cover
Contact Name
Panggea Ghiyats Sabrian
Contact Email
panggea@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281281796175
Journal Mail Official
teknikgeologi@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman Jl. Sambaliung No.9 Samarinda, Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24433012     EISSN : 29642299     DOI : -
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi is a peer-reviewed scientific journal that was established in 2018, covering "Geology, Mining, Applied Geophysics and Related Topics". It is published by Department of Geology, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesian, twice a year (January and July). JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi provides an opportunity for the publication of research from all fields of solid earth geosciences. Papers, which discuss the interaction between the solid earth, atmosphere, and water bodies, are also welcome. JTGEO publishes peer-reviewed articles and reviews. Original scientific articles should be written in good Bahasa Indonesia, of a maximum length of 15 printed pages. All articles are peer reviewed by at least two researchers expert in the field of the submitted paper.
Articles 60 Documents
GEOLOGI DAN ANALISIS KEKUATAN MASSA BATUGAMPING MENGGUNAKAN KAIDAH KRITERIA KERUNTUHAN HOEK-BROWN DI DAERAH BATU PUTIH, KECAMATAN SAMARINDA ULU, KOTA SAMARINDA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Amin Syam; Koeshadi Sasmito; Mifta Sardilla; Muhammad Muchlis Sidiq
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.913 KB)

Abstract

Secara administratif daerah penelitian terletak di Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian berupa pemetaan geologi guna mengetahui kondisi geologi, struktur geologi dan geomorfologi serta penyelidikan geoteknik berupa penentuan nilai faktor keamanan (FK) pada bukit Batu Putih dimana kawasan ini merupakan kawasan perbukitan batugamping. Pada Bukit Batu Putih telah dilakukan kegiatan penambangan terbuka dengan membuat lereng-lereng. Adapun metode perhitungan faktor keamanan pada Bukit Batu Putih menggunakan metode Fellenius dengan kriteria keruntuhan Hoek-Brown. Parameter yang diperlukan dalam penyelidikan geoteknik yaitu jenis batuan, bobot isi batuan, kondisi rekahan, keadaan permukaan lereng serta geometri lereng dan dilakukan percobaan sebanyak 7 kali dengan 7 sampel yang berbeda. Dari hasil kegiatan pemetaan geologi, daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan batuan yaitu endapan alluvium, satuan batupasir RingRoad, satuan batupasir Air Putih dan satuan batugamping Batu Putih, untuk geomorfologi dibagi menjadi 2 bentukan asal yaitu bentukan asal struktural dan bentukan asal fluvial, struktur geologi yang ada berupa kekar, antiklin dan sesar naik. Dari hasil penyelidikan geoteknik berupa perhitungan kestabilan lereng pada bukit Batu Putih dilakukan dengan pengamatan di lapangan dan pengujian laboratorium diperoleh nilai faktor keamanan (FK) sebesar 54,993 termasuk dalam nilai yang cukup tinggi sehingga lereng yang dianalisa dikategorikan dalam keadaan aman.
GEOLOGI DAN PENGARUH LITOLOGI TERHADAP BENTUK MORFOLOGI DAERAH BANGUN REJO KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Muhammad Amin Syam; Koeshadi Sasmito; Nanda Nur Adlina; Hasanah .
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.34 KB)

