cover
Contact Name
Amelia Waimuri
Contact Email
murai.sttgki@gmail.com
Phone
+6282194538356
Journal Mail Official
murai.sttgki@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani 37 Abepura, Jayapura, Papua - 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual
ISSN : 27210200     EISSN : 27464814     DOI : -
urnal Papua Teologi Kontekstual merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI I.S.Kijne sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan artikel ilmiah yang merupakan kajian Sosial-Budaya, Pendidikan (Pendidikan secara umum dan Pendidikan Kristen secara khusus), dan Teologi Kontekstual. Jurnal ini memuat artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel ilmiah hasil penelitian ataupun penelitian terapan, dan juga artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan sosial-budaya, Pendidikan dan Teologi Kontekstual. Pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel termuat pada setiap penerbitan. Penerbitan jurnal dilakukan persemester, yaitu pada bulan Januari dan Juli tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Metafora Allah Sebagai Perempuan: Hermeneutik Feminis Kritis Berdasarkan Injil Lukas 15:8-10: God's Metaphor as a Woman: Critical Feminist Hermeneutics Based on the Gospel of Luke 15:8-10 Notanubun, Kristensia; Erari, Fernando Christosa
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.219

Abstract

Di dalam kekristenan, adalah hal yang umum atau bahkan mungkin baku bahwa Allah disebut atau digambarkan sebagai seorang Bapa. Hal ini dapat dimaklumi karena Alkitab kita terdapat banyak penggambaran yang demikian, bahkan Yesus sendiri memanggil Allah juga dengan sebutan Bapa. Meskipun demikian, didalam Alkitab kita juga terdapat penggambaran-penggambaran Allah yang beraneka ragam. Namun dalam percakapan keseharian maupun dalam doktrin resmi gerejawi tidak ada percakapan yang menyediakan ruang percakapan tentang Allah sebagai figur perempuan. Padahal dalam Alkitab ada begitu banyak kisah yang menggambarkan peranan perempuan dan juga Allah yang melukiskan diri-Nya sebagai perempuan. Sehingga sering kali Alkitab dilihat dengan kacamata androsentrime sehingga kebebasan perempuan disisihkan. Apa makna Metafora Allah sebagai Perempuan dalam Injil Lukas 15:8-10? Bagaimana Metafora Allah sebagai Perempuan dapat memberi kontribusi bagi upaya mewujudkan kesetaraan Gender di dalam Gereja dan Masyarakat? Dan tujuan penelitiannya adalah: Mendeskrispsikan makna Metafora Allah sebagai Perempuan dalam Lukas 15:8-10? Mendeskrispsikan Metafora Allah sebagai Perempuan dalam Lukas 15:8-10 bagi upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender di dalam Gereja dan Masyarakat? Metode penelitian yang digunakan adalah hermeneutik feminis yang diperkenalkan oleh Elisabeth Schüssler Fiorenza.
Pembinaan Pascanikah Berbasis Pendidikan Agama Kristen: Kajian Teologi Praktika: Post-Marriage Coaching Based on Christian Religious Education: A Study of Practical Theology Fonataba, Henny Verra
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.237

