cover
Contact Name
Panggea Ghiyats Sabrian
Contact Email
panggea@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281281796175
Journal Mail Official
teknikgeologi@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman Jl. Sambaliung No.9 Samarinda, Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24433012     EISSN : 29642299     DOI : -
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi is a peer-reviewed scientific journal that was established in 2018, covering "Geology, Mining, Applied Geophysics and Related Topics". It is published by Department of Geology, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesian, twice a year (January and July). JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi provides an opportunity for the publication of research from all fields of solid earth geosciences. Papers, which discuss the interaction between the solid earth, atmosphere, and water bodies, are also welcome. JTGEO publishes peer-reviewed articles and reviews. Original scientific articles should be written in good Bahasa Indonesia, of a maximum length of 15 printed pages. All articles are peer reviewed by at least two researchers expert in the field of the submitted paper.
Articles 60 Documents
Interpretasi Struktur Geologi Berdasarkan Fault Fracture Density (FFD) dan Implikasinya Terhadap Potensi Likuifaksi di Daerah Lempake, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Syam, Muhammad Amin; Pareken, Resky Nopal; Pratama, Micko Dyan; Ayuningtyas, Pridawanti
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i2.18084

Abstract

Pemahaman terhadap struktur geologi suatu daerah sangat penting dalam konteks mitigasi bencana alam, terutama untuk menilai potensi terjadinya likuefaksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memahami struktur geologi adalah analisis Fault Fracture Density (FFD), yang mengukur dan memetakan kepadatan rekahan dan sesar di wilayah tertentu. Penelitian ini diterapkan di daerah Lempake, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, untuk mengidentifikasi potensi likuefaksi yang dapat dipicu oleh aktivitas seismik. FFD digunakan untuk menginterpretasi struktur geologi dan menilai risiko likuefaksi, dengan fokus pada zona-zona yang memiliki kepadatan rekahan tinggi, yang berpotensi meningkatkan permeabilitas tanah dan memungkinkan akumulasi air. Penelitian ini menggabungkan pendekatan mixed-method, mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif melalui data Digital Elevation Model (DEMNAS), pemetaan FFD, pengukuran anomali gaya berat, dan analisis Normalized Difference Water Index (NDWI). Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah dengan kepadatan kelurusan tinggi berpotensi mengalami likuefaksi dan kelongsoran, terutama di wilayah dengan kemiringan lereng yang lebih curam dan struktur geologi yang terdeformasi. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengelolaan risiko bencana geologis di daerah Lempake, dengan rekomendasi praktis untuk perencanaan mitigasi bencana. Kata Kunci: Fault Fracture Density (FFD), likuefaksi, struktur geologi, mitigasi bencana, pemetaan, Digital Elevation Model (DEMNAS), Normalized Difference Water Index (NDWI), anomali gaya berat, kepadatan rekahan, kelongsoran, resiko geoteknik.
APLIKASI METODE TURUNAN KEDUA VERTIKAL DATA GRAVITASI UNTUK INTERPPRETASI SESAR CUGENANG, JAWA BARAT Farrasha, Muthia; Yeri, Nazhifah Ananda; Dani, Ilham; Rasimeng, Syamsurijal
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i2.13534

Abstract

Wilayah Cianjur di Jawa Barat menjadi subjek studi geologi yang bertujuan untuk mengidentifikasi sesar dengan menggunakan metode gayaberat. Beberapa penelitian telah difokuskan pada fitur struktural dan identifikasi sesar di area ini. Selain itu, sebuah studi lain difokuskan pada mengidentifikasi sub-cekungan dan struktur sesar subsurface melalui analisis turunan dan pemodelan 2D ataupun 3D menggunakan metode gayaberat. Studi-studi ini mencerminkan pentingnya memahami struktur geologi dan sistem sesar di wilayah Cianjur, yang sangat penting untuk menilai bahaya seismik dan mengurangi risiko yang terkait. Wilayah Cianjur dilintasi oleh Sesar Cugenang, menjadikan wilayah ini rawan terhadap bahaya gempabumi. Penelitian ini menggunakan metode Gayaberat untuk memetakan distribusi densitas bawah permukaan daerah penelitian. Pemetaan distribusi densitas dapat memberikan informasi tambahan mengenai anomali gayaberat di daerah penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola daerah sesar Cugenang dengan menggunakan data gayaberat metode Second Vertical Derivative (SVD). Pengolahan menggunakan metode Parasnis diperoleh estimasi nilai densitas permukaan sebesar 2,42 gram/cm3 dan Anomali Bouguer Lengkap yang berada pada rentang nilai 150 mGal sampai 450 mGal. Setelah didapatkan anomali residual, dilakukan analisis FHD dan SVD untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan yang menghasilkan sekitar 4 struktur yang teridentifikasi pada hasil pengolahan.
Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Rock Mass Rating (RMR) Untuk Menentukan Faktor Keamanan Daerah Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur Sandrianti, Aulia; Sanggrita A., Dina; Andini, Yunani; Sabrian, Panggea Ghiyats
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i1.18119

