cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285399628831
Journal Mail Official
itp@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Moutong Kabupaten Bone Bolango, 96554
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 29640202     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Seminar ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Maksud dari kegiatan ini adalah sebagai implementasi program Merdeka Belajar yang kurikulumnya terdiri dari Based Project dalam bentuk Riset Mahasiswa dan Case Method dalam bentuk Seminar
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
Karakteristik Fenotip Sapi Bali Jantan Di Kecamatan Luwuk Timur Palawa, Fikri Gunawan; Taha, Siswatiana Rahim; Laya, Nibras Karnain
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi data ukuran-ukuran tubuh sapi Bali yang ada di kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Prosedur penelitian ini adalah dengan melakukan pengambilan sampel secara langsung dengan meneliti sifat fenotip pada sapi bali jantan.warna bulu pada jantan biasanya berubah dari merah bata menjadi cokelat tua atau hitam setelah sapi itu mencapai dewasa kelamin sejak umur 1,5 tahun dan menjadi hitam mulus pada umur 3 tahun. Warna hitam dapat berubah kembali menjadi merah bata apabila dikebiri, yang disebabkan pengaruh hormon testosterone. Hasil penelitian sapi bali yang ada di kecamatan luwuk timur Warna bulu tubuh sapi bali jantan memiliki coklat tua, dan warna hitam, Adapun warna ekor sapi bali jantan yang lebih dominan yaitu hitam dan hitam kemerahan. bentuk tanduk lebih dominan melengkung kebelakang dan melengkung kesamping. Dan garis belut atau garis punggung lebih dominan tebal.
Analisis Cemaran Bakteri dan Kapang pada Mi Basah yang Dijual di Area Center Point Bone Bolango Ahmad, Lisna; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Limonu, Marleni; Une, Suryani; Liputo, Siti Aisa; Saman, Widya Rahmawaty
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mi merupakan jenis makanan olahan dari tepung terigu yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena penyajiannya yang praktis dan cepat, baik sebagai bahan makanan tambahan maupun sebagai makanan pengganti makanan pokok. Di Gorontalo, mi basah diproduksi dalam skala rumah tangga atau industri kecil, dan kemudian diedarkan di pasar-pasar tradisional, tetapi masih ada juga para produsen yang mengolah mi mereka secara kurang bersih, baik lingkungan maupun para pekerja yang terlibat dalam pembuatan mi ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui total cemaran bakteri pada mi basah yang di jual oleh pedagang kaki lima. Rancangan yang digunakan adalah metode deskriptif untuk memeriksa cemaran mikroba pada jajanan kaki lima. Adapun parameter uji yang dilakukan diantaranya, uji bakteri, uji kapang dan kadar air. Berdasarkan hasil yang didapatkan cemaran bakteri pada mi basah yaitu  2,0 x 104 – 7,8 x 104 cfu/gram,  kadar air 45,21 – 50,89% dan total kapang dari 9,5 x 103 - 1,4 x 105 cfu/gram.
Pemanfaatan Sistem IOT Dan Panel Surya Dalam Akuaponik Untuk Memanfaatkan Lahan Terbatas Serta Mengukur Produktivitas Rahidin, Umar; Maulina, Ine; Mulyani, Yuniar
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet of thing (IoT) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus. Sedangkan panel surya adalah kumpulan sel surya yang disusun untuk menyerap sinar matahari secara efektif. Sel surya bertugas menyerap sinar matahari. Sel surya sendiri terdiri dari berbagai komponen photovoltaic, atau komponen yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik. Panel surya digunakan untuk membantu dalam menghemat penggunaan listrik selama budidaya. Gabungan Internet of thing (IoT) dan panel surya dimanfaatkan pada budidaya ikan agar mempermudah pembudidaya serta menghemat pengeluaran selama proses budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah budidaya ikan dan tanaman dalam tempat yang sama di lahan sempit serta untuk mengetahui dampak dari penggunaan IoT dan panel surya terhadap produkvitas. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif dan analitis dimana dalam penelitian ini sitem akuaponik diharapkan dapat meminimalisir waste pada budidaya perikanan. Adapun konsep akuaponik yang dirancang pada penelitian ini adalah NFT (Nutrient Film Technique ) dimana pada konsep ini pipa dipasang secara horizontal agar air dapat mengalir dengan baik. Hasil yang didapat, penggunaan IoT (Internet of thing) menunjukan hasil yang baik, dimana ikan lele sangkuriang memiliki bobot total 1044 g dengan 50,6 g kangkong sedangkan pada akuaponik konvensional sebesar 955 g ikan lele dan 22,9 g kangkung.
