cover
Contact Name
Panggea Ghiyats Sabrian
Contact Email
panggea@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281281796175
Journal Mail Official
teknikgeologi@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman Jl. Sambaliung No.9 Samarinda, Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24433012     EISSN : 29642299     DOI : -
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi is a peer-reviewed scientific journal that was established in 2018, covering "Geology, Mining, Applied Geophysics and Related Topics". It is published by Department of Geology, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesian, twice a year (January and July). JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi provides an opportunity for the publication of research from all fields of solid earth geosciences. Papers, which discuss the interaction between the solid earth, atmosphere, and water bodies, are also welcome. JTGEO publishes peer-reviewed articles and reviews. Original scientific articles should be written in good Bahasa Indonesia, of a maximum length of 15 printed pages. All articles are peer reviewed by at least two researchers expert in the field of the submitted paper.
Articles 65 Documents
ANALISIS KERAWANAN TSUNAMI DALAM UPAYA PENYUSUNAN RENCANA TATA KELOLA DAN PENGEMBANGAN WILAYAH DI GEOPARK NASIONAL KARANGSAMBUNG-KARANGBOLONG ZONA SELATAN Vilman Sidik; Mohammad Alfariji; Agung Nugroho
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.192 KB) | DOI: 10.30872/jtg.v5i1.5432

Abstract

Geopark Karangsambung merupakan salah satu dari Geopark Indonesia yang diresmikan tahun 2018 dimana lokasinya berbatasan langsung dengan Samudra Hindia pada bagian selatan. Lokasi ini terdapat beberapa aspek geodiversiy, biodiversity, culturdiversity yang tersebar dibeberapa wilayah. Lokasi ini selain memiliki nilai bersejarah juga merupakan lokasi yang selalu ramai dikunjungi karena banyaknya obyek wisata. Berdasarkan sejarahnya lokasi ini pernah dilanda tsunami pada 2006 yang menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana dibeberapa titik. Untuk menunjang pengembangan Geopark Karangsambung-Karangbolong zonaselatan terkait penataan dan pengembangan wilayah perlu adanya kajian dari sisi kebencanaan. Tujuan penelitian untuk menyusun peta kerawanan wilayah terhadap tsunami sebagai masukan dalam upaya penyusunan rencana tata kelola dan pengembangan wilayah. Metode yang digunakan berupa overlay method atau tumpang susun. Parameter yang dipakai berupa jarak pantai dari sumber gempa, ketinggian daratan, kelerengan topografi, keterlindungan daratan, keberadaan pulau penghalang, morfologi garis pantai, dan jarak garis pantai. Hasil overlay diperoleh 5 kelas kerawanan dengan nilai maksimal 420 dan nilai minumum < 160 dengan rentang nilai 64. Berdasarkan hasil diketahui bahwa kelas sangat rawan meliputi Desa Ayah dan Desa Pasir dimana didalamnya terdapat banyak geosite salah satunya geosite pantai lampon. Beberapa situs (geosite, biosite, cultursite) yang masuk kedalam zona sangat rawan tsunami adalah KKG 34. Situs yang berada di dalam kelas zona rawan tsunami yaitu KKG 33, KKG 35, KKG 36, KKG 38, KKG 39, KKG 40, KKG 41, KKB 1, KKB 3, KKC 5. Situs yang masuk kedalaman kelas aman terdiri dari KKG 30 dan KKG 31. Data tersebut dapat dijadikan masukan dalam rencana tata kelola dan pengembangan di wilayah Geopark Karangsambung- Karangbolong khususnya bagian selatan.
GEOLOGI DAN ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN DENGAN METODE ANALISIS GRANULOMETRI DAERAH BATU CERMIN KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Resty Intan Putri; Koeshadi Sasmito; Muhammad Dahlan Balfas; Bella Safira; Elma Sari
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.841 KB)

