cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pelatihan Standardisasi Waktu Salat: Upaya Meningkatkan Pemahaman Masyarakat terkait Waktu Shalat di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi Rahmadi, Rahmadi; Fitra, Tasnim Rahman; Bafadhal, Husin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4081

Abstract

ABSTRACTCommunity understanding regarding prayer times is important to address the differences that occur. This service aims to provide an understanding of prayer times theoretically and applicatively as well as calibrate time benchmarks (clocks) in mosques which are indicated to be inaccurate. This activity was carried out through training related to the implementation of the Indonesian Ministry of Religion's standard prayer times in Alam Barajo District, Jambi City. These PkM activities are generally carried out using the Participatory Action Research (PAR) method where parties (stakeholders) are actively involved in the activities. As a result, through this socialization activity, the community's paradigm and responsibility for the importance of standard prayer times has become better, especially in its implementation among the community. Furthermore, it is hoped that standardization of prayer times can be maintained and conflicts related to differences in prayer times will not occur.Keywords: Prayer Times, Training, Standardization of Prayer Times ABSTRAKPemahaman masyarakat terkait dengan waktu salat adalah hal yang penting untuk menyikapi perbedaan yang terjadi. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang waktu salat secara teoritis-aplikatif sekaligus mengkalibrasi patokan waktu (jam) pada masjid-masjid yang terindikasi belum presisi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan terkait implementasi waktu salat standar Kemenag RI di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Kegiatan PkM ini secara umum dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dimana pihak-pihak (stakeholders) dilibatkan secara aktif dalam kegiatan. Hasilnya, melalui kegiatan sosialisasi ini paradigma dan tanggung jawab masyarakat terhadap pentingnya waktu salat yang standar menjadi semakin baik, terutama dalam implementasinya di tengah-tengah Masyarakat. Selanjutnya diharapkan standarisasi waktu salat dapat terjaga dan konflik berkaitan dengan perbedaan waktu salat ini tidak terjadi.Kata Kunci: Waktu Salat, Pelatihan, Standarisasi Waktu Salat
Perencanaan Drainase di Wilayah Permukiman untuk Penyelesaian Masalah Banjir Apriliani, Rizki Astri; Asid, Nurul Jannah; Susilo, Yunus; Alina, Aldea Noor; Nurcahyo, Ardi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4108

Abstract

ABSTRACTUrban population density is increasing, causing significan problems. Population growth has an impact on demand for land and reduced water catchment areas. RW 08, which is in Wonorejo Village, Surabaya City, is developing into a dense residential area. Nearly all of the built-up settlements are buildings and leave no space for open land as absorption areas. Apart from these conditions, the construction carried out by the community does not follow the rules for a minimum distance of 0.5m between the yard fence and the outer edge of the channel. Not all houses have drainage channels because the development of the RW 08 area is not a well-organized housing complex, so awareness of the drainage channels for each house is different. The current condition of the drainage channels is also experiencing sedimentation and some have been damaged and require repair. The different dimensions of the channels also make the drainage flow into the river not smooth. Based on these problems, it is necessary to make efforts to prevent the recurrence of flooding with good drainage planning. The drainage planning stages consist of surveying existing drainage conditions as primary data, calculating and modeling rainfall data based on secondary data, hydrological analysis, and finally hydraulic analysis which will later be used in technical planning of drainage channels and dimensions. Keywords: Settlements, Drainage, Hydrology, Hydraulics ABSTRAKKepadatan masyarakat perkotaan semakin meningkat, mengakibatkan kesulitan yang signifikan. Pertambahan penduduk berdampak pada permintaan akan lahan dan berkurangnya daerah resapan air. RW 08 yang berada di Kelurahan Wonorejo Kota Surabaya berkembang menjadi kawasan pemukiman yang pesat. Pemukiman yang terbangun hampir keseluruhan berupa bangunan dan tidak menyisakan ruang untuk lahan terbuka sebagai area resapan. Selain kondisi tersebut, pembangunan yang dilakukan masyarakat tidak mengikuti aturan jarak pagar pekarangan dengan tepi luar saluran minimal 0,5m. Tidak semua rumah memiliki saluran drainase dikarenakan perkembangan wilayah RW 08 bukan merupakan perumahan yang terorganisir dengan baik, sehingga kesadaran akan membuat saluran drainase dari setiap rumah berbeda beda. Kondisi saluran drainase yang ada pada saat ini  juga ada yang mengalamii sedimentasi dan beberapa telah mengalami kerusakan sehingga memerlukan perbaikan. Dimensi dari saluran yang berbeda juga membuat tidak lancarnya aliran drainase menuju sungai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya upaya yang mampu mencegah terjadinya pengulangan banjir dengan perencanaan drainase yang baik. Tahapan perencanaan drainase terdiri dari survei kondisi drainase eksisting sebagai data primer, perhitungan dan pemodelan data curah hujan berdasarkan data sekunder, analisa hidrologi, dan yang terakhir adalah analisa hidrolika yang nantinya akan digunakan dalam teknis perencanaan saluran dan dimensi drainase. Kata Kunci: Permukiman, Drainase, Hidrologi, Hidrolika
Pendampingan Manajemen Promosi berbasis Digital pada Klinik Masyithoh Muslimat NU Jepara Subaidi, Subaidi; Wijanarko, Rony; Budiyanto, Nugroho Eko; Murniati, Murniati; Norlaila, Azzah; Haq, Muhammad Dhiyaul; Masruroh, Latifatul
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4194

Abstract

ABSTRACTMasyithoh Muslimat NU Clinic is one of the health clinics located in the Jepara area, precisely on Jalan Pemuda Number 51 Potroyudan Jepara Village. In carrying out its activities in addition to being supervised by the Jepara Regional Klink Association, it is also by the Nahdlatul Ulama Board of Jepara Regency, Central Java. The quality management of public health services at the clinic needs to be improved, considering that health services are very important and play a role as the foundation of the nation's welfare. Priority issues agreed with partners focus on management and promotion aspects. Target outputs and achievements of this service -Increased quality management of the Masyithoh Muslimat NU Jepara Clinic management reached 100%. Increased partner human resources in managing communication and public service reached 100%. Administrative services are more varied and available online services increased by 90%. Improved online-based partner promotional media increased by 90%. Partner human resources increased their skills in making promotions with attractive graphic designs by 90%. Keywords: Management, Promotion, Digital, Clinic  ABSTRAKMasyithoh Muslimat NU Clinic is one of the health clinics located in the Jepara area, precisely on Jalan Pemuda Number 51 Potroyudan Jepara Village. In carrying out its activities in addition to being supervised by the Jepara Regional Klink Association, it is also by the Nahdlatul Ulama Board of Jepara Regency, Central Java. The quality management of public health services at the clinic needs to be improved, considering that health services are very important and play a role as the foundation of the nation's welfare. Priority issues agreed with partners focus on management and promotion aspects. Target outputs and achievements of this service -Increased quality management of the Masyithoh Muslimat NU Jepara Clinic management reached 100%. Increