Al -Athfal
Al-Athfal adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STIT Pemalang, yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan dan pengembangan guru khususnya Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang dikembangkan. Jurnal ini sebagai sarana pengembangan Prodi PIAUD dan publikasi karya ilmiah dosen dan guru serta pemerhati pendidikan, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mengacu pada pola pengembangan ilmiah. Al-Athfal terbit pada Edisi Juni dan Desember setiap tahunnya, di mana masing-masing terbitan dimuat 5 (lima) artikel ilmiah.
Articles
53 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI RA SALAFIYAH KALIMAS KABUPATEN PEMALANG
Nur Siami, Siti
Al-Athfal Vol 2 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.748 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v2i1.537
Pendekatakan kontekstual merupakan pendekatan yang dikembangkan dengan tujuan agar proses pembelajaran berjalan aktif, produktif dan memiliki makna dalam kehidupan siswa. Tidak hanya menekankan pada pengetahuan kognitif saja tetapi juga pada afektif dan psikomotorik. Namun masih terdapat beberapa siswa yang sulit memahami dan menerapkan materi yang disampaikan, Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di RA Salafiyah Kalimas banyak ditemukan bahwa kemampuan anak untuk berkreasi belum berkembang dengan maksimal, salah satu kegiatan ketika observasi anak sedang diberi kegiatan mewarnai, ketika memberi warna terdapat beberapa anak yang masih melihat hasil karya temannya dan memberi warna yang sama dengan teman sebangkunya sehingga warna yang digunakan menjadi sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kontekstual pada siswa RA Salafiyah Kalimas Kabupaten Pemalang, faktor pendukung, faktor penghambat penerapan model pembelajaran kontektual pada siswa RA Salafiyah Kalimas Kabupaten Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari wawancara dan teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi. Subjek berasal dari guru di RA Salafiyah Kalimas Kabupaten Pemalang dan Kepala Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan dengan masing-masing tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi yang berupa lembar pengamatan, Wawancara dan dokumentasi.Dari hasil analisis data pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstua l pada RA Salafiyah Kalimas Kabupaten Pemalang sudah berjalan dan dapat dikategorikan baik namun belum maksimal. Hal tersebut karena adanya penghambat dari diri siswa tersebut yaitu masih terdapat siswa yang bergantung kepada guru. Kata Kunci: Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual
NILAI PENDIDIKAN DALAM SURAT LUQMAN AYAT KE-12 SAMPAI KE-19 MENURUT IBNU KATSÎR DALAM KITAB TAFSÎR AL-QUR`AN AL-‘AZHÎM
Bakhri, Amirul;
Surahmat
Al-Athfal Vol 3 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (623.077 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v3i2.541
Tujuan penelitian ini ingin mengungkapkan nilai-nilai Pendidikan yang terkandung di dalam surat Luqman ayat ke-12 sampai ke-19 di dalam kitab Tafsîr al-Qur’an al-‘Azhîm karya Ibnu Katsîr. Hal ini karena dalam realita yang ada, kekurangan nilai-nilai pendidikan menyebabkan banyaknya permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan yang terdapat dalam surat Luqman ayat ke-12 sampai ke-19, serta untuk mendeskripsikan metode yang dilakukan Luqman dalam upaya menanamkan nilai-nilai kepada anaknya yang terungkap dalam ayat tersebut di kitab Tafsîr al-Qur’an al-‘Azhîm karya Ibnu Katsîr. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kepustakaan perihal pemikiran para ekspert dalam kajian al-Qur’an dan kontribusi pemikirannya dengan analisis literal readings serta interpretive and reflexive readings. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam surat Luqman ayat ke-12 sampai ke-19 dalam kitab Tafsîr Alquran al-‘Azhîm karya Ibnu Katsîr terdapat berbagai nilai pendidikan yakni: a) adanya perintah untuk bersyukur kepada Allah Swt atas nikmat yang telah diberikanNya, b) agar menyembah Allah Swt dan tidak melakukan syirik kepadaNya, c) agar berbakti kepada orang tua di dunia ini, akan tetapi jika mereka menganjurkan unutk melakukan hal yang dilarang Allah Swt agar tidak dituruti, d) pelajaran bahwa setiap kebaikan dan keburukan yang dilakukan oleh manusia, pasti akan ada balasannya oleh Allah Swt, e) agar selalu mengerjakan shalat serta untuk selalu berbuat amar ma`ruf dan nahi munkar, f) pelajaran agar tidak sombong dan angkuh dalam kehidupan, g) pelajaran agar sopan dalam berjalan dan berbicara. Selain itu, hasil lain dari penelitian ini yaitu adanya beberapa metode yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai yang terdapat dalam ayat ke-12 sampai ke-19 yaitu: a) metode mendidik dengan keteladanan atau qudwah hasanah, b) metode mendidik dengan kisah atau cerita, c) metode mendidik dengan nasehat
