cover
Contact Name
Andre Rachmat Scara
Contact Email
andrescabra@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jurnalpepadu@unram.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 37 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pepadu
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27159574     EISSN : 27159574     DOI : https://doi.org/10.29303/pepadu.v3i4
Artikel yang dimuat di Jurnal PEPADU meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari semua disiplin ilmu dan juga memuat artikel-artikel terbaik dari Seminar Nasional PEPADU (Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat) yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Mataram secara rutin setiap tahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 565 Documents
PENGUATAN BUDAYA LITERASI ANAK MELALUI OPTIMALISASI TAMAN BACA MASYARAKAT DI KELURAHAN RAKAM, LOMBOK TIMUR Trie Rizky Yuliani; Galuh Nuranisa Anggiangraeni; Nanda; Raden Razendra Damarjati; Ni Kadek Cahya Puspita Sari; Aji Saputra; Baiq Refa Sapitri; Mila Aulina Agustin; Arvia Norigina; Ni Kadek Ayu Anggi Mitha; M. Bohri Rohman
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.11015

Abstract

The low level of reading interest and the suboptimal management of the Community Reading Center (Taman Baca Masyarakat/TBM) in Rakam Village served as the background for implementing a literacy program through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN). Initial observations revealed inconsistent visitor attendance and an unsystematically organized book collection, highlighting the need to strengthen literacy culture from an early age. This program aimed to optimize the function of the TBM while enhancing the reading interest and enthusiasm of preschool, elementary, and junior high school students through structured and participatory literacy activities. The program was implemented using a descriptive qualitative approach involving observation, interviews, and documentation. The implementation process included problem identification, collaborative planning with the village government and TBM administrators, program implementation, and evaluation. The results demonstrated positive improvements, including the systematic organization of the book collection, the construction of bookshelves, and the enhancement of the reading space into a more comfortable and attractive learning environment, which contributed to increased visitor attendance. Read-aloud sessions, literacy quizzes, and literacy competitions encouraged active participation, enhanced children's self-confidence, and fostered greater enthusiasm for reading. The evaluation indicated a steady increase in TBM visitor attendance from the first to the fourth week, greater participation of children in read-aloud activities, and increased utilization of book collections that had previously been underused due to inadequate organization. Overall, the program successfully revitalized the role of the TBM as a community literacy center and strengthened a sustainable reading culture in Rakam Village.
 SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI ISTRI NELAYAN POLE AND LINE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETAHANAN SOSIAL RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA BUGIS KECAMATAN SAPE, KABUPATEN BIMA Lalu Hizbulloh; Sab’ul Masani; Ade Rezkika Nasution; Mohammad Alwi Shahab; Yuliana Asri; Zaenal Abidin
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.11017

Abstract

Profesi nelayan merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja dan kematian tertinggi di dunia. Kondisi cuaca yang tidak menentu, gelombang tinggi, penggunaan alat tangkap, serta aktivitas fisik yang berat menyebabkan nelayan rentan mengalami kecelakaan yang dapat berujung pada cacat permanen maupun kematian. Namun demikian, sebagian besar nelayan skala kecil di Indonesia masih bekerja pada sektor informal tanpa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga keluarga nelayan menghadapi kerentanan ekonomi apabila pencari nafkah utama mengalami kecelakaan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman istri nelayan mengenai risiko pekerjaan suami sebagai nelayan pole and line sekaligus memperkenalkan program BPJS Ketenagakerjaan kategori Bukan Penerima Upah (BPU) sebagai alternatif perlindungan sosial yang terjangkau dan mudah diakses. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima melalui metode diskusi partisipatif dan sosialisasi interaktif yang melibatkan istri nelayan pole and line. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi persepsi peserta mengenai risiko pekerjaan nelayan, penyampaian materi mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki persepsi yang baik mengenai tingginya risiko pekerjaan nelayan, terutama risiko tenggelam, kecelakaan saat memancing, cuaca buruk, serta kehilangan sumber pendapatan apabila suami mengalami kecelakaan. Namun demikian, pengetahuan mengenai mekanisme perlindungan sosial masih relatif rendah. Setelah kegiatan sosialisasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), besaran iuran, serta prosedur kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan BPU. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan istri nelayan merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga nelayan terhadap pentingnya perlindungan sosial dan ketahanan ekonomi rumah tangga.
SOSIALISASI GOOD HANDLING PRACTICE DI KAPAL POLE AND LINE DI SAPE- BIMA Lalu Hizbulloh; Sab’ul Masani; Mohammad Alwi Shahab; Rizky Regina Kawirian; Yuliana Asri; Zaenal Abidin
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.11018

