cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 438 Documents
Scramble dan TPR Game untuk Meningkatkan English Vocabulary Anak-Anak Desa Klepek, Bojonegoro Ika Rahmawati, Oktha; Chyntia Heru Woro Prastiwi; Meiga Ratih Tirtanawati; Rika Pristian Fitri Astuti; Risqi Anggita; Mawar Lestari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5255

Abstract

ABSTRACT The Community Reading Center (CRC) Karya Muda in Klepek Village has experienced a decline in literacy activities and children's visits, partly due to the lack of varied and engaging programs. This Community Service Program was designed to introduce more diverse activities and enhance children’s English vocabulary through the implementation of scramble games and Total Physical Response (TPR). The program employed a direct learning approach. The results indicate that both activities successfully increased children’s engagement and enthusiasm, strengthened vocabulary retention, and encouraged active participation throughout the learning process. The evaluation conducted with TBM administrators further confirms that game-based approaches serve as an effective alternative for literacy activities and hold the potential to revitalize the role of the TBM as an appealing and inclusive learning space for children. Keywords: Scramble, TPR Game, english vocabulary, Community Reading Center   ABSTRAK Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Karya Muda di Desa Klepek mengalami penurunan aktivitas literasi dan jumlah kunjungan anak, hal ini salah satunya disebabkan oleh minimnya variasi kegiatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk memberikan variasi kegiatan dan meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Inggris melalui penerapan scramble game dan Total Physical Response (TPR). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode direct learning. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua jenis permainan ini mampu meningkatkan keterlibatan dan antusiasme anak, memperkuat memori kosakata, serta mendorong partisipasi aktif selama proses belajar. Evaluasi bersama pengurus TBM menegaskan bahwa pendekatan berbasis permainan efektif sebagai alternatif kegiatan literasi bagi anak-anak dan berpotensi menghidupkan kembali fungsi TBM sebagai ruang belajar yang menarik dan inklusif. Kata kunci: Scramble, TPR Game, english vocabulary, TBM
Pengembangan Potensi Sport Tourism Sepak Bola Pantai Melalui Promosi Berbasis Aplikasi di Tanjung Siambang Hanifah, Hanifah; Pemberdi Intasir; Yudi Pratama; Een Sumarni
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5256

Abstract

ABSTRACT This Community Service activity was motivated by the partner’s low beach soccer skills, as most players are still accustomed to monotonous futsal patterns. This condition requires more intensive training and experience to master the distinctive techniques of beach soccer. In addition, the potential for sport tourism in Tanjung Siambang has not yet developed optimally, even though the coastal area has high tourism appeal. Limited community knowledge about sport tourism and low digital literacy in event promotion remain major obstacles. Community organizers have not been able to create innovative events that attract wider public interest. Therefore, this training aims to improve participants’ beach soccer skills, strengthen their ability to design and manage sport tourism events, and develop their competence in using digital technologies such as Canva and Adobe Premiere Pro for promotion. The evaluation results showed a significant improvement in participants’ playing skills, event design, and digital promotion abilities. This activity successfully empowered the community to develop beach soccer–based sport tourism through technology-driven promotion in Tanjung Siambang in a sustainable manner. Keywords: Application-Based Promotion; Beach Soccer; Sport Tourism     ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan bermain sepak bola pantai di kalangan mitra, karena mayoritas pemain masih terbiasa bermain futsal. Kondisi tersebut memerlukan latihan dan pengalaman lebih intensif untuk menguasai teknik khas sepak bola pantai. Selain itu, potensi sport tourism di Tanjung Siambang belum berkembang optimal meskipun memiliki daya tarik wisata yang tinggi. Keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai sport tourism serta minimnya literasi digital dalam promosi event menjadi kendala utama. Pengurus komunitas belum menyelenggarakan kegiatan inovatif yang menarik minat masyarakat luas. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan bermain sepak bola pantai, memperkuat kemampuan peserta dalam merancang dan mengelola event sport tourism, serta mengembangkan kompetensi penggunaan teknologi digital seperti Canva dan Adobe Premiere Pro untuk promosi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan bermain, merancang event, dan mengelola media promosi digital. Kegiatan ini berhasil memberdayakan komunitas dalam mengembangkan sport tourism sepak bola pantai melalui promosi berbasis teknologi di Tanjung Siambang secara berkelanjutan. Kata kunci: Promosi Berbasis Aplikasi; Sepak bola pantai; Sport Tourism
Peningkatan Product Branding Pengrajin Kemplang melalui Pendampingan Digital Content Production Berbasis Media Sosial di Desa Tebing Gerinting Dwi Hasmidyani; Budiman, Muhammad Akbar; Riswan Jaenudin; Beny Dwi Saputra
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5239