Abstract

Pernikahan Kristen dipahami sebagai panggilan iman yang menuntut kesetiaan dan tanggung jawab seumur hidup, sehingga keutuhan rumah tangga menjadi bagian penting dari kesaksian gereja. Namun, realitas pelayanan gereja menunjukkan bahwa pembinaan pascanikah masih minim, bersifat insidental, dan cenderung reaktif, sementara pasangan suami-istri menghadapi berbagai tantangan relasional, ekonomi, spiritual, dan kultural setelah beberapa tahun pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pembinaan pascanikah berbasis Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam perspektif teologi praktika sebagai kerangka integratif bagi pelayanan keluarga gereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan refleksi teologis terhadap literatur teologi praktika, PAK, pastoral keluarga, serta penelitian ilmiah. Analisis dilakukan secara deskriptif-teologis dengan menafsirkan temuan dalam kerangka integrasi antara pembinaan pascanikah, PAK, dan teologi praktika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan pascanikah di banyak gereja belum menjadi program sistematis dan berkelanjutan, sehingga diperlukan transformasi paradigma pelayanan dari pendekatan reaktif menuju pendekatan edukatif-formatif. PAK memiliki peran strategis sebagai dasar pedagogis pembinaan keluarga yang menempatkan keluarga sebagai ruang utama pendidikan iman, sedangkan teologi praktika menyediakan kerangka reflektif dan kontekstual untuk mengintegrasikan pengalaman hidup keluarga dengan refleksi teologis dan tindakan pastoral. Dalam konteks Papua, integrasi nilai-nilai Injil dengan kearifan lokal melalui pendekatan inkulturatif memperkuat relevansi pembinaan pascanikah bagi keluarga Kristen. Dengan demikian, pembinaan pascanikah berbasis PAK dan teologi praktika perlu direkonstruksi sebagai pelayanan gereja yang berkelanjutan, kontekstual, dan transformatif guna memperkuat keutuhan keluarga dan kesaksian iman gereja di tengah masyarakat.
Penerapan Contextual Teaching Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Sebagai Strategi Pengembangan Spiritual Peserta Didik Di Sma Negeri 2 Jayapura: The Application of Contextual Teaching Learning in Christian Religious Education Subjects as a Spiritual Development Strategy for Students at SMA Negeri 2 Jayapura TEFBANA, APRI; Fatlolona, Jonas
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.250

Abstract

Dalam pembelajaran pendidikan Agama Kristen di Sekolah SMA Negeri 2 Jayapura, teori intelektual dan pengalaman spiritual adalah dua konsep yang harus dicapai dalam proses pelaksanaan pendidikan yang diselenggarakan. Dalam mencapai kedua hal ini tidaklah mudah jika dilakukan dengan strategi yang keliru. Banyak masalah yang ditemukan di SMA Negeri 2 Jayapura bahwa pembelajaran PAK sangat membosankan, terkesan teoritis, dan tidak membantu peserta didik dalam mengembangkan spiritual mereka. Penulis meneliti bahwa Contextual Teaching Learning ( selanjutnya ditulis CTL) merupakan strategi yang tepat dalam menjawab kedua permasalahan ini. CTL adalah strategi pembelajaran yang menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata, dengan penekanannya pada perkembangan kognitif dan pengalaman belajar peserta didik SMA Negeri 2 Jayapura dalam mengembangkan kemampuan untuk menerapkannya pengetahuan yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode studi literatur, dengan melakukan kajian Pustaka terkait konsep CTL, maka ditemukan hasil bahwa penerapan CTL dalam pembelajaran PAK di SMA Negeri 2 Jayapura yaitu: konstruktivisme, inquiry, questioning, community learning, modelling, reflection dan authentic. Penerapan CTL dalam pembelajaran PAK di SMA Negeri 2 Jayapura akan melatih peserta didik untuk mengembangkan spiritual mereka dengan Tuhan. Dengan demikian penerapan CTL pada pembelajaran PAK di SMA Negeri 2 Jayapura dapat membantu guru Agama Kristen dalam melaksanakan proses pengajaran yang bukan hanya menghafal dan memahami tetapi lebih kepada penerapan nilai-nilai kekristenan yang akan mengembangkan spiritual peserta didik SMA Negeri 2 Jayapura
Dimensi Ekologis Koinonia: Analisis Teologis-Kritis Terhadap Peran Gereja Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup: The Ecological Dimension of Koinonia: A Theological-Critical Analysis of the Church's Role in Environmental Conservation Yoteni, Fransina; Gulo, Eirene Kardiani; Purba, Deddy Fajar
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.252