Abstract

Mutu ikan tuna hasil tangkapan sangat dipengaruhi oleh penanganan yang dilakukan segera setelah ikan ditangkap. Namun, sebagian besar nelayan pole and line di Sape, Kabupaten Bima, masih belum memahami teknik penanganan ikan yang baik (Good Handling Practices/GHP), sehingga berpotensi menurunkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan mengenai teknik penanganan ikan yang higienis di atas kapal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2026 dengan melibatkan 15 nelayan tuna. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi, wawancara, sosialisasi, dan praktik langsung di atas kapal. Hasil survei menunjukkan bahwa nelayan belum memahami teknik penanganan ikan yang sesuai standar. Setelah kegiatan sosialisasi dan praktik, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai prinsip-prinsip GHP, meliputi higiene dan sanitasi, penggunaan es yang tepat, penanganan ikan untuk mencegah kerusakan fisik, serta penyimpanan ikan di dalam palka. Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta dan diharapkan mampu mendorong penerapan GHP secara berkelanjutan sehingga mutu tuna hasil tangkapan tetap terjaga, kehilangan kualitas dapat diminimalkan, serta nilai jual ikan meningkat.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT UDANG VANNAMEI MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH TAMBAK DI DESA LABUHAN LOMBOK Hidayat Hidayat; Rizky Ananda; Manda Eka; Kurniawan Kurniawan; Alwi Saputra; Yuliana Asri; Awan Darmawan; Zaenal Abidin
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.11020

Abstract

Whiteleg shrimp farming in Labuhan Lombok Village, Pringgabaya District, East Lombok Regency, contributes significantly to the local economy but also generates shrimp shell waste that has not been optimally utilized. The accumulation of this waste may cause environmental problems, particularly unpleasant odours and an increased fly population around pond areas. This community service program aimed to utilize whiteleg shrimp shell waste as liquid organic fertilizer (LOF) while improving community knowledge of sustainable aquaculture waste management. The program involved field observation, coordination with pond owners, preparation of tools and materials, LOF production, education, and program evaluation. The fertilizer was produced using 500 g of shrimp shell waste, 100 mL of EM4 Agriculture, 100 mL of molasses, and 5 L of rice-washing water, followed by fermentation for 10–15 days. Educational activities were delivered to 10 pond workers through presentations, demonstrations of LOF production, and discussions. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, product quality observations, participant participation levels, and program sustainability potential. The results showed that the LOF was successfully produced with a yellowish-brown colour, a characteristic fermentation aroma, and no foul odour. The educational activity improved participants’ understanding of shrimp shell waste management, as reflected in the post-activity evaluation results and active participation during the program. The application of LOF to chili plants also showed improved growth responses, indicated by broader leaves, stronger stems, and healthier plant appearance. This program demonstrates that converting whiteleg shrimp shell waste into liquid organic fertilizer is an environmentally friendly and value-added alternative for aquaculture waste management that may support sustainable agriculture in Labuhan Lombok Village.
EDUKASI BAHAYA BENCANA ALAM BAGI SISWA TK YA BUNAYYA KABUPATEN BLITAR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA D.J. Djoko H. Santjojo; Sri Herwiningsih; Masruroh Masruroh; Muwardi
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.11021

Abstract

Kabupaten Blitar memiliki potensi bencana alam yang tinggi karena terletak di kaki Gunung Kelud dan Gunung Kawi, dengan Kecamatan Wlingi sebagai salah satu wilayah rawan bencana. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TK Ya Bunayya, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, dengan tujuan meningkatkan pemahaman anak usia dini tentang mitigasi bencana gunung meletus dan gempa bumi. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi interaktif menggunakan alat peraga edukatif serta pemetaan titik-titik evakuasi agar siswa dapat memahami tanda-tanda bencana dan langkah penyelamatan diri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme dan ketertarikan siswa dalam mempelajari kebencanaan di lingkungan sekitar, sekaligus siswa bisa praktek penerapan ilmu pengetahuan tentang kebencanaan dengan alat peraga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah dan masyarakat di Kabupaten Blitar.