Abstract

Batupasir Formasi Balikpapan yang berumur Miosen Akhir merupakan salah satu elemen penting dalam kaitannya lingkungan pengendapan pada Cekungan Kutai. Lingkungan pengendapan merupakan lokasi/tempat mengendapnya material sedimen beserta kondisi fisik, kimia, dan biologi yang mencirikan terjadinya mekanisme pengendapan tertentu. Lingkungan pengendapan secara umum dibagi menjadi 3 macam yaitu lingkungan pengendapan darat, transisi dan laut. Pengamatan fisik sedimen dilakukan melalui 2 (dua) pengamatan struktur dan tekstur sedimen. Pengamatan struktur sedimen dapat dilakukan melalui interpretasi informasi geologi dari data lapangan atau peta geologi yang dicocokkan dengan keadaan lapangan. Pengamatan tekstur sedimen dapat menggunakan analisis ukuran butir sedimen yakni granulometri. Analisis granulometri dilakukan secara grafis dan matematis pada sampel Batupasir daerah penelitian. Analisis granulometri memperlihatkan mean dengan ukuran butir pasir kasar dengan nilai 0,46 phi, memiliki sortasi very well sorted dengan nilai 0.29 phi, skewness strongly fine skewed dengan nilai 0,22, kurtosis very lepto kurtic dengan nilai0,71. Jenis mekanisme trasportasi sedimen yang ada pada daerah penelitian yang terjadi yaitu proses traksi. Penentuan jenis lingkungan pengendapan daerah penelitian memakai 2 perbandingan yakni penentuan dari analisis profil Stratigrafi dan penentuan analisis ukuran butir (Granulometri). Pada analisa profil singkapan yang dilakukan pada 3 LP, yakni LP 11, LP, 6 dan Lp 22. Pada analisis lingkungan pengendapan dengan analisis granulometri didapatkan dari metode grafis dan metode matematis hasil jenis lingkungan pengendapan sampel Batupasir G.1-G.7B pada daerah penelitian yaitu lingkungan pengendapan transisi.
GEOLOGI DAN STUDI STRUKTUR GEOLOGI BERDASARKAN CITRA SATELIT DAERAH MUANGLAMA, KECAMATAN SAMARINDA UTARA, KOTA SAMARINDA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Heriyanto .; Hamzah Umar; Collin Pangeran; Ali Shodiqin
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.499 KB)

Abstract

Penafsiran  geologi  melalui  citra  satelit  merupakan  suatu  kegiatan  analisis  yang  didasarkan kepada kenampakan permukaan bumi, sedangkan informasi geologi dapat diketahui berdasarkan hubungan antara geologi dengan objek gambar yang tidak lain adalah hasil radiasi dan emisi energi elektromagnetik. Interpretasi citra, gambar, atau foto adalah sebuah kegiatan menganalisis foto yang dihasilkan dari suatu alat dengan tujuan untuk mengidentifikasi suatu objek dan peran dari objek tersebut.Studi struktur dengan berbasis citra diawali dengan analisis visual kelurusan pada komposit citra band 567 yang masing-masing band telah dikoreksi radiometrik, kemudian di tumpang tindih dengan data kelurusan yang diperoleh secara otomatis. Data kelurusan otomatis juga digunakan untuk menentukan arah tegasan utama pada daerah penelitian. Kemudian dari hasil analisis dilakukan  pembuktian  dilapangan  untuk  menentukan  mana  data  kelurusan  yang merupakan struktur geologi.Struktur geologi pada daerah Muanglama di pengaruhi oleh tegasan utama berarah barat laut- tenggara dibuktikan dengan hasil dari ekstrasi kelurusan otomatis dan juga di perkuat dengan tegasan utama regional.
GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS AIR PADA GOA BATU GELAP UNTUK AIR MINUM DESA SUKAMAJU KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Muhammad Dahlan Balfas; Hamzah Umar; Muhammad Amin Syam; Robert Royda Adi Wardana; Berlin .
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.391 KB) | DOI: 10.30872/jtg.v4i1.6511

