Articles
134 Documents
Penyuluhan tentang Pembuatan Tangki Septik Sehat untuk Penataan Kembali Desa Ekowisata Akibat Gempa Lombok 2018
Humairo Saidah;
- - Akmaluddin;
Jauhar - Fajrin;
Lilik - Hanifah;
Sofia - Rawiana
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 2 (2021): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1209.988 KB)
Dusun Lebah Sari adalah salah satu dusun di Kecamatan Pemenang yang rusak parah akibat gempa Lombok 2018. Kerusakan yang masif mengharuskan warga membangun dan menata kembali pemukiman mereka termasuk fasilitas pribadi seperti jamban. Momen penataan kembali inilah yang ingin dimanfaatkan oleh tim untuk memberikan pemahaman khususnya kepada para pekerja konstruksi atau tukang bangunan dengan cara penyuluhan guna mentransfer pengetahuan tentang pembuatan tangki septik yang baik dan sesuai Standar Nasional Indonesia. Mengingat desa ini sedang merintis jalan menjadi desa ekowisata yang menjual keindahan pemandangan alam termasuk fasilitasnya, maka kesehatan dan kenyamanan lingkungan harus diperhatikan. Kegiatan yang dihadiri oleh kepala dusun, tokoh masyarakat, pemuda dan ibu-ibu ini berjalan dengan lancar. Peserta sangat antusias mengikuti penjelasan Tim dan berkonsultasi pada sesi tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi aktif Perguruan Tinggi terhadap penyelesaian salah satu potensi permasalahan lingkungan khususnya bagi masyarakat dusun Lebah Sari demi penataan kembali pemukiman dan lingkungan yang lebih baik
Peningkatan Hasil Produksi Pengrajin Tempe Gembus Desa Telagawaru Dengan Menggunakan Mesin Pres Sederhana
Agus Dwi Catur;
I Made Adi Sayoga;
Arif Mulyanto;
I . G.N.K Yudhyadi;
N.H. Sari;
Nurchayati Nurchayati;
E.D. Sulistiowati;
Nur Kaliwantoro
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1191.443 KB)
Pengrajin tempe gembus di Desa Telagawaru memeras ampas tahu dengan tangan di dalam memproduksi tempe gembus. Hal tersebut sangatlah tidak efisien baik waktu dan tenaga. Pengoptimalan produksi dilakukan pada industri kecil rumahan penghasil tempe gembus dengan penggunaan alat pres ampas tahu sederhana. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi: perancangan dan pembuatan alat pres sederhana, pelatihan penggunaan dan perawatan alat pres, serta evaluasi penggunaan alat pres. Dengan penggunaan alat pres dapat mempersingkat waktu produksi dan tenaga produksi. Transfer teknologi dapat berjalan dengan baik, pengrajin tempe gembus antusias untuk menerima teknologi yang diberikan oleh tim pelaksana. Perajin tempe gembus memiliki ketrampilan baru dan dapat melakukan produksi tempe gembus dengan menggunakan alat pres.
Pengering Hybrid Dodol Nangka
rudy sutanto;
Arif mulyanto;
Nurchayati .;
Agus dwi catur;
Made Wirawan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 2 (2019): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.829 KB)
Dodol nangka merupakan makanan semi basah yang terbuat dari campuran karbohidrat, protein dan sedikit lemak sebagai kandungan utama, serta dengan tekstur kenyal yang pengolahannya didasarkan pada penurunan kadar air. Selain itu, dodol nangka mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, karena banyak mengandung gula, provitamin A, vitamin C dan mineral kalsium. Untuk mendapatkan kualitas dodol nangka yang cukup baik maka diperlukan proses pengeringan yang mencukupi dan dalam lingkungan yang higienis sehingga produk yang dihasilkan dapat siap dalam waktu yang relatif cepat dan dalam keadaan bersih serta higienis. Akibat rendahnya pengetahuan mitra terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sampai saat ini mitra masih menggunakan atap-atap rumah sebagai tempat menjemur produk, disamping hasilnya yang kurang begitu memuaskan juga produk yang dihasilkan kurang bersih serta waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan relatif. Berangkat dari keinginan untuk meningkatkan industri kecil dodol nangka dari segi kapasitas dan kualitas khususnya dalam proses kecepatan pengeringan dodol nangka, maka perlu dipikirkan untuk memanfaatkan dan mengembangkan suatu teknologi tepat guna yaitu oven pengering tenaga surya – syngas (hybrid solar dryer). Adapun kelebihan oven pengering tenaga surya – syngas adalah : tidak memerlukan daya listrik sehingga otomatis ongkos produksi bisa dihemat, mudah perawatan, bisa dioperasikan pada musim hujan atau pada malam hari (menggunakan bahan bakar alternatif syngas atau syntesis gas yang diperoleh dari proses gasifikasi biomassa sekam padi) dan disaat panas terik menggunakan kolektor surya.
