cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalsosains@gmail.com
Phone
+6285703065636
Journal Mail Official
jurnalsosains@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pangeran Cakrabuana, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sosial dan Sains
ISSN : 27747018     EISSN : 2774700x     DOI : 10.36418
Core Subject : Science, Social,
Jurnal sosial dan sains (SOSAINS) is a double blind peer-reviewed academic journal and open access to social and science fields. The journal is published monthly by Green Publisher Indonesia. Jurnal sosial dan sains (SOSAINS) provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. This journal publishes research articles covering social included : Management, Economics, Culture, Law, Geography, and Education and sciences included : Astronomy, Biology, Ecology, Physics, Geology, Geography, Geography, Chemical. Published articles are from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books. This journal publishes research articles covering social and science. Journal has become a member of Crossref (Prefix: 10.36418) with Online ISSN 2774-700x and Print ISSN 2774-7018
Articles 1,041 Documents
Literature Review: Analisis Faktor Penghambat Program Penanggulangan Tuberculosis di Puskesmas Rifka Noviyanti; Agus Aan Adriansyah; Nurul Jannatul Firdausi; Wiwik Afridah
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1844.859 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i8.449

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Puskesmas mempunyai peran yang sangat penting dalam mensukseskan program ini, namun di lapangan masih banyak permasalahan dalam pelaksanaan program penanggulangan Tuberculosis, seperti kurangnya dalam hal sarana prasarana, sumber daya manusia an kurangnya anggaran Tujuan: Menganalisis faktor penghambat program penanggulangan Tuberculosis di Puskesmas. Metoode : Penelitian ini menggunakan metode Literatur review berasal dari google scholar dan portal garuda dalam rentang waktu 2017-2021. Kata kunci yang digunakan yaitu implementasi TBC, penghambat program, Puskesmas. Hasil:. 6 artikel menyatakan kurangnya sarana pemeriksaan dahak, 5 artikel menyatakan poli Tuberculosis tidak optimal. Faktor penghambat berdasarkan sumber daya manusia menyatakan 5 artikel menyatakan kurangnya jumlah tenaga kesehatan, 6 artikel menyatakan petugas melakukan tugas rangkap, dan 2 artikel menyatakan tidak adanya pelatihan untuk petugas. Faktor penghambat berdasarkan dana menunjukan bahwa 11 artikel menyatakan bahwa keterbatasan dana untuk program. Kesimpulan: sumber daya sangat berperan penting dalam keberlangsungan program. Jika sumber daya tidak terpenuhi maka akan menghambat implementasi program sehingga diharapkan bagi Puskesmas untuk selalu melakukan evaluasi program sebagai bahan atas penilaian program yang dilaksanakan.
Kemampuan Saringan Pasir Lambat Dikombinasikan dengan Karbon Aktif Sebagai Alternatif Pengolahan Air Limbah Tempe Mimin Indriani Mulia; Achmad Syafiuddin
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2887.629 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i8.450

