cover
Contact Name
Panggea Ghiyats Sabrian
Contact Email
panggea@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281281796175
Journal Mail Official
teknikgeologi@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman Jl. Sambaliung No.9 Samarinda, Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24433012     EISSN : 29642299     DOI : -
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi is a peer-reviewed scientific journal that was established in 2018, covering "Geology, Mining, Applied Geophysics and Related Topics". It is published by Department of Geology, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesian, twice a year (January and July). JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi provides an opportunity for the publication of research from all fields of solid earth geosciences. Papers, which discuss the interaction between the solid earth, atmosphere, and water bodies, are also welcome. JTGEO publishes peer-reviewed articles and reviews. Original scientific articles should be written in good Bahasa Indonesia, of a maximum length of 15 printed pages. All articles are peer reviewed by at least two researchers expert in the field of the submitted paper.
Articles 60 Documents
ANALISIS MULTI-CRITERIA MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK MEMETAKAN KERAWANAN SINKHOLE DI GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA Bayu Pamungkas; Johanes Timoty Jeremy Terok; Edward Wijaya
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v5i2.5470

Abstract

Kejadian sinkhole telah menjadi bencana yang berdampak serius pada industri, ekonomi, dan kehidupan masyarakat Gunung Kidul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunung Kidul mencatat sudah terjadi 32 kali kejadian sinkhole sejak tahun 2007 dengan pola semakin intensif setiap tahunnya. Kegiatan industri yang memanfaatkan airtanah telah mengakibatkan penurunan level muka airtanah sehingga menaikkan risiko kejadian sinkhole. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian ulang terhadap penggunaan tata guna lahan di Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kriteria kerawanan sinkhole di Kabupaten Gunung Kidul serta memetakan zona kerawanannya. Tahapan awal penelitian ini adalah mendelineasi persebaran karst pada daerah penelitian. Kemudian, faktor pengontrol kejadian sinkhole dideterminasi untuk dijadikan kriteria dalam tahapan evaluasi. Kriteria yang digunakan adalah kondisi geologi, kemiringan lereng, tata guna lahan, dan kondisi hidrologi. Kriteria tersebut dievalusi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Peta kerawanan sinkhole akan dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas kerawanan rendah, menengah, dan tinggi. Jika kelas kerawanan tinggi sebagian besar terpetakan di kawasan industri, perumahan, dan lahan pertanian maka kawasan tersebut direkomendasi untuk dipindahkan ke daerah dengan kelas kerawanan menengah hingga rendah terdekat. Tata guna lahan dengan kelas kerawanan tinggi yang menjadi kawasan industri, perumahan, dan lahan pertanian direkomendasi untuk dialihfungsikan sebagai kawasan geowisata karst.
KONSEP BERBURU BATU AKIK SEBAGAI GEOWISATA BERBASIS EDUKASI GEOLOGI DI DESA SAWAHAN, KECAMATAN PONJONG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Wahyu Ardiansyah Nugraha; Widyawan Nur Muhammad
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v5i2.5461

Abstract

Desa Sawahan terletak di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Pada daerah tersebut, tersingkap batuan dari tiga formasi, yakni retas dasit dan breksi vulkanik Formasi Mandalika, batuan piroklastik Formasi Semilir, serta batugamping Formasi Wonosari. Keindahan perbukitan karst dan keterdapatan batu akik, yakni jasper atau yang umum dikenal sebagai batu pancawarna, menambah kekayaan geologi pada daerah tersebut. Kondisi geologi yang unik ditambah dengan keindahan geomorfologi menjadikan daerah tersebut dapat dikembangkan sebagai kawasan geowisata yang berbasis edu-wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang dilakukan melalui observasi lapangan yang meliputi keragaman geologi dan kondisi sosio-masyarakat. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa keterdapatan jasper dapat berupa fragmen breksi vulkanik dan berupa singkapan batuan in-situ. Selain itu, didapatkan pula agate, kalsedon, dan kuarsa botyroidal yang menambah keberagaman batu akik di sana. Keterdapatan jasper pada daerah tersebut telah dimanfaatkan secara terbatas oleh masyarakat lokal dan dapat dikembangkan menjadi lokasi geosite untuk berburu jasper dan batu akik lainnya yang berbasis edukasi. Pengembangan prospek geowisata pada daerah tersebut akan memberikan dampak positif kepada sosio- ekonomi masyarakat sekitar.
KARAKTERISTIK DAN PENENTUAN FASIES PENGENDAPAN TURBIDIT PADA FORMASI KEREK, BANYUMENENG, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Muhammad Irfan Harisulistyo; Muhammad Pramaditya; Riyan Ranggas Yuditama; Gerhana Prasetya Putra
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v5i2.5457

