cover
Contact Name
Andre Rachmat Scara
Contact Email
andrescabra@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jurnalpepadu@unram.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pepadu
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27159574     EISSN : 27159574     DOI : https://doi.org/10.29303/pepadu.v3i4
Artikel yang dimuat di Jurnal PEPADU meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari semua disiplin ilmu dan juga memuat artikel-artikel terbaik dari Seminar Nasional PEPADU (Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mataram secara rutin setiap tahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 531 Documents
SISTEM MONITORING PERINGATAN DINI BANJIR UNTUK MENDUKUNG MITIGASI BENCANA DI DESA KUTA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Jurnal Pepadu; Ery Setiawan; Sasmito Sasmito; Heri Sulistiyono; M. Bagus Budianto; Syamsul Hidayat
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2304

Abstract

Pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 28-30 Januari 2021 menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur di Desa Kuta, Lombok Tengah, termasuk ratusan orang tinggal di tempat-tempat perlindungan dan pengungsian. Mitigasi bencana perlu dilakukan terutama di wilayah rawan banjir atau wilayah yang baru saja terdampak banjir. Kegiatan mitigasi perlu dilengkapi dengan sistem monitoring yang berbasis pada kondisi lingkungan masyarakat sekitar. Tujuan kegiatan adalah melakukan dukungan terhadap sistem peringatan dini banjir terkait dengan tindakan preventif yang dapat digunakan sebagai langkah awal dalam upaya mitigasi. Bentuk pelaksaaan kegiatan adalah survey lapangan, sosialisasi dan penyuluhan tentang tindakan monitoring peringatan dini yang bersinergi dengan lembaga swadaya masyarakat dan/atau kelompok masyarakat peduli sungai dan lingkungan. Alat peraga yang digunakan berupa leaflet yang berisi dokumen, tabel foto, gambar grafis, video dan beberapa web/situs hidrometeorologi sebagai sumber informasi teknologi cuaca acuhan. Grafik ambang kritis hujan digunakan sebagai alat monitoring secara manual, sedangkan penggunaan alarm, sirene serta handphone sebagai media komunikasi dan peringatan banjir antar masyarakat. Beberapa alamat web/situs cuaca terutama dari BMKG digunakan sebagai alat monitoring berbasis informasi internet untuk prediksi waktu dan besaran hujan yang akan terjadi, sehingga bisa diantisipasi sebelumnya oleh masyarakat. Respon masyarakat antusias dalam upaya tindakan preventif untuk mendukung mitigasi jika terjadi bencana banjir. Hal ini diwujudkan dalam bentuk keinginan menumbuhkan kembangkan melalui gerakan masyarakat peduli sungai, peduli sampah dan peduli lingkungan. Bentuk nyata gerakan ini berupa gotong royong membersihkan saluran air dan sungai dari sampah/limbah.
PENYULUHAN PEMANFAATAN VIDEO ANIMASI UNTUK PEMBELAJARAN SELAMA PANDEMI COVID-2019 DI SMPN 3 MATARAM Jurnal Pepadu; I Putu Artayasa; Muhlis Muhlis; Gito Hadiprayitno; Aa Sukarso
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2305