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan pada industri kecil pembuatan tempe adalah limbah sisa produksinya langsung dibuang ke sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Jika dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan berbagai masalah terhadap lingkungan sekitar. Tujuan: Menganalisis perubahan kekeruhan, pH, BOD, COD, TSS dalam proses pengolahan limbah cair tempe. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini 40 liter limbah cair tempe sisa produksi. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 kali meliputi sebelum filtrasi 1 kali dan sesudah filtrasi 2 kali. Hasil:. Hasil penelitian menunjukan kekeruhan mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 1153 NTU menjadi 104 NTU (90,98%) pada filtrasi kedua. PH mengalami peningkatan dari nilai sebelum filtrasi 4,36 menjadi 9,07 (51,9%) pada filtrasi kedua. BOD mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 37843 mg/L menjadi 4099 mg/L (89,17%) pada filtrasi kedua. COD mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 90597 mg/L menjadi 9928 mg/L (89,04%) pada filtrasi kedua. TSS mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 6.580 mg/L menjadi 364,0 mg/L (94,46%) pada filtrasi kedua. Kesimpulan: Terjadi perubahan kekeruhan, pH, BOD, COD, TSS dalam proses pengolahan limbah cair tempe. Saringan pasir lambat dikombinasikan dengan karbon aktif terbukti mampu sebagai alternatif pengolahan air limbah tempe. Saran yang dapat diberikan adanya peran pemerintah untuk melakukan pemantauan oleh DLH setempat kepada home industri, serta pemilik industri disarankan membuat IPAL agar mengurangi beban pencemaran Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini 40 liter limbah cair tempe sisa produksi. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 kali meliputi sebelum filtrasi 1 kali dan sesudah filtrasi 2 kali. Hasil penelitian menunjukan kekeruhan mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 1153 NTU menjadi 104 NTU (90,98%) pada filtrasi kedua. PH mengalami peningkatan dari nilai sebelum filtrasi 4,36 menjadi 9,07 (51,9%) pada filtrasi kedua. BOD mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 37843 mg/L menjadi 4099 mg/L (89,17%) pada filtrasi kedua. COD mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 90597 mg/L menjadi 9928 mg/L (89,04%) pada filtrasi kedua. TSS mengalami penurunan dari nilai sebelum filtrasi 6.580 mg/L menjadi 364,0 mg/L (94,46%) pada filtrasi kedua. Kesimpulan dalam penelitian ini terjadi perubahan kekeruhan, pH, BOD, COD, TSS dalam proses pengolahan limbah cair tempe. Saringan pasir lambat dikombinasikan dengan karbon aktif terbukti mampu sebagai alternatif pengolahan air limbah tempe. Saran yang dapat diberikan adanya peran pemerintah untuk melakukan pemantauan oleh DLH setempat kepada home industri, serta pemilik industri disarankan membuat IPAL agar mengurangi beban pencemaran.
Literature Review: Pola Makan, Aktivitas Fisik, Dan Tingkat Stres Penderita Diabetes Melitus Dimasa Pandemi Covid-19 Enggy Ayu Nurfin Pratama; Rizki Nurmalya Kardina
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2086.272 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i8.451

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penderita diabetes melitus meningkat seiring tingginya angka Covid-19. Pola makan buruk, aktivitas fisik rendah dan tingkat stres berat dapat meningkatkan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus. Pada masa pandemi Covid-19 ditemukan perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stress. Tujuan: Mengkaji pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres penderita diabetes melitus di masa pandemi Covid-19. Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi literature review. Sumber data yang digunakan berasal dari database Google Scholar dan Science Direct dari rentang waktu 2018-2022 dengan kata kunci pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres penderita diabetes melitus di masa pandemi Covid-19. Hasil keseluruhan artikel yang telah melalui proses screening berjumlah 21 artikel. Hasil:. 6 dari 21 artikel menyatakan ada perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres penderita diabetes melitus sebelum dan selama pandemi Covid-19. 5 dari 21 artikel menyatakan ada hubungan pola makan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus. 4 dari 21 artikel menyatakan ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah sedangkan 1 dari 21 menyatakan tidak ada hubungan aktivitas dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus. 5 dari 21 artikel menyatakan ada hubungan tingkat stres dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus. Kesimpulan: Ada perubahan pola makan, aktivitas fisik dan tingkat stres penderita diabetes melitus sebelum dan selama pandemi Covid-19. Ada hubungan pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus. Penderita diabetes melitus disarankan untuk mengatur pola makan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan melakukan manajemen stres
Review Tentang: Efektivitas Pengolahan Air Limbah yang Ada di Indonesia Laili Nur Azizah; Achmad Syafiuddin
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1839.881 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i8.453

Abstract

Latar Belakang:Sustainable Development Goals (SDGs) disektor lingkungan hidup yaitu menargetkan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi di tahun 2030 dapat terpenuhi. Sehingga diperlukan (IPAL) dengan pertimbangan kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Tujuan: untuk mereview keberadaan IPAL yang ada di Indonesia, kualitas IPAL yang ada di Indonesia, dan biaya perawatan IPAL yang ada di Indonesia. Metode : comprehensive literature review. Sumber data yang digunakan berasal dari google scholar dengan rentang waktu 2017-2021. Artikel yang digunakan setelah dilakukan proses screening sebanyak 17 artikel Hasil:. hanya 15 provinsi yang terdapat layanan IPAL, dan hanya 10 provinsi yang telah diteliti. Kualitas IPAL dari parameter yang diteliti masih belum memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan, biaya perawatan ipal yang dibayar relatif murah. Rekomendasi yang diberikan yaitu diharapkan segera dilakukan perencanaan IPAL pada lokasi yang belum terdapat IPAL, agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekitar. Perlu melakukan pengecekan alat IPAL minimal 1-3 bulan sekali agar kandungan dalam limbah terolah dengan maksimal dan mengurangi dampak negatif pada sungai. Biaya iuran setiap bulannya dapat dinaikkan, tetapi pemerintah setempat juga harus mengawasi operasional IPAL. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya, parameter BOD dan COD yang masih belum memenuhi baku mutu. Biaya perawatan IPAL yang dibayar warga dengan sistem iuran setiap bulan masih terjangkau, namun air limbah yang dihasilkan masih belum memenuhi baku mutu.
Literature Review: Analisis Pelaksanaan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Erlina Putri Agustina; Satriya Wijaya
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.392 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i8.454