IMPLEMENTASI KEGIATAN KHITOBAH DALAM MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK
Nursidik
Al-Athfal Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (769.141 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v1i2.565
Percaya diri merupakan karakter yang penting untuk dimiliki oleh remaja termasuk anak-anak panti. Untuk menjadi anak yang dapat melakukan segala aktifitas di panti, sekolah umum maupun madrasah dengan baik, maka dibutuhkan rasa percaya diri yang tinggi. Maka dari itu ada suatu kegiatan yang dapat membantu anak melatih rasa percaya dirinya, yaitu kegiatan khitobah di panti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dan analisis yang bertujuan untuk mengetahui implementasi dan implikasi kegiatan khitobah dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak, serta bagaimana faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kegiatan khitobah dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak itu ekektif karena kegiatannya dilaksanakan secara rutin setiap malam minggu. Kegiatan Khitobah di Panti Asuhan Dewi Masyithoh Cabang Pemalang ini bertujuan untuk melatih mental anak dan menumbuhkan rasa percaya diri anak ketika berbicara di depan umum. Dampak atau manfaat dari kegiatan khitobah ini yaitu menumbuhkan rasa percaya diri anak, berani dan percaya diri ketika tampil di hadapan masyarakat, tidak malu maupun takut ketika ia aktif di masyarakat. Adapun faktor pendukung kegiatan khitobah ini adalah tersedianya sarana dan prasarana untuk pelaksanaan khitobah, sedangkan faktor penghambatnya adalah kemauan yang ada pada diri anak itu sendiri serta kurangnya persiapan materi khitobah
IMPLEMENTASI BERMAIN FLASH CARD UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK KELOMPOK B
Imam Faizin;
Serly
Al-Athfal Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.57 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v1i2.568
Kemampuan berbahasa pada anak adalah kemampuan untuk mengekspresikan apa yang dialami dan dipikirkan oleh anak dan kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan lingkungannya maupun teman sebayanya, dalam perkembangan berbahasa anak dikenalkan dengan gambar, kosakata dan huruf agar perkembangan berbahasanya menjadi lebih optimal. Media Flash Card adalah kartu kecil yang berisi gambar, teks, atau tanda simbol yang mengingatkan atau mengarahkan anak kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar. Flash Card biasanya berukuran 8x12 cm, atau dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara guru dalam menerapkan media Flash Card kepada anak kelas A di KB Putra Harapan Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriktif kualitatif, dalam subjek penelitian adalah guru kelas dan peserta didik di kelas B sebanyak 10 anak, sedangkan objek dalam penelitian adalah penerapan media Flash Card untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak di KB Putra Harapan Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi terlihat bahwa dari hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menerapkan media Flash Card sesuai dengan langkah-langkah yaitu : 1)Menentukan Tema, 2) Menyiapkan Media Flash Card, 3) Mengenalkan Huruf Dan Kata Kepada Anak, 4) Meyiapkan Alat danBahan, 5) Membagi Anak Ke dalam Beberapa Kelompok, 6) Memberikan kegiatan kepada anak.
KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN KUALITAS KELUARGA
Hafiedh Hasan;
Aisy, Hidayatul
Al-Athfal Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (505.239 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v1i2.570
Kehidupan pertama manusia ialah dalam keluarga, sehingga kondisi keluarga sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang setiap individu. Maka dari itu, kualitas keluarga hendaknya diperhatikan untuk peningkatan dari masa ke masa. Upaya peningkatan ini bisa dilakukan dengan penerapan manajemen sumber daya manusia yang baik di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan MSDM dalam meningkatkan kualitas keluarga. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menghimpun sumber-sumber pustaka, untuk mendukung data-data yang diperoleh dari sumber referensi. Hasil penelitaian ini menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia yang baik dalam kelurga berbanding lurus dengan peningkatan kualitas keluarga.