Abstract

Adanya pandemi Covid-2019 menyebabkan adaptasi baru dalam pendidikan dengan menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diterapkan pada pertengahan tahun 2021 untuk melengkapi BDR. Pelaksanaan BDR di SMPN 3 Mataram utamanya dilakukan dengan menugaskan siswa membaca buku ajar dan mengerjakan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). Permasalahannya, pelaksanaan BDR yang didominasi pemberian tugas menyebabkan partisipasi siswa dalam pembelajaran sangat minim, banyak siswa mengalami kebosanan dan memiliki motivasi kecil mengerjakan tugas. Dengan demikian perlu diupayakan strategi untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran dengan memvariasikan cara penyampaian materi pelajaran yang tidak hanya berupa tulisan tetapi juga dilengkapi video animasi yang menarik minat belajar siswa. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan tentang manfaat dan teknik pembuatan video animasi pembelajaran kepada guru-guru di SMPN 3 Mataram. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah tim pengabdian memberikan penyuluhan tentang manfaat dan teknik pembuatan video animasi. Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemberian angket dan pengamatan terhadap respons guru ketika kegiatan penyuluhan dilakukan. Hasil pengabdian menunjukan bahwa peserta penyuluhan memberikan respons yang positif terhadap manfaat penerapan video animasi dalam pembelajaran dan peserta terlibat aktif dalam praktek pembuatan video animasi. Hasil angket menunjukkan bahwa sebelumnya peserta tidak memberikan perhatian besar tentang manfaat video animasi serta belum memahami banyak tentang pembuatan video animasi. Setelah pengabdian, peserta merasakan cukup mudah membuat video animasi serta termotivasi memanfaatkannya dalam pembelajaran. Kesimpulan adalah kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang berarti terhadap peningkatan motivasi guru memanfaatkan video animasi untuk pembelajaran serta peningkatan pengetahuan dan keterampilannya dalam pembuatan video animasi pembelajaran.
TEKNIK PEMANENAN BUNGA KOPI SEBAGAI BAHAN MINUMAN TEH UNTUK MENGHASILKAN TWO IN ONE DI PERKEBUNAN KOPI HKM Jurnal Pepadu; Bambang Supeno; Tarmizi Tarmizi; Hery Haryanto; M. Taufik Fauzi
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2306

Abstract

Tanaman kopi di Kabupaten Lombok Barat banyak diusahakan di lahan hutan kemasyarakatan (HKM) yang ada dikawasan Hutan Lindung.dan kawasan penyangga (buffer zone) seluas 1.632,40 hektare. Kebun kopi tersebut dikelola sebanyak 1.493 orang anggota masyarakat sekitar hutan. Bunga kopi merupakan limbah yang belum tersentuh untuk dimanfaatkannya, dengan potensi 19.342 kuntum/ tanaman. Atas dasar tersebut kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan inovasi bagaimana teknik pemanenan bunga kopi yang baik agar tidak merusak bakal buah, sebagai produk utamanya. Dengan demikian dihasilkan produk sampingan yang akan menghasilkan two in one, yaitu buah kopi dan teh bunga kopi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di dua tempat yaitu Kebun Kopi milik petani peserta pengabdian yang terletak di wilayah HKM Sesaot Desa Buwun Sejati. Kegiatan kedua dilakukan di ruang pertemuan Kelompok Tani Kopi/Hutan “Bensue Lestari” Desa Buwun Sejati. Kegiatan kedua merupakan pelatihan dan praktik langsung proses pembuatan teh bunga kopi, yang meliputi pensortiran bunga kopi habis petik, proses pengeringan, design kotak kemasan, pengemasan produk, penjualan dan produksi. Hasil kegiatan pengabdian seperti berikut: (a) Diperoleh teknik pemanenan bunga kopi sebagai bahan dasar teh bunga kopi yang layak dikomersialkan. (b) Bunga kopi yang berumur 2-3 minggu setelah mekar penuh sama bagusnya dengan bunga kopi yang baru mekar sebagai bahan dasar teh, (c) Dihasilkan teh celup bunga kopi yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan layak untuk dijadikan usaha kreatif. (d). Terwujudnya two in one dalam produksi kopi, yaitu teh bunga kopi dan buah kopi sebagai produk utamanya.
EDUKASI DAMPAK PENGGUNAAN HAZMAT PADA KULIT TENAGA KESEHATAN DI RUANG ISOLASI PASIEN COVID-19 RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM DAN RSUDP NTB Jurnal Pepadu; Ima Arum Lestarini; Dedianto Hidajat; Catarina Budiono
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2307

