cover
Contact Name
Nursidik
Contact Email
sidiq_nur81@yahoo.com
Phone
+6282235784440
Journal Mail Official
sidiq_nur81@yahoo.com
Editorial Address
Jl. DI Panjaitan Km.03 Paduraksa Pemalang
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Al -Athfal
Published by STIT Pemalang
ISSN : 27762203     EISSN : 2829999X     DOI : https://doi.org/10.58410/al-athfal
Core Subject : Education, Social,
Al-Athfal adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STIT Pemalang, yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan dan pengembangan guru khususnya Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang dikembangkan. Jurnal ini sebagai sarana pengembangan Prodi PIAUD dan publikasi karya ilmiah dosen dan guru serta pemerhati pendidikan, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mengacu pada pola pengembangan ilmiah. Al-Athfal terbit pada Edisi Juni dan Desember setiap tahunnya, di mana masing-masing terbitan dimuat 5 (lima) artikel ilmiah.
Articles 53 Documents
MENGGORES IMAJINASI, MENYENTUH EMOSI: STUDI PERAN MENGGAMBAR BEBAS PADA ANAK USIA DINI Imam Faizin; Hartono
Al-Athfal Vol 5 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v5i2.1020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kegiatan menggambar bebas dalam pengembangan aspek emosional dan kreativitas anak usia dini di RA Nurul Ilmi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 57 anak kelas B sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan analisis karya gambar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggambar bebas menjadi media yang efektif untuk mengekspresikan emosi dan mengembangkan kreativitas anak. Anak-anak menggunakan warna-warna cerah seperti kuning dan merah untuk menggambarkan kebahagiaan, sedangkan warna gelap seperti biru tua mencerminkan emosi sedih atau takut. Kreativitas anak terlihat melalui imajinasi mereka yang kaya, seperti menggambar dunia fantasi dan objek yang tidak nyata, misalnya binatang berbicara atau pemandangan berwarna pelangi. Kegiatan menggambar bebas juga mendukung perkembangan motorik halus, pengambilan keputusan, dan komunikasi non-verbal anak. Penelitian ini menekankan pentingnya menggambar bebas sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan anak usia dini, dengan rekomendasi peningkatan keterlibatan orang tua, penyediaan sumber daya seni, dan pelatihan guru. Implementasi kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keseimbangan emosi dan pengembangan kreativitas anak secara holistik.
MEDIA LOOSE PART (KOMPONEN BAHAN ALAM DAUN) DALAM MENUMBUHKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI Nisrokha, Nisrokha; Nisa Aula Darojah
Al-Athfal Vol 5 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v5i2.1030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Media Loose Part yang berupa komponen bahan alam daun dalam menumbuhkan kemampuan motorik halus pada kelompok A di TK Pertiwi Desa Banjarsari Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research), yang dilakukan secara langsung dalam menemukan masalah/fenomena yang terjadi dan memperoleh data secara luas. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis Milles dan Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Loose Part dalam menumbuhkan kemampuan motorik halus kelompok A di TK Pertiwi Desa Banjarsari memiliki pengaruh signifikan dalam berbagai aspek kemampuan motorik halus setelah menerapkan Media Loose Part. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi para pendidik, khususnya di taman kanak-kanak (TK) untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan Media Loose Part sebagai sarana yang efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak. Media ini dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menarik. Penelitian ini dapat membantu melatih koordinasi motorik halus pada anak kelompok A di TK Pertiwi Desa Banjarsari.
ISLAMIC MONTESSORI KONSEP METODE ISLAMIC MONTESSORI DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL DAN SPIRITUAL ANAK USIA DINI saka, ridwan; Riyanti
Al-Athfal Vol 5 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v5i2.1031