SIFAT FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN MOCHI DENGAN VARIASI PENAMBAHAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN VARIASI WAKTU PENGUKUSAN Yuanda, Afifah Nurfadyah Islami; Slamet, Agus; Kanetro, Bayu
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mochi merupakan kue tradisional Jepang yang terbuat dari tepung ketan dan bertekstur kenyal yang saat ini banyak digemari berbagai kalangan usia, terutama generasi muda. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan mochi dengan penambahan labu kuning dan waktu pengukusan yang tepat dan dapat diterima panelis. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan menggunakan dua faktor dengan dua kali ulangan. Faktor perlakuan pada penelitian ini yaitu variasi penambahan labu kuning 30 g, 45 g, dan 60 g dan variasi waktu pengukusan 20 menit, 25 menit, dan 30 menit. Analisis data statistik menggunakan univariate dilanjutkan menggunakan ANOVA dan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara variasi penambahan labu kuning dan waktu pengukusan terhadap warna L, a*, b*, dan tekstur mochi. Mochi yang disukai yaitu mochi dengan variasi penambahan labu kuning sebanyak 60 g dan waktu pengukusan selama 25 menit yang menghasilkan kadar air 57,84 %, kadar abu 0,11 %, kadar lemak 5,80 %, kadar protein 1,41 %, karbohidrat 34,84 %, beta karoten 17,77 µg/g, dan aktivitas antioksidan 2,83 %RSA.
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK KUNIR PUTIH (Curcuma mangga Val.) DAN VARIASI LAMA PEREBUSAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN PEMPEK IKAN KAKAP Putri, Fatimah Aulia; Pujimulyani, Dwiyati; Kanetro, Bayu
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunir putih pada pempek dapat berfungsi sebagai pangan fungsional karena memiliki aktivitas antioksidan, anti bakteri, anti inflamasi dan anti kanker. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk kunir putih dan lama perebusan terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan pempek yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu perlakuan penambahan bubuk kunir putih (2,5; 5; dan 7,5 g) dan lama perebusan (10; 15; dan 20 menit). Pempek yang dihasilkan dilakukan uji fisik, uji kimia (sampel terpilih), dan uji tingkat kesukaan. Data diolah menggunakan statistik ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan bubuk kunir putih dan lama perebusan berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan pempek. Produk pempek terpilih yaitu dengan penambahan bubuk kunir putih 7,5 g dan lama perebusan 10 menit yang memiliki kadar air 62,67%, kadar abu 2,61%, kadar protein 19,96%, lemak 0,01% aktivitas antioksidan DPPH 3,03% RSA, fenol total 1,59 mg EAG/g bk, dan flavonoid total 0,59 mg EK/g.