Abstract

Resistensi batuan adalah tingkat ketahanan batuan terhadap pelapukan, hubungan resistensi batuan dengan pola kerapatan kontur ialah spasi garis kontur rapat   mengindikasikan batuan yang resisten dan spasi garis kontur renggang menunjukan batuan yang non resisten. Penelitian ini akan fokus kepada resistensi batuan atau ketahanan batuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kekuatan batuan adalah tingkat pelapukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh litologi terhadap bentuk morfologi daerah Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencakup kegiatan lapangan dan analisa studio. Penelitian lapangan meliputi tentang deskripsi singkapan dan  pengambilan  foto  bentang  alam  untuk  data  morfologi  daerah  penelitian  sedangkan penelitian studio mencakup pembuatan peta kemiringan lereng dan menghubungkan data lapangan yang didapat dengan peta kemiringan lereng.Peta bagian barat daerah penelitian memiliki derajat pelapukan IV (empat) dengan resistensi batuan  lemah  sedangkan  bagian  Timur  peta  memiliki  derajat  pelapukan  I  (satu)  dengan resistensi batuan kuat. Pada peta kemiringan lereng lokasi penelitian yaitu bagian barat peta dengan tingkat pelapukan tinggi memiliki kelas lereng 2-4 dengan morfologi agak landai. Lokasi penelitian bagian timur peta dengan tingkat pelapukan ringan memiliki kelas lereng 4-8 dengan morfologi miring.Petabagianbaratdaerahpenelitianmemilikiderajat pelapukanIV(empat)dengan resistensi batuan  lemah  sedangkan  bagian  Timur  peta  memiliki  derajat  pelapukan  I  (satu)  dengan resistensibatuankuat.Padapetakemiringanlereng lokasipenelitianyaitubagianbaratpeta dengantingkatpelapukantinggimemilikikelaslereng2-4denganmorfologiagaklandai. Lokasipenelitianbagiantimurpetadengantingkatpelapukanringanmemilikikelas lereng 4-8 dengan morfologimiring.
PENILAIAN SITUS GEOLOGI BATU DINDING UNTUK PENGEMBANGAN GEOWISATA DAERAH BUKIT MERDEKA, SAMBOJA, KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Muhammad Al Hakim; Nuryana .; Beny Ridha P
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.865 KB) | DOI: 10.30872/jtg.v5i1.5431

Abstract

Situs geologi Bukit Batu Dinding secara administratif berada pada daerah Bukit Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Baru-baru ini dikenal karena menyajikan panorama alami berupa perbukitan yang memanjang sekitar ±500 meter serta dikelilingi oleh kawasan hutan dan perkebunan yang masih sangat asri. Perlunya dijadikan wilayah geokonservasi dalam bentuk geowisata sebagai upaya perlindungan terhadap situs yang ada di dalamnya sekaligus sebagai tempat edukasi dan penelitian baik geologi, biologi, kelingkungan maupun pengembangan sosial-ekonomi. Penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data sekunder yang dilanjutkan dengan pengambilan data di lapangan serta dilakukan analisis data agar didapatkan penilaian situs geologi dari kawasan Batu Dinding tersebut. Analisis penilaian situs geologi Batu Dinding dilakukan dengan beberapa indikator yaitu komponen geologi, aktifitas geokonservasi, nilai rekreasi dan pariwisata, fasilitas dan infrastruktur, pendidikan dan penelitian serta pertumbuhan ekonomi. Dari indikator-indikator tersebut didapatkan nilai dari situs geologi Bukit Batu Dinding sebesar 61,875% yang dapat dikategorikan sebagai situs geologi bernilai sedang. Dalam pengembangannya perlu adanya keikutsertaan pemerintah terutama dalam penyediaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai sebagai kawasan objek geowisata yang tidak hanya dapat memacu pertumbuhan ekonomi setempat tetapi juga dapat menjadi ruang penelitian bagi setiap peneliti serta turut menjaga keanekaragaman situs di dalamnya.
ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN DENGAN METODE ANALISIS GRANULOMETRI DAERAH TANAH MERAH KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Koeshadi Sasmito; Puspa Indah Rindawati; Septian Ade Pradana; Bukit Andika
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.093 KB)

