. Aerosea Catalina Yusran Ababil; Prolin Tarigan; Firnayati
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.205

Abstract

Kecelakaan kapal di alur pelayaran sempit mayoritas disebabkan oleh faktor kesalahan manusia (human error) dalam operasional navigasi dan olah gerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur dan teknik olah gerak kapal yang tepat saat melintasi alur sempit guna menjamin keselamatan navigasi dan mencegah bahaya tubrukan. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara terstruktur dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan navigasi dan pemanduan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tubrukan di alur sempit utamanya dipicu oleh rendahnya pemahaman terhadap aturan pencegahan tubrukan di laut (COLREG), khususnya saat melakukan manuver penyusulan (overtaking) dan berpapasan (passing). Selain itu, komunikasi yang tidak efektif antara pandu (pilot) dan nakhoda (master), serta kondisi lingkungan perairan seperti arus yang kuat dan keterbatasan lebar alur, secara signifikan meningkatkan eskalasi risiko navigasi. Kesimpulannya, sinergi komunikasi di atas anjungan dan kepatuhan penuh terhadap regulasi navigasi sangat krusial untuk meminimalisasi insiden di alur pelayaran sempit.   Ship accidents in narrow shipping channels are predominantly caused by human errors in navigation and maneuvering operations. This study aims to analyze the proper operational procedures and ship maneuvering techniques when navigating narrow channels to ensure navigational safety and prevent collisions. A descriptive qualitative approach was employed, with primary data gathered through direct field observations and structured interviews with key personnel directly involved in navigation and pilotage operations. The findings indicate that the potential for collisions in narrow channels is primarily triggered by a lack of understanding of the International Regulations for Preventing Collisions at Sea (COLREGs), particularly during overtaking and passing maneuvers. Furthermore, ineffective communication between the pilot and the master, compounded by environmental factors such as strong currents and limited channel width, significantly escalates the risk of navigational hazards. In conclusion, effective bridge team synergy and strict compliance with navigational regulations are crucial to minimizing incidents in narrow shipping channels.
Manajemen Risiko Keselamatan Pandu Laut dalam Operasional Tangga Pandu di Pelabuhan Indonesia TP Manungku; Awel Suryadi; Romanda Annas Amrullah; Akhmad Ndori; Arika Palapa
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.209

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) untuk mengembangkan dan memvalidasi sistem manajemen risiko serta keselamatan kerja bagi pandu laut yang menggunakan pilot ladder di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Mengacu pada model pengembangan Borg & Gall (2023), data diperoleh melalui Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) terhadap 24 pandu laut di tiga pelabuhan utama, 94 observasi operasional kapal, analisis dokumen 47 insiden kecelakaan, serta metode Delphi yang divalidasi oleh 12 ahli melalui tiga putaran konsensus. Hasil penilaian risiko mengidentifikasi delapan tema risiko, di mana risiko jatuh dari tangga pandu ditetapkan sebagai risiko KRITIS (Probability = 4, Consequence = 5, Risk Priority Number/RPN = 20). Fase validasi Delphi mencapai konsensus sebesar 91,1% (Kendall’s W = 0,74; p < 0,001). Uji coba lapangan terhadap 46 pandu laut menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan keselamatan (dari 62,3 menjadi 81,5; p < 0,001) serta tingkat kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) (dari 59,1 menjadi 84,4; p < 0,001). Produk akhir berupa sistem manajemen risiko pertama yang divalidasi khusus bagi pandu laut di Indonesia, yang mencakup SOP Keselamatan Tangga Pandu dalam tujuh bab serta tiga modul pelatihan berbasis risiko.   This study employs a Research and Development (R&D) design to develop and validate a risk management and safety system for marine pilots utilizing pilot ladders in Indonesian ports. Based on the development model by Borg & Gall (2023), data were gathered through Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) involving 24 marine pilots across three major ports, 94 ship operation observations, an analysis of 47 incident documents, and the Delphi method validated by 12 experts over three rounds. The risk assessment identified eight risk themes, with falling from the pilot ladder categorized as a CRITICAL risk (Probability = 4, Consequence = 5, Risk Priority Number/RPN = 20). The Delphi validation phase achieved a 91.1% consensus (Kendall’s W = 0.74; p < 0.001). Field trials involving 46 marine pilots demonstrated significant improvements in safety knowledge scores (from 62.3 to 81.5; p < 0.001) and compliance with Standard Operating Procedures (SOP) (from 59.1 to 84.4; p < 0.001). The resulting product is the first risk management system specifically designed and validated for marine pilots in Indonesia, consisting of a seven-chapter SOP on Pilot Ladder Safety and three risk-based training modules.
Implementasi Green Shipping dalam Perspektif Khalifah Fil Ardh Sebagai Etika Keberlanjutan Maritim Firman Robiansyah; Ayesha Hazma; Ismayanti Dewi; Siti Ainun Zahra; Zalfa Intan Pritami
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.212