Abstract

Secara administratif daerah penelitian dilaksanakan di daerah Desa Sukamaju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Secara geografis daerah penelitian berada di Luas daerah penelitian adalah kurang lebih 9 km 2 lebar dari utara ke selatan tiga kilometer (km) dan panjang dari timur ke barat tiga km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi meliputi tatanan geologi baik kondisi geomorfologi struktur geologi, stratigrafi dan mekanisme struktur geologi dari daerah penelitian dan dipetakan pada peta berskala 1:15,000. Metode pengambilan data difokuskan pada pengambilan data-data geologi permukaan, yang terdiri atas studi literatur, akuisisi data, analisa data dan hasil yang pada akhirnya menjadi sebuah tulisan ilmiah berupa skripsi. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 3 (tiga) bentuk lahan yakni, bentuk lahan punggungan homoklin, lembah antiklin dan punggungan hockbag. Yang termasuk kedalam bentuk asal struktural . Di daerah penelitian terdapat 3 satuan batuan yaitu satuan Batupasir greywacke, Batugamping Goa Batu Gelap dan Batupasir Sukamaju. Struktur Geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah Antiklin Separi,. Berdasarkan hasil analisis pengujian sampel air Goa Batu Gelap secara Fisik, Kimia, dan Mikrobiologi, diperoleh beberapa parameter yang sangat melampui kadar maksimum baku mutu, di antaranya parameter TDS, Kekeruhan dan Bakteri Total Coliform yang menyebabkan air menjadi tercemar. Metode Indeks Pencemaran, menunjukkan bahwa tingkat pencemaran air pada Goa Batu Gelap tergolong cemar ringan hingga Cemar Sedang untuk kualitas air minum, itu nilai Pij dari ketiga parameter nilainya kurang dari 10 maka Kategori mutu kualitas Air Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 adalah memenuhi Baku Mutu (kondisi Baik).
GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE BISHOP SIMPLIFIED DAERAH TANAH MERAH KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Heriyanto .; Resty Intan Putri; Laurensius Pian Pasiakan; Agus Salim
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.136 KB)

Abstract

Secara administratif daerah penelitian terletak di Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian berupa pemetaan geologi guna mengetahui kondisi geologi, struktur geologi dan geomorfologi serta penyelidikan geoteknik berupa penentuan nilai faktor keamanan (FK) pada daerah penelitian. Adapun metode perhitungan faktor keamanan menggunakan metode bishop simplified dengan kriteria keruntuhan Hoek-Brown. Parameter yang diperlukan dalam penyelidikan geoteknik yaitu jenis batuan, unit weight, GSI, mi,faktor gangguan, uji kuat tekan serta geomteri lereng. Sampel yang digunakan berjumlah 8 sampel dengan litologi batupasir, batubara dan batulempung Dari hasil pemetaan geologi, terdapat 3 satuan batuan yaitu Batupasir Tanah Merah, Batulempung Tanah Merah, dan Endapan Alluvial. Satuan bentuk lahan daerah penelitian memiliki 2 bentuk lahan yaitu, bentuk lahan perbukitan terkikis (D1) , dan bentuk lahan dataran alluvial (F1). Daerah Penelitian dikontrol oleh struktur geologi berupa lipatan dan kekar. Daerah penelitian terletak pada sayapan lipatan. Arah gaya yang bekerja pada daerah penelitian berada pada arah tenggara-barat laut. Dari hasil penyelidikan geoteknik berupa perhitungan kestabilan lereng pada daerah penelitian diperoleh nilai faktor keamanan (FK) 2,526. Dengan demikian, berdasarkan nilai faktor keamanan (FK) maka disimpulkan lereng termasuk ke dalam kategori stabil.
ANALISIS KESTABILAN TEROWONGAN MENGGUNAKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN SISTEM-Q DAN METODE ELEMEN HINGGA PADA BUKAAN TEROWONGAN TAMBANG KUBANG CICAU 536 MILIK PT ANTAM UBPE PONGKOR, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Tedy Cahya Nusantara; Imam Achmad Sadisun; Firdaus El Afghani
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v4i2.5464

