cover
Contact Name
I Made Arsa Wiguna
Contact Email
japam@uhnsugriwa.ac.id
Phone
+6281236359112
Journal Mail Official
japam@uhnsugriwa.ac.id
Editorial Address
Jl. Kenyeri No.57, Sumerta Kaja, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80236
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Japam
ISSN : -     EISSN : 28093534     DOI : https://doi.org/10.25078/japam
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) merupakan jurnal ilmiah yang memiliki misi memperluas kajian bidang pendidikan agama sebagai referensi dalam mewujudkan pendidikan agama yang moderat. Penguatan pendidikan agama penting untuk dioptimalkan, tidak hanya di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal saja, tetapi juga melalui kajian-kajian ilmiah hasil penelitian maupun hasil pemikiran yang mengacu pada kaidah-kaidah ilmiah. Tujuannya adalah untuk menjadikan pendidikan agama sebagai landasan dalam mewujudkan masyarakat religius, bermartabat, cerdas, humanis dan berwawasan multukultural.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2025)" : 26 Documents clear
PENERAPAN MODERASI BERAGAMA BERASAS PENDIDIKAN TRI HITA KARANA Dwik, I Made Dwi Susila Adnyana
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.3990

Abstract

Era digital yang dikenal dengan “Revolusi Industri 4.0” ternyata sangat berdampak besar bagi kemanusiaan. Krisis utama di era ini bukan lagi krisis ekonomi, melainkan krisis kemanusiaan. Media sosial telah banyak menyiarkan tentang kasus kemanusiaan yang di dalamnya dibalut dengan masalah konflik agama dan penistaan agama. Agama kini dijadikan sebagai candu yang membuat manusia lupa untuk memanusiakan manusia. Banyak terjadi ketimpangan dalam aktivitas beragama, dimana agama hanya dijadikan suatu alat untuk memprovokasi. Untuk dapat menghindari hal tersebut, maka sikap moderasi beragama sangat perlu diterapkan di masyarakat. Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan tindakan beragama yang tidak terlalu ekstrem; ekstrem kanan maupun ekstrem kiri, dalam artian bahwa beragama harus seimbang. Agar sikap moderasi beragama dapat diterapkan secara holistik, alternatif yang paling efektif adalah melalui pedidikan. Salah satunya adalah pendidikan Tri Hita Karana, dimana realisasi yang dihasilkan dari pendidikan ini adalah dapat mengharmoniskan antara manusia dengan sesama manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Agama Hindu, Pendidikan Tri Hita Karana
HUBUNGAN SUPERVISI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU YANG BERSERTIFIKAT PENDIDIK SMP DI KOTA DENPASAR Ida Bagus Gede Raditya Oka Dharma
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4000

Abstract

Peningkatan kinerja guru pendidikan agama Hindu yang bersertifikat pendidik SMP di KotaDenpasar berhubungan dengan supervisi pembelajaran pendidikan agama Hindu dan kompetensiguru yang efektif dan efesien di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis hubungansupervisi pembelajaran pendidikan agama Hindu terhadap kompetensi guru, (2) menganalisishubungan supervisi pembelajaran pendidikan agama Hindu terhadap kinerja guru pendidikan agamaHindu yang bersertifikat pendidik SMP di Kota Denpasar, (3) menganalisis hubungan kompetensiguru terhadap kinerja guru pendidikan agama Hindu yang bersertifikat pendidik SMP di KotaDenpasar, (4) menganalisis secara bersama-sama hubungan supervisi pembelajaran pendidikanagama Hindu dan kompetensi guru terhadap kinerja guru pendidikan agama Hindu yang bersertifikatpendidik SMP di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif denganrancangan penelitian deskriptif-korelasional, Populasi sebanyak 31 orang dengan sampel jenuh gurupendidikan agama Hindu yang bersertifikat pendidik SMP di Kota Denpasar. Data penelitian diambildengan kuesioner. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, analisis regresi sederhana danregresi ganda dengan bantuan SPSS 27.0 for Windows. Temuan menghasilkan (1) ada hubungansupervisi pembelajaran pendidikan agama Hindu terhadap kompetensi guru sebesar 52,3%, (2) adahubungan supervisi pembelajaran pendidikan agama Hindu terhadap kinerja guru pendidikan agamaHindu sebesar 47,5%, (3) ada hubungan kompetensi guru terhadap kinerja guru pendidikan agamaHindu sebesar 39,2%, (4) ada hubungan secara bersama-sama supervisi pembelajaran pendidikanagama Hindu dan kompetensi guru sebesar 56,7% terhadap kinerja guru pendidikan agama Hindu.Supervisi pembelajaran pendidikan agama Hindu mempunyai kontribusi yang lebih besardibandingkan kompetensi guru terhadap kinerja guru pendidikan agama Hindu yang bersertifikatpendidik SMP di Kota Denpasar.
KONTRIBUSI PURA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU Mardwiatmoko
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4050