SIFAT FISIK, KIMIA, DAN TINGKAT KESUKAAN ES KRIM DENGAN VARIASI BUBUR GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera var.chinensis) DAN GELATIN Astuti, Luri Retno; Wariyah, Chatarina
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak lidah buaya memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Namun tingkat konsumsi lidah buaya masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan konsumsinya dengan dibuat es krim. Namun penambahan bubur gel lidah buaya dalam adonan es krim akan mempengaruhi stabilitas adonan sehingga perlu ditambahkan stabilizer dalam jumlah tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan es krim dengan penambahan bubur gel lidah buaya dan gelatin yang disukai panelis.Tahapan pembuatan es krim adalah pengulitan lidah buaya, pencucian, penghancuran, penyaringan, pencampuran adonan es krim, homogenisasi dan pembekuan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor yaitu penambahan bubur gel lidah buaya (300, 350, 400g) dan gelatin (0,3, 0,4, 0,5%). Es krim lidah buaya diuji sifat fisik (overun dan melting rate) dan uji tingkat kesukaan, serta dianalisis sifat kimia (aktivitas antioksidan, total padatan, dan gula total). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan univariat jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan bubur gel lidah buaya dan semakin banyak penambahan gelatin akan meningkatkan aktivitas antioksidan, total padatan dan waktu pelelehan es krim yang dihasilkan. Semakin besar penambahan bubur gel lidah buaya akan meningkatkan overun, namun semakin besar penambahan gelatin akan menurunkan overun. Es krim lidah buaya yang terpilih yaitu es krim dibuat dengan penambahan bubur gel lidah buaya 400 g dan gelatin 0,4% yang memiliki aktivitas antioksidan 12,67% (RSA), total padatan 32,22% b/b, kadar gula total 9,83% b/b, overun 124,62%, dan waktu leleh 39,67 menit.Kata kunci : lidah buaya, es krim lidah buaya, bubur gel, gelatin, aktivitas antioksidan 
PENGARUH PERBEDAAN PARITAS INDUK TERHADAP BOBOT LAHIR DAN PANJANG BADAN PEDET SAPI MADURA Supriyadi, Agus; Malik, Abdul
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari perbedaan paritas induk terhadap bobot lahir dan panjang badan lahir pedet sapi Madura. Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan informasi kepada peternak dan pelaku aktivitas pembibitan ternak sapi Madura mengenai periode kelahiran/Paritas berapa dari induk sapi betina yang nantinya akan menghasilkan pedet sapi Madura dengan Bobot Lahir dan Panjang Badan yang terbaik. Materi penelitian yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 100 ekor sapi Madura betina yang dibagi ke dalam kelompok Paritas 1, Paritas 2, Paritas 3, dan Paritas 4 di mana setiap kelompok Paritas terdiri dari 25 ekor. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode survey, sedangkan teknik pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik purposive sampling. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa rataan bobot lahir dari setiap paritas secara berurutan adalah 15,54 ± 1,61 kg, 19,28 ± 2,41 kg, 19,57 ± 3,35 kg, dan 20,82 ± 2,95 kg. Rataan panjang badan lahir adalah 48,28 ± 2,24 cm, 50,68 ± 1,01 cm, 51,28 ± 1,46 cm, dan 52,96 ± 3,26 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Paritas induk sapi berpengaruh sangat nyata terhadap Bobot Lahir dan Panjang Badan pedet yang dilahirkan dimana performans lahir yang terbaik didapat pada Paritas 4.