Abstract

Produksi utama emas dan perak PT Antam berasal dari area tambang emas Pongkor, Jawa Barat. Metode penambangan yang digunakan oleh PT Antam Pongkor merupakan metode penambangan bawah tanah (cut and fill). Penelitian dilakukan pada area tambang Kubang Cicau tepatnya pada bukaan terowongan Kubang Cicau 536. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menentukan nilai klasifikasi Sistem-Q. Nilai Sistem-Q digunakan untuk penentuan saran perkuatan pada terowongan. Evaluasi kestabilan terowongan dan analisis numerik dilakukan berdasarkan jenis potensi runtuhan. Analisis numerik dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga terhadap parameter faktor keamanan. Pada pengamatan lapangan, didapatkan litologi penyusun Kubang Cicau 536 terdiri dari tuf lapili. Klasifikasi massa batuan Sistem-Q menunjukkan kategori massa batuan buruk. Parameter-parameter massa batuannya menunjukan bahwa runtuhan yang berpotensi terjadi adalah runtuhan bertipe baji. Berdasarkan kelas massa batuan pada klasifikasi Sistem-Q dihasilkan saran perkuatan berupa baut batuan dengan jarak 1,3 – 1,6 m yang dipasang secara sistematik. Hasil analisis numerik dan evaluasi penerapan perkuatan berdasarkan nilai Sistem-Q, menunjukkan bahwa nilai faktor kemanan memiliki rentang antara 1,686 – 6,137. Nilai faktor keamanan tersebut melebihi standar minimum nilai faktor keamanan yang telah ditetapkan oleh PT Antam Pongkor. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, disimpulkan bahwa saran perkuatan berdasarkan klasifikasi massa batuan Sistem-Q dapat diterapkan pada bukaan terowongan Kubang Cicau 536.
Penentuan Daerah Terdampak Longsor Di Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu Mia Oktarina; Muhammad Rizky Tanjung; Nadika Devatama
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v4i2.5453

Abstract

Penentuan daerah rawan longsor selain digunakan untuk mitigasi bencana, juga berguna untuk pertimbangan dalam analisa geoteknik dan pengembangan tata ruang wilayah. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Secara geografis lokasi penelitian  terletak pada 20o 59’ 59.7’’ LS dan 102o 09’ 40.3’’ BT  serta 30o 04’ 53.4’’ LS dan 102o 14’ 31.8’’ BT, dan secara tektonik berada di bagian Fore Arc Sumatera. Lokasi penelitian memiliki luasan daerah penelitian 9km x 9km dengan skala 1:50.000. Berdasarkan Peta Geologi, lokasi penelitian memiliki lima formasi batuan, yang didominasi batuan vulkanik berumur Tersier. Lokasi penelitian berada di Segmen Sesar Ketaun dengan arah NW-SE yang merupakan sesar geser dextral dan bagian dari Sumatra Fault Zone. Daerah ini memiliki tiga bentuk lahan, yaitu perbukitan, perbukitan tinggi, hingga pegunungan. Dengan kelas lereng mulai dari landai hingga sangat curam. Hasil analisa Lineament didapatkan arah kelurusan utama pada Timur Laut-Barat Daya atau NE-SW, dengan panjang garis kelurusan antara 249 m- 300 m. Kecamatan ini juga memiliki pola persebaran desa secara paralel atau mengikuti arah jalan utama yang berada di zona sesar aktif. Sehingga berdasarkan hasil pembobotan didapatkan Kecamatan Pinang Belapis memiliki potensi bahaya sekitar 90% luas wilayah.
TEKNIK PENGINDERAAN JAUH UNTUK IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR DI DESA SRIDADI, KECAMATAN SIRAMPOG, KABUPATEN BREBES Agus Nur Shidik; Eva Cintia Purba; Puspita Ayuningtyas
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v4i2.5442

Abstract

Berdasarkan data BNPB tahun 2020 mencatat telah terjadi 2.059 bencana alam  di Indonesia sepanjang bulan Januari-20 September 2020, dan salah satu bencana alam yang mendominasi adalah tanah longsor. Di lokasi penelitian yang berada di Desa Sridadi juga memiliki riwayat bencana tanah longsor yang cukup sering, berdasarkan data BNPB (2010-2013), telah terjadi tiga kali peritiwa bencana tanah longsor di Desa Sridadi yakni pada tanggal 24 Oktober 2010, 19 Desember 2012, dan 29 Januari 2013. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan dan zonasi wilayah yang memiliki kerawanan terjadinya tanah longsor di Desa Sridadi agar dapat dijadikan acuan untuk mitigasi lebih lanjut. Penginderaan jauh merupakan sebuah teknik yang dapat diterapkan untuk memetakan daerah yang memiliki kerawanan terjadinya tanah longsor. Dalam penelitian ini digunakan kombinasi dan pembobotan dari beberapa parameter seperti litologi, NDWI, NDVI, Fault Fracture Density, dan Slope Analysis yang diperoleh dari pengolahan data Citra Landsat 8 OLI dan DEM SRTM. Hasil pengolahan peta didapatkan 5 kelas kerawan mulai dari sangat rendah sampai sangat tinggi. Daerah yang memiliki kerentanan tanah longsor sangat tinggi meliputi sebagian besar Dusun Lebak Goak, Dusun Suruhsunda, Dusun Pringanamba, bagian barat Dusun Gua, Dusun Legok, Dusun Rakem, Dusun Sigomyang, Dusun Bojongsari dan sebagian Dusun Srimpak.
Identifikasi Keberadaan Endapan Emas Berdasarkan Analisa Data Geomagnetik Dan Induced Polarization Pada Daerah Randukuning, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah Fauzi Yul Chaidir; Okta Dwi Puspita; Gilvandro Rumahorbo
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v4i2.5438

