cover
Contact Name
Andre Rachmat Scara
Contact Email
andrescabra@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jurnalpepadu@unram.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pepadu
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27159574     EISSN : 27159574     DOI : https://doi.org/10.29303/pepadu.v3i4
Artikel yang dimuat di Jurnal PEPADU meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari semua disiplin ilmu dan juga memuat artikel-artikel terbaik dari Seminar Nasional PEPADU (Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mataram secara rutin setiap tahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 531 Documents
PEMANFAATAN GREENHOUSE SEDERHANA “BALE LOLOAN” BERBASIS DAUR ULANG UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN PANGAN M. Sunanil Huda; Alivia Saktia Anjani; Vera Sutini; Fryda Damayanti; Tanisa Rosa Sepira; Raden Roro Arista Widyadhari S.; Arya Fikri Haykal; Delia Salsa Febriantari; Dian Puspita Anggreni
Jurnal Pepadu Vol 3 No 4 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i4.2129

Abstract

Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki wilayah yang cukup luas yaitu 3.350 ha dengan jumlah penduduk sebesar 4.619 jiwa. Desa ini berada 110 M di atas permukaan laut dengan kemiringan lahan 15-35%. Desa Loloan memiliki potensi sumber daya hayati yang kaya seperti tanaman pertanian dan perkebunan mulai dari kopi, coklat, kemiri, mete, dsb. Karena sebagian besar lahan digunakan untuk perkebunan, masyarakat desa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan mereka seperti kebutuhan sayur-sayuran dan sumber protein lain. Pasokan sayur yang berasal dari luar desa menyebabkan terbatasnya persediaan sayur-sayuran di desa tersebut. Hal ini akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat desa, oleh karena itu dibutuhkan upaya peningkatan ketahanan dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di desa Loloan. Karena hal tersebut, kelompok KKN Tematik Desa Loloan tertarik untuk membantu masyarakat desa terkait masalah ketersediaan pangan, terutama sayur-sayuran dengan judul proposal yang kami angkat adalah "Pemanfaatan Greenhouse Sederhana Bale Loloan Berbasis Daur Ulang untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kreativitas Masyarakat di Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara". Program kerja utama yang disusun terkait dengan masalah tersebut antara lain: 1) Pembuatan greenhouse sederhana, 2) Pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam, 3) Pengadaan bibit sayur-sayuran, 4) Pembuatan pupuk kompos, 5) Edukasi tanaman hortikultura untuk masyarakat desa. Program kerja ini disusun setelah melakukan survey lokasi dan wawancara dengan beberapa aparatur desa dan masyarakat di desa Loloan. Melalui program ini diharapkan desa Loloan dapat menjadi desa yang lebih baik daripada sebelumnya khususnya di bidang ketersediaan dan ketahanan pangan.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN BANGUNAN DAN JALUR EVAKUASI MENGHADAPI BENCANA GEMPA DAN BAHAYA KEBAKARAN DI DESA MERTAK TOMBOK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Jurnal Pepadu; Suryawan Murtiadi; Sasmito Sasmito; Didi S. Agustawijaya; Heri Sulistiyono; Akmaluddin Akmaluddin
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2154