Abstract

Batupasir Formasi Balikpapan yang berumur Miosen Akhir merupakan salah satu elemen penting dalam kaitannya lingkungan pengendapan pada Cekungan Kutai. Lingkungan pengendapan merupakan lokasi/tempat mengendapnya material sedimen beserta kondisi fisik, kimia, dan biologi yang mencirikan terjadinya mekanisme pengendapan tertentu. Lingkungan pengendapan secara umum dibagi menjadi 3 macam yaitu lingkungan pengendapan darat, transisi dan laut. Pengamatan fisik sedimen dilakukan melalui 2 (dua) pengamatan struktur dan tekstur sedimen. Pengamatan struktur sedimen dapat dilakukan melalui interpretasi informasi geologi dari data bor atau peta geologi yang dicocokkan dengan keadaan lapangan. Pengamatan tekstur sedimen dapat menggunakan analisis ukuran butir sedimen yakni granulometri. Analisis granulometri dilakukan secara grafis dan matematis pada sampel Batupasir daerah penelitian. Analisis granulometri memperlihatkan mean dengan ukuran butir pasir halus dengan nilai 2.54 phi, memiliki sortasi poorly sorted dengan nilai 1.01 phi, skewness fine skewed dengan nilai 0.15, kurtosis extremly lepto kurticdengan nilai 3.83. Jenis mekanisme trasportasi sedimen yang ada pada daerah penelitian termasuk jenis saltasi. Penentuan jenis lingkungan pengendapan daerah penelitian memakai 2 perbandingan yakni penentuan dari analisis profil Stratigrafi dan penentuan analisis ukuran butir (Granulometri). Pada analisa profil singkapan yang dilakukan pada 3 LP, yakni LP 1, LP, 2 dan Lp 4. Pada analisis lingkungan pengendapan dengan analisis granulometri didapatkan dari metode grafis dan metode matematis hasil jenis pengendapan sampel Batupasir G.1A-G.5 pada daerah penelitian yaitu endapan sungai.
GEOLOGI DAN PEMANFAATAN TAMBANG BAHAN GALIAN C DESA BUKIT RAYA, KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG, KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Dahlan Balfas; Koeshadi Sasmito; Jefry Septinus Pangloro; Septia Hadi Wardana
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.18 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kebutuhan, pemanfaatan, sebaran, kualitas batulempung dalam dunia industri pembuatan batu bata dikecamatan tenggarong seberang yakni Desa Bukit Raya yang mencakup kegiatan lapangan dan laboratorium. Penelitian lapangan meliputi membahas geologi daerah penelitian sedangkan penelitian laboratorium mencakup analisis XRD menggunakan alat RINT2000 dan penelitian ini menggunakan uji granulometri dengan menentukan ukuran butir pada setiap sampel. Lempung pada daerah penelitian tersebar pada 4 lokasi dengan formasi lembar Samarinda yakni formasi Balikpapan dan formasi pulau balang. Analisis XRD, lempung mengandung mineral kaolinit, monmorilonit, dan illit. Kualitas mineral lempung pada Lp 24, Lp 9, dan Lp 11 memiliki karakteristik dan spesifikasi untuk pembuatan batu bata dengan kandungan Kaolinite mencapai 52,2%. Sedangkan mineral monmorilonit tidak memiliki karakteristik untuk pembuatan batu bata. Berdasarkan hasil Analisis yang dilakukan dalam penelitian menggunakan analisis XRD Lp 24, Lp 9, dan Lp 11 disimpulkan bahwa jenis mineral lempung ialah kaolinite mencapai 52,4% berdasarkan kandungan mineral kaolinite direkomendasikan untuk menmanfaatkan lempung pada desa Bukit Raya sebagai bahan industry pembuatan batu bata dan tanah urug, sedangkan mineral monmorillonite dan illite tidak mempunyai karakteristik untuk pembuatan batu bata dan lebih ke bahan idustri pembuatan keramik serta sebagai bahan penyangga katalis.
ANALISIS MIKROFASIES BATUGAMPING FORMASI WUNGKAL-GAMPING JALUR PADASAN, GUNUNG GAJAH, BAYAT, KLATEN, JAWA TENGAH Diana Rahmawati; Didit Hadi Barianto; Wartono Rahardjo
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.646 KB) | DOI: 10.30872/jtg.v5i1.8065