Abstract

The temple is one of the sacred buildings for Hindus to perform religious activities. Activitiesin the temple are closely related to learning Hindu Religious Education. Until now, there is still nooptimization of the use of temples as an alternative learning resource for students. All aspectscontained in the temple contribute to the achievement of student competence in learning HinduReligious Education. On the material of the form and structure of holy places in Hinduism, allbuildings contained in the tri mandala can function as a source of student learning. In dharma gitaand mantra materials, religious ritual activities in temples can support student learning activitiesthrough listening and practicing activities. In the panca yajñā material, students' practical activitiesthrough their participation in the yajñā ritual in the temple will support the concept of the materialobtained by students in class. In the tri kaya parisudha material, the temple can be a vehicle forstudents in training the application of the tri kaya parisudha concept. The material of prayer facilitiesis carried out through practical learning to make prayer facilities in temples, so that students can betrained in scientific ways of thinking by finding evidence of the truth of the theory of something theyhave learned in class. Teachers should be able to direct, guide, and be an example for students toplay an active role in temple activities.
PERAN CATUR GURU DALAM MENDIDIK KARAKTER ANAK SUPUTRA Eko Adi Saputra; Ketut Budiyasa
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4217

Abstract

Teachers' chess teachings in the world of education are something that must run in line withcurrent developments, globalization greatly influences the development of children's character whichhas an impact on the traits and attitudes that lead to young children, the need for in-depth assistanceto understand and apply teacher's chess teachings as a reference in educating suputra childcharacter. This research aims to invite readers to educate young children in the midst of rapiddevelopment so that children remain on the path of Dharma. This research uses descriptivequalitative research methods, and data collection uses observation, interviews and literature study.The results of this research show an understanding of educating young children through the teacher'schess teachings.
PATOLOGI SOSIAL SISWA DI SMA DWIJENDRA BUALU, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI : PERSPEKTIF PENDIDIKAN ETIKA HINDU Puspa
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4222

Abstract

Pendidikan agama Hindu memandang objek materi pendidikan yaitu manusia sebagai sesuatudualitas yang tidak dapat dipisahkan, sehingga perlu dikaji secara holistik. Manusia bagi agama Hindumerupakan mahluk hidup yang memiliki jiwa, pikiran, akal, budi, sifat/guna, panca tanmatra danpanca mahabhuta. Manusia juga memiliki kemampuan atau kecerdasan untuk membedakan yangbaik dan yang tidak baik. Dari pandangan manusia sebagai objek pendidikan Hindu, maka pendekatandan metodenya tidak dapat disamakan dengan pendekatan benda-benda alam seperti yang digagasoleh kaum positivis. kualitas siswa sebagai generasi penerus memegang peranan penting, mengingatsiswa merupakan tulang punggung bangsa dan negara yang menentukan maju mundurnya bangsakedepan. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah Patologi Sosial Siswa di SMADwijendra Bualu Kuta Selatan Badung, penyebab timbulnya Patologi Sosial Siswa di SMADwijendra Bualu Kuta Selatan Badung dan Upaya menanggulangi Patologi Sosial Siswa di SMADwijendra Bualu Kuta Selatan Badung dilihat dari perspektif Pendidikan Hindu?. Metodologi yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan Teori yang digunakan adalah teoribehavioristik, teori interaksi sosial, teori motivasi. Patologi Sosial Siswa di SMA Dwijendra Bualuyaitu Membolos sekolah, Usil pada saat jam pelajaran, berpakaian tidak sopan, dan merokok dikelas.Penyebab timbulnya Patologi Sosial Siswa di SMA Dwijendra Bualu adalah faktor Pola asuh orangtua, faktor Lingkungan tempat Tinggal dan faktor perkembangan Teknologi. Upaya yang dilakukansekolah dalam Menanggulangi Patologi Sosial Siswa Di SMA Dwijendra Bualu adalah tindakanpencegahan dengan memberikan sosialisasi tentang tatatertib di sekolah, selanjutnya adalah tindakanpemberian sangsi yaitu dengan memberikan hukuman dan pemanggilan orang tua dan yang terakhiradalah tindakan penanggulangan serta cara penanganannya.
VASUDHAIVA KUTUMBAKAM DAN TRI HITA KARANA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI HINDU DALAM MELESTARIKAN BUDAYA Komang Sarjani Putri
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4446