Abstract

Pendidikan karakter memegang peranan krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan integritas profesional. Namun, fenomena degradasi moral di lingkungan perguruan tinggi, seperti menurunnya etika komunikasi, perilaku indisipliner, dan rendahnya kepedulian sosial, menegaskan urgensi penguatan karakter yang salah satunya dapat diwujudkan melalui kajian keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model kajian keagamaan yang berlandaskan pada nilai-nilai "Lima Citra Manusia Perhubungan" serta menganalisis pengaruhnya terhadap penguatan karakter taruni muslimah. Penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed methods) dengan desain Sequential Explanatory, di mana analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan diperkuat oleh uji regresi linier sederhana. Subjek utama penelitian ini adalah taruni muslimah, dengan dukungan data wawancara dari informan yang terdiri atas dosen dan pembina taruni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian keagamaan yang mengintegrasikan pembiasaan tilawah Al-Qur'an, hafalan Juz ‘Amma, penguatan adab, aktivitas sosial, serta pembinaan mental secara efektif mampu meningkatkan religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan ketangguhan mental taruni. Secara kuantitatif, kajian keagamaan berbasis Lima Citra Manusia Perhubungan ini terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan, dengan kontribusi sebesar 74% terhadap penguatan karakter taruni. Kesimpulannya, integrasi kajian keagamaan ke dalam kurikulum pendidikan karakter merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia perhubungan yang religius, berintegritas, dan profesional.   Character education plays a crucial role in developing human resources who are not only academically excellent but also possess strong moral, ethical, and professional integrity. However, the phenomenon of moral degradation within higher education institutions, such as declining communication ethics, disciplinary issues, and low social awareness, highlights the urgency of character reinforcement, particularly through religious studies. This research aims to explore a religious study model based on the core values of "Lima Citra Manusia Perhubungan" (The Five Images of Transportation Personnel) and to analyze its impact on strengthening the character of female Muslim cadets. Employing a mixed-methods approach with a Sequential Explanatory design, this study utilizes qualitative descriptive analysis reinforced by simple linear regression testing. The primary subjects were female Muslim cadets, supported by data from informants including lecturers and cadet supervisors. The findings reveal that religious studies incorporating Quranic recitation habits, memorization of Juz 'Amma, etiquette reinforcement, social activities, and mental coaching effectively enhance the cadets' religiosity, discipline, responsibility, social awareness, and mental resilience. Quantitatively, religious studies based on the Five Images of Transportation Personnel significantly and positively influence character building, contributing 74% to the enhancement of the cadets' character. In conclusion, integrating religious studies into the character education curriculum serves as a strategic approach to cultivating religious, principled, and professional transportation human resources.
Eksplorasi Pembinaan Karakter Taruni Muslimah Melalui Kajian Keagamaan Dengan Pendekatan Sequential Explanatory Mix Method Nurfadhlina; Rabbani Ischak
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.213