Penetas Telur Sistem Rak Putar Dengan Kontrol Suhu RTD
Sujita Darmo;
I.B Alit;
I.G Bawa Susana;
I.W Joniarta;
Sultan Sultan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 1 (2020): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1220.145 KB)
Melimpahnya produksi telur asin di Lombok Barat tak terlepas dari banyaknya sentra peternakan itik alabio di wilayah ini. Di Lombok Barat tercatat 1.778 peternak itik alabio yang tersebar dan bergabung di lebih dari 10 Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI). Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan dengan peternak unggas lain, seperti peternak ayam petelur yang hanya berjumlah 246 orang ataupun peternakayam pedaging yang hanya 99 orang. Beberapa sentra ternak itik di Lombok Barat yang terkenal adalah Desa Jeringo dan Mambalan, Kecamatan Gunungsari, tahun 2011 meraih predikat sebagai KTTI terbaik tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat. Banyaknya jumlah peternak itik menjadikan Lombok Barat sebagai salah satu sentra peternakan itik di NTB. Walaupun demikian masih banyak kendala yang dihadapi oleh mitra antara lain : Jumlah DOD itik yang dihasilkan dengan penetasan secara konvensional jumlahnya sangat terbatas. Karena tanpa menggunakan peralatan kontrol suhu dan kelembaban udara, sehingga perkembangan embrio dalam telur itik tidak maksimal(keberhasilan telur yang bisa menetas sangat rendah (kurang dari 30%). Jumlah yang dihasilkan terbatas kurang dari 100 ekor per periode penetasan (28 hari). Padahal keperluan DOD untuk tiap peternak minimal 400 ekor sehingga diperlukan DOD 12 ribu ekor untuk 30 peternak . Sistem manajemen yang diterapkan masih bersifat kekeluargaan. Untuk mengatasi masalah berkaitan dengan aspek produksi, perlu dicarikan pemecahannya melalui metode pendekatan penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat (IbM), dengan cara penerapan teknologi tepat guna berupa Alat Penetas Telur Sistem Rak Putar dengan Kontrol Suhu RTD , yang bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas DOD itik alabio. Selanjutnya untuk mengatasi masalah manajemen, dilakukan dengan cara menerapkan system manajemen JUST-IN-TIME (JIT). Sistem JIT akan diterapkan pada pengadaan pakan dan DOD, sistem penjadwalan (penggantian itik yang sudah afkir/tidak bertelur) dan diterapkan analisis biaya-volume-laba (CPV), serta analisis titik impas (BEP)
Penyuluhan Pembuatan Urea Molasses Block (UMB) Sebagai Pakan Supplement Untuk Ternak Ruminansia
Salman Salman Salman;
Yuyun Anggriani -;
Emmy Dyah Sulistyowati;
Hendry Sakke Tira
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 2 (2020): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.931 KB)
Pakan ruminansia yang berasal dari sisa panen memiliki kualitas rendah karena terlalu banyak kandungan bahan kering yang terkonsumsi. Kekurangan kualitas pakan menurunkan produktivitas ternak. Salah satu cara meningkatkan produktifitas ternak adalah dengan cara memperbaiki kualitas pakan ternak. Seperti pemberian Urea Molasses Block (UMB) sebagai makanan tambahan ternak. Karena itulah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) melakukan kegiatan pembuatan Urea Molasses Block (UMB) di Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Metode kegiatan adalah berbentuk penyuluhan yaitu tim pelaksana melakukan kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan langsung UMB di depan warga setempat. Hasilnya peserta penyuluhan menyambut pembuatan UMB ini secara antusias. Karena pemberian UMB dapat meningkatkan pencernaan pakan berkualitas rendah sehingga secara umum dapat meningkatkan performa hewan ternak seperti produksi susu, bobot badan, dan reproduksi.