Abstract

ABSTRAK Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, merupakan salah satu sentra produksi kemplang panggang terbesar di Sumatera Selatan dan memiliki potensi besar dalam pengembangan industri makanan khas daerah. Namun, pengrajin kemplang di desa ini masih menghadapi berbagai permasalahan terkait aspek Product Branding dan Pembuatan Konten untuk Media Sosial yang menghambat perkembangan usaha mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) memberikan pelatihan dan pendampingan product branding agar produk lebih mudah dikenali oleh konsumen; dan (2) meningkatkan kemampuan pengrajin dalam memanfaatkan media sosial melalui pembuatan konten digital yang konsisten untuk mendorong awareness. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi hasil pelaksanaan dilakukan berdasarkan strategi branding logo usaha, penggunaan media sosial Instagram, tiktok, dan Facebook, serta pembuatan konten di media sosial. Setiap aspek dievaluasi menggunakan instrumen observasi dan pedoman penilaian. Hasil kegiatan menunjukkan 100% pengrajin kemplang berhasil membuat logo sebagai branding usahanya, 100% pengrajin kemplang sudah memiliki akun media sosial Instagram, tiktok, dan Facebook, serta berhasil membuat konten untuk diunggah di media sosial. Kata kunci: Product Branding; Konten Digital; Media Sosial; Pengrajin Kemplang; Pemberdayaan UMKM; Pemasaran Digital   ABSTRACT Tebing Gerinting Village, located in Indralaya Selatan District, Ogan Ilir Regency, is one of the largest kemplang (traditional grilled fish cracker) production centers in South Sumatra and has significant potential for developing local food-based industries. However, local artisans continue to face challenges related to product branding and the creation of social media content, which hinder the growth of their businesses. This community engagement program aimed to: (1) provide training and mentoring on product branding to help artisans develop recognizable brand identities; and (2) enhance their ability to utilize social media through consistent digital content creation to increase product awareness. The implementation methods included socialization, training, mentoring, and evaluation. The evaluation focused on three key aspects: branding through logo development, the use of Instagram, TikTok, and Facebook for business promotion, and the production of social media content. Each aspect was assessed using observation instruments and scoring rubrics. The results indicate that 100% of participating artisans successfully created logos as part of their branding strategy, 100% established business accounts on Instagram, TikTok, and Facebook, and all participants produced content ready for upload on their social media platforms. These outcomes demonstrate significant improvements in branding capability and digital marketing readiness among the artisans. Keywords: Product Branding; Digital Content; Social Media; Kemplang Artisans; MSME Empowerment; Digital Marketing
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penyusunan Asesmen HOTS Berbasis Artificial Intelligence di SMP Negeri 2 Indralaya Selatan Riswan Jaenudin; Budiman, Muhammad Akbar; Dewi Koryati; Dian Eka Amrina
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5241

Abstract

ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen asesmen formatif dan sumatif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Indralaya Selatan dan melibatkan 29 guru melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan konseptual, workshop penyusunan instrumen asesmen, penerapan teknologi AI, serta pendampingan dan evaluasi. Guru dilatih memahami taksonomi Bloom revisi, karakteristik soal HOTS, penyusunan kisi-kisi dan rubrik, serta penggunaan platform AI seperti ChatGPT, Quillionz, dan QuestionWell. Hasil pretest dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai meningkat dari 57,24 menjadi 83,30. Guru mampu menghasilkan minimal sepuluh soal HOTS lengkap dengan indikator dan rubrik yang kemudian dikompilasi menjadi bank soal sekolah. Program ini juga menghasilkan rencana keberlanjutan berupa pembentukan komunitas praktik, penyusunan SOP pemanfaatan AI, serta pelatihan lanjutan mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi asesmen dan pemanfaatan teknologi guru sehingga mendukung peningkatan kualitas praktik evaluasi pembelajaran di sekolah. Kata kunci: HOTS; asesmen formatif; asesmen sumatif; kecerdasan buatan; pemberdayaan guru; pengembangan instrumen; AI dalam pendidikan.   ABSTRACT This community service program aims to enhance teachers’ competencies in developing formative and summative assessment instruments based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) by utilizing Artificial Intelligence (AI) technology. The activities were conducted at SMP Negeri 2 Indralaya Selatan and involved 29 teachers through a participatory and collaborative approach. The series of activities included orientation, conceptual training, workshops on assessment instrument development, the application of AI technology, as well as mentoring and evaluation. Teachers were trained to understand the revised Bloom’s Taxonomy, the characteristics of HOTS questions, the development of test blueprints and rubrics, and the use of AI platforms such as ChatGPT, Quillionz, and QuestionWell. Pretest and post-test results showed a significant improvement, with the average score rising from 57.24 to 83.30. Teachers produced at least 10 complete HOTS questions, with indicators and rubrics, which were then compiled into a school question bank. The program also resulted in a sustainability plan involving the formation of a community of practice, the development of standard operating procedures (SOPs) for AI utilization, and self-directed advanced training. Overall, this initiative successfully improved teachers’ assessment literacy and technology use, thereby enhancing the quality of learning evaluation practices in schools. Keywords: HOTS; formative assessment; summative assessment; artificial intelligence; teacher empowerment; assessment instrument development; AI in education.
. Pelatihan Deep Learning bagi Guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Matematika di Era Digital: . Nur, Iyan Rosita Dewi; Purnamaningsih, Ine Rahayu; Effendi, Kiki Nia Sania; Nuraini, Cut; Hamdanah, Hamdanah; Kartini, Kartini; Sulastri, R. Euis; Rahman, Ratu Firdausi; Noermala, Nuniek
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5284