Abstract

Pendidikan karakter memegang peranan krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan integritas profesional. Namun, fenomena degradasi moral di lingkungan perguruan tinggi, seperti menurunnya etika komunikasi, perilaku indisipliner, dan rendahnya kepedulian sosial, menegaskan urgensi penguatan karakter yang salah satunya dapat diwujudkan melalui kajian keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model kajian keagamaan yang berlandaskan pada nilai-nilai "Lima Citra Manusia Perhubungan" serta menganalisis pengaruhnya terhadap penguatan karakter taruni muslimah. Penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed methods) dengan desain Sequential Explanatory, di mana analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan diperkuat oleh uji regresi linier sederhana. Subjek utama penelitian ini adalah taruni muslimah, dengan dukungan data wawancara dari informan yang terdiri atas dosen dan pembina taruni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian keagamaan yang mengintegrasikan pembiasaan tilawah Al-Qur'an, hafalan Juz ‘Amma, penguatan adab, aktivitas sosial, serta pembinaan mental secara efektif mampu meningkatkan religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan ketangguhan mental taruni. Secara kuantitatif, kajian keagamaan berbasis Lima Citra Manusia Perhubungan ini terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan, dengan kontribusi sebesar 74% terhadap penguatan karakter taruni. Kesimpulannya, integrasi kajian keagamaan ke dalam kurikulum pendidikan karakter merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia perhubungan yang religius, berintegritas, dan profesional.   Character education plays a crucial role in developing human resources who are not only academically excellent but also possess strong moral, ethical, and professional integrity. However, the phenomenon of moral degradation within higher education institutions, such as declining communication ethics, disciplinary issues, and low social awareness, highlights the urgency of character reinforcement, particularly through religious studies. This research aims to explore a religious study model based on the core values of "Lima Citra Manusia Perhubungan" (The Five Images of Transportation Personnel) and to analyze its impact on strengthening the character of female Muslim cadets. Employing a mixed-methods approach with a Sequential Explanatory design, this study utilizes qualitative descriptive analysis reinforced by simple linear regression testing. The primary subjects were female Muslim cadets, supported by data from informants including lecturers and cadet supervisors. The findings reveal that religious studies incorporating Quranic recitation habits, memorization of Juz 'Amma, etiquette reinforcement, social activities, and mental coaching effectively enhance the cadets' religiosity, discipline, responsibility, social awareness, and mental resilience. Quantitatively, religious studies based on the Five Images of Transportation Personnel significantly and positively influence character building, contributing 74% to the enhancement of the cadets' character. In conclusion, the integration of religious studies into the character education curriculum is a strategic step to create human resources in the field of transportation who are religious, have integrity, and are professional.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN SDM NAUTIKA GENERASI Z DI POLTEKPEL BANTEN Henni Sutryani; Yollanda Octavitri; Susiarni Magdalena; Fauhidzi Zulistian
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) nautika Generasi Z di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan dan kurikulum, lingkungan akademik dan sosial, teknologi dan digitalisasi, serta motivasi dan pengembangan diri berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kapasitas operasional taruna/i. Secara spesifik, faktor pendidikan dan kurikulum memberikan kontribusi positif dengan koefisien regresi sebesar 0,244. Angka ini mengindikasikan bahwa relevansi kurikulum, penerapan metode pembelajaran kolaboratif, serta keselarasan materi ajar dengan kebutuhan industri maritim merupakan elemen krusial dalam membentuk kemampuan profesional taruna/i. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan sejumlah strategi optimalisasi pengembangan SDM maritim Generasi Z. Strategi tersebut meliputi modernisasi sistem pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri, penguatan kolaborasi lintas akademik, penciptaan iklim pendidikan yang suportif dan kompetitif, pemanfaatan teknologi secara produktif di bawah bimbingan instruktur, serta penguatan program karakter, kepemimpinan, dan etika profesional. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan strategis bagi institusi pendidikan maritim dalam mencetak SDM Generasi Z yang kompeten, berdaya saing, dan adaptif terhadap dinamika pelayaran modern.   This study aims to analyze the determinant factors influencing the competency development of Generation Z nautical Human Resources (HR) at the Maritime Polytechnic of Banten (Poltekpel Banten). Employing a quantitative approach with regression analysis, the research reveals that education and curriculum, the academic and social environment, technology and digitalization, along with motivation and self-development, significantly affect the enhancement of the cadets' operational capacities. Specifically, the education and curriculum factor provides a positive contribution with a regression coefficient of 0.244. This figure indicates that curriculum relevance, the application of collaborative learning methods, and the alignment of learning materials with maritime industry demands are crucial elements in shaping the cadets' professional abilities. Based on these findings, the study formulates several optimization strategies for developing Generation Z maritime HR. These strategies include modernizing industry-oriented learning systems, strengthening cross-academic collaboration, creating a supportive and competitive educational climate, utilizing technology productively under instructor guidance, and reinforcing character, leadership, and professional ethics programs. Ultimately, these findings are expected to serve as a strategic foundation for maritime educational institutions in producing competent, competitive, and adaptive Generation Z human resources capable of navigating the dynamics of the modern shipping industry.
Analisis tingkat kepuasan pelaut dalam penerbitan buku pelaut online dengan metode IKM di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa Dapid Rikardo; Andesvan Gumay; Pramudyasari Nur Bintari; Ni Made Yuska Mira Adnyani
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.215