Penyuluhan Pembuatan Briket dari Sampah Biomassa untuk Bahan Bakar di Lingkungan Batu Ringgit, Mataram
Salman Salman Salman;
Syharul Syahrul .;
Nasmi Herlina Sari;
Emmy Dyah Sulistyowati;
Nur Kaliwantoro .
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jkp.v5i1.138
Salah satu cara pemanfaatan sampah biomassa adalah dengan mengolahnya menjadi briket sampah biomassa.Karena itulah dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini tim pelaksana pengabdian melakukan penyuluhan pembuatan briket sampah biomassa di depan kelompok tani di Linkungan Batu Ringgit Selatan, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekabela, Kotamadya Mataram. Saat ini kelompok tani tersebut belum memanfaatkan sampah biomassa mereka yang tersedia secara melimpah di sekitar mereka.Hasil pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini meliputi pengadaan alat pencacah sampah organik, penyuluhan pembuatan briket sampah organik, dan produksi briket. Dari kegiatan ini tim pelaksana berhasil memproduksi briket. Hasil pembuatan briket sampah biomassa ini bisa ditawarkan konsumen baik skala rumah tangga, industri maupun sesuai tujuan awal yaitu PLTU sebagai target pemasaran dalam skala besar.
Pelatihan Pembenihan Cabai Bermedia Suppressive Tanah Perakaran Bambu dan Budidayanya di Wambarema, Bombana : Training of Suppressive Chilli Seed With Soil Roots of Bamboo and Its Cultivation in Wambarema, Bombana
Syair - syair;
Yusnaini Yusnaini Yusnaini;
Rahim Aka;
Abdul Rahman;
Muhammad Taufik
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jkp.v5i1.139
Memasuki tahun ke-3 Program Pemberdayaan Desa Mitra (PPDM) Wambarema-UHO. Respon masyarakat terhadap kegiatan pengabdian cukup baik. Terbukti beberapa masyarakat meminta didampingi untuk membudidayakan cabai rawit yang dimotori oleh kepala Desa Wambarema. Analisis situasi sumber daya alam, ditemukan banyak rumpun bambu di sekitar lahan petani. Tanah suppressive dapat meningkatkan kompetisi antara saprofit yang selanjutnya memberikan efek antagonistik terhadap patogen atau penyakit. Oleh karena itu tujuan pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam lokal-tanah akar bambu di dalam praktek pembenihan cabai dan budidaya tanaman di lapang. Metode yang digunakan adalah pelatihan, bimbingan teknis dan pembuatan demplot budidaya cabai seluas 30 × 40 m persegi di Desa Wambarema, Bombana. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa mitra wanita tani cukup antusias dan berhasil membuat teknik pembenihan cabai dengan menggunakan tanah akar bambu, Jumlah benih yang telah disemaikan dapat digunakan untuk lahan seluas 1/4 ha, sedangkan petani pria telah membuat demplot budidaya cabai bermulsa plastik hitam perak. Pertumbuhan tanaman cabai cukup baik namun masih diperlukan pendampingan intensif kepada mitra sampai tanaman cabai berproduksi.