Abstract

Latar Belakang: Jumlah perokok di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 28,96%. Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan menekankan pemberlakuan KTR dalam surat bernomor 188/Menkes/PB/I/2011 dan No.7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok. Pelaksanaan KTR baik di puskesmas maupun rumah sakit masih memiliki berbagai permasalahan. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan kebijakan kawasan tanpa rokok di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode Metode yang digunakan pada penulisan literature review ini adalah traditional literature review. Sumber data yang digunakan berasal dari google scholar dan portal garuda. Artikel yang telah diperoleh dari sumber data, selanjutnya dilakukan screening untuk memperoleh artikel yang sesuai dengan topik penelitian. Setelah dilakukan screening mendapatkan 15 artikel yang sesuai. Hasil:. Terdapat 6 artikel terkait fasilitas tempat khusus untuk merokok yang menyatakan pembangunan tempat khusus untuk merokok terkendala oleh kurangnya anggaran dana dan tidak tersedia ruangan kosong. Terdapat 12 artikel terkait pemberian sanksi yang menyatakan sanksi yang diberikan kepada pelanggar kebijakan hanya berupa teguran lisan. Terdapat 4 artikel terkait pembentukan satgas yang menyatakan tidak adanya pembentukan satgas dalam pelaksanaan kebijakan terkendala oleh ketersedian jumlah petugas fasyankes. Kesimpulan: Pembangunan tempat khusus untuk merokok, pemberian sanksi yang tegas dan pembentukan satgas KTR sangat penting dilakukan dalam pelaksanaan kebijakan KTR. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka pelaksanaan kebijakan KTR tidak akan berjalan dengan baik.
Penerapan E-Health dan Dampaknya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kota Surabaya Nahdia Rachmawati; Budhi Setianto
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.746 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i8.455

Abstract

Latar Belakang: Surabaya dengan kepadatan penduduk, dapat menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik salah satunya bidang kesehatan. Pelayanan administrasi yang berbelit-belit dan tumpukan antrean pada fasilitas pelayanan kesehatan merupakan dampak permasalahan yang sering ditemukan, hal tersebut yang melatarbelakangi e-health diterapkan di Surabaya Tujuan: mengkaji penerapan e-health dan dampaknya di fasilitas pelayanan kesehatan kota Surabaya Metode : Penelitian ini merupakan studi literature review. Sumber data berasal dari google scholar dan portal garuda dari rentang waktu 2016-2022. Kata kunci yang digunakan e-health di Kota Surabaya. Hasil keseluruhan artikel melalui screening berjumlah 15 artikel Hasil:. Sejarah e-health diciptakan karna antrean yang terjadi pada fasilitas pelayanan kesehatan. Indikator menunjukkan bahwa e-health berdampak pada pengurangan antrean di fasilitas pelayanan kesehatan apabila tidak digunakan secara manual, pemerataan sarana prasarana dan sosialisasi juga perlu lebih dilakukan. Keberadaan petugas pendamping dan pelatihan bagi petugas pelayanan perlu dilakukan untuk menunjang kepuasan pada masyarakat Kesimpulan: e-health telah diterapkan di 65 fasilitas pelayanan kesehatan, namun tidak semua menerapkan dengan baik. Sebagian fasilitas pelayanan masih menerapkan secara manual sehingga antrean masih terjadi. Dampak pada fasilitas pelayanan yang menerapkan antrean dapat berkurang dan memudahkan baik bagi masyarakat maupun petugas layanan karna dimudahkan dalam penyimpanan data pasien. Faskes disarankan melakukan inovasi sosialisasi agar masyarakat lebih mengetahui keberadaan e-health.
JATUHNYA NILAI RUPIAH DAN KRISIS EKONOMI MENURUT PEMIKIRAN IBNU TAIMMIYAH Ahmad Ro’i Alfaza
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1475.817 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i1.460

