cover
Contact Name
Amelia Waimuri
Contact Email
murai.sttgki@gmail.com
Phone
+6282194538356
Journal Mail Official
murai.sttgki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani 37 Abepura, Jayapura, Papua - 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
ISSN : 27210200     EISSN : 27464814     DOI : -
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Inkulturasi Seruling “Ibrisia” Suku Tapea Di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua Dalam Liturgi Gereja Kristen Injili Di Tanah Paua: The Inculturation Of The “Ibrisia” Flute Of The Tapea Tribe In Sarmi Regency, Papua Province, Into The Liturgy Of The Evangelical Christian Church In Tanah Papua Ratna Somalinggi; Diana Binkor Jenbise; Hengky K Baransano
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 2 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i2.308

Abstract

Pada tata ibadah Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua pada minggu ke empat yaitu menggunakan tata ibadah kontekstual, banyak menampilkan konteks budaya dari masing-masing suku. Yang menjadi tantangan pada ibadah kontekstual GKI di Tanah Papua Khusunya di Klasis Sarmi Barat adalah minimnya ekspresi budaya yang di tampilkan. Hal ini, disebabkan karena pendekatan teologia yang dipakai oleh zendeling dulu bersikap radikal terhadap budaya atau adat karena adat disamakan dengan kekafiran “Kristus melawan Kebudayaan”. Suku Tapea di Kabupaten Sarmi khusunya Kampung Samorkena juga mengalami tekanan pada adat dan budayanya, salah satunya seruling “Ibrisia”. Artikel ini membahas asal-usul seruling “Ibrisia”, peruntukan penggunaanya, serta mengkaji dari sisi teologis agar dapat diinkulturasi pada ibadah kontekstual di minggu ke empat. Metode yang digunakan adalah kualitatif, kajian pustaka, observasi dan wawancara. Seruling “Ibrisia” melambangkan perdamain, keteraturan, penghormatan pada sang pencipta, penyembuhan, dan berkat. Seruling “Ibrisia” dapat di pakai pada Ibadah kontekstual di minggu ke empat pada tata Ibadah GKI di Tanah Papua. Namun masih ada tantangan dan perlu dikritisi secara teologis dan dialog yang mendalam Bersama Masyarakat.
Transformasi Pembelajaran Sekolah Minggu Melalui Project-Based Learning: Sebuah Praktik Kepemimpinan Transformatif Mahasiswa: Transforming Sunday School Learning Through Project-Based Learning: A Leadership Practice Transformative Student Fransina Yoteni; Henny Verra Fonataba; Saneraro Rumere; Immanuel G Andoy
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 2 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i2.314

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) kontemporer menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan transmisi pengetahuan tradisional dengan pengembangan kompetensi abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas integrasi Project-Based Learning (PBL) dan kepemimpinan transformatif mahasiswa dalam mentransformasi pembelajaran Sekolah Minggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mengimplementasikan Model Integrasi Progresif Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan dilaksanakan di Jemaat GKI Efata Puyoh Besar, Klasis Sentani, melibatkan 16 mahasiswa, 38 anak Sekolah Minggu, dan 2 guru pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berhasil mengatasi kelesuan metode konvensional dengan meningkatkan partisipasi aktif dan antusiasme anak-anak secara signifikan. Mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang menerapkan dimensi Idealized Influence dan Individualized Consideration, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini memfasilitasi transfer pengetahuan kepada guru Sekolah Minggu setempat mengenai strategi pembelajaran interaktif. Kesimpulannya, integrasi PBL yang difasilitasi melalui kepemimpinan transformatif mahasiswa terbukti efektif dalam mentransformasi pembelajaran Sekolah Minggu menjadi lebih partisipatif, relevan, dan memberdayakan.
Penyembahan Sejati Dalam Yohanes 12:1–8: Studi Eksegetis Dan Kontekstual Pada Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Lippo Cikarang: True worship in John 12:1–8: Exegetical and Contextual Studies At the Indonesian Pentecostal Church Lippo Cikarang Congregation Elia Siregar; Brigjen Silaen; Duma Uli Manurung
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 2 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i2.315