Alat Press Hidraulik Pada Industri Rumah Tangga Pembuatan Tahu Jawa Di Dusun Karang Kelok, Mataram
Nurchayati Nurchayati;
Hendry Sakke Tira;
Yesung Allo Padang;
Rudy Sutanto;
Suteja Suteja
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jkp.v5i1.145
In Karang Kelok hamlet, West Monjok, Mataram, there are currently 2 Home Industries (IRT) that make tofu and are known as Javanese tofu. Because the texture is different from the Lombok tofu in general, this tofu is in great demand by the wider community. So the demand in every day is very much. One of them belongs to Tin's mother. This IRT is able to absorb 3 workers. Every day able to spend 60 kg of soybeans. In producing the tofu, this IRT still uses the traditional method, especially when pressing the tofu is still done by overlapping 1-3 pieces of stone with different weights. Pressing in this way has weaknesses, including security and work safety issues. This condition is also one of the obstacles to be able to produce more tofu products. This pressing is done one by one and in a row, so it also takes up a wider area. Based on these problems, it is necessary to plan and manufacture hydraulic system tofu pressing tools so that the resulting product increases. The purpose of this service is to get a smaller time and area for pressing in the tofu-making process. The method used is to socialize the use of a hydraulic system tofu press. The results obtained are that this tofu press tool can shorten the average pressing time of 4 minutes and reduce the working area of pressing from 3 meters to 1 meter. And it can also reduce the risk of work accidents due to the fall of the crushing stone.
Penyuluhan Pencegahan Bahaya Kebakaran Penggunaan Kompor Gas LPG Rumah Tangga
I Made Mara;
I Gede Bawa Susana;
Ida Bagus Alit;
I G.A.K. Chatur Adhi W.A.;
Made Wirawan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jkp.v5i1.146
Rendahnya pemahaman tentang faktor penyebab terjadinya kebocoran gas LPG, kebakaran akibat gas yang bocor serta kualitas dan kondisi peralatan yang baik untuk menghindari bahaya kebakaran sangat diperlukan masyarakat. Solusi yang ditawarkan yaitu penyuluhan mencegah bahaya kebakaran kompor gas LPG rumah tangga. Kegiatan dilakukan di Banjar Gria Hita, Lingkungan Griya Pagutan Indah, Pagutan Barat, Mataram. Hasil kegiatan penyuluhan ini memberikan pemahaman kepada warga tentang komponen pada kompor gas yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Hasilnya warga menjadi mengetahui dan memahami bahwa tata letak tabung gas yang tidak benar dapat memicu bahaya kebakaran. Selain itu, regulator gas harus selalu dalam kondisi baik sehingga aliran gas menjadi efisien dan mencegah terjadinya kebocoran gas.
Penyuluhan Penghancur sampah Daun di Lingkungan Gomong Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat
Arif Mulyanto;
Pandri Pandiatmi;
Paryanto Dwi Setyawan;
Agus Dwi Catur;
IMade Adi Sayoga;
Khairil Anwar Fajrie;
Dimi Frasepta Ilhami
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jkp.v5i1.147
Gomong sebagai desa di perkotaan mempunyai permasalahan sampah. Salah satu pengelolaan sampah yang bisa dilakukan oleh pedesaan di perkotaan adalah dengan mendaur ulang sampah. Sampah yang berasal dari tumbuhan sering kali dibuang ke tempat pembuangan akhir atau dibakar. Sampah tumbuhan dapat dibedakan antara sampah daun dan batang. Sampah yang berupa batang dapat diolah menjadi bahan bakar, sedang sampah yang berupa daun dapat diolah menjadi pupuk kompos. Metode yang digunakan adalah perancangan, pembuatan alat kemudian dilanjutkan pelatihan dan penyuluhan alat penghancur sampah dedaunan tipe vertikal. Produk akhir berupa cacahan sampah daun berukuran 1 cm atau lebih kecil. Cacahan daun ini kemudian dibasahi dengan air yang telah diberi zat EM4 untuk membantu penghancuran secara biologis. Setelah ditiriskan cacahan sampah dedaunan lalu dikemas dimasukan ke dalam plastic sekitar 3 kg dan disimpan. Setelah 2 minggu cacahan sampah yang sudah dibasahi dengan larutan EM4 tersebut siap untuk digunakan sebagai pupuk kompos.