Abstract

Artikel ini menjelaskan mengenai pemikiran ibnu taimmiyah terhadap jatuhnya nilai mata uang dankrisis ekonomi dan juga jatuhnya nilai rupiah serta krisis ekonomi di Indonesia. Metode penelitianyang digunakan adalah melalui pendekatan kualitatif dengan mencari beberapa referensi danliterature review yang mendukung materi penelitian. Dalam penelitian ini penulis menemukanmasalah mengenai sebab jatuhnya mata uang rupiah serta krisis ekonomi yang terjadi di NegaraIndonesia. Penelitian ini bertujuan agar pembaca dapat memahami sebab jatuhnya mata uang yangpernah terjadi pada masa ibnu Taimiyah dan mengkorelasikan dengan jatuhnya nilai rupiah saat ini diIndonesia, selain itu penelitian ini bertujuan agar pembaca dapat memahami mengenai krisis ekonomimenurut pemikiran ibnu Taimmiyah, dalam artikel ini juga akan di paparkan solusi yang bisaditerapkan agar krisis moneter dapat diatasi secara efektif dan efisien berdasarkan pandangan ibnuTaimmiyyah. Hasil penelitian ini yaitu: Menurut Ibnu Taimiyyah, jatuhnya nilai mata uangdisebabkan karena pencetakan uang yang terlalu banyak. Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa otoritaspemerintah harus mencetak mata uang koin (emas maupun perak) sesuai dengan nilai transaksi yangadil dari penduduk,tanpa keterlibatan kezaliman didalamnya. Menurut Ibnu Taimiyyah Inflasitersebut terjadi Karena adanya peredaran mata uang yang tidak seimbang, yaitu dengan pencetakanfulus yang nilai nominalnya tidak seimbang dengan kandungan logam, sehingga apabila dibelanjakanuntuk emas dan perak, maupun barang-barang berharga lainnya, nilai mata uang tersebut menjadimenurun, dan akhirnya timbul inflasi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Puskesmas Wonokromo Surabaya Ratu Sylvia Salsabillah Ashanda Putri; Satriya Wijaya
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.416 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i9.464

Abstract

Pegawai merupakan SDM yang dapat dimanfaatkan oleh seorang pemimpin mencapai tujuan organisasi. Akan tetapi masih ditemukan beberapa pegawainya yang kinerjanya kurang baik seperti tidak menaati peraturan cara berpakaian dan disiplin waktu yang dapat berdampak pada kuantitas, kualitas kerja pegawai tersebut. Untuk itu seorang pemimpin harus memiliki gaya kepemimpinan yang baik untuk meningkatkan motivasi pegawai agar menimbulkan kinerja baik untuk mencapai tujuan instansi. Tujuan penelitian ini yaitu Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Puskesmas Wonokromo Surabaya. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif, desain cross sectional. Populasi yaitu 38 pegawai, sampel penelitian ini sebanyak 38 pegawai, penentuan sampel dengan Non Probability Sampling dan pengambilan sampel memakai teknik sampling jenuh. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden sangat sesuai 92,1% dengan gaya kepemimpinan demokratis dan memiliki tingkat motivasi kerja tinggi 55,3%. hasil uji silang antara gaya kepemimpinan dengan kinerja diperoleh 44,7% yang berarti semakin sesuai gaya kepemimpinan maka semakin baik juga kinerja pegawainya. Hasil uji silang antara motivasi kerja dengan kinerja diperoleh 44,7% yang berarti semakin tinggi motivasi pegawai maka semakin baik juga kinerja yang dilakukan oleh pegawai tersebut. Simpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Wonokrokomo Surabaya. Saran untuk puskesmas, diharapkan pimpinan selalu menjaga dan meningkatkan gaya kepemimpinan yang selama ini diterapkan, dengan demikian para pegawai bisa meningkatkan kinerjanya agar lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya.
Analisis Hubungan Karakteristik Individu Dengan Risiko Barotrauma Telinga Nelayan Tradisional Kampung Cumpat Surabaya Mellinda Yossy Mashitoh; Abdul Hakim Zakkiy Fasya
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 10 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.892 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i10.466