Abstract

Formasi Wungkal-Gamping merupakan formasi batuan sedimen tertua di Pulau Jawa yang tersingkap ke permukaan. Formasi ini beranggotakan batupasir, napal, serta lensa batugamping yang kaya akan kandungan fosil foraminifera besar mewakili umur Eosen Tengah hingga Eosen Akhir (Rahmawati, 2019). Analisa mikrofasies dilakukan berdasarkan pengamatan petrografis sayatan tipis batugamping dengan berfokus kepada jenis, ukuran dan asosiasi komponen penyusun batugamping serta kelimpahannya. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada studi ini, didapatkan 4 tipe standar mikrofasies yang berkembang di Formasi Wungkal-Gamping yaitu Nummulites-Planocamerinoides grainstone, fasies Nummulites-Planocamerinoides rudstone, fasies Nummulites grainstone, dan fasies Nummulites rudstone. Dasar dari penetapan tipe standar mikrofasies ini sangat penting guna melakukan interpretasi lingkungan pengendapan dan rekonstruksi paleogeografinya.
GEOLOGI DAN INVENTARISASI BATUPASIR DAERAH SUNGAI SIRING KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Dahlan Balfas; Heriyanto .; Muhammad Asadullah; Evelyn Tontey
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.25 KB)

Abstract

Daerah Sungai Siring merupakan daerah yang memiliki banyak tambang batubara, namun daerah ini juga memiliki potensi batupasir yang besar. Akan tetapi, potensi batupasir yang dimiliki di daerah ini tidak dieksplorasi dan dieksploitasi. Oleh karena itu, penelitian pada daerah Sungai Siring dilakukan untuk mengetahui potensi batupasir yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui volume, tonase, dan nilai batupasir yang dimiliki pada daerah teliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data topografi, data lokasi pengamatan termasuk kedudukan batuan, ketebalan, dan struktur. Data yang digunakan merupakan estimasi ketebalan batuan,estimasi kedalaman,dan estimasi sebaran berdasarkan data singkapan. Penentuan perhitungan sumberdaya menggunakan metode cross section. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume pada daerah teliti dengan batas sumberdaya 1 Km2 adalah ± 4.957.355,71 M3 dengan nilai sumberdaya sebesar Rp 743.603.250.000. Dengan potensi yang besar, daerah teliti mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk dieksplorasi dan dieksploitasi. Diharapkan penelitian selanjutnya melakukan penelitian dan pengambilan titik sampel yang lebih detail serta menyebar titik bor untuk meningkatkan keyakinan geologi pada sebaran batupasir yang dimiliki.
ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA SEAM 4 PT. YUF KALIMANTAN KECAMATAN KENOHAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Dahlan Balfas; Heriyanto .; Iswan Arsidi; Humam Hanafi
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.501 KB)

Abstract

Perhitungan sumberdaya batubara merupakan hal dasar yang harus dilakukan dalam setiap kegiatan tambang, hal tersebut merupakan awal yang nantinya akan digunakan sebagai kajian dalam tahapan selanjutnya (eksploitasi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kompleksitas geologi daerah penelitian, mengetahui pola sebaran lapisan batubara, dan mengetahui besaran sumberdaya tereka, tertunjuk, dan terukur pada seam 4 PT. Yufa Kalimantan, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan data geologi regional daerah penelitian, termasuk ke dalam Formasi Balikpapan yang berumur Miosen Tengah sampai Miosen Akhir dan Endapan Aluvium yang berumur Holosen.Metode yang digunakan dalam perhitungan sumberdaya batubara adalah metode Circular USGS. Data yang digunakan yaitu data pemboran sebanyak 12 titik bor, data geologi regional daerah penelitian, dan data koordinat izin usaha pertambangan (IUP). Data hasil pemboran yang telah didapatkan kemudian diolah menggunakan rumus perhitungan Volume dan Tonase Batubara, yaitu dengan mengalikan tebal rata-rata seam batubara dengan luas sumberdaya batubara, sehingga diperoleh hasil volume sumberdaya tereka sebesar 17.011.515,70 m3, volume sumberdaya tertunjuk 8.356.656,17 m3, dan volume sumberdaya terukur 2.663.942,77 m3, kemudian dikalikan dengan densitas batubara yaitu 1,3 ton/ m3. Estimasi sumberdaya tereka dengan radius 500 m diperoleh Tonase sebesar 22.114.969,11 ton, Tonase sumberdaya tertunjuk 10.863.653,02 ton, dan Tonase sumberdaya terukur sebesar 3.463.125,61 ton.
GEOLOGI DAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK DAERAH BAHAYA BANJIR DENGAN METODE AHP DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG, KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Hamzah Umar; Muhammad Dahlan Balfas; Dewi Arum Pertiwi; Fajar Muhammad Iqbal
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.621 KB) | DOI: 10.30872/jtg.v4i1.6483