Abstract

Children's education is one of the stimulus patterns to develop social and spiritual intelligence in early childhood. The rapid development of technology is currently an obstacle for students and a challenge for teachers. The method used is qualitative with a literature approach in this research process. Then conduct research with a focus on literature research, namely finding various references in books, journals, articles, and research results that support the research topic. The results of this study show that the idea of the Islamic Montessori method prioritizes the application of the Islamic faith in every activity carried out with children. This method is known to increase the spiritual intelligence of early childhood internally as well as externally, according to their developmental stage. School is a place outside the home where children acquire moral and religious lessons that help improve their spirituality. Using the Islamic Montessori Method can combine Islamic values to help children grow into intelligent, faithful, noble characters, independent, and responsible people. Educators who provide good moral examples certainly have a positive impact on children's growth. Therefore, the Islamic Montessori method is one of the methods that can be used to foster early childhood spiritual intelligence.
PENDIDIKAN USIA EMAS , PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Mamlakhah Malikhah; Purnama Rozak
Al-Athfal Vol 5 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v5i2.1038

Abstract

Al-Athfal : Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2024 ISSN : (Printed) : 2776-2203Mamlakha, Purnama Rozak Pendidikan Usia Emas , ISSN (Online) : 2807-999XPendidikan Anak Usia Dini128PENDIDIKAN USIA EMAS , PENDIDIKAN ANAK USIA DINIMamlakhah,1 Puranam Rozak,2mamlakhah@stitpemalang.co.idpurnamarozak@stitpemalang.co.idABSTRAKAnak usia dini adalah anak yang membutuhkan pengembangan dan pertumbuhandiri secara optimal. Masa tumbuh itu seharusnya bisa dioptimalkan melalui Pendidikan.Pendidikan di sekolah formal seperti sekolah, TK , PIAUD, ataupun di non formal sepertiPlay Group, Day Care, Tempat Penitipan Anak, semua itu tentu bertujuan agar fungsijasmani dan rohaninya yang meliputi asek intelektual, fisikmtorik, sosial emosi, Bahasa,moral dan agamanya berkembang sesuai dengan tingkat kecerdasannya.Pendidikan anak usia dini menjadikan anak pola perilaku kesehari-harinya yangterus menerus. Pendidik dan orang tua memberi Tindakan pengawasan, pengasuhansehingga menciptakan lingkungan untuk mengeksplorasi kemampuan pengalaman anakusia dini sehingga mereka mengetahui, memahami pengalaman belajar, yang diperolehdari lingkungan dengan cara mengamati, peniruan, dan mencoba hal baru melibatkanpotensi yang ada pada anak usia dini
MEMAHAMI PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK USIA DINI DAN DAN DAMPAK LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK Nursidik; Yuliana Habibi
Al-Athfal Vol 5 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v5i2.1040

Abstract

Psikologi perkembangan anak usia dini adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perkembangan mental, fisik, kognitif, bahasa, moral, dan sosio-emosional anak serta tumbuh kembang anak secara lebih spesifik. Anak-anak usia dini berada pada masa keemasan (golden age). Masa ini disebut masa keemasan sebab pada usia ini terjadi perkembangan yang sangat menakjubkan dan terbaik sepanjang hidup manusia. Perkembangan yang menakjubkan tersebut mencakup perkembangan fisik dan psikhis. Dari segi fisik anak mengalami perkembangan yang sangat luar biasa, mulai dari pertumbuhan sel-sel otak dan organ tubuh lainnya sampai perkembangan kemampuan motorik kasar seperti berjalan, berlari, melompat, memanjat, dan sebagainya. Perkembangan fisik lainnya yang tidak kalah pentingya adalah perkembangan kemampuan motorik halus yang merupakan kemampuan melakukan koordinasi gerakan tangan dan mata, misalnya menggenggam, meraih, menulis, dan sebagainya. Lingkungan sosial merupakan salah satu aspek yang dapat mempengaruhi kemampuan individu atau kelompok untuk melakukan tindakan dan perubahan perilaku. Semakin baik lingkungan rumah, dalam hal ini semakin banyak perubahan lingkungan ruma. aktivitas, Anak bebas berekspresi dan mengeksplorasi diri. Sebaliknya, lingkungan rumah yang kurang baik dapat mempengaruhi perkembangan psikososial anak, menyebabkan rasa malu, menarik diri, bahkan hiperaktif.
Strategi Kolaboratif Orang Tua dan Guru dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Usia Dini Wahyuningsih, Yenik; Aminah, Siti; Uzliva, Citra aulia; Imamah, Nur; Oktari, Rici; Baidowi, Ach
Al-Athfal Vol 6 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v6i1.1200