Abstract

Aktivitas tektonik dan magmatisme randukuning menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi geologist dan geophysicst untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Terdapatnya batuan induk berupa lava dasit dan batuan beku andesit dari formasi mandalika, serta struktur geologi yang berkembang, menyebakan terjadinya proses alterasi batuan hingga membentuk mineralisasi bijih. Pendekatan terintegrasi geofisika metode geomagnetik dan Induced Polarization dilakukan untuk mendeliniasi struktur geologi serta menzonasi daerah prospek mineralisasi secara horizontal dan vertikal. Pengambilan data dilakukan melalui analisa data open source serta data sekunder, kemudian dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan model anomaly 2D. Hasil interpretasi pada data magnetic dengan menggunakan filter Reduce to Pole – High pass menunjukkan adanya pola anomali magnetic rendah -4.9 hingga -0.8 nT pada bagian barat yang di indikasikan akibat adanya struktur geologi serta intensitas alterasi yang tingi. Perbandingan hasil filter RTP dengan Horizontal Gradient menunjukkan adanya pola anomaly tinggi 0.001 hingga 0.0017 nT/m pada bagian timur laut dan barat daya, yang di interpretasikan sebagai respon dari struktur geologi yang terisi oleh mineralisasi. Berdasarkan penampang geolistrik induced polarization, terdapat mineral kalkopirit pada kedalaman 20-30 m dengan chargeabilitas 4-9 msec dengan resistivitas >200 Ωm. Hasil dari integrasi ini menunjukkan terdapatnya potensi endapan emas pada kavling timur laut dan barat daya daerah penelitian
PENGARUH BATUAN DASAR DAN KELERENGAN TERHADAP KADAR DAN KETEBALAN NIKEL LATERIT STUDI KASUS DAERAH PETASIA, MOROWALI UTARA Muhammad Ilham; Henri Sampe; Ardani Patanduk; M. Haikal Al Mubarok; Nanang Ridho S.
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v4i2.5452

Abstract

Pembentukan endapan nikel laterit dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya batuan dasar dan kelerengan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis batuan dasar dan kelerengan terhadap kadar dan ketebalan Ni di daerah telitian. Daerah telitian terletak di daerah Petasia, Morowali Utara. Metode penelitian yang dilakukan meliputi studi pustaka, pemetaan geologi, analisis petrografi, analisis kelerengan serta analisis geokimia data bor. Batuan dasar daerah telitian disusun oleh satuan peridotit terserpentinisasi dan serpentinit, dimana peridotit terserpentinisasi tersusun atas mineral olivin, orthopiroksen, klinopiroksen, dan serpentin, sedangkan serpentinit tersusun atas mineral serpentin serta sedikit, orthopiroksen, olivin. Kadar Ni pada zona limonit berkisar 0,97-1,45% (waste), pada zona saprolite berkisar 0,79-2.07% (waste-high grade), dan pada bedrock berkisar 0,35%-1,36% (waste). Distribusi spasial menunjukkan bahwa batuan dasar serpentinite berasosiasi dengan kadar Ni low grade dan sebagian medium grade, sementara batuan dasar peridotit didominasi oleh kadar waste dan secara setempat oleh kadar high grade. Kadar Ni pada kelerengan 0-2% termasuk dalam kategori waste, kelerengan 2-7% termasuk dalam kategori high grade dan waste, kelerengan 7-15% termasuk dalam kategori medium-waste, kelerengan 15-30% terkonsentrasi pada low grade dan sebagian waste, dan kelerengan >30% terkonsentrasi pada kategori waste. Faktor kelerengan terhadap ketebalan laterit tidak signifikan dimana berdasarkan grafik ketebalan vs kelerengan, saprolit paling tebal berada pada lereng 70-150 dan limonit paling tebal pada lereng 150-300.