Abstract

ABSTRACT This Community Service activity aims to improve the understanding and ability of elementary school teachers in implementing deep learning in mathematics subjects in the digital era. Problems faced by partners include teachers' low understanding of the concept of deep learning and low literacy and numeracy skills of students. Implementation methods include lectures, training, seminars, and discussion forums to strengthen teacher competencies related to the concepts, theories, and implementation of deep learning-based learning. The results of the activity show an increase in teacher knowledge and skills in designing more interactive, contextual, and student-centered mathematics learning. In addition, ongoing discussion forums provide support for teachers in overcoming implementation obstacles in the field. This program contributes to encouraging improvements in the quality of mathematics learning in elementary schools and teacher readiness to face educational challenges in the digital era.   Keywords: Training, Deep Learning, Mathematics, Learning, Digital Era   ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran deep learning pada mata pelajaran matematika di era digital. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep deep learning serta rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, pelatihan, seminar, dan forum diskusi untuk memperkuat kompetensi guru terkait konsep, teori, serta penerapan pembelajaran berbasis deep learning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Selain itu, forum diskusi yang berkelanjutan memberi dukungan bagi guru dalam mengatasi kendala penerapan di lapangan. Program ini berkontribusi dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar dan kesiapan guru menghadapi tantangan pendidikan di era digital.   Kata Kunci: Pelatihan, Pembelajaran Mendalam, Matematika, Pembelajaran, Era Digital
Penguatan Kapasitas Green Entrepreneurship Diaspora Indonesia di Jepang melalui Pendekatan Green Business Model Canvas Berbasis Komunitas Suranto, Suranto; Susilaningsih; Ahmad, Mujahidin; Mustofa, Rochman Hadi; Nugroho, Sidiq Permono; Siregar, Yani Sukriah; Lestari, Andriyani Puji
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5317

Abstract

ABSTRACT The transformation toward a green economy requires strengthening sustainable entrepreneurial capacity, including within Indonesian diaspora communities abroad. This International Partnership Community Service Program (PkM-KI) aims to enhance green entrepreneurship literacy and the capability to design green businesses based on the Green Business Model Canvas (GBMC) among the Indonesian diaspora in Japan. The program was implemented through a blended approach consisting of online webinars, offline workshops, and digital mentoring. A total of 30 participants attended the offline workshop and served as respondents for the pre-test and post-test. The results indicate an increase in the average score from 2.30 to 4.46, reflecting a gain of 2.16 points. The program produced tangible outputs in the form of community-based green business idea designs and the establishment of the Greenpreneur Indonesia–Japan forum. The program contributed to improving participants’ cognitive capacity, self-confidence, and strengthening the socio-economic networking of the diaspora. The blended community empowerment model based on GBMC proved to be effective and adaptive to the geographical and time constraints faced by participants. This program is recommended for replication among other diaspora communities as part of the internationalization of community engagement initiatives based on the green economy.   Keywords: green entrepreneurship, Indonesian diaspora, green business model canvas, community empowerment, green economy.   ABSTRAK Transformasi menuju ekonomi hijau menuntut penguatan kapasitas kewirausahaan berkelanjutan, termasuk pada komunitas diaspora Indonesia di luar negeri. Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) ini bertujuan meningkatkan literasi green entrepreneurship dan kemampuan perancangan usaha hijau berbasis Green Business Model Canvas (GBMC) pada diaspora Indonesia di Jepang. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan blended: webinar daring, workshop luring, dan pendampingan digital. Sebanyak 30 peserta mengikuti workshop luring dan menjadi responden pre-test dan post-test Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 2,30 menjadi 4,46, dengan kenaikan sebesar 2,16 poin. Luaran konkret rancangan ide bisnis hijau berbasis komunitas serta terbentuknya forum Greenpreneur Indonesia–Jepang. Program ini berdampak pada peningkatan kapasitas kognitif, kepercayaan diri, serta penguatan jejaring sosial ekonomi diaspora. Model blended community empowerment berbasis GBMC terbukti efektif dan adaptif terhadap keterbatasan geografis dan waktu peserta. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi pada komunitas diaspora lainnya sebagai bagian dari internasionalisasi pengabdian masyarakat berbasis green economy. Kata kunci: green entrepreneurship, diaspora Indonesia, green business model canvas, pemberdayaan komunitas, ekonomi hijau
Membuat Media 3D dengan Aplikasi SketchUp sebagai Bahan dalam Membuat Augmented Reality Hasanudin, Cahyo; Setiyono, Joko; Fitrianingsih, Ayu; Khoiriyah, Risa Nur; Azizah, Aida
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5326