Abstract

Alat Pelindung Diri atau APD adalah suatu hal yang sangat penting bagi tenaga kesehatan di ruang isolasi. Hazmat adalah alat pelindung diri yang sering digunakan. Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan tentang dampak dari penggunaan hazmat dan cara mencegah dampak tersebut menjadi masalah dalam dunia kesehatan. Sehingga melalui latar belakang itu dapat dilakukan pengabdian tentang dampak penggunaan baju hazmat sebagai alat pelindung diri dan cara mencegah dampak yang ditimbulkan. Masalah: Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan sendiri terkait dampak penggunaan hazmat menjadi masalah dalam usaha tenaga kesehatan dalam menjaga kesehatan masyarakat, sehingga perlu diberikan edukasi. Tahapan pendekatan yang dilakukan dalam program ini terdiri dari penyuluhan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di ruang isolasi terkait dampak dari penggunaan hazmat. 18 dari 20 peserta mengalami dampak dari penggunaan Hazmat selama masa Pandemi, 20 peserta tidak mengetahui hazmat mampu berdampak pada kulit, 20 peserta tidak mengetahui cara mengobati dan mencegahnya. Setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi 16 peserta mampu menjawab quisioner dengan benar terkait dengan dampak penggunaan hazmat. Pengabdian Masyarakat mengenai dampak Hazmat terhadap Kulit amatlah penting untuk menambahwawasan para petugas medis, dikarenakan pada masa Pandemi, para petugas Kesehatan melindungi diri dengan hazmat untuk mencegah penularan dari pasien – pasien corona yang ditangani. Selain mengetahui dampak dari penggunaan hazmat petugas Kesehatan juga mendapatkan pengetahuan cara mencegah agar tidak timbul dampak tersebut dan juga cara mengobatinya. Melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan diharapkan tenaga Kesehatan dapat mencegah bahkan meminimalisir terjadinya dampak penggunaan hazmat.
PELATIHAN DESAIN BANGUNAN RUMAH DAN SEKOLAH TAHAN GEMPA DENGAN INOVASI BALUTAN LAPISAN FEROSEMEN PADA TEMBOK DI DESA GONDANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Jurnal Pepadu; Buan Anshari; Ni Nyoman Kencanawati; Ngudiyono Ngudiyono; Hariyadi Hariyadi; Jauhar Fajrin
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2308

Abstract

Kepulauan Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana geologi khususnya gempa bumi dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia dan lempeng Samudera Pasifika yang biasa disebut ring of fire. Pulau Lombok dan Sumbawa, berada pada posisi yang dekat dengan pertemuan dua lempeng tersebut yaitu Lempeng Indo-Australia di bagian selatan dan Lempeng Eurasia. Mengingat banyaknya korban jiwa dan bangunan rumah yang rusak atau hancur maka pada saat terjadi gempa di daerah yang berdampak sebagai lokasi mitra dalam hal ini Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, maka kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan para tukang khususnya tentang bagaimana cara merencanakan suatu bangunan yang aman terhadap bahaya gempa dengan inovasi balutan ferosemen pada tembok tanpa memakai besi tulangan sebagaiman biasanya. Metode pelaksanaan dilakukan dengan dengan pejelasan tentang dasar-dasar pembuatan rumah atau bangunan tahan gempa dengan inovasi balutan ferosemen dan diakhir dengan praktek atau demo pembuatan tembok bata dengan mengaplikasikan balutan ferosemen untuk meningkatkan ketahanan terhadap bahaya gempa. Saat kegiatan pelatihan warga Desa Gondang sangat antusias mengikuti acara sampai selesai. Tingkat partisipasi masyarakat mencapai hampir 100% kehadiran dari yang diundang menghadiri acara workshop.
MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN BUDAYA KERJA DAN MENGEMBANGKAN JIWA KEWIRA-USAHAAN BAGI KARYAWAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Jurnal Pepadu; Lalu Suparman; Mahyuddin Nasir; Muttaqillah Muttaqillah
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2309

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu lembaga ekonomi yang dibangun di tingkat Desa. Perekrutan karyawan pada BUMDes secara tradisional, tanpa melakukan seleksi yang ketat, belum sepenuhnya melihat ketrampilan, bakat dan minat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya memiliki dan menerapkan budaya kerja sebagai penguat pelaksanaan aktivitas dalam bekerja dan perlunya mengembangkan potensi kewirausahaan yang dimiliki karyawan, sehingga mereka memiliki jiwa wirausaha yang tangguh. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD), yang dilakukan secara online menggunakan Zoom. Kegiatan dihantarkan oleh Dekan FEB Unram, Dirut. PT. GNE NTB, Tim Pengabdian Unram dan diikuti seluruh Direktur/ Manajer BUMDes se Pulau Lombok. Kemudian, tim melaksanakan kegiatan secara offline dengan tetap mentaati protokol kesehatan. Kegiatan diikuti oleh 50 orang Manajer/ Sekretaris BUMDes se Kabupaten Lombok Tengah. Dari rangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat, bahwa hasil pelaksanaan yang dicapai adalah belum optimal dan belum efektif, baik secara online maupun offline. Hal ini disebabkan karena masih dihadapkan dengan suasana situasi dan kondisi pandemi Covid 19, yang membatasi ruang gerak dalam bisnisnya. Para peserta diskusi kurang respon terhadap materi utama tentang membangun budaya kerja dan pengembangan jiwa wirausaha di kalangan pengelola BUMDes. Mereka lebih konsentrasi pada upaya pengembangan potensi sumber daya desa sebagai unit usahanya.
PERANCANGAN MATERI PEMBELAJARAN DENGAN POLA LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY (LSLC) BAGI GURU-GURU BAHASA INDONESIA DI SMP SEKOTA MATARAM Jurnal Pepadu; I Nyoman Sudika; Khairul Paridi; Mochamad Asyhar; Baiq Wahidah; Yuniar Nuri Nazir
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2310