Abstract

Analisis kestabilan lereng merupakan aspek penting dalam perencanaan rekayasa geoteknik, khususnya pada daerah yang memiliki potensi longsor. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kestabilan lereng adalah Rock Mass Rating (RMR). RMR adalah sistem klasifikasi batuan yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas massa batuan dan mengidentifikasi potensi masalah kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng dengan menggunakan metode RMR dalam rangka menentukan faktor keamanan lereng. Data yang digunakan dalam analisis meliputi karakteristik fisik dan mekanik batuan, seperti kuat tekan uniaxial, orientasi dan spasi rekahan, serta kondisi kelembaban dan keberadaan air tanah. Hasil dari perhitungan RMR digunakan untuk mengklasifikasikan kualitas batuan menjadi beberapa golongan, yang kemudian dihitung faktor keamanan lerengnya. Faktor keamanan ini dihitung dengan menggunakan analisis keseimbangan batas, yang mempertimbangkan gaya penggerak dan gaya penahan pada lereng. Berdasarkan klasifikasi RMR, lereng dengan nilai RMR tinggi (golongan I dan II) menunjukkan kestabilan yang lebih baik dengan faktor keamanan yang lebih besar dari 1,5, sedangkan lereng dengan nilai RMR rendah (golongan IV dan V) membutuhkan perkuatan dan pengelolaan drainase untuk mencegah potensi longsor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna dalam perencanaan lereng dan mitigasi risiko longsor, dengan memberikan pendekatan yang sistematis dan objektif untuk menentukan faktor keamanan lereng berdasarkan klasifikasi RMR.
ANALISIS PERUBAHAN MORFOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-1 PADA DELTA MAHAKAM, KALIMANTAN TIMUR Hakim, Azizul; ruddin, safar; Rifqi A., Aji M.; Sabrian, Panggea Ghiyats
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i2.18135

Abstract

Seiring berjalannya waktu, proses alam dan aktivitas manusia mengubah morfologi kawasan, termasuk morfologi Delta Mahakam. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang perubahan morfologi Delta Mahakam berupa perubahan luas daratan dan badan air di sekitar Delta Mahakam. Proses pengolahan data ini menggunakan citra satelit Sentinel-1 secara bertahap yang meliputi preprocessing, pengolahan, dan analisis. Hasil analisis menunjukkan terdapat perubahan kelas yang signifikan pada musim hujan dan kemarau antara tahun 2016 hingga 2024. Perubahan signifikan tersebut mungkin terjadi akibat perubahan iklim atau sedimentasi di sekitar Delta Mahakam. Perubahan tersebut terlihat jelas pada pengolahan data yang dilakukan.
Analysis of Flood Hazards in Premiere Hills Housing and Surroundings Using the Weighted Overlay Method, Sungai Kunjang District, Samarinda City Farid, Muh; Septyandy, Muhammad Rizqy; Heriyanto, Heriyanto
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i2.17159

