cover
Contact Name
Panggea Ghiyats Sabrian
Contact Email
panggea@ft.unmul.ac.id
Phone
+6281281796175
Journal Mail Official
teknikgeologi@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman Jl. Sambaliung No.9 Samarinda, Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24433012     EISSN : 29642299     DOI : -
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi is a peer-reviewed scientific journal that was established in 2018, covering "Geology, Mining, Applied Geophysics and Related Topics". It is published by Department of Geology, Faculty of Engineering, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesian, twice a year (January and July). JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi provides an opportunity for the publication of research from all fields of solid earth geosciences. Papers, which discuss the interaction between the solid earth, atmosphere, and water bodies, are also welcome. JTGEO publishes peer-reviewed articles and reviews. Original scientific articles should be written in good Bahasa Indonesia, of a maximum length of 15 printed pages. All articles are peer reviewed by at least two researchers expert in the field of the submitted paper.
Articles 60 Documents
PEMETAAN PANAS BUMI DAN POTENSI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BINARY CYCLE UNTUK MENDUKUNG TRANSISI ENERGI BERSIH DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Firdaus, Azkia Najma; Arisandy, Maharani; Winusda, Sinta Caenur
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i2.18721

Abstract

Penelitian ini memetakan potensi panas bumi di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendukung transisi energi bersih menggunakan teknologi binary cycle. Dengan metode remote sensing, analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS dilakukan untuk menghitung Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST), serta menggunakan peta geologi untuk identifikasi sesar. Data ini dianalisis dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan wilayah potensial. Hasil menunjukkan bahwa wilayah dengan kerapatan vegetasi rendah dan suhu permukaan tinggi, khususnya di sekitar sesar aktif, memiliki potensi panas bumi yang signifikan. Desa Tamapole dan Muara Jawa Ulu diidentifikasi sebagai lokasi optimal untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi berbasis binary cycle. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa implementasi teknologi binary cycle di wilayah ini berpotensi mendukung target keberlanjutan Ibu Kota Nusantara dengan menyediakan energi panas bumi yang ramah lingkungan.
PENENTUAN MORFOLOGI BENTUKLAHAN DENGAN ANALISIS ASPEK GEOMORFOLOGI MENGGUNAKAN DATA SPASIAL DAN DATA LAPANGAN DAERAH BHUANA JAYA DAN SEKITARNYA Sasmito, Koeshadi; Rindawati, Puspa Indah
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i1.15879

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk untuk melakukan pemetaan geomorfologi yang di dalamnya akan memperoleh variasi bentuklahan, kemiringan lereng, analisis jenis dan pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian. Topografi atau kemiringan lereng merupakan pengontrol bagaimana jenis aliran yang akan terbentuk. Daerah penelitian memiliki morfografi datar sampai tegak, dimana morfografi datar sangat mendominasi pada daerah penelitian mencangkup 60% dengan aspek kuantitatif 0-2%. Morfografi landai mencangkup 20% dengan aspek kuantitatifnya 2-7%. Morfografi miring memiliki 15% dengan apsek kuantitatif 7-15%. Sedangkan aspek morfografi tegak mencangkup 5%, dengan nilai kuantitatif lebih besar dari 140%. Dari beberapa faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian adalah pola pengaliran Subdendritik (Howard, 1967). Morfologi daerah penelitian terdapat 3 bentuk asal yang terbagi menjadi 5 satuan bentuklahan yaitu  terdiri dari bentuklahan perbukitan terkikis bergelombang sedang (D1), perbukitan terkikis bergelombang kuat (D2), dataran bekas rawa(F1), dataran alluvial (F2) dan bentuklahan tambang terpakai (A1) dasar pembagian yang digunakan adalah menurut morfografi, morfometri, morfostruktur pasif, morfostruktur aktif, dan morfokronologi menurut Van Zuidam (1983).
Pemisahan Anomali Residual dan Regional Menggunakan Metode Moving Average pada Zona Panasbumi Gunung Api Papandayan, Jawa Barat Adelyra, Sabrina; Arianto, Khalila Wardah; Haerudin, Nandi; Mulyasari, Rahmi; Karyanto, Karyanto; Wibowo, Rahmat Catur
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i2.17729