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru Bahasa Indonesia dalam menyusun perancangan materi pembelajaran dengan pola lesson study learning community (LSLC). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran satuan pendidikan khususnya di SMP se-Kota Mataram. learning community (LC) juga diharapkan dapat mengatasi kendala yang muncul di kelas melalui kolaborasi antarguru, kepala sekolah, diknas, dan orang tua. Model pembelajaran ini didasarkan pada konsep bahwa setiap anak diberikan kesempatan dalam pemenuhan hak belajar dan kenyamanan belajar di dalam kelas. Pendampingan dimaksudkan, yaitu mendampingi para guru Bahasa Indonesia dari persiapan sampai akhir pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklusnya. Sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan sekelompok guru Bahasa Indonesia menyusun dan merancang bersama tentang materi pembelajarannya /Lesson design (Plan). Pada pelaksanaan pembelajaran (DO), sekelompok guru mengembangkan pembelajaran bersama melalui skenario pembelajaran, yaitu: salah seorang guru mengajarkannya sebagai guru model, sementara guru yang lain berposisi sebagai pengamat (observer) yang bertugas mengamati kreativitas pembelajaran pada setiap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil observasi akan didiskusikan bersama (See) untuk membahas tentang temuan-temuan aktivitas setiap siswa dalam proses pembelajaran yang berupa refleksi. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan solusi atas temuan-temuan obserber untuk dilakukan perbaikan pembelajaran pada kegiatan pembelajaran siklus berikutnya (RTL). Langkah selanjutnya adalah melakukan kegiatan redisain pembelajaran, yaitu dengan merancang kembali perencanaan pembelajaran dengan menyempurnakan atas kekurangan dalam proses pembelajaran sebelumnya. Dalam kegiatan pembelajaran melalui redesain akan dilakuakan open class dengan mengundang guru-guru dari sekolah lain.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMUDA TANI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI PLUS AKAR SEREH DI DESA PENIMBUNG LOMBOK BARAT Jurnal Pepadu; Sarkono Sarkono; Ernin Hidayati; Bambang Fajar Suryadi; Galuh Trenani; Faturrahman Faturrahman
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2311

Abstract

Desa Penimbung Kabupaten Lombok Barat berpotensi menjadi desa wisata karena merupakan jalur utama menuju bendungan PLTA Meninting. Salah satu spot wisata yang ingin diwujudkan adalah spot wisata edukasi berbasis pertanian organik dengan melibatkan petani milenial (pemuda tani). Permasalahan yang dihadapi pemuda tani di Desa Penimbung adalah kurangnya pengetahuan dan ketrampilan untuk mengembangkan sistem pertanian organik. Oleh karenanya perlu adanya transfer teknologi untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan pemuda tani di desa ini. Solusi yang ditawarkan untuk menjawab permasalahan ini adalah membekali pemuda tani dengan pengetahuan dan ketrampilan mengenai sistem pertanian organik, salah satunya dengan pelatihan pembuatan pupuk organic cair (POC) dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di desa. Kegiatan yang ditawarkan adalah berupa penyuluhan dan bimbingan praktek pembuatan pupuk organik cair dari bahan dasar urin sapi plus akar sereh. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap untuk membentuk pemahaman secara konsepsi dan ketrampilan dalam memanfaatkan limbah peternakan untuk membuat pupuk organik cair. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 16 orang peserta dari kelompok pemuda tani yang ada di Desa Penimbung. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan peserta antusias mengikuti kegiatan sejak dari penyiapan bahan dan tempat, penyuluhan, hingga mempraktekkan pembuatan pupuk organik cair dari urin sapi plus akar sereh. Dengan adanya bekal teori sekaligus ketrampilan diharapkan kelompok pemuda tani yang menjadi mitra kegiatan pengabdian ini dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh secara mandiri untuk kemajuan Desa Penimbung di masa depan.
PENDIDIKAN KONSERVASI SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KEPERDULIAN LINGKUNGAN SISWA MENEGAH ATAS DI KOTA MATARAM Jurnal Pepadu; Immy Suci Rohyani; Ahmad Jupri; Hilman Ahyadi
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2312