Abstract

ABSTRAK Program pelatihan pembuatan media pembelajaran media 3D dengan menggunakan aplikasi SketchUp diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) bekerja sama dengan UKM Penalaran dan Riset (UKM PR) IKIP PGRI Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengoperasikan aplikasi SketchUp sebagai media pembelajaran visual yang interaktif. Program pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 13 September 2025. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu (1) tahap awal, (2) tahap inti, dan (3) tahap akhir. Pada tahap awal, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengenalan dasar SketchUp yang mencakup konsep, fungsi, serta tampilan antarmuka aplikasi. Pada tahap inti, pemateri mendemonstrasikan secara langsung penggunaan tools dasar untuk membuat model 3D sederhana. Pada tahap akhir, kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang membahas berbagai hal terkait materi pelatihan. Berdasarkan hasil kegiatan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam merancang media pembelajaran berbasis tiga dimensi serta menumbuhkan kreativitas digital dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Media 3D, SketchUp, Augmented Reality ABSTRACT A training program on creating 3D learning media using the SketchUp application was organized by the Faculty of Language and Arts Education (FPBS) in collaboration with the Reasoning and Research Student Activity Unit (UKM PR) of IKIP PGRI Bojonegoro. This activity is a form of community service aimed at improving participants' skills in operating the SketchUp application as an interactive visual learning medium. The training program was conducted online via Zoom on September 13, 2025. The training was carried out in three stages, namely (1) the initial stage, (2) the core stage, and (3) the final stage. In the initial stage, participants received an explanation of the basics of SketchUp, including concepts, functions, and the application's interface. In the core stage, the instructor demonstrated the use of basic tools to create simple 3D models. In the final stage, the activity ended with a question and answer session discussing various matters related to the training material. Based on the results of the activity, it can be concluded that this training program was able to improve participants' skills in designing three-dimensional learning media and foster digital creativity in the learning process. Keywords: 3D Media, SketchUp, Augmented Reality
Pemberdayaan Ekonomi Ibu Aisyiyah Desa Kenongo melalui Pelatihan Manajemen Bisnis Digital dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI): Pemberdayaan Ibu Aisyyah Latifah, Fitri Nur; Farihah, Anis; Astuti, Ruli; Anggraini, Nimas Putri; Rosyadi, Abdillah; Rosyidah, Erdita Aulia
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5332

Abstract

The Ibu Aisyiyah group in Kenongo Village possesses diverse micro-business potential but faces challenges in traditional management, mixed financial records, and low digital literacy. This community service activity aims to enhance the partners' economic capacity through digital business management training and Artificial Intelligence (AI) technology. The implementation method included planning, E-Module development, practical financial and marketing training, and intensive mentoring, Results showed a significant improvement in partners' digital financial recording skills and proficiency in producing promotional content using generative AI tools like ChatGPT, Gemini, and Canva AI. Outputs, including an IPR-registered E-Module and documentation videos, were successfully realized. This program demonstrates that digital and AI technology adaptation strengthens local MSME competitiveness and supports women's economic independence in line with SDGs points 5 and 8.   Kelompok Ibu Aisyiyah Desa Kenongo memiliki potensi usaha mikro yang beragam, namun menghadapi kendala manajemen tradisional, keuangan yang belum terpisah, dan rendahnya literasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi mitra melalui pelatihan manajemen bisnis digital dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, penyusunan E-Modul operasional, pelatihan praktis manajemen keuangan dan pemasaran digital, hingga pendampingan intensif,. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam pencatatan keuangan digital dan kemahiran memproduksi konten promosi menggunakan tools AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Canva AI. Luaran berupa E-Modul terdaftar HKI dan video dokumentasi berhasil direalisasikan, Program ini membuktikan bahwa adaptasi teknologi digital dan AI memperkuat daya saing UMKM lokal serta mendukung kemandirian ekonomi perempuan selaras dengan SDGs poin 5 dan 8.