cover
Contact Name
Amelia Waimuri
Contact Email
murai.sttgki@gmail.com
Phone
+6282194538356
Journal Mail Official
murai.sttgki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani 37 Abepura, Jayapura, Papua - 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
ISSN : 27210200     EISSN : 27464814     DOI : -
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Kali Kampwolker Riwayatmu Kini: Suatu Studi Ekoteologi: The Kampwolker River Your Present History: An Ecotheological Study Notanubun, Kristensia; Nazario Taboka, Julion
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.159

Abstract

Human life is inseparable from the condition of the surrounding natural environment. Nature and humans are two sides that mutually depend on each other and should be responsible for maintaining and preserving one another. However, due to population growth and its accompanying needs, humans have exploited the environment for their own benefit. The Kampwolker River is one of the victims of human behavior that no longer respects or preserves its natural surroundings. Ecotheology is used by the authors to examine the relationship between faith, God, and the environment. This study focuses on Christian teachings that can function in ecological awareness and human responsibility toward nature. The research questions are: What are the causes of environmental damage around the Kampwolker River? What are the impacts of environmental damage in the Kampwolker River area? To what extent have concrete actions been taken by the Church, Government, and Local Customs to preserve the environment around the Kampwolker River in Perumnas 3 Waena? The objectives of the research are: 1. To identify the causes of environmental damage around the Kampwolker River. 2. To examine the impact of environmental damage in the Kampwolker River area. 3. To assess the concrete actions taken by the Church, Government, and Local Customs in preserving the environment around the Kampwolker River. The approach used in this research is a descriptive qualitative approach. The research results show that humans are indeed responsible for maintaining nature, but it is the actions of humans that have led to environmental damage. The local community around the Kampwolker River uses nature without maintaining it; trash is dumped in the river, and plantations are established in strategic areas prone to landslides. The community does this because they do not fully understand the long-term impacts on them. The Kampwolker River is the main source of clean water supplied by the Regional Drinking Water Company (PDAM).
Beritakanlah Injil Kepada Segala Makhluk "Implikasi Injil Markus 16:15 bagi Peran dan Tanggung jawab Gereja terhadap Pemeliharaan dan Penyelamatan Lingkungan Hidup": Preach the Gospel to All Creatures "The Implications of the Gospel of Mark 16:15 for the Role and Responsibility of the Church for Environmental Maintenance and Rescue"
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.164

Abstract

Pemberitaan Injil bukanlah umumnya dipandang hanya ditujukan pada manusia sebagai satu- satunya sasaran pemberitaan. Injil Markus 16 : 15 dalam kerangka penyelamatan membuka horizon misi gereja yang holistik di mana menjangkau ciptaan lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membangun kesadaran ekologis di tengah kehidupan yang sangat mengesampingkan keadilan ekologis. Metode penelitian kualitatif dilakukan untuk menghimpun data untuk menunjang penelitian ini.
Kebebasan Perempuan Dalam Adat Dan Gereja Di Papua : Women's Freedom In Customs And Church In Papua Binkor Jenbise, Diana
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.165

Abstract

Tulisan itu membahas mengenai kebebasan perempuan dalam Adat Dan Gereja di Papua. Kebebasan merupakan suatu hak dasar hidup manusia untuk dapat hidup dan melakukan segala sesuatu tanpa paksaan ataupun batasan. Dalam kebebasan tentu ada hak dan kewajiban yang mestinya dipahami oleh manusia. Namun pada dasarnya dalam konstruksi sosial sudah didefinisikan bahwa ada penggolongan manusia dalam katogorinya, yaitu laki – laki sebagai simbol kekuatan dan perempuan sebagai simbol kelemahan. Perempuan bergantung pada laki – laki dalam hidupnya. Hal ini terlihat dalam tatanan adat yang berbasis patriakhi yang telah berlangsung cukup lama dan itupun juga diwariskan dalam kehidupan gereja sehingga tanpa sadar gereja turut serta mengklaim tentang kebenaran stigma konstruksi sosial yang telah terjadi berabad – abad lamanya. Hal ini pula terlihat dalam adat dan gereja di Papua. Kebebasan perempuan dalam adat dan gereja di Papua, merupakan studi untuk memberikan edukasi bahwa secara teologis kontekstual dogmatis ajaran gereja juga harus lepas dari konstruksi sosial.
Kepedulian Lingkungan Dalam Pendidikan Kristen Di Gereja: Analisis Alkitabiah Dan Pendekatan Aplikatif Untuk Pembentukan Karakter Jemaat: Environmental Concern in Christian Education in the Church: Biblical Analysis and An Applicative Approach For the Formation of the Character of the Church Fonataba, Henny Verra
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.167