Abstract

Banjir merupakan genangan air yang mengalir deras dengan ketinggian melebihi batas normal. Pada saat banjir akan menggenangi sebagian besar daratan yang biasanya tidak tergenangi air. Ketika musim hujan tiba, sebagian wilayah mengalami banjir curah hujan yang tinggimerupakan salahsatu faktor penyebab banjir. daerah yang sering mengalami banjir antara lain pantai, daerah dataran banjir, daerah sepadan sungai, daerah cekungan. Pada daerah penelitian didapatkan daerah aman, rawan, sangat rawan dengan metode AHP serta memanfaatkan SIG (Sitem Informasi Geografis) untuk analisis secara spasial. Parameter banjir yang digunakan antara lain Curah hujan, litologi, kemiringan lereng, tutupan lahan, jarak sungai, Elevasi. Dengan klasifikasi bahaya banjir wilayah yang termasuk daerah aman memiliki luas 11.866 m 2 menempati 38,93 % pada peta, yang termasuk daerah rawan memiliki luas 13.242 m 2 menempati 43,44% pada peta, dan yang termasuk daerah sangat rawan memiliki luas 5.370 m2 menempati 17,61% pada peta.
STUDI FASIES DAERAH TANAH MERAH KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Koeshadi Sasmito; Heriyanto .; Andrew Setiawan; Michael Ivan Somba
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.761 KB)

Abstract

Lingkungan pengendapan adalah karakteristik dari suatu tatanan atau sistem geomorfik dengan proses fisik, kimia, dan biologi berlangsung akan menghasilkan suatu jenis endapan sedimen tertentu. Lingkungan pengendapan secara umur dibagi menjadi 3 macam yaitu lingkungan pengendapan darat, transisi dan laut. Penelitian ini dilakukan di daerah Tanah Merah kota Samarinda dan penelitian ini memiliki tujuan yaitu: menentukan litofasies, menentukan asosiasi fasies dan menentukan lingkungan pengendapan yang ada di daerah penelitian.Fasies merupakan suatu tubuh batuan yang memiliki kombinasi karakteristik dilihat dari litologi, struktur sedimen dan biologi yang memperlihatkan aspek fasies yang berbeda dari tubuh batuan yang ada di bawah, atas dan di sekitarnya. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis fasies dengan cara pengamatan struktur sedimen pada litologi yang ada, tekstur sedimen dengan melakukan sayatan tipis pada sampel batuan dan melakukan pengamatan kehadiran fosil jejak pada litologi. Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada daerah penelitian di dapatkan 3 asosiasi fasies dan 2 ichnofasies, dari data tersebut didapatkan 2 lingkungan pengendapan yaitu dataran pasang surut (tidal flat) merupakan lingkungan pengendapan yang dipengaruhi oleh arus pasang-surut (tidal) dan pantai (Shoreface) yang merupakan lingkungan pengendapan yang dipengaruhi oleh gelombang.