Abstract

Lokasi penelitian ini berada di Sungai Dolok, Banyumeneng, Demak, Jawa Tengah. Daerah penelitian merupakan bagian dari Formasi Kerek yang memiliki umur Miosen tengah- akhir dengan penyebaran luas dari pegunungan Kendeng Barat dan Tengah. Formasi Kerek merupakan endapan turbidit yang diendapkan pada suatu lereng dari zona bathyal atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lithofasies apa saja yang dijumpai dan mekanisme berserta urutan perubahan lingkungan pengendapan pada daerah penelitian dari tua ke muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara melakukan observasi lapangan dan pengukuran stratigrafi terukur pada singkapan sepanjang jalur yang telah ditentukan di Sungai Dolok. Pengukuran stratigrafi terukur digunakan untuk menentukan pola, fasies, dan proses pengendapan. Berdasarkan data lapangan dari daerah penelitian menunjukkan keterdapatan beberapa litologi dan struktur sedimen yang dapat mencirikan suatu bagian dari lingkungan pengendapan kipas bawah laut. Keterdapatan beberapa fragmen skeletal pada suatu lapisan batuan sedimen mengindikasikan adanya material yang terbawa dari laut dangkal. Berdasarkan hasil penampang stratigrafi terukur pada daerah penelitian dari urutan tua ke muda secara umum menunjukan pola progradasi. Menurut hasil data analisis yang didasarkan unsur fisik, kimia, dan biologi dari enam lintasan penampang stratigrafi terukur dari sepanjang jalur pengukuran diperoleh beberapa variasi fasies pengendapan yakni berupa suprafan lobes hingga outer shelf.
ANALISIS POTENSI PANAS BUMI PADA DAERAH G. KARANG, BANTEN, MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH Dwiky G. Augusty; M. F. Bagaskara; Alya D. Oktaviani
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v5i2.5455

Abstract

Peningkatan pemanfaatan panas bumi di Indonesia sudah ditargetkan pada tahun 2015 sebesar 7.421,5 MWe atau sekitar 16,8%. Hal ini karena Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, salah satunya di Gunung Karang, Provinsi Banten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai potensi panas bumi di Gunung Karang dengan melakukan studi suhu permukaan tanah (LST) dan analisis pola kelurusan yang dimana keduanya berhubungan dengan potensi panas bumi di daerah penelitian. Berdasarkan data suhu permukaan tanah, menunjukan bahwa daerah penelitian memiliki suhu dengan intensitas yang tinggi di sekitar gunung. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh struktur yang memiliki densitas tinggi di sekitar gunung. Struktur ini diduga menjadi jalur fluida sehingga panas dari bawah permukaan dapat merambat ke permukaan Sedangkan, dari hasil analisis kelurusan, daerah penelitian menunjukan arah orientasi tenggara – barat laut. Intensitas yang tinggi juga ditunjukan pada analisis fault fracture density (FFD). Hal ini dapat disimpulkan bahwa anomali panas pada permukaan daerah penelitian berhubungan dengan keberadaan pola kerapatan kelurusan.
PENINGKATAN AKURASI COMPLETE BOUGUER ANOMALY MAP PADA DATA TOPEX SATELLITE MENGGUNAKAN KONSTANTA BARU BERDASARKAN MATHEMATICAL DERRIVATIVE Aji Darma Maulana; Aprilia Frinanda Setiawan
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v5i2.5463

Abstract

Penelitian dilakukan dengan menggunakan data gravitasi observasi satelit TOPEX dengan luas area sebesar 37.530 km2 berupa Free Air Anomaly.  Penelitian berbasis analisis ini berlandaskan ketidaksesuaian antara dinamika geologi dengan data pengolahan gravitasi conventional. Dengan menekankan pada pengolahan gravitasi secara unconventional, analisis ini bertujuan untuk mendapatkan besaran yang dapat mereduksi efek topografi tanpa menghilangkan informasi litologi.  Pengolahan dilakukan dengan cara membandingkan beberapa variasi perlakuan koreksi Bouguer pada nilai Free Air Anomaly. Perlakuan tersebut berupa analisis matematis yang diterapkan dengan cara memperkecil rentang nilai koreksi Bouguer yang terlalu signifikan sebagai efek dari ketidakcocokan antara konstanta Bouguer conventional terhadap jarak ukur antara satelit dengan massa batuan.  Dihasilkan beberapa peta complete bouger anomaly dengan pola ekspresi yang berbeda sebagai efek dari variasi analisis matematis. Representasi data yang memiliki kesesuaian dengan fenomena geologi sebenarnya dapat dilihat pada complete bouger anomaly map dengan konstanta baru yaitu 0.04193/2.5 atau 0.016772. Terlihat kemenerusan utama anomali gravitasi dengan orientasi relatif utara-selatan yang diinterpretasikan sebagai sesar mendatar serta beberapa kemenerusan lainnya dengan orientasi relatif barat laut-tenggara yang diinterpretasikan sebagai sesar penyerta. Keberadaan dan persebaran densitas yang mencerminkan litologi maupun sesar pada daerah penelitian telah tervalidasi oleh peta geologi dan ekspresi topografi data SRTM berdasarkan analisis anomali gravitasi.
INVENTARISASI AREA ABRASI, EKSPANSI ROB DAN POTENSI AREA UNTUK DITANAMI MANGROVE DI PESISIR PANTAI UTARA BEKASI, MUARA GEMBONG, BEKASI DENGAN PENGINDERAAN JAUH Krissanto, Juvens Yuda Her
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i1.12198