Abstract

Worship in many churches is frequently understood as a liturgical activity centered on music and ritual, while its theological meaning as a life response to Christ often receives less attention. This study aims to examine the meaning of worship in John 12:1–8 and analyze its actualization in the Indonesian Pentecostal Church (Gereja Pentakosta Indonesia) Lippo Cikarang Congregation. The study employed a qualitative approach using narrative exegesis of John 12:1–8 integrated with a practical theological perspective. Data were collected through library research on biblical and theological sources, complemented by observation and documentation of worship practices in the congregation. Data were analyzed through data reduction, data display, theological interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that true worship in John 12:1–8 is a faithful response to God's grace expressed through love, sacrifice, humility, and complete devotion to Christ. The study identifies five theological principles of worship: worship as a response to divine grace, worship involving sacrifice, worship rooted in love for Christ, worship manifested in humility, and worship producing a transformative witness within the community. Furthermore, the findings demonstrate that the worship practices of the Indonesian Pentecostal Church Lippo Cikarang Congregation actualize these principles through the integration of liturgical worship and diaconal ministry. This study contributes to the development of worship theology by integrating exegetical analysis with practical theology in the context of contemporary Pentecostal ministry.
God As The Reconciler: A Theological Reflection On The Being And Character Of God In The Work Of Reconciliation: God As The Reconciler: A Theological Reflection On The Being And Character Of God In The Work Of Reconciliation Coky Agustinus Panjaitan; Ruben Nesimnasi
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 2 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i2.321

Abstract

Kajian mengenai rekonsiliasi dalam teologi Kristen umumnya berfokus pada aspek kristologis, soteriologis, atau dimensi etis-sosial, sementara pembahasan mengenai Allah sebagai subjek utama dan pelaku pertama rekonsiliasi melalui integrasi keberadaan dan karakter-Nya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana keberadaan Allah menjadi dasar ontologis karya rekonsiliasi serta bagaimana karakter ilahi termanifestasi dalam tindakan pendamaian antara Allah dan manusia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang memadukan pendekatan teologi sistematika dan teologi biblika. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis), hermeneutika teologis terhadap teks-teks Alkitab, serta sintesis konseptual terhadap berbagai literatur teologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonsiliasi merupakan manifestasi langsung dari keberadaan Allah yang kekal, berdaulat, dan mahakasih, sehingga tindakan pendamaian berakar pada natur Allah sendiri. Selain itu, karakter Allah yang meliputi kasih, kekudusan, keadilan, anugerah, kesetiaan, dan pengampunan bekerja secara harmonis dalam karya rekonsiliasi melalui Yesus Kristus tanpa meniadakan salah satu atribut ilahi. Penelitian ini menawarkan perspektif integratif yang menghubungkan doktrin Allah (theology proper) dengan doktrin keselamatan (soteriology), sehingga rekonsiliasi dipahami tidak hanya sebagai peristiwa soteriologis, tetapi juga sebagai ekspresi utuh keberadaan dan karakter Allah. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan teologi sistematika serta memperkuat relevansi doktrin rekonsiliasi bagi kehidupan gereja dan masyarakat kontemporer.
Kognisi Dalam Implementasi Keterampilan Berbahasa Dan Literasi Mahasiswa PAK Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Izaak Samuel Kijne : Cognition in the Implementation of Language Skills and Student Literacy of the College of Philosophy of Theology Isaac Samuel Kijne Rona Rumsarwir; Judet Yoshimine Tora
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 2 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i2.323

Abstract

Kemampuan Literasi mahasiswa  adalah fondasi utama dalam belajar di perguruan tinggi. Tingkat literasi yang mumpuni ditunjukkan dengan menerapkan ketrampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis) secara terintegrasi dalam proses belajar.  Tujuan dari penelitian ini terdiri atas tiga aspek, yaitu: pertama, untuk menelaah tingkat kognitif literasi bahasa mahasiswa.  Kedua, untuk memaparkan kemampuan mahasiswa menerapkan keterampilan berbahasa dalam mengerjakan tugas – tugas kuliah. Ketiga, belajar adalah juga mengimplementasi kemampuan kognisi dan literasi dalam memparafrase dan bersintesa. Metode pada penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif.. Penelitian dilaksanakan selama satu semester, pada populasi mahasiswa S1 PAK dengan subjek penelitian pada 16 (enambelas) mahasiswa selaku informan dan responden. Teknik pengambilan data dari hasil Evaluasi Presentasi Tengah Semester (PTS)  dan Presentasi Akhir Semester (PAS). Temuan dari hasil projek PTS dan PAS menunjukkan mahasiswa yang memperoleh nilai angka skala 100 – 60 hanya terdiri dari sepuluh (10) orang. Sementara perolehan angka skala  50 – 0 masih kurang dalam mengoptimalkan kognisi dan menerapkan ketrampilan berbahasa dalam literasi. Penyebab paling utama yaitu: faktor ketidak-hadiran secara teratur dalam mengikuti proses belajar di kelas. Sementara, keberhasilan dengan pencapaian skala angka tersebut di atas tidak instan tetapi dari kehadiran dan berpartisipasi aktif dalam mengerjakan latihan - latihan dan projek tugas secara kontinu. Kesimpulan dari penemuan hasil penelitian ini, yaitu: proses kognisi secara alami berkembang dan beradaptasi. Stimulasinya adalah tiap manusia harus terus mau berproses belajar dan mengaktifkan keterampilan berbahasa secara terintegrasi