Abstract

Kemandirian anak usia dini terbentuk melalui kolaborasi guru dan orang tua, penting untuk perkembangan karakter, kepercayaan diri, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi pendidikan dan kehidupan social. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan strategi kolaboratif orang tua dan guru KB Islam Ar Royyan dalam mendorong kemandirian anak usia dini, meliputi bentuk, faktor pendukung/ penghambat, dan dampak kolaborasi tersebut. Penelitian kualitatif studi kasus di Kelompok Bermian Islam menggali strategi kolaborasi orang tua dan guru dalam menumbuhkan kemandirian anak melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data triangulasi. Kolaborasi antara orang tua dan guru Kelompok Bermian Islam diwujudkan melalui tiga bentuk utama. Pertama, kolaborasi digital lewat WhatsApp Group yang menjadi media komunikasi, koordinasi, dan diskusi tematik dengan aturan jelas untuk mendukung perkembangan anak. Kedua, pemantauan kesehatan emosional anak menggunakan Jurnal Emosi Anak yang diisi bersama orang tua dan guru, didukung sosialisasi agar pemahaman optimal. Ketiga, keterlibatan orang tua dalam penilaian autentik anak yang dilakukan bersama secara rutin untuk memastikan perkembangan holistik anak. Kepala sekolah, guru berkarakter, dan pemanfaatan media sosial menjadi faktor pendukung utama. Hambatan meliputi ketimpangan sosial orang tua dan keterbatasan keterampilan bermedia sosial.
Telaah Konseptual dan Empiris tentang Storytelling dalam Pendidikan Anak Usia Dini : Peran Strategis Guru PIAUD Colina, Nanda; Keumala, Elsa; Muttaqin, Reza
Al-Athfal Vol 6 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v6i1.1237

Abstract

Storytelling memiliki urgensi dan relevansi tinggi dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) karena berperan sebagai media pembelajaran aktif, kreatif, dan integratif yang mendukung perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta penanaman nilai-nilai moral dan agama. Namun, implementasinya di lapangan, khususnya di Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), belum optimal akibat keterbatasan literasi pedagogis dan kurangnya pelatihan guru. Tujuan utama artikel ini adalah menelaah konsep, teori, dan temuan empiris terkait storytelling di PAUD dengan fokus pada peran strategis guru PIAUD. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dari artikel jurnal, buku akademik, dan dokumen kebijakan, yang dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, gap, dan rekomendasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran guru sangat menentukan keberhasilan storytelling, tetapi masih menghadapi tantangan dalam integrasi nilai agama dan budaya lokal, serta pemanfaatan media yang inovatif. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya literatur dengan menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan storytelling berbasis konteks. Kajian ini merekomendasikan penelitian lanjutan berbasis lapangan untuk mengembangkan model pelatihan storytelling yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan PIAUD.
Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga dan Sekolah: Upaya Membentuk Perilaku Sosial Anak Elvia, Fifi; Agustin, Debi; Duri, Rofiqa
Al-Athfal Vol 6 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v6i1.1238