Abstract

Abrasi dan banjir rob adalah ancaman bagi kesejahteraan warga pesisir, juga mengancam berkurangnya luas daratan suatu wilayah. Penelitian ini berisi analisis daerah yang terdampak abrasi di pesisir utara Bekasi. Sarana yang digunakan adalah citra satelit Landsat8 OLI/TIRS yang memiliki kemampuan untuk membedakan kelembaban tanah dan kerapatan vegetasi. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah memetakan daerah yang terdampak oleh abrasi dan ekspansi rob, juga memetakan area terdampak yang masih berpotensi untuk ditanami mangrove sebagai upaya mitigasi bencana abrasi dan ekspansi rob. Penulis memanfaatkan metode TVDI dalam memetakan abrasi dan ekspansi rob dengan linear kering LSTmaks = 32 * NDVI – 44,6 dan linear basah LSTmin = 2,8 * NDVI + 25,45. Hasil menunjukkan bahwa daerah Muara Gembong berada pada rentang basah hingga agak basah. Zonasi penanaman mangrove menggunakan klasifikasi unsupervised K-means yang dielaborasikan dengan data TVDI dan NDVI. Hasil akhir yang dicapai berupa peta derah pesisir utara Bekasi dengan batas sejauh mana abrasi dan ekspansi rob, juga area yang masih bisa ditanami dengan mangrove.
PEMETAAN RISIKO LIKUIFAKSI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN WEIGHTED OVERLAY DI KOTA PALU, SULAWESI TENGAH Rezki, Dewi Mirah
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i1.12204

Abstract

Kota Palu, Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang pernah mengalami likuifaksi. Likuifaksi adalah fenomena ketika tanah kehilangan kekuatan akibat adanya perubahan tegangan secara mendadak. Likuifaksi di Kota Palu disebabkan karena wilayah yang didominasi oleh aluvium, serta tanah yang jenuh air akibat adanya gempa bumi. Likuifaksi di Kota Palu menyebabkan rusaknya infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa. Atas dasar tersebut, maka dibuat peta risiko bahaya likuifaksi Kota Palu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peta administrasi dan populasi, peta produktivitas air tanah, peta jenis batuan, peta rawan gempa, peta kedalaman air tanah, dan peta umur batuan.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui bobot prioritas dari parameter yang  digunakan.  Lalu  digunakan  Metode  Weighted  Overlay  pada  perangkat  lunak  pengolah SIG  untukmenggabungkan peta secara tumpang susun berdasarkan bobot prioritas yang telah didapat. Sehingga diketahui zona bahaya likuifaksi Kota Palu yang dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas risiko likuifaksi sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Peta tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai wilayah yang berpotensi mengalami likuifaksi di Kota Palu. Peta ini juga diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan keefektifan manajemen mitigasi bencana, serta dapat dijadikan pertimbangan pemerintah dalam melakukan pengembangan nasional.
STUDI KARAKTERISTIK SOIL DAN IMPLEMENTASI TERHADAP PENERAPAN MACHINE LEARNING SEBAGAI PENDEKATAN BARU DALAM EKSPLORASI ENDAPAN RESIDUAL NIKEL LATERIT BLOK Y Ramli, Veggy Vireni
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i1.12203