Abstract

Dampak signifikan dari bencana gempa adalah kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Filosofi bangunan tahan gempa menyatakan apabila gempa kecil bangunan tidak mengalami kerusakan apapun. Pada gempa sedang, komponen non struktur boleh mengalami kerusakan, tetapi komponen strukturnya tidak boleh mengalami kerusakan. Dan apabila gempa kuat, komponen non struktur maupun strukturnya boleh mengalami kerusakan namun masih dapat memberi kesempatan kepada penghuninya untuk menyelamatkan diri. Efek lain dari gempa adalah terjadinya bahaya kebakaran. Kebakaran terjadi apabila ada tiga unsur yang bertemu yaitu sumber api (ignition), material yang mudah terbakar (combustible material) dan oksigen (O2). Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan masyarakat beradaptasi dan tangguhmenghadapi bencana. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan identifikasi kerusakan infrastruktur dan upaya perbaikannya pada tingkat kerusakan sedang dan ringan. Pengenalan bangunan tahan kebakaran juga dipresentasikan yang intinya adalah bangunan mampu memberikan waktu kepada penghuninya untuk menyelamatkan diri dan harta bendanya serta waktu yang dibutuhkan pasukan pemadam kebakaran memadamkan api. Oleh karena itu, tingkat ketahanan api (TKA) suatu bangunan dinyatakan dengan waktu. Pengenalan ramburambu jalur evakuasi dilaksanakan dengan teknik presentasi dan simulasi untuk keselamatan seluruh penghuninya. Simulasi dan evaluasi jalur evakuasi dimulai dari dalam bangunan gedung menuju tempat aman berupa titik kumpul (assembly point). Alat peraga kegiatan pengabdian ini telah dimanfaatkan oleh mitra berupa rambu evakuasi yang terpasang pada halaman Kantor Desa Mertak Tombok. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan ketrampilan masyarakat/peserta pelatihan mitigasi bencana gempa dan bahaya kebakaran. Dengan demikian masyarakat akan lebih siaga beradaptasi dan lebih tangguh menghadapi bencana.
INOVASI PEMANFAATAN KOLANG-KALING DESA GELANGSAR MENJADI KERUPUK BERNILAI JUAL TINGGI Jurnal Pepadu; Nur Nabillah Putri Suciati; Muhammad Adrian Maulana; Vina Alfi Royani; Maya Yusnevia; Ria Putri Ramdhani; Rudi Azhari; Nur Azizah; Rofiq Notonegoro; Ayuk Ovi Yanti; Rahmi Dwi Yuliatna; Hiden Hiden
Jurnal Pepadu Vol 3 No 4 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i4.2462

Abstract

Aren atau Enau (Arenga pinnata Merr.) adalah salah satu jenis tumbuhan palma yang serbaguna karena memproduksi buah, nira, dan pati atau tepung di dalam batang. Sebagian besar hasil produk dari pohon aren yang dipasarkan adalah gula merah yang berasal dari air nira. Masih sangat sedikit produk olahan yang berasal dari buah aren atau yang kita kenal sebagai kolang-kaling. Hal ini karena masyarakat belum memiliki pengetahuan dan inovasi untuk mengolah aren tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatan pengetahuan dan inovasi masyarakat pada pengolahan buah aren sebagai potensi kekayaan dan potensi alam di Desa Gelangsar. Inovasi yang dilakukan pada buah kolang-kaling adalah menjadikannya sebagai kerupuk dengan berbagai varian rasa. Metode pelaksanaannya adalah dengan eksperimen, sosialisasi, pendampingan langsung dan mengajarkan bagaimana memasarkan. Lima 5 (lima) tahap kegiatan pembuatan kerupuk kolang-kaling ini. Lima kegiatan tersebut adalah percobaan pembuatan kerupuk kolang-kaling, sosialisasi produk hasil eksperimen, pelatihan pembuatan kerupuk kolang-kaling kepada masyarakat, produksi kerupuk kolang-kaling dan cara pemasaran. Pelatihan diikuti oleh 30 orang sebagai perwakilan dari 6 Dusun se- desa Gelangsar. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah produk kerupuk kolang-kaling berbagai varian rasa, leaflet, buku resep, video serta pengetahuan masyarakat Desa Gelangsar tentang bagaimana cara mengolah kolang-kaling menjadi kerupuk serta bagaimana cara memasarkan dan mempromosikan baik luring maupun online. Setelah pelaksanaan pelatihan tersebut, 100% ibu-ibu peserta telah mampu memproduksi kerupuk kolang-kaling dan saat ini telah ada yang menekuni pembuatan kerupuk tersebut. Dengan demikian, Kelompok KKN Tematik UNRAM Desa Gelangsar 2022 telah berhasil meningkatkan perspektif ekonomi di Desa Gelangsar.
PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MELALUI PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM TATANAN RUMAH TANGGA DUSUN WANASARI KOTA MATARAM Jurnal Pepadu; Luh Citra Arisanthi; Nadya Arianita Turisia; Candra Eka Puspitasari
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2463