Abstract

Pendidikan karakter menjadi semakin mendesak di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan maraknya degradasi moral yang memengaruhi perilaku sosial anak. Keluarga dan sekolah sebagai lingkungan terdekat anak memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan membentuk perilaku sosial yang positif. Artikel ini bertujuan mengkaji pentingnya pendidikan karakter berbasis kolaborasi keluarga dan sekolah serta mengidentifikasi strategi sinergis untuk mendukung perkembangan perilaku sosial anak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui telaah literatur dari buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Temuan menunjukkan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah dalam pendidikan karakter masih lemah, sekolah cenderung berfokus pada aspek kognitif, dan pola asuh demokratis terbukti mendukung perilaku sosial positif anak. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur pendidikan karakter dengan menekankan perlunya model kolaboratif berbasis keluarga dan sekolah. Kesimpulannya, keberhasilan pendidikan karakter anak memerlukan desain kolaborasi yang nyata antara keluarga dan sekolah, dan disarankan penelitian lanjutan untuk menguji model ini dalam konteks lapangan secara empiris
PENDEKATAN-PENDEKATAN KEILMUAN DALAM MEMAHAMI AGAMA Purnama Rozak
Al-Athfal Vol 4 No 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v4i1.680

Abstract

Sebagaimana kita ketahui kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif didalam memecahkan berbagai masalah yang di hadapi manusia. Agama seharusnya tidak boleh hanya sekedar menjadi simbol atau hanya berhenti sekedar disampaikan dalam khotbah, melainkan secara konsepsional menunjukan cara – cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah , terkait salah pemahaman. Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan pendekatan teologi normatif dan dilengkapi dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan lain, yang secara oprasional konseptual, dapat memberikan jawaban terhadap masalah , terkait salah pemahaman yang timbul. Berdasarkan permasalahan diatas maka menarik untuk mengkaji mengkaji berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami agama. Hal ini demikian perlu dilakukan, karena melalui pendekatan tersebut kehadiran agama secara fungsional dapat dirasakan oleh penganutnya, sebaliknya tanpa mengetahui berbagai pendekatan tersebut, tidak mustahil agama menjadi sulit difahami oleh masyarakat, tidak fungsional dan hal ini jangan sampai terjadi. Adapun metode penelitaian ini adalah penelitian kualitatif library research atau penelitian kepustakaan. Hasil penelitiannya bahwa agama dapat dikaji melalui pendekatan Pendekatan Normatif Teology Pendekatan Ilmu – ilmu Sosial – Humaniora Pendekatan Sosiologi Pendekatan Antropologi Pendekatan Histori Pendekatan Filosofi Pendekatan Kebudayaan Pendekatan Psikologis
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE BERCERITA DI TK AL-FATAH TEGAL Imam Faizin
Al-Athfal Vol 4 No 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v4i1.766

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan perkembangan yang harus dimiliki anak usia dini sebagai salah satu dari kemampuan dasar, sesuai dengan tahapan usia dan karakteristik perkembangannya. Kemampuan berbahasa terdiri dari empat komponen yaitu berbicara, menulis, mendengar dan membaca. Bercerita merupakan salah satu metode dalam mengembangkan kemampuan bahasan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui metode bercerita. Penelitian ini merupakan jenis penilitian lapangan (field research) yang bersifat deskriftif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penilitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penilitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita yang diterapkan di TK Al-Fatah merupakan salah satu metode untuk mengembangkan aspek bahasa anak. Melalui metode bercerita mampu memberikan pengalaman baru dan berharga pada anak, menstimulasi rasa ingin tahu dan perhatian anak, sehingga anak dapat terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Respon anak terhadap penerapan metode bercerita ini baik. Hal ini dapat dilihat dari antusias anak yang aktif mendengarkan serta memberi umpan balik dalam mengikuti cerita yang dibacakan. Dari data yang diperoleh tersebut menunjukkan metode bercerita dapat melatih konsentrasi anak dalam meningkatkan keterampilan berbahasa melalui menyimak dan mengungkapkan bahasa. Dilihat dari aktivitas keseharian, anak cenderung lebih berani untuk berbicara, mau untuk menceritakan pengalamannya, dan tidak merasa malu terhadap siapapun ketika di ajak berbicara.