Abstract

Daerah penelitian berada di blok Y, Provinsi Sulawesi Tengah, daerah tersebut disusun oleh sebagian besar formasi komplek ofiolit (Ku) dan formasi Matano (Km). Keberadaan endapan nikel laterit umumnya dicirikan dengan kehadiran warna tanah/soil merah kekuningan gelap hingga agak hitam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik soil dari segi fisik maupun kimia dan menerapkan machine learning sebagai pendekatan baru eksplorasi endapan nikel laterit. Metode penelitian ini kualitatif (perumusan masalah dan pengkajian literatur) dan kuantitatif (pengambilan data dan analisis kimia/studio). Kedua metode diintegrasi dengan data geologi. Pengamatan karakteristik soil di daerah penelitian dibagi menjadi 3 yakni soil non laterit, laterit Ni, dan soil dari batugamping. Data train dan validation tersebut diolah dengan algorithm CNN dengan 5 layer konvolusi dan 1 fully connected layer. Soil non laterit coklat hingga abu-abu hitam kandungan unsur kimia Ni 0.11 dan Fe 14.1, laterit Ni hitam kemerahan kandungan Ni 0.66 dan Fe 34.3, sedangkan Soil batugamping hitam gelap hingga abu-abu kandungan Ni 0.00 dan Fe 0.30. Hasil pelatihan model tingkat akurasi sebesar 88,05 %. Hasil model dari pelatihan data ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk ekplorasi awal keberadaan endapan nikel laterit menggunakan drone ataupun mobile apps.
APLIKASI METODE LINEAMENT DENSITY ANALYSIS UNTUK PEMETAAN POTENSI ZONA MINERALISASI: STUDI KASUS DAERAH SEKOTONG, LOMBOK SELATAN Al Jundiy, Muhammad Haekal
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i1.12201

Abstract

Eksplorasi mineral merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memastikan adanya sumber daya mineral pada suatu daerah potensial. Dalam proses eksplorasi, dibutuhkan biaya yang sangat mahal dan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, dilakukan suatu kegiatan pra-eksplorasi agar terlaksananya kegiatan eksplorasi yang lebih efisien. Metode Lineament Density Analysis (LDA) merupakan suatu metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan data DEM untuk mengidentifikasi pola kelurusan berupa sesar, rekahan, dan struktur geologi sebagai parameter adanya potensi sumber daya mineral pada suatu daerah terkait dengan konsep mineralisasi lithostructural. Metode yang digunakan adalah penarikan kelurusan secara ekstraksi dan manual dari data DEM Lombok Selatan, kemudian dikombinasikan pada hillshade dengan azimuth 0 º, 45 º, 90 º, dan 135º pada altitude 45 m dan dilanjutkan dengan validasi daerah anomali berupa observasi lapangan. Lombok Selatan dipilih sebagai daerah penelitian karena secara litologi diketahui memiliki potensi zona mineralisasi, ditandai dengan adanya urat kuarsa dan tuf dengan lensa batugamping yang mengandung mineral sulfida. Berdasarkan hasil kelurusan ekstraksi dan manual, diperoleh rentang anomali densitas kelurusan 6.969 km/km2 - 8.711 km/ km2 dengan orientasi NNW - SSE. Diharapkan studi ini dapat berkontribusi dalam implementasi geosains pada pengembangan nasional, khususnya kegiatan eksplorasi demi meningkatkan kemajuan sektor pertambangan di Indonesia
POTENSI WARISAN GEOLOGI DI AREA GUNUNG SEWU GEOPARK SEBAGAI PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS EDUKASI DI INDONESIA Dhamayanti, Catur Ayu
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i1.12200

Abstract

Gunung Sewu Geopark yang berada di tiga wilayah yaitu Jawa Timur (Pacitan), Jawa Tengah (Wonogiri), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Gunung Kidul) merupakan salah satu geopark yang di Indonesia yang memiliki keindahan dan keanekaragaman bentang alam yang terbentuk akibat proses tektonik kompleks yaitu pertemuan dua lempeng yang berinteraksi secara subduksi. Gunung Sewu Geopark memiliki banyak objek bentang alam yang  dapat  dikembangkan  sebagai  potensi  wisata  edukasi  dan  dapat  menarik  wisatawan  lokal  maupun mancanegara. Namun, hingga saat ini potensi wisata edukasi di Gunung Sewu Geopark masih belum banyak diketahui. Sehingga perlu dilakukan kajian  ini  untuk  mengeksplor kembali bentang alam  yang  berpotensi sebagai geowisata di Gunung Sewu Geopark. UNESCO menyebutkan bahwa selain nilai estetika dan rekreasi, Gunung Sewu Geopark kaya akan keanekaragaman hayati, arkeologi, sejarah, dan aspek budaya. Budaya batu Pacitan mewakili artefak Paleolitik hingga Neolitik di Asia Tenggara yang sekitar 1.802 km2 wilayah tersebut berisi jejak-jejak permukiman prasejarah. Kajian yang dilakukan berupa analisis geomorfologi, struktur, serta litologi. Sementara itu, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus dan analisis terhadap data- data yang telah dipublikasikan sebelumnya. Gunung Sewu Geopark yang menjadi bagian dari warisan budaya dunia sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi pariwisata berbasis pengetahuan kebumian.