Abstract

Pendidikan Kristen di gereja memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter iman jemaat. Dalam konteks zaman modern yang kian menghadapi masalah lingkungan hidup, gereja memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari panggilan iman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeskplorasi prespektif Alkitab mengenai kepedulian lingkungan dan bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam Pendidikan Kristen di gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks Alkitab dan studi literatur yang relevan mengenai ekologi dan Pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Alkitab mengenai pemeliharaan bumi, tanggung jawab manusia dan kasih terhadap ciptaan dapat dijadikan landasan dalam mendidik jemaat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Pendekatan praktis yang dapat diterapkan dalam gereja meliputi program pendidikan, aksi nyata dalam pelestarian alam serta pengintegrasian nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari jemaat. Kesimpulan bahwa gereja memiliki peran strategi dalam membentuk kesadaran lingkungan berbasis iman Kristen.
Pencemaran Lingkungan Teluk Youtefa (Sebuah uraian Ekoteologi dalam sorotan Moto Pembangunan Kota Jayapura): Environmental Pollution of Youtefa Bay (An Ecotheological Description In The Spotlight Of Jayapura City Development Moto) Nusa Putra Akwan, Umbu; Sawor, Orisam
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 1 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i1.168

Abstract

Pencemaran lingkungan yang terjadi di kawasan teluk Youtefa menjadi salah satu penyebab utama rusaknya ekosistem laut di wilayah tersebut, hal itu juga berdampak pada hasil tangkapan ikan yang dikonsumsi menjadi beracun juga menyulitkan penduduk lokal untuk mencari ikat dan menurunnya kesehatan air laut hingga berdampak pada konsumsi air bagi masyarakat asli. Hal ini terjadi karena masih masyarakat yang mendiami kawasan sekitar teluk Youtefa membuang sampah secara sembarang. Sampah tersebut terdiri dari berbagai bentuk dan bahan yang berbeda-beda. Di samping itu, karena keunikan dan keindahannya, kawasan teluk Youtefa sebagai tempat tujuan wisata banyak menarik wisatawan menikmati pantai dan kesejukan serta keindahannya. Hal ini pun berdampak buruk pada kebersihan lingkungan karena banyak pengunjung yang membuang sampah sembarang. Sering juga rusaknya lingkungan teluk Youtefa karena sampah botol minuman keras yang dibuang sembarang oleh peminum dan pemabuk yang sering menjadikan kesunyian malam kawasan tersebut sebagai lokasi miras yang cocok. Realitas di atas kemudian sangat bertolak belakang dengan arah pembangunan kota Jayapura sesuai moto pembangunan ”Hen T’cahi Yo Onomi Tmar Ini Hanassed”, moto ini menyiratkan bahwa seluruh elemen masyarakat dan pemerintah kota Jayapura untuk membangun kota demi kemuliaan Tuhan. Membuang sampah sembarangan merupakan wujud tindakan yang mencoreng moto pembangunan dan tidak sejalan dengan arah pembangunan kota Jayapura. Berkaitan dengan persoalan di atas, tujuan dari tulisan ini adalah untuk menyoroti pencemaran lingkungan teluk Youtefa dari sudut pandang teologi, dan langkah-langkah strategis yang perlu dilihat dan dilakukan bersama. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi, Wawancara dan studi pustaka. Seluruh laporan hasil penelitian dilaporkan dalam bentuk deskripsi bagi pembaca.
Perempuan Tanah dihimpit oleh kepentingan perkebunan kelapa Sawit di Keerom: Land Women Squeezed By Oil Palm Plantation Interests In Keerom Komboy, Maria; Latuputty, Sientje
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.163

Abstract

Perempuan tanah kembali mendefinisikan ulang istilah ini untuk memutuskan rantai penindasan terhadap perempuan. Pengunaan sebutan perempuan tanah menantang dan menata ulang citra diri perempuan tanah di bawah penindasan kaum kapitalis di Keerom. Tulisan ini bertujuan menganalisa korelasi antara penindasan perempuan dan alam. Metode yang digunakan adalah penelitian kulitatif dengan menekankan pada studi pustaka untuk menghimpun data dan mengelolahnya. Pendekatan studi ekofeminis digunakan untuk menganalisa fenomena penindasan yang dialami oleh perempuan tanah di Keerom
Jangan Suruh Aku Kembali Ke Mesir: Masa Lalu Dalam Teologi Dan Budaya : Don't Tell Me To Go Back To Egypt: The Past In Theology And Culture Nari, Frazier
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.182