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP HASIL BELAJAR AFEKTIF SISWA
Hendry;
habibi, Yuliana
Al-Athfal Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (829.688 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v1i2.571
Kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Peran dan profesionalisme kompetensi profesional (kualitas SDM) guru mutlak diperlukan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan sehingga tujuan-tujuan progam dan pelaksanaan pembangunan pendidikan tersebut terwujud. Dalam hubungannya dengan kualitas SDM tersebut, sudah barang tentu tidak terlepas dan pengetahuan, skill, kepekaan sosial dan kemampuan-kemampuan lainnya yang secara umum berdasar latar belakang tingkat pendidikan yang dimiliki. Peran dan profesionalisme kompetensi profesional (kualitas SDM) guru mutlak diperlukan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan sehingga tujuan-tujuan progam dan pelaksanaan pembangunan pendidikan tersebut terwujud. Dalam hubungannya dengan kualitas SDM tersebut, sudah barang tentu tidak terlepas dan pengetahuan, skill, kepekaan sosial dan kemampuan-kemampuan lainnya yang secara umum berdasar latar belakang tingkat pendidikan yang dimiliki.
FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB LUKA PSIKOLOGIS PADA ANAK-ANAK DAN KONSELING PENYEMBUHANNYA
Rozak, Purnama
Al-Athfal Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.609 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v1i2.572
Kenakalan anak adalah hal yang paling sering menjadi penyebab kemarahan orang tua, sehingga anak menerima hukuman dan bila disertai emosi maka orangtua tidak segan untuk memukul atau melakukan kekerasan fisik. Bila hal ini sering dialami oleh anak maka akan menimbulkan luka yang mendalam pada fisik dan batinnya. Sehingga akan menimbulkan kebencian pada orang tuanya dan trauma pada anak. Akibat lain dari kekerasan anak akan merasa rendah harga dirinya karena merasa pantas mendapat hukuman sehingga menurunkan prestasi anak disekolah atau hubungan sosial dan pergaulan dengan teman - temannya menjadi terganggu, hal ini akan mempengaruhi rasa percaya diri anak yang seharusnya terbangun sejak kecil. Maka menarik untuk diteliti tentang Faktor-faktor apasajakah yang menyebabkan anak rentan luka psikologis dan Bagaimana mengatasi anak yang rentan luka psikologis, jadi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak rentan luka psikologis dan bagaimana mengatasi anak yang rentan luka psikologis. Adapun metode penelitaian ini adalah penelitian kualitatif library research atau penelitian kepustakaan.Hasil penelitiannya: faktor-faktor yang menyebabkan anak rentan luka psikologis antaralain:1. Stresor (Pemicu stres), 2. Perceraian, 3. kekerasan pada anak (child abused), 4. Orang tua yang depresi, 5. Pengaruh kasih sayang orang tua pada gangguan psikologis anak.Solusi kenseling penyembuhannya dengan : Terapi perilaku atau pembentukan perilaku, Psikoterapi, terapi bermain, terapi kelompok, terapi kognitif dan terapi keluarga.
MANAJEMEN FACEBOOK DALAM PROSES PENDIDIKAN
Nursidik
Al-Athfal Vol 2 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.362 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v2i1.580
Teknologi merupakan suatu kebutuhan bagi bangsa dan negara, pada saat ini ilmu teknologi semakin berkembang pesat, masyarakat di tuntut untuk ikut serta mengikuti arus globalisasi, salah satunya adalah layanan jejaring social, terutama Facebook. munculnya fenomena dan perkembangan zaman yang sedang booming diseantero jagad raya ini salah satunya perkembangan teknologi, perkembangan teknologi yang semakin canggih mampu menghipnotis seluruh manusia dari berbagai lapisan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai pada lansia (dewasa lanjut usia) hal ini menuntut orang tua dan seluruh pendidik di dalam maupun di luar sekolah untuk dapat memperhatikan dan mengawasi setiap gerak- gerik langkah anak didiknya, karena perkembangan teknologi yang sedang marak saat ini dapat mempengaruhi kondisi lingkungan dan prestasi belajar, sehingga perhatian dan pengawasan orang tua serta tenaga pendidik di dalam sekolah maupun di luar sekolah harus lebih waspada. Pada saat ini masyarakat Indonesia mengenal Facebook sebagai media pertemanan ternyata mampu membius warga Indonesia untuk berlomba-lomba dalam menguasai situs jejaring sosial ini. Akan tetapi pada saat sekarang banyak sekali kita temukan kejadian-kejadian yang kurang baik, kejadian kriminal yang disebabkan oleh Facebook, sering kita jumpai anak perempuan remaja di perkosa oleh temennya yang ia baru kenal lewat jejaring Facebook, pembegalan atau kejadian-kejadian kejahatan lain sebagainnya. Oleh sebab itu perlunya ada pengolahan yang benar berkaitan dengan jejaring sosial ini, jika digunakan kedalam hal yang sifatnya positif sebagai alat untuk proses pembelajaran maka hasilnya sangat bermanfaat untuk memperbanyak ilmu pengetahuan, atau sebaliknya digunakan untuk kesia-siaan atau hal-hal negatif maka hasilnya kurang baik atau buruk.