Abstract

Barotrauma sering terjadi pada telinga tengah, hal ini karena rumitnya fungsi tuba eustachius. Barotrauma telinga merupakan cedera yang paling sering berisiko dialami penyelam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dengan risiko Barotrauma Telinga terhadap nelayan tradisional di Kampung Cumpat Surabaya. Metode penelitian ini merupakan Kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di Kampung Nelayan Cumpat Surabaya. Populasi penelitian adalah nelayan tradisional yang berjumlah 80 orang dengan sampel sebanyak 67 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data primer dilakukan melalui kuesioner. Variabel bebas adalah Umur, masa kerja, alat pelindung diri, kecepatan naik ke permukaan, waktu istirahat, kedalaman menyelam, frekuensi penyelaman, lama menyelam, penggunaan earphone dan intensitas penggunaan earphone. Variabel terikat Risiko Barotrauma. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian sebanyak 56 orang (83,6%) mengalami gangguan telinga. Hasil uji chi square menunjukkan faktor yang berhubungan dengan risiko barotrauma telinga di peroleh umur (p=0,000), masa kerja (p=0,001), alat pelindung diri (p=0,007), lama menyelam (p=0,000), frekuensi penyelaman (p=0,002), kecepatan naik ke permukaan (p=0,002), waktu istirahat (p=0,004), kedalaman menyelam (p= 0,001), Penggunaan earphone (p=0,249), waktu penggunaan earphone (p=0,214 ) . Simpulan penelitian ini meliputi umur, masa kerja, alat pelindung diri, lama menyelam, frekuensi penyelaman, kecepatan naik ke permukaan, waktu istirahat dan kedalaman menyelam memiliki hubungan dengan risiko barotrauma dan penggunaan earphone dan waktu penggunaan earphone tidak ada hubungan dengan risiko barotrauma. Saran yang diberikan diharapkan bagi semua nelayan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja Para nelayan perlu mempelajari teknik ekualisasi yang benar agar risiko barotrauma telinga bisa diminimalkan.
Analisis Faktor Kepadatan Penduduk, Cakupan Rumah Sehat Dan Sanitasi Rumah Tangga Terhadap Kejadian Tuberkulosis Tahun 2018 Febie Trisna Suryani; Mursyidul Ibad
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 10 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.348 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i10.468

Abstract

Tuberkulosis saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia dan menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kepadatan penduduk, cakupan rumah sehat dan sanitasi rumah tangga terhadap kejadian TB di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini merupakan seluruh 34 provinsi Indonesia berdasarkan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TB. Sampel pada penelitian ini adalah mengambil seluruh populasi yang berisiko terhadap kejadian TB dalam data Riskesdas 2018, Profil kesehatan Indonesia 2018 dan BPS 2018 di Indonesia. Data yang diperoleh dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji regresi logistik.Hasil analisis faktor kepadatan penduduk terdapat peluang 1,889 kali berisiko terhadap kejadian TB. Hasil analisis faktor cakupan rumah sehat berdasarkan jendela yang dibuka tidak terdapat peluang 0,318 kali, berdasarkan ventilasi terdapat peluang 2,571 kali dan berdasarkan pencahayaan terdapat peluang 3 kali berisiko terhadap kejadian TB. Hasil analisis sanitasi rumah tangga berdasarkan kepadatan hunian terdapat peluang 4,8 kali dan berdasarkan hasil sanitasi rumah terdapat peluang 3,1 kali berisiko terhadap kejadian TB. Kesimpulan penelitian ini adalah kepadatan penduduk, cakupan rumah sehat berdasarkan ventilasi dan pecahayaan, Sanitasi rumah tangga berdasarkan kepadatan hunian dan sanitasi rumah. Sedangkan faktor cakupan rumah sehat berdasarkan jendela tidak berpeluang dan tidak termasuk faktor risiko. Saran diperlukan upaya peningkatan sosialisasi terkait PHBS dan perbaikan lingkungan fisik rumah masyarakat dengan bekerjasama secara lintas sektor dalam hal penataan rumah sehat guna memutuskan rantai penularan TB.

Page 28 of 105 | Total Record : 1041


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 9 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 8 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 7 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 5 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 12 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 11 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 10 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 9 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 8 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 5 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 3 (2024): Junral Sosial dan Sains Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 11 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 10 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 8 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 7 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 12 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 11 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 7 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 6 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 5 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 12 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 11 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 10 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 9 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 7 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 6 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 5 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosial dan Sains Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sosial dan Sains More Issue