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga merupakan perilaku yang dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam rumah tangga. PHBS tatanan rumah tangga memiliki menjadi 10 indikator utama yang wajib dilaksanakan. Kelurahan Pagesangan Barat belum sepenuhnya menerapkan PHBS sehingga masih direncanakan program kerja penyuluhan PHBS. Tujuan penyuluhan adalah untuk mengetahui gambaran indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga di Dusun Wanasari. Metode yang dilaksanakan yaitu observasi, penyebaran kuesioner, dan penyuluhan PHBS tatanan rumah tangga kepada masyarakat Dusun Wanasari. Hasil pengisian kuesioner PHBS adalah persalinan oleh Nakes (80%); ASI eksklusif (80%); menimbang balita tiap bulan (90,9); tidak merokok di dalam rumah (72,7%); aktivitas fisik seperti olahraga dilakukan setiap hari 30 menit (36,4%); konsumsi sayur dan buah (68,2%); menggunakan jamban (86,4%); sumber air bersih (100%); cuci tangan pakai sabun 95,5%) dan rumah bebas dari jentik (86,4%). Kesimpulan dari penyuluhan ini adalah kesepuluh indikator PHBS yang dilaksanakan oleh Dusun Wanasari telah mencapai nilai minimal capaian PHBS kecuali indikator aktivitas fisik seperti olahraga dilakukan setiap hari 30 menit dan konsumsi sayur dan buah. PHBS
PENGGUNAAN LALANDAK SEBAGAI PENGENDALI GULMA SECARA MEKANIS PADA TANAMAN PADI SAWAH Jurnal Pepadu; Hasanuddin Hasanuddin; Jauharlina Jauharlina; Sofyan Sofyan; Muhammad Rusdi Rusdi
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2465

Abstract

Pengendalian gulma secara penyiangan masih dirasakan kurang efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal itu, kepada masyarakat mitra ditawarkan solusi metode pengendalian gulma secara mekanis yaitu dengan menggunakan Lalandak. Alat ini terbuat dari rangka besi yang dilengkapi dengan dua buah roda dan mata pisau yang berfungsi sebagai pemotong/pemutus dan pencabut bagian pupus dan akar gulma. Pada saat didorong, ada tekanan dari atas dan akan memotong pupus dan akar gulma sehingga merusak dan mematikan gulma. Lalandak tersebut dilengkapi dengan pelampung besi sehingga lalandak tersebut tetap berada di atas permukaan tanah/air. Adanya lalandak, proses pengendalian gulma bisa lebih efektif, efisien, serta dapat meningkatkan hasil tanaman padi sawah masyarakat di Desa Lieue Kecamatan Darussalam Aceh Besar. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa tim pengabdi telah berhasil membuat Lalandak dan petani dapat mengoperasionalkan lalandak tersebut untuk mengendalikan gulma pada tanaman padi sawah.
PENGEMBANGAN DESA LABUHAN BAJO KABUPATEN SUMBAWA MENJADI DESA WISATA EDUKASI MANGROVE BERBASIS ANAK MUDA DENGAN PENDEKATAN ACTIVE CITIZENS Jurnal Pepadu; Eni Hidayati; Sitti Latifah; Budhy Setiawan; Niechi Valentino; Mahardika Rizqi Himawan; Lalu Kukuh Mahendra
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2466