PENGARUH RASIO UBI KAYU (Manihot esculenta) : UWI UNGU (Dioscorea Alata L.) DAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN NILA MERAH (Oreochormis sp.) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN GETUK Zulaikhah, Silmiy; Tamaroh, Siti; Suryani, Chatarina Lilis
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getuk merupakan salah satu makanan tradisional khas Magelang. Umumnya getuk terbuat dari ubi kayu. Getuk dibuat melalui proses pengupasan, pencucian, pengukusan, penghancuran, pencampuran bahan, dan pencetakan. Getuk ubi kayu yang disubtitusikan dengan uwi ungu dan penamban tepung ikan nila merah dapat meningkatkan kandungan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan getuk dengan rasio ubi kayu:uwi ungu dan penambahan tepung ikan nila merah yang disukai panelis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan penelitian adalah rasio ubi kayu:uwi ungu (100:0g, 90:10g, 80:20g, 70:30g) dan penambahan tepung ikan nila merah (0g, 5g, 7,5g, 10g). Hasil penelitian menunjukkan panelis lebih menyukai getuk dengan rasio ubi kayu:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g. Rasio ubi kayu:uwi ungu memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur, warna, aktivitas antioksidan, dan fenol total. Nilai aktivitas antioksidan dan fenol tertinggi yaitu getuk dengan rasio ubi kayu kukus:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g  dengan nilai 32,02 %RSA dan 5,30 mg GAE/g. Analisis proksimat getuk rasio rasio ubi kayu:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g memiliki kadar air 50,75%, kadar abu 2,02%, kadar protein 8,29%, kadar lemak 8,77%, dan karbohidrat 30,25%.Kata kunci: getuk, uwi ungu, ubi kayu, tepung ikan nila merah
SIFAT FISIK. KIMIA DAN KESUKAAN BOLU BERBAHAN BAKU TERIGU YANG DI SUBSTITUSI DENGAN TEPUNG UWI UNGU (Dioscorea alata L.) DAN TEPUNG KECAMBAH KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) Rahmalia, Rekha Rizky; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Kanetro, Bayu
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uwi ungu adalah jenis umbi sumber karbohidrat yang terdapatantosianin sebagai antioksidan alami. Kacang merahmerupakan biji-bijian sumber protein nabati. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepungterigu dan tepung uwi ungu, serta penambahan tepungkecambah kacang merah terhadap sifat fisik, kimia, dan tingkat kesukaan bolu. Rancangan penelitian menggunakanRAL 2 faktor: perbandingan tepung terigu dan tepung uwiungu (A1: 90:10%, A2: 80:20%, A3: 70:30%) dan penambahan tepung kecambah kacang merah (B1: 5 g, B2: 10 g, B3: 15 g). Uji fisik, tingkat kesukaan, dan analisis kimiadilakukan pada bolu yang dihasilkan. Hasil menunjukkanbahwa perbandingan tepung terigu dan uwi ungu sertapenambahan tepung kecambah kacang merah berpengaruhsignifikan terhadap warna, tekstur, volume pengembangan, aktivitas antioksidan, fenol, dan tingkat kesukaan. Perlakuanterbaik, yang paling disukai panelis, adalah perbandingan70% tepung terigu, 30% tepung uwi ungu, dan 15% tepungkecambah kacang merah. Bolu pada penelitian ini memilikikriteria kadar air 20,26%, kadar abu 1,57%, kadar lemak 27,59%, kadar protein 10,23%, karbohidrat 40,24%, aktivitasantioksidan 20,27% RSA, dan fenol 2,01 mg EAG/g.Kata kunci: Bolu, uwi ungu, kecambah kacang merah, aktivitas antioksidan, protein
Pengaruh Penambahan Tepung Uwi Ungu (Dioscorea alata L.) Dan Kapur Sirih Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Tingkat Kesukaan Arai Pinang Govi, Billy Gustian; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Sari, Yuli Perwita
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arai pinang merupakan makanan tradisional khas Pariaman, Sumatera Barat, yang terbuat dari tepung beras, tepung uwi ungu, dan kapur sirih. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan arai pinang dengan penambahan tepung uwi ungu dan kapur sirih yang disukai panelis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: proporsi tepung uwi ungu (10%, 20%, dan 30%) dan jumlah kapur sirih (1,0 g, 1,5 g, dan 2,0 g), serta satu kontrol (100% tepung beras). Pengujian meliputi analisis fisik (warna dan tekstur) serta kimiawi (fenol total, aktivitas antioksidan, kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat). Hasil menunjukkan bahwa variasi proporsi tepung uwi ungu dan kapur sirih memengaruhi secara signifikan warna, tekstur, kadar fenol total, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan panelis. Formulasi terbaik adalah 70% tepung beras, 30% tepung uwi ungu, dan 1% kapur sirih, dengan nilai gizi: kadar air 4,16%, abu 3,37%, protein 8,48%, lemak 12,70%, dan karbohidrat 71,79%.Kata kunci: Arai pinang, Tepung uwi ungu, Tepung beras, Kapur sirih

Page 1 of 2 | Total Record : 15