Abstract

Penelitian ini mengkaji tema "Jangan Suruh Aku Kembali ke Mesir" dalam konteks teologi dan budaya, dengan fokus pada kajian hermeneutik-biblika serta relevansi kontekstual dalam pemahaman masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teologi kontekstual dapat memberikan pemahaman baru tentang pembebasan bagi Orang Asli Papua yang mengalami diskriminasi rasial. Penelitian ini juga meneliti bagaimana pengakuan iman Gereja Kristen Injili di Tanah Papua dapat mempromosikan keadilan sosial, hak-hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap martabat orang Papua. Pertanyaan penelitian utama yang diajukan adalah bagaimana peristiwa Mesir dalam Alkitab dapat diterjemahkan dalam konteks zaman modern, terutama dalam kaitannya dengan pembebasan dan penindasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual terhadap teks-teks Alkitab, buku-buku dan artikel yang relevan, serta mempertimbangkan dinamika sosial yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata “Mesir” sebagai simbol dalam teks-teks biblika sering kali mencerminkan ketegangan antara pengharapan untuk pembebasan dari pengalaman penindasan. Penelitian ini menyoroti relevansi tema tersebut dalam kehidupan kontemporer, serta implikasinya terhadap pemahaman teologis dan sosial.
Tanggung jawab anak remaja kristen jemaat gki pengharapan jayapura dalam menjaga lingkungan berdasarkan kejadian 1: The responsibility of Christian teenagers of the gki gki jayapura hope congregation in protecting the environment based on genesis 1 TEFBANA, APRI
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.186

Abstract

Climate change and environmental degradation have become one of the pressing issues in the city of Jayapura, and the contribution of Christian adolescents is crucial in caring for and preserving the environment. The level of awareness of Christian adolescents in maintaining and caring for their living environment is often still lacking. In this situation, the teachings of God's word in the church can provide important moral insights or directions. The teachings of God's word sourced from the Bible emphasize the importance of Christian teenagers to protect and care for God's created environment, including nature and its isis. This study aims to examine the responsibilities of Christian adolescents and the role of Christian adolescents in caring for God's creation. This research method uses a qualitative approach with literature studies. The literature method is used to collect information and data through literature, notebooks, reference journals and relevant research. The results of this study increase the knowledge and awareness of Christian adolescents about their responsibilities in protecting the environment as a form of worship to God in daily life.
Pelayanan Pastoral Bagi Suku Menangki Di Tengah Harapan Hidup Pasca Konflik Di Jemaat GKI Diaspora Skopro Arso Timur : Pastoral Service for the Menangki Tribe in the Midst of Post-Conflict Life Expectancy in the GKI Diaspora Congregation of Skopro Arso Timur Waimuri, Amelia
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.188

Abstract

This research aims to be able to answer the question, how is the form and meaning of pastoral care for the marginalized Menangki tribe in the midst of post-conflict life expectations? The focus of the research is directed at the role of the church in pastoring marginalized congregations who live in conditions of trauma, social limitations, and uncertainty due to the conflict they experienced. The main objective of this research is to deeply understand the practice of pastoral care and its impact on the recovery of faith strengthening, and self-actualization of marginalized people in church and community life. The method used is a qualitative approach with a case study research type. Data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, and document study of the Kerom Klasis and the GKI Diaspora Skopro congregation that serves the congregation. The results showed that pastoral care can touch the spiritual, emotional, social and cultural aspects, so as to rebuild the life expectancy of marginalized people. Pastoral care is not only a means of spiritual recovery, but also opens space for participation and empowerment in social life. The discussion of this research emphasizes the importance of pastoral theology that sides with those who are excluded, as well as the war of the church as an agent of reconciliation and hope in post-conflict societies.
Diakonia Transformatif Dalam Gereja HKBP: Telaah Teologis dan Kontekstual: Transformative Diakonia in the HKBP Church: A Theological and Contextual Study Siregar, Casandro; Siagian, Riris Johanna
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 6 No 2 (2025): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v6i2.190

Abstract

This article aims to examine in depth the understanding and praxis of transformative diakonia in the Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Church with five main focuses, namely the theological basis of diakonia, diakonia in HKBP tradition and understanding, the concept of transformative diakonia, contextual analysis in Batak and Indonesian society, and practical implications for the church today. The study begins with an exploration of the theological foundation of diakonia which is rooted in God's love and Christ's mission to bring liberation to humanity as a whole. Next, the paper traces the historical development and forms of diaconal ministry within HKBP and its challenges in responding to the needs of the times. The concept of transformative diakonia is analyzed as a form of service that does not stop at mercy, but encourages structural change and social justice. Through a contextual approach, this article maps the socio-cultural dynamics of the Batak community and the condition of Indonesia which is the actual field of church service. Finally, this article emphasizes the importance of renewing the paradigm of diakonia within HKBP to be more relevant, participatory, and transformative for the wider community