Abstract

Energi panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari dalam bumi. Potensi energi ini sangat besar untuk memenuhi kebutuhan energi jangka panjang pada masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan anomali residual dan regional pada kawasan panas bumi Gunung Papandayan, Jawa Barat, guna mengidentifikasi potensi sumber daya geotermal. Data yang digunakan mencakup anomali gravitasi dan topografi dari citra satelit TOPEX dan Digital Elevation Model (DEM). Pengolahan data dilakukan dengan koreksi terrain dan Bouguer menggunakan perangkat lunak Global Mapper dan Oasis Montaj. Pemisahan anomali dilakukan dengan metode moving average melalui software Surfer 13 untuk mendapatkan anomali regional dan residual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali residual dengan nilai rendah kemungkinan mengindikasikan keberadaan kantung magma, yang selaras dengan manifestasi panas bumi berupa mata air panas di sekitar kawah. Sementara itu, anomali tinggi merefleksikan adanya batuan beku atau material hasil erupsi. Penelitian ini memperkuat pemahaman tentang potensi geotermal di Gunung Papandayan, yang dapat mendukung eksplorasi energi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan di Indonesia.
APLIKASI GIS DAN PENGINDERAAN JAUH DALAM IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: DESA GUNUNGHALU DAN SIRNAJAYA) Al Aziya, Sielmy Firdhausyi
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i2.12205

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat KBB mengindentifikasi sedikitnya 14 kasus longsor pada tahun 2019. Tanah longsor merupakan salah satu fenomena berpindahnya material tanah dalam jumlah besar diatas lapisan batuan atau lapisan yang sedikit kedap air seperti tanah liat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan sistem penginderaan jauh dan GIS dengan cara menganalisis parameter yang menyebabkan tanah longsor seperti jenis batuan, kemiringan lereng serta kerapatan vegetasi menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Selain itu, dilakukan pembobotan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk menghasilkan peta rawan bencana sesuai dengan tingkat prioritas dari parameter yang digunakan. Pembobotan AHP yang telah dikalkulasikan didapatkan bahwa bobot parameter NDVI sebesar 11.1 %, jenis batuan sebesar 22.2 % dan kemiringan lereng sebesar 66,7%. Berdasarkan hasil pembobotan AHP, didapatkan peta rawan bencana tanah longsor yang memperlihatkan bahwa 1 km2 dari area penelitian dikategorikan sebagai daerah dengan tingkat kerawanan longsor sangat bahaya, 45 km2 termasuk kedalam tingkat bahaya, 29 km2 dikategorikan sebagai tingkat kerawanan sedang, 10 km2 merupakan tingkat kerawanan aman dan 1 km2 termasuk kedalam daerah sangat aman. Metode untuk menvalidasi pada penelitian ini yaitu dengan membandingkan hasil peta area rawan longsor dengan peta yang telah dibuat oleh BPBD Kabupaten Bandung Barat.
ANALISIS KERENTANAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN OVERLAY DAN SKORING DAERAH TANI BHAKTI, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Ramadhan, M Rafi Nur; Heriyanto, Heriyanto; Fredy, Ayub; Sulistiawati, Sulistiawati
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v7i1.18218

Abstract

Kerentanan lingkungan adalah tingkat kepekaan suatu wilayah terhadap perubahan atau gangguan eksternal, baik alami maupun akibat aktivitas manusia. Hal ini mencerminkan potensi kerusakan yang dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem, kualitas hidup, dan keberlanjutan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kerentanan lingkungan di Tani Bhakti menggunakan pendekatan overlay dan skoring dengan data satelit dari tahun 2019 dan 2024. Latar belakang penelitian adalah adanya perubahan penggunaan lahan serta dampak lingkungan akibat aktivitas pertanian dan pemanfaatan lahan. Data satelit digunakan untuk memetakan parameter lingkungan seperti NDMI, NDVI, dan perubahan lahan terbuka. Parameter-parameter ini dianalisis dengan metode overlay untuk mengidentifikasi perubahan dalam lima tahun. Skoring kemudian diterapkan untuk menentukan tingkat kerentanan masing-masing parameter dan menghasilkan peta kerentanan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kerentanan di beberapa wilayah yang dipengaruhi oleh konversi lahan dan degradasi vegetasi. Penurunan kualitas vegetasi, kelembapan tanah, dan peningkatan suhu permukaan tanah menjadi indikasi utama. Berdasarkan analisis, kualitas lingkungan di Tani Bhakti telah menurun secara signifikan dalam lima tahun terakhir.
POTENSI KERAPATAN VEGETASI TERHADAP KONDISI AIR TANAH DESA LOSARI KECAMATAN RAWALO BANYUMAS (STUDI KASUS DAS SERAYU) Hafidzah, Fida; Kartikasari, Lilik
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i1.19560