Abstract

Globalization has shifted modern lifestyles toward technology and material progress, oftensidelining cultural traditions and religious values. This poses challenges for preserving Indonesia’sdiverse cultural heritage. This article examines the Hindu concepts of Vasudhaiva Kutumbakam andTri Hita Karana as intergenerational communication frameworks to sustain culture and strengthensocial harmony. Using a qualitative approach with interviews and literature review, the studyhighlights how Vasudhaiva Kutumbakam—the vision that the world is one family—fosters respectbeyond religious, ethnic, and national boundaries. Meanwhile, Tri Hita Karana emphasizes harmonybetween humans and God, among fellow humans, and with the environment as the basis of well-being. Both concepts serve not only as tools for cultural preservation but also as principles forinclusive communication and solidarity. Their application offers a relevant strategy for maintainingcultural identity and promoting unity in the era of globalization.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI KELAS X DI SMA NEGERI 11 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Ni Nyoman Mariani; Ni Wayan Sri Prabawati Kusuma Dewi; Putra Baskara, Anak Agung Alit
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4459

Abstract

Learning is a harmonious combination of educators' teaching activities and learning forstudents, where learning involves interaction between students and educators. To achieve thetargeted competencies, educators must develop learning processes and models in the teaching andlearning process. The problem that will be discussed in this research is whether there is an influenceof the Problem Based Learning (PBL) model on student learning outcomes in the Hindu ReligiousEducation and Character Education subjects for Class This research aims to identify whether or notthere is a significant influence of the Problem Based Learning (PBL) model on student learningoutcomes in the Class X Hindu Religious and Character Education subjects at SMA Negeri 11Denpasar for the 2023/2024 academic year. The method used in research to collect data is data testswhich are carried out and analyzed using the Independent T-Test. The research results show that 1)The results of the Independent T-Test analysis of student learning outcomes obtained a figure of 8.763with a significance level of 0.000. If the significance number Sig. (2-tailed) < 0.05, then thecalculation results prove that the hypothesis H0 is rejected and Ha is accepted. So it can be concludedthat there is a significant influence of the Problem Based Learning (PBL) model on student learningoutcomes in the subjects of Hindu Religious Education and Character Education for Class X at SMANegeri 11 Denpasar for the 2023/2024 academic year.
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu) Ni Ketut Fenty
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4530