Abstract

Ekosistem mangrove di Provinsi Nusa Tenggara Barat berada dalam kategori kritis. Salah satu faktor yang penting untuk mencapai SDG adalah pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (education for sustainable development – ESD). Global Action Programme (GAP) Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan oleh UNESCO mengidentifikasi lima area prioritas untuk mencapai agenda ESD. Area prioritas 4 adalah pemberdayaan dan mobilisasi pemuda-pemudi. Untuk pemberdayaan dan mobilisasi pemuda-pemudi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memfasilitasi pemuda-pemudi di Desa Labuhan Bajo, Kabupaten Sumbawa, dalam mengembangkan wisata edukasi mangrove dengan pendekatan Active Citizens. Active citizens merupakan pendekatan pemberdayaan dengan memfasilitasi kepemimpinan dan partisipasi aktif peserta pada setiap tahapan kegiatan pemberdayaan. Beberapa hasil yang diperoleh adalah: (i) terbentuknya kelompok pengelola wisata bahari yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, (ii) teridentifikasinya 4A (Amenitas, Aksesibilitas, Atraksi, dan Ancillary), (iii) tersedianya dokumen perencanaan pengembangan wisata bahari di Desa Labuhan Bajo yang dibuat secara partisipatif, dan (iv) terjalinnya kerjasama mahasiswa Prodi Kehutanan, Prodi Ilmu Kelautan Universitas Mataram dan kelompok penggiat konservasi lokal untuk berkolaborasi dalam pendidikan lingkungan dan wisata edukasi. Hal ini penting bagi mahasiswa terutama untuk mencapai Indikator Kinerja Utama 2 kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka. Kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa pendekatan Active Citizens memberikan peluang bagi pemuda-pemudi untuk memahami persoalan lingkungan dan menjadi bagian dari solusi penyelesaian persoalan lingkungan termasuk degradasi ekosistem mangrove.
PELATIHAN PELAYANAN EMERGENSI MATERNAL DAN NEONATAL DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM Jurnal Pepadu; Linda S Sari; Titi P Kurniawati; Putu Aditya I; Ario Dianto; M. Rizkinov J
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2467

Abstract

Angka kematian ibu dan neonatus di Indonesia berada pada tingkat yang tertinggi di dunia. Kemampuan kinerja petugas kesehatan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal namun kesiapan pelayanan kegawatdaruratan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional belum dipersiapkan dengan baik khususnya di rumah sakit Universitas Mataram sehingga perlu dilakukan pelatihan obstetrik neonatal emergensi yang bertujuan untuk menjamin tersedianya pelayanan esensial pada kehamilan risiko tinggi dengan gawat-obstetrik, pelayanan emergensi untuk gawat-darurat-obstetrik dan neonatal serta komplikasi persalinan pada setiap ibu yang membutuhkannya dan meningkatkan sumber daya manusia di rumah sakit Universitas Mataram. Metode pelatihan dengan kuliah dan keterampilan klinik. Pelatihan Obstetrik Neonatal Emergensi di RS Unram meningkatkan pemahaman dan pemgetahuan peserta sebanyak 50% dan dan rerata nilai keterampilan klinik yang di dapatkan adalah 80. Dengan meningkatnya tingkat pengetahuan dan keterampilan klinis tenaga medis di RS unram terhadap managemen obstetrik neonatal emergensi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan menurunkan angka kematian ibu dan neonatus.
PEMBERDAYAAN KELOMPOKTANI MELALUI INOVASI TEKNOLOGI INTEGRASI TANAMAN-TERNAK DI DESA TAMPAK SIRING KECAMATAN BATUKLIANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Jurnal Pepadu; Dwi Praptomo Sudjatmiko; Muhamad Siddik; Anwar Anwar; Anas Zaini; Bambang Dipokusumo
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2468

Abstract

Desa Tampak Siring Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah mempunyai potensi pertanian cukup besar, baik dalam bentuk tanaman maupun ternak. Aktifitas bertani di desa ini berdampak pada banyaknya limbah pertanian yang selama ini belum banyak dimanfaatkan seperti kotoran ternak, jerami, sisa-sisa makanan dan lain-lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tampak Siring dimaksudkan untuk memberikan inovasi teknologi integrasi tanaman-ternak melalui pemanfaatan limbah pertanian. Secara khusus tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani dalam menggunakan teknologi pemanfaatan limbah pertanian. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah petani dapat menghemat biaya usahatani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktek secara partisipatif dengan melibatkan petani, peternak, petugas, dan penyuluh pertanian. Adapun nara sumber dan pelatih berasal dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB dan Universitas Mataram. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi, FGD, pelatihan, praktek, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan diikuti oleh 25 petani anggota kelompoktani di Desa Tampak Siring, ditambah para petugas dan penyuluh pertanian lapangan. Kegiatan berlangsung seluruhnya selama delapan bulan, dari bulan April hingga Oktober 2021, mulai dari persiapan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, peningkatan ketrampilan dalam menggunakan teknologi pemanfaatan limbah pertanian melalui pembuatan pupuk organik dan pakan, serta peningkatan sikap mereka yang lebih baik dalam mengelola usahataninya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah: (1) petani telah meningkat pengetahuan, ketrampilan dan sikapnya dalam mengelola usahataninya melalui pemanfaatan limbah pertanian, (2) petani mulai menerapkan teknologi pembuatan pupuk organik dan pakan, serta (3) petani dapat menghemat biaya usahatani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
SINKRONISASI ESTRUS UNTUK MENGATUR WAKTU KAWIN DAN MEMINIMALISIR KEGAGALAN REPRODUKSI PADA TERNAK KAMBING Jurnal Pepadu; I Wayan Lanus Sumadiasa; Enny Yuliani; Rodiah Rodiah
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2469