Abstract

Krisis sosio-ekologis yang mendesak di Indonesia, yang dicontohkan oleh proyek-proyek pembangunan ekstraktif seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, menuntut respons teologis yang relevan dari gereja. Penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan antara panggilan gereja untuk bertindak dan ketidakcukupan kerangka teologis yang ada, khususnya konsep koinonia (persekutuan) yang secara tradisional bersifat antroposentris dan apolitis. Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksi konsep koinonia secara kritis untuk membangun sebuah paradigma teologis yang kokoh bagi respons ekologis gereja. Metode yang digunakan studi literatur kualitatif dan pendekatan teologis-kritis (dekonstruksi-rekonstruksi-sintesis), penelitian ini menganalisis sumber-sumber biblis, dokumen gerejawi mutakhir (Laudato Si'), dan literatur ekoteologi kontemporer. Kebaruan yang ditawarkan adalah perumusan konsep Koinonia Oikos sebagai sebuah persekutuan integral dalam rumah tangga ciptaan dalamnya mensintesiskan wawasan teologis dengan spiritualitas ekologis dari kearifan lokal masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koinonia Oikos memiliki implikasi transformatif yang signifikan, tidak hanya secara teologis, tetapi juga secara praktis. Konsep ini menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan katekis ekologis yang terstruktur, reformasi liturgi yang berperspektif ciptaan, dan reorientasi kurikulum pendidikan teologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan mengadopsi paradigma Koinonia Oikos, gereja dapat bergerak melampaui aktivisme lingkungan yang parsial menuju sebuah pertobatan ekologis yang holistik, relevan secara kontekstual, dan berdaya profetis
Hubungan Pengetahuan Alkitab Dengan Sikap Dan Perilaku Penularan HIV Di Kota Jayapura: The Relationship of Bible Knowledge with HIV Transmission Attitudes and Behaviors in Jayapura City Wospakrik, Martha; Manuhutu, Victor Paulus; Sutanto, Sandra Viviane; De Jong, Hendry John
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.255

Abstract

Papua merupakan 1 dari 11 provinsi penyumbang kasus HIV terbanyak di Indonesia dan Kota Jayapura adalah penyumbang 10.555 kasus pada tahun 2024 tersebut. Sebesar 111.921 (29,29%) penduduk kota Jayapura beragama Kristen. Dengan jumlah penduduk Kristen yang banyak tersebut mengapa Kota Jayapura menjadi penyumbang kasus HIV tertinggi di Provinsi Papua. Bagaimanakah tingkat pengetahuan Alkitab orang Kristen di Jayapura yang berkaitan dengan kekudusan dan penularan HIV dan bagaimana hubungan nya dengan sikap dan perilaku orang Kristen di Jayapura terhadap penularan HIV?. Penelitian kami menggunakan kuisioner untuk melihat hubungan pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan penularan HIV dengan sikap dan perilaku orang Kristen terhadap penularan HIV di Kota Jayapura pada 105 orang menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan kekudusan dengan sikap terhadap penularan HIV dengan nilai a 0,05 dan OR 5,192 dan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan kekudusan dengan sikap terhadap penularan HIV dengan nilai a 0,05 dan OR 4,737. Papua merupakan 1 dari 11 provinsi penyumbang kasus HIV terbanyak di Indonesia dan Kota Jayapura adalah penyumbang 10.555 kasus pada tahun 2024 tersebut. Sebesar 111.921 (29,29%) penduduk kota Jayapura beragama Kristen. Dengan jumlah penduduk Kristen yang banyak tersebut mengapa Kota Jayapura menjadi penyumbang kasus HIV tertinggi di Provinsi Papua. Bagaimanakah tingkat pengetahuan Alkitab orang Kristen di Jayapura yang berkaitan dengan kekudusan dan penularan HIV dan bagaimana hubungan nya dengan sikap dan perilaku orang Kristen di Jayapura terhadap penularan HIV?. Penelitian kami menggunakan kuisioner untuk melihat hubungan pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan penularan HIV dengan sikap dan perilaku orang Kristen terhadap penularan HIV di Kota Jayapura pada 105 orang menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan kekudusan dengan sikap terhadap penularan HIV dengan nilai a 0,05 dan OR 5,192 dan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan Alkitab yang berhubungan dengan kekudusan dengan sikap terhadap penularan HIV dengan nilai a 0,05 dan OR 4,737.