Abstract

Masalah lingkungan hidup disebabkan karena kesalahan dalam pemahaman atau cara pandang manusia terhadap alam sehingga melahirkan sikap dan perilaku yang eksploitatif terhadap alam tanpa memperhitungkan akibat kerusakan. Perlu adanya upaya untuk membangun spirit keperdulian terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya melalui pendidikan konservasi. Pendidikan konservasi merupakan bentuk usaha menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada serta memperkenalkan alam kepada masyarakat. Pendidikan konservasi merupakan program jangka panjang, karena program ini setiap waktu terus berkembang, seiring dengan perubahan dan perkembangan jaman. Kegiatan ini bertujuan Memperkenalkan kepada siswa menengah atas terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi. Meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran Lingkungan melalui konsep pendidikan konservasi dan meningkatkan minat siswa menengah atas untuk melanjutkan pendidikan ke Program Studi Ilmu Lingkungan. Manfaat dari kegiatan ini diharapkan siswa menengah atas semakin tertarik belajar lingkungan melalui pendekatan pendidikan konservasi serta menumbuhkan kesadaran siswa terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi dan pada akhirnya semakin banyak siswa yang tertarik untuk melanjutkan ke Program Studi Ilmu Lingkungan. Metode yang digunakan untuk kegiatan pendidikan konservasi yaitu observasi, eksplorasi dan Focus Group Discuss (FGD). Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya keperdulian peserta terhadap permasalahan lingkungan yang ada, ini ditunjukan dari meningkatnya rasa ingin tau dan keaktifan peserta dalam proses diskusi. Adanya perubahan prilaku peserta yang ditunjukan dengan inisiatif peserta selama kegiatan untuk melakukan program bersih pantai dan mengelola sampah yang mereka miliki. Akhir dari kegiatan ini adanya komitment dari peserta untuk terus menjaga lingkungan dan menjadi kader pengerak lingkungan disekolah mereka masing-masing.
PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN PRODUK SAYURAN SEGAR SEMI ORGANIK DI KECAMATAN LINGSAR Tajidan Tajidan; Halil Halil; Suparmin Suparmin; Arifuddin Sahidu
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2313

Abstract

Konsumen rumah tangga semakin selektif dalam memenuhi kebutuhan pangan termasuk kebutuhan sayuran segar. Preferensi konsumen cenderung memilih produk sayuran yang terjamin bebas dari penggunaan pestisida kimia. Kecenderungan tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi petani agar memanfaatkan penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati sebagai wujud penerapan teknologi pertanian semi organik. Tujuan pengabdian ini supaya petani memiliki pengetahuan teknologi pertanian semi organik dalam upaya menghasilkan produk sayuran segar yang memenuhi persyaratan keamanan pangan. Tujuan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan metode pendidikan orang dewasa (andragogy) dan fasilitas pembelajaran demonstrasi plot (demplot) dan tutorial tatap muka, serta pengendalian kualitas produk sayuran segar melalui pengawasan proses produksi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa petani telah memiliki pengetahuan dan kemampuan praktek penerapan teknologi pertanian semi organik pada tanaman bayam cabut dan sawi caisim, namun baru 20 persen dari semua petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Embun Pagi telah menerapkan penggunaan pestisida nabati dan POC Urine, serta 100 persen telah menerapkan penggunaan pupuk organik kotoran ayam pedaging atau meningkat 50%.