Abstract

Generasi muda saat ini mengalami krisis karakter yang ditandai dengan ketidakpedulianterhadap budaya sejak adanya perkembangan teknologi yang telah memasuki perkembangan era 4.0.Pendidikan sebagai sarana untuk melestarikan budaya, yakni salah satunya melalui pendidkan nonformal yaitu pembelajaran Gender Wayang. Adapun masalah yang dirumuskan (1) ProsesPembelajaran Gamelan Gender Wayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar, (2)Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung dalam Pembelajaran Gamelan GenderWayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar, (3) Implikasi Pembelajaran GamelanGender Wayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar. Metode penelitian yangdipergunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studikepustakaan dan Dokumentasi. Proses pembelajaran Gender Wayang di Sanggar Swasti SwaraDenpasar. Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Pembelajaran Gamelan Gender Wayang,nilai-nilai agama Hindu yang merupakan penjabaran dari Tiga Kerangka Dasar. Ajaran TigaKerangka Dasar dalam Agama Hindu tersebut meliputi, (1) Tattwa atau Filsafat dalam implementasipembelajaran Gamelan Gender Wayang yaitu pengenalan konsep kosmologi,penghayatan nilai-nilaispiritual, penerapan konsep keseimbangan, pemahaman simbolisme dan internalisasi nilai kearifanlokal, (2) Susila atau Etika dalam pembelajaran Gamelan Gender Wayang yaitu sikap dan perilaku,etika musikal, guru dan murid, dan instrumen, (3) Acara dalam implementasi pembelajaran GamelanGender Wayang yaitu upacara keagamaan besar, upacara daur hidup, dan upacara harian. ImplikasiPembelajaran Gamelan Gender Wayang pada generasi Z mengarah kepada hasil perkembangankompetensi anak didik dalam memainkan Gamelan Gender Wayang yaitu implikasi pembelajaranGamelan Gender Wayang pada peserta didik
TANTANGAN DAN STRATEGI PENERAPAN PEMBELAJARAN ABAD 21 PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI UPT SD NEGERI 5 AMPARITA Tommy Jevisa; Relin D.E; Ni Wayan Sariani Binawati
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4531

Abstract

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran menjadi tuntutanperkembangan dan kemajuan zaman yang semakin modern saat ini. Pendidikan di Indonesia harusmampu terus berbenah dalam menyesuaikan diri dari derasnya perkembangan era globalisasi saatini.Guru sebagai agen pembaharuan sekaligus sebagai ujung tombak dalam mewujudkan tujuanpendidikan nasional haruslah terus mengembangkan segala kemampuan dan kompetensinya dalammerancang dan melaksanakan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Guru di Indonesia saatini haruslah terus berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan peserta didik yang kreatif, inovatif, dankompetitif. Untuk itu, diperlukan strategi penerapan pembelajaran Abad 21yang diharapkan mampumenggali dan meningkatkan keterampilan 4C peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemberikan gambaran terkait tantangan dan strategi yang tepat digunakan dalam menerapkanpembelajaran Abad 21 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di UPT SDNegeri 5 Amparita. Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif dengan teknik pengumpulan datadengan melakukan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)adanya tantangan dalam penerapan pembelajaran Abad 21 baik tantangan secara internal maupunsecara eksternal, (2) untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang tepat dalam upayapenerapan pembelajaran Abad 21 di UPT SD Negeri 5 Amparita. Pembelajaran Abad 21 sangatpenting untuk diterapkan di UPT SD Negeri 5 Amparita karena selain menjadi tuntutan dariperkembangan di era globalisasi, juga karena sejalan dengan visi dan misi sekolah dalam menciptakanpeserta didik yang komunikatif, kreatif dan inovatif, berpikir kritis, serta mampu bekerja sama.
Penerapan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam Penguatan Karakter Disiplin dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas V UPT SD Negeri 1 Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan Asman L; Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani; Ni Wayan Sariani Binawati
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4532

Abstract

Proses pembelajaran Agama Hindu di kelas V UPT SD Negeri 1 Amparita masih menerapkanmetode pembelajaran konvensional dan belum bervariasi, sehingga melemahkan karakter disiplin dankeaktifan siswa dalam belajar. Pembelajaran masih terpaku kepada buku teks yaitu hanya hafalankonsep-konsep saja. Proses pembelajaran belum mengorientasikan siswa pada masalah yang riil,kegiatan belajar belum dilaksanakan secara berkelompok sehingga tidak mengarahkan aktivitas untukbekerjasama sehingga belum mencerminkan aktivitas belajar yang berpusat pada peserta didik. Salahsatu hal untuk mengantisipasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaranyang inovatif seperti model pembelajaran problem based learning. Berdasarkan analisis dataditemukan bahwa terjadi penguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar siswa kelas V denganmelihat (1) faktor yang menjadi alasan pentingnya penerapan problem based learning padapembelajaran agama Hindu dalam penguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar; (2) prosespenerapan model problem based learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalampenguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar; (3) kendala yang dihadapi guru dalam menerapkanmodel problem based learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam penguatankarakter disiplin dan aktivitas belajar siswa

Page 1 of 3 | Total Record : 26