Abstract

This research was conducted in Sungai Kunjang District, Samarinda City, East Kalimantan Province. Based on the regional geology of Samarinda, this location is included in the stratigraphy of the Kutai Basin with the Balikpapan and Balang Island Formations. This research focuses on determining the flood hazard areas around the Premiere Hills housing complex. The research method used is weighted overlay using spatial analysis, which overlays several maps related to factors that influence vulnerability assessment. The analytical tool used is the Geographic Information System (GIS). Each parameter is given a weight by scoring each parameter, namely land use, elevation, river buffer, rainfall, soil type, and slope slope. An overlay is carried out to obtain the classes of flood hazards. Then, field verification is carried out to determine whether the areas on the flood hazard map match those in the field, especially in areas with a high level of flood hazard. In the analysis results obtained using the weighted overlay method, the research area has a relatively high level of flood danger, which can be seen on the hazard map, where the colour red dominates compared to areas that have a low or medium level of flood danger, which are marked with green and yellow on the map. Based on the analysis results of areas with high flood hazards, verification is carried out to see whether the areas with high flood hazards follow those in the field. It can be seen from this verification that three points are taken, which are areas where flooding often occurs, characterized by low elevation and have poor drainage channels that prevent water from flowing properly
ANALISIS STRUKTUR KAWASAN BUKIT BERAMBAI DENGAN METODE FAULT FRACTURE DENSITY, DAERAH BERAMBAI, SEMPAJA UTARA, KEC. SAMARINDA UTARA, KALIMANTAN TIMUR Cahyani, Neja Mujini Salbitha; Zacky, Rayi Audyaz; Aditya, Alfatah; Roslinda, Roslinda; Rindawati, Puspa Indah
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i1.18224

Abstract

Kawasan Bukit Berambai di Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, merupakan wilayah dengan potensi geologi yang signifikan, terutama dalam analisis struktur bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola struktur geologi dengan menggunakan metode Fault Fracture Density (FFD). Metode ini menganalisis kerapatan sesar dan rekahan berdasarkan data geologi permukaan dan interpretasi citra satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Bukit Berambai memiliki zona dengan kerapatan sesar yang tinggi, yang berhubungan erat dengan potensi jalur migrasi fluida dan mineralisasi. Pola orientasi sesar utama cenderung mengikuti tren arah Barat Laut-Tenggara (NW-SE) dan Timur Laut-Barat Daya (NE-SW). Pemahaman terhadap struktur geologi ini memberikan kontribusi penting dalam eksplorasi sumber daya alam dan mitigasi potensi geohazard di wilayah tersebut. Kata Kunci: Fault Fracture Density, Struktur Geologi, Bukit Berambai, Kalimantan Timur
ANALISIS GRANULOMETRI DAN PENGARUH PADA LOGAM BERAT CD, CU, DAN ZN DALAM ENDAPAN SEDIMEN SUNGAI PAMPANG, SAMARINDA Guntur, Septianus Cristian; Kurniawan, Teofelus Andri; Sanjaya, Indra; Avanda, Diftania; Balfas, Muhammad Dahlan
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i2.18236

Abstract

Sungai Pampang di Desa Budaya Pampang, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu sungai tangkapan Bendungan Benanga, Lempake. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran tekstur sedimen dan pengaruhnya terhadap konsentrasi Zn, Cu dan Cd pada sampel dari hulu sungai ke hilir sungai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode granulometri pendekatan matematis dan metode AAS untuk mengetahui konsentrasi logam Zn, Cu, dan Cd. Berdasarkan hasil analisa granulometri pada bagian hulu dan hilir sungai memiliki ukuran dan sortasi butir dengan rata-rata berukuran sand dengan butiran yang poorly sorted. Nilai skewness dan kurtosis pada sungai di bagian hulu lebih aktif dibandingkan bagian hilir sungai. Distribusi kadar Zn, Cu, dan Cd pada bagian hulu lebih rendah dibandingkan pada bagian hilir sungai. Hal ini menunjukkan bahwa semakin ke hilir sungai, proses sedimentasi, deposisi, dan kondisi arus sebagai media transportasi lebih tenang dibandingkan pada bagian hulu sungai.
ANALISIS MIKROFASIES BATUGAMPING DAERAH BATU CERMIN FORMASI BEBULUH, KOTA SAMARINDA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Mangalik, Dian
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i2.17516