Abstract

Sinkronisasi estrus (birahi) adalah salah satu teknologi reproduksi untk menciptakan munculnya estrus dalam waktu yang tepat dan bersamaan pada sekelompok ternak betina, sehingga memudahkan prediksi waktu birahi dan perkawinan untuk menghasilkan kebuntingan. Telah dilakukan pelatihan sinkronisasi estrus pada ternak kambing di Yayasan Al Madina Farm, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong Tengah. Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang manfaat sinkronisasi estrus untuk mengatur waktu kawin dan meminimalisir kegagalan reproduksi pada ternak kambing. Setelah pelatihan, para peternak khususnya di kelompok mitra Yayasan diharapkan dapat melakukan sinkronisasi dan deteksi estrus sendiri untuk meningkatkan keberhasilan perkawinan atau insemnasi buatan (IB) dan mempercepat pertambahan populasi ternak kambing. Kegiatan dilakukan dengan metode partisipatif melalui penyuluhan dan pelatihan tentang memahami manfaat sinkronisasi estrus, praktik pembuatan perangkat alat sinkronisasi, cara dan lama waktu deposisi alat dalam vagina, pengeluaran (pencabutan) alat, deteksi estrus dan IB. Hasil kegiatan menunjukkan, para peserta telah memperoleh informasi, pengetahuan dan pemahaman tentang cara melakukan dan manfaat sinkronisasi estrus pada ternak kambing. Respon dan antusiasme peserta terhadap materi yang disuluhkan cukup baik, tergambar dari banyaknya pertanyaan dan diskusi tentang manfaat dan kekurangan sinkronisasi estrus, serta pengaturan waktu perkawinan atau IB dan kelahiran anak. Hasil evalusi menunjukkan, faktor pendukung kelancaran pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah antusiasme peserta dalam mengikuti penyuluhan dan latihan praktik. Pandemi Covid- 19 merupakan satu-satunya faktor penghambat yang sedikit membatasi jumlah peserta yang dapat dihadirkan. Simpulan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat baik dan berhasil karena para peserta menilainya sangat bagus dan bermanfaat.
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN HERPETOFAUNA BAGI MASYARAKAT UNTUK MENDUKUNG EKOWISATA DI DESA LANTAN BATUKLIANG UTARA LOMBOK TENGAH Jurnal Pepadu; Islamul Hadi; Yuliadi Zamroni; Galuh Tresnani; Wayan Suana; Tizar Gusli
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2470

Abstract

Pengembangan wisata minat khusus ekologi (ekowisata) berbasis pada pengetahuan tentang keanekaragaman hayati, salah satunya adalah herpetofauna (amfibi dan reptil) merupakan hal yang menarik dan tidak terlalu kompleks. Kegiatan ini dapat dibangun melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran para pelaku wisata sperti wisatawan, pecinta alam, dan penyedia jasa wisata khusunya kelompok sadar wisata (PokDarwis) yang ada di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi Webinar Ular Indonesia yang dilakukan secaran daring, pelatihan pengenalan penanganan ular dan pembuatan material pengetahuan dan penanganan ular. Kegiatan-kegiatan tersebut telah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang peran dan potensi herpetofauna sebagai daya tarik wisata.