EVALUASI PENGELOLAAN KELAS DI TK AL IRSYAD PEMALANG
Nisrokha
Al-Athfal Vol 2 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v2i1.581
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dangan pendekatan induktif. [1] Pengumpulan data tidak dipandu oleh teori, tetapi dipandu oleh fakta-fakta yang ditemukan pada saat penelitian di lapangan. [2]Dalam penelitian ini, peneliti akan meneliti tentang evaluasi pengelolaan kelas di TK Al-Irsyad Pemalang. Bagaimana cara lembaga sekolah khususnya Taman Kanak-kanak (TK) mengevaluasi pengelolaan kelasnya. Penelitian ini menghasilkan Evaluasi pengelolaan kelas di TK Al-Irsyad Pemalang menggunakan model CIPP(Context, Input, Process, dan Product). Pada Context (konteks) peneliti menemukan beberapa hal yang berkaitan dengan cara pengelolaan kelas yang efektif sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar TK Al-Irsyad Pemalang. Peran guru dalam mengelola kelas diantaranya guru memulai pembelajaran dengan berdoa dahulu sehingga siswa bisa berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Input memiliki sumber daya manuasia yang mumpuni, Process (Proses) di TK Al-Irsyad Pemalang dalam pembelajrannya sudah menerapkan metode yang sangat baik sehingga anak-anak tidak cepat merasa bosan. Guru yang kreatif mampu mengatasi segala keluh dan kesah dari masing-masing peserta didik. Terkait dengan output sekolah dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas atau bermutu tinggi jika prestasi sekolah khususnya prestasi belajar siswa menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam prestasi peserta didiknya baik berupa prestasi akademik maupun non akademik. [1]Eko Sugiarto, Menyusun Proposal, Penelitian Kualitatif, Skripsi dan Tesis, Jogjakarta:Suaka Media, 2015, hlm.8. [2]Ibid, hlm. 9.
IMPLEMENTASI METODE MURAJA’AH DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN PONPES DARUL ASYFIYA PEMALANG
Nursidik
Al-Athfal Vol 3 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : STIT Pemalang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (666.767 KB)
|
DOI: 10.58410/al-athfal.v3i2.583
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Bagi bangsa, pendidikan merupakan kebutuhan yang dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas baik dari segi spiritual, intelegensi, dan kemampuan sebagai generasi penerus Bangsa. Al-Qur’an merupakan sumber dari segala sumber pesan-pesan ketuhanan, yang pada prinsipnya ia senantiasa mengajak manusia agar dapat senantiasa mengembangkan eksistensi dan potensi yang terpendam di dalam dirinya. Salah satu media yang dijadikan Allah SWT dalam menjaga keutuhan al-Qur’an adalah munculnya beberapa kelompok penghafal al-Qur’an di berbagai negara dengan berbagai macam usia. Dalam sejarah Islam klasik, para penghafal al-Qur’an selalu muncul dalam setiap generasinya, mulai generasi sahabat Rasulullah hingga saat ini. Dengan kondisi santri yang hampir seluruhnya adalah pelajar, tentunya perlu perhatian khusus dalam menjaga kelancaran hafalan al-Qur’an. Karena berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Setelah dilakukan penelitian di Rumah Tahfizh Ilmina, maka ada beberapa hasil yang menunjukan sebuah perubahan dalam meningkatkan kelancaran atau kualitas hafalan al-Qur’an. Menurut salah seorang santri putri berpendapat bahwa metode muraja’ahnya dilakukan dengan membaca berulang-ulang atau dilakukan ketika shalat. Sementara pelaksanaan muraja’ah dalam salat malam (qiyamullail), para santri mengamalkannya secara berjamaah dengan imam bergantian sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh dewan asatidz. Adapun surah yang dibacakan ketika menjadi imam salat adalah surah-surah yang sudah dihafalkan sesuai dengan pencapaian hafalan masing-masing santri 1 rokaat 1 halaman, sementara salat yang dilaksanakan minimal 4 rakaat