Abstract

Daerah penelitian berada di daerah Batu cermin, kelurahan Sempaja Utara, kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Daerah Batu Cermin merupakan salah satu penyumbang batugamping bahan bangunan untuk daerah Samarinda dan sekitarnya. Saat ini keberadaan batugamping dalam bentuk singkapan berangsur habis karena masifnya penambangan batugamping sehingga perlunya penelitian yang berfokus pada batugamping pada daerah tersebut sehingga informasi mengenai segala aspek yang mencakup batugamping dapat didokumentasikan melalui hasil penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama penelitian yaitu menentukan fasies dengan klasifikasi (Dunham, 1962) dan klasifikasi (Embry & Clovan, 1971) serta menentukan lingkungan pengendapan batugamping yang mengacu pada mengacu pada Standard Microfacies (SMF) menurut Flügel (1982) lalu dihubungkan dengan Zona Fasies menurut (Wilson, 1975). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif dan analisis. Metode deskriptif dilakukan untuk membuat prediksi dan mendapatkan manfaat dari suatu permasalahan yang akan dipecahkan, sedangkan untuk metode analisis yang digunakan adalah analisis petrografi, analisis mikrofasies, analisis dan analisis stratigrafi. Hasil pengamatan lapangan dan laboratorium melalui pendeskripsian diketahui pada daerah Batu Cermin tersusun atas satuan fasies batulanau, satuan fasies floatstone, satuan fasies wackestone, satuan fasies grainstone  dan satuan fasies batupasir. mengacu pada Standard Microfacies (SMF) menurut Flügel (1982) berada pada SMF 8 dan SMF 11 Jika dihubungkan dengan Facies Zone (FZ)  menurut (Wilson, 1975) Batugamping di daerah penelitian terendapkan pada lingkungan FZ 7 (Open Marine) dan FZ 6 (Platform Margin Sand Shoals).
Mekanisme Transportasi Butiran dan Lingkungan Pengendapan di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara: Kajian Granulometri dan Lingkungan Pengendapan Farhan, Muhammad; Novaningtyas, Triyuh; Ramadani, Shatiyo; Sasmito, Koeshadi
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i1.18221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lingkungan pengendapan di daerah Sambutan, Kota Samarinda, melalui analisis granulometri. Data primer diperoleh dari pengamatan lapangan, pencatatan stratigrafi, dan dokumentasi, dengan fokus pada sampel dari STA 2 dan STA 3. Hasil analisis granulometri pada STA 2 menunjukkan nilai statistik seperti mean 4,9233, standar deviasi 4,36, skewness 0,7, dan kurtosis 1,393, dengan distribusi leptokurtic dan sortasi yang sangat buruk (3,66). Mekanisme transportasi sedimen didominasi oleh traksi (58,83%), diikuti oleh saltasi (23,05%) dan suspensi (18,12%). Pada STA 3, distribusi platykurtic dan nilai sortasi 2,015 juga menunjukkan variasi ukuran butir yang besar, dengan traksi sebagai mekanisme dominan (49,64%), disusul saltasi (34,70%) dan suspensi (15,64%). Litologi pada STA 1, STA 2, dan STA 3 menunjukkan dominasi batulanau dan batupasir halus dengan struktur masif, lentikuler, dan flaser, yang mengindikasikan lingkungan pengendapan transisi yang dipengaruhi oleh pasang-surut pada zona tidal flat. Korelasi litostratigrafi antara STA 2 dan STA 3 menggunakan lapisan batubara sebagai keybed menunjukkan kesamaan litologi dan mendukung interpretasi lingkungan pengendapan transisi yang konsisten. Hasil ini memberikan wawasan tentang mekanisme transportasi sedimen dan pola pengendapan di lingkungan tidal flat.
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR, KECAMATAN PALARAN, KOTA SAMARINDA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Sari, Putri Kurnia
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i2.11882

Abstract

Secara administratif, lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir yang terdapat pada Kecamatan Palaran. Analisis tingkat kerawanan banjir dilakukan menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografi), dengan melakukan penskoran pada tiap parameter yaitu kemiringan lereng, ketinggian (elevasi), jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan buffer sungai, kemudian setiap parameter yang digunakan diberi bobot dan dilakukan overlay untuk mendapatkan kelas-kelas dari kerawanan banjir.Tingkat kerawanan banjir didominasi dengan daerah terancam hingga rawan. Pada daerah terancam memiliki luas 9827,37 ha dengan persentase 51,49%, pada daerah rawan memiliki luas 2227,15 ha dengan persentase 11,67%. Faktor geologi yang mempengaruhi daerah banjir yaitu geomorfologi, dimana didominasi oleh kemiringan lereng yang landai hingga datar berkisar 0 hingga 15%, sedangkan jenis tanah di dominasi oleh jenis tanah aluvial.