Abstract

Evaluasi berkala terhadap Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan instrumen esensial untuk mengukur kualitas pelayanan publik. Di sektor maritim, salah satu layanan administratif yang krusial adalah penerbitan Buku Pelaut secara online, yakni dokumen identitas resmi yang diwajibkan bagi tenaga kerja pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelaut terhadap kualitas layanan penerbitan Buku Pelaut online di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa. Penelitian kuantitatif ini mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, serta studi pustaka. Data yang terkumpul kemudian diolah secara terstruktur mengacu pada pedoman standar penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKM untuk layanan Buku Pelaut online mencapai skor 86,225, yang berada pada kategori mutu "B" (Baik). Secara rinci, nilai kepuasan tertinggi tercatat pada indikator perilaku pelaksana layanan dengan skor 91,333 (mutu "A" atau Sangat Baik), sedangkan nilai terendah berada pada indikator waktu penyelesaian pelayanan dengan skor 81,167 (mutu "B" atau Baik). Temuan ini menyimpulkan bahwa secara umum kinerja pelayanan telah berjalan dengan baik, namun KSOP Kelas II Benoa tetap direkomendasikan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan efisiensi waktu pemrosesan dokumen guna mencapai tingkat kepuasan layanan yang maksimal di masa mendatang.   Periodic evaluation of the Community Satisfaction Index (IKM) is an essential instrument for measuring the quality of public services. Within the maritime sector, a crucial administrative service is the online issuance of the Seafarer's Book, a mandatory official identity document for maritime workers. This study aims to analyze the level of seafarers' satisfaction regarding the online Seafarer's Book issuance service at the Class II Harbormaster and Port Authority (KSOP) of Benoa. This quantitative research collected data through questionnaire distribution, field observations, and literature reviews. The collected data were systematically processed based on the standard guidelines for formulating the Community Satisfaction Index. The results indicate that the IKM for the online Seafarer's Book service achieved a score of 86.225, which falls into the "B" (Good) quality category. Specifically, the highest satisfaction score was observed in the service staff's behavior indicator with a score of 91.333 (category "A" or Excellent), while the lowest score was recorded in the service completion time indicator with a score of 81.167 (category "B" or Good). These findings conclude that the overall service performance has been executed well; however, it is recommended that KSOP Class II Benoa further evaluate and optimize the efficiency of document processing time to achieve maximum service satisfaction in the future.
Optimalisasi Waktu Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar Terhadap Operasional Kapal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Cholis Imam Nawawi; Pramudyasari Nur Bintari; Syahrul Afandhi
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.216

Abstract

Surat Persetujuan Berlayar (SPB) merupakan dokumen mutlak yang wajib dimiliki oleh setiap kapal sebelum meninggalkan pelabuhan, sebagai bukti sah dari Syahbandar bahwa kapal, awak, dan muatan telah memenuhi standar kelaiklautan dan keselamatan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas waktu penerbitan SPB dan dampaknya terhadap kelancaran operasional kapal di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi lapangan (field research), di mana data dikumpulkan berdasarkan aktivitas operasional, sikap, serta persepsi dari pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah kendala teknis dan administratif yang menghambat optimalisasi waktu penerbitan SPB. Sebagai langkah penyelesaian, KSOP Kelas I Tanjung Emas perlu melakukan evaluasi komprehensif terhadap keandalan sistem teknologi digital dan merestrukturisasi kebutuhan sumber daya manusia, termasuk penambahan personel operasional serta infrastruktur pendukung seperti unit komputer. Kesimpulannya, pembaruan infrastruktur digital dan peningkatan kapasitas pegawai pengurusan SPB sangat esensial untuk mempercepat waktu pelayanan, yang pada gilirannya akan meminimalisasi keterlambatan pengiriman muatan dan memastikan standar keselamatan pelayaran tetap terjaga.   A Port Clearance (Surat Persetujuan Berlayar/SPB) is a mandatory document that every ship must obtain before departing from a port, serving as official validation from the Harbormaster that the vessel, crew, and cargo meet all seaworthiness and maritime safety standards. This study aims to analyze the time efficiency of SPB issuance and its impact on the smoothness of ship operations at the Class I Harbormaster and Port Authority (KSOP) of Tanjung Emas, Semarang. This research employs a qualitative approach through field research, where data were collected based on operational activities, attitudes, and the perceptions of relevant stakeholders. The findings reveal that several technical and administrative constraints still hinder the optimization of SPB issuance time. To address these issues, KSOP Class I Tanjung Emas needs to conduct a comprehensive evaluation of the digital technology system's reliability and restructure human resource requirements, including the addition of operational personnel and supporting infrastructure such as computer units. In conclusion, upgrading digital infrastructure and enhancing the capacity of SPB processing staff are essential to accelerate service time, which in turn will minimize cargo delivery delays and ensure that maritime safety standards are strictly maintained.