Abstract

Losari Village is one of the villages located in Rawalo District, Banyumas Regency, Central Java which is included in the Serayu Watershed area. The location of Losari Village is in a lowland area with an altitude of around 50-100 meters and is included in the middle of the Serayu Watershed. Changes in land use due to urbanization and intensive agricultural activities in recent years have triggered various environmental problems that have an impact, especially on changes in the potential density of vegetation and water conditions. The need for monitoring of changes in structure and composition that are carried out periodically in order to prevent an increase in land and water use. The purpose of this paper is to determine the density of vegetation in Losari Village in 2022-2024 and the potential density of vegetation on groundwater conditions in Losari Village. Data collection methods use observation, documentation, and questionnaires. The data analysis technique used is quantitative descriptive and data retrieval of vegetation density from Lansat-8 satellite imagery and processed using the ArcGis application and checking the quality of groundwater in Losari Village, Rawalo District, Banyumas. The vegetation density of Losari Village in 2022-2024 shows that the increasing population and development of an area can affect the vegetation density in the area. Reduced vegetation density will affect the environment, especially groundwater conditions. The conclusion in the relationship between vegetation density and groundwater conditions shows a fairly significant pattern where areas with denser vegetation tend to have better groundwater reserves. Keyword: Losari Village, Vegetation Density, Groundwater.
STUDI PROVENANCE BATUPASIR FORMASI KAMPUNGBARU, KOTA BALIKPAPAN BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA ., Jamaluddin; Suprastiwara, Khrisko; Umar, Emi Prasetyawati; Ryka, Hamriani; Putri, Efrina Chandra Agusti
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i1.19680

Abstract

Formasi Kampungbaru di wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan satuan batuan sedimen yang didominasi oleh batupasir dan memiliki potensi geologi yang signifikan. Studi terhadap batupasir dari formasi ini penting untuk memahami asal usul material penyusunnya serta dinamika geologi yang berperan dalam proses sedimentasinya melalui pendekatan geokimia yang dapat mengidentifikasi komposisi kimia dan lingkungan tektonik asal dari sedimen. Sebelas sampel batupasir diambil dari lokasi terpilih di lapangan dan dianalisis dengan menggunakan portable XRF analyzer untuk menentukan kandungan unsur utamanya. Hasil analisis menunjukkan bahwa batupasir Formasi Kampungbaru didominasi oleh kandungan SiO₂ yang tinggi dan Al₂O₃ yang sedang dengan rasio Al₂O₃/SiO₂ yang rendah hingga menengah serta kandungan Fe₂O₃ + MgO yang relatif tinggi yang mengindikasikan bahwa material penyusun batupasir kemungkinan besar berasal dari batuan vulkanik atau beku mafik yang terbentuk pada lingkungan busur samudra atau margin kontinental aktif. Keberadaan wacke dan arkose yang dominan menandakan batupasir ini terendapkan dalam lingkungan dengan energi yang bervariasi, mulai dari laut dalam hingga area dekat sumber granitik. Selaras dengan sejarah geologi Kalimantan bagian timur yang pernah mengalami aktivitas magmatik subduksi pada zaman Tersier. Proses ini kemudian menghasilkan sedimen yang terbawa ke arah timur melalui sistem sungai dan diendapkan dalam lingkungan delta dan laut dangkal membentuk Formasi Kampungbaru. Dengan demikian, batupasir pada Formasi Kampungbaru mencerminkan provenance campuran antara continental block dan recycled orogen.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS POTENSI GEOSITE SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN GEOWISATA DAERAH PASER, KALIMANTAN TIMUR Putri, Efrina Chandra Agusti; Ryka, Hamriani; Prabowo, Iwan
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i1.15858

Abstract

Kabupaten Paser yang terletak di bagian paling selatan dari Kalimantan Timur memiliki banyak titik potensi geosite akibat pembentukan bentang alam dari proses geologi dan geomorfologi yang terjadi. Dilihat dari sisi geomorfologi, Kabupaten Paser memiliki variasi bentang lahan yang beragam, dari mulai perbukitan, air terjun, goa hingga mata air panas. Berdasarkan skala waktu geologi, batuan pembentuk potensi geosite di Kabupaten Paser memiliki rentang yang cukup luas, dari Pra-Tersier hingga Kuarter. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi beberapa area, baik goa, bukit, air terjun dan mata air panas di daerah penelitian yang memiliki potensi baik untuk menjadi destinasi geowisata di daerah Paser Kalimantan Timur, yaitu Goa Loyang, Doyam Sae, Gunung Rambutan, Bukit Sembinai, Liang Mangkulangit, Goa Losan, Mata Air Panas Danum Layong, Doyam Turu, Doyam Seriam dan Gunung Embun/ Gunung Boga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan parameter Kubaliková (2013) dengan memerhatikan 5 aspek utama, yaitu nilai ilmiah dan edukasi, nilai ekonomi, nilai konservasi dan nilai tambah dari setiap titik potensi geosite yang diukur. Tiga geosite dengan nilai tertinggi akan direkomendasikan untuk menjadi prioritas dalam pengembangan potensi geowisata di Kabupaten Paser. Dari analisis parameter Kubaliková, didapatkan 3 geosite dengan nilai tertinggi dari kelima aspek/ parameter yang dinilai, yaitu Liang Mangkulangit (10.25 poin), Gunung Embun (12.25 poin) dan Goa Losan (15.75 poin). Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memberikan kontribusi ilmu geologi dalam memberdayakan kekayaan alam juga sebagai rujukan atau bahan rekomendasi untuk pihak berwenang untuk mengembangkan titik potensi geowisata sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar serta dapat memperkenalkan daerah penelitian lebih luas dengan daya tarik geosite.
PREDIKSI WAKTU LONGSOR MENGGUNAKAN METODE INVERSE VELOCITY PADA AREA TAMBANG EMAS, HAURAKI DISTRICT, SELANDIA BARU Asfary, Luqman Faza; Amiruddin, Ahmad
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i1.18911

Abstract

Longsor adalah pergerakan massa tanah, batuan, atau bahan lain yang turun di bawah lereng karena gaya gravitasi. Fenomena ini sering terjadi di wilayah pegunungan atau lereng yang curam, dan merupakan salah satu bencana alam yang dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan dan mengancam kehidupan. Prediksi waktu terjadinya longsor sangat sulit dilakukan karena banyaknya faktor yang saling berpengaruh, seperti cuaca, kondisi tanah, dan aktivitas manusia. Namun, dengan perkembangan teknologi saat ini, upaya untuk memprediksi longsor semakin berkembang. Pemodelan geoteknik dapat memberikan prediksi tentang kemungkinan terjadinya longsor berdasarkan parameter seperti jenis tanah, kemiringan lereng, dan kadar air tanah. Analisis deformasi adalah bagian penting dari prediksi waktu longsor. Pergerakan tanah dapat dideteksi dengan presisi tinggi menggunakan teknologi Radar yang terbagi menjadi dua yaitu RAR (Real Aperture Radar) dan SAR (Syntethic Aperture Radar) yang menggunakan gelombang radio yang dipancarkan kearah lereng dan mendapatkan pantulan balik yang berisi nilai deformasi.
RIVIEW DAN INVENTARISASI LAHAN KRITIS TANAH SAREAL KOTA BOGOR Pamungkas, Helmi Setia Ritma; Syahrulyati, Teti; Manfiqri, Muhamad Dio; Yogaswara, Laila Mardlotillah; Halimatusyadiah, Siti
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i1.20882

Abstract

Bagi wilayah perkotaan, lahan pertanian yang subur dan potensial menjadi langka. Alih fungsi lahan menjadi perhatian besar bagi pemerintah, karena banyak lahan pertanian dikonversi menjadi lahan permukiman dan berpotensi kritis. Kota Bogor memiliki pola tata ruang sebagian besar diperuntukkan untuk wilayah permukiman kepadatan rendah-tinggi termasuk diantaranya adalah Kecamatan Tanah Sareal, sehingga perlu identifikasi lahan kritis setiap lima tahun sekali. Tujuan dari penelitian ini adalah mereview data lahan kritis Kecamatan Tanah Sareal tahun 2016 serta inventarisasi data lahan kritis. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (Dirjen PDASHL) Nomor P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa review pada 2016 terdapat luas lahan kritis tahun 2013 dengan metode SK Dirjen RRL No.41/Kpts/V/1998, lahan kritis Kecamatan Tanah Sareal dengan kategori kritis seluas 22,13 ha, agak kritis 6,43 ha, dan potensi kritis 6,74 ha dan hasil inventarisasi lahan kritis 2016, dengan metode Permenhut No. 32 tahun 2009, lahan kritis justru mengalami peningkatan yang signifikan. Luas lahan kritis di Kecamatan Tanah Sareal diklasifikasikan 2 kategori yaitu lahan kritis di luar kawasan hutan dengan kategori kritis 0,01 ha dan sangat kritis 27,37 ha, sedangkan lahan kritis di kawasan budidaya lahan pertanian memiliki lahan agak kritis dengan luas 277,29 ha, kritis 17,77 ha, dan sangat kritis 69,70 ha. Hasil inventarisasi 2023 dengan metode Peraturan Dirjen PDASHL Nomor P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018, terpetakan luas lahan kritis pada berada pada kategori luar kawasan hutan, dengan kategori kritis 0,13 ha, agak kritis 32,01 ha, potensi kritis 18,12 ha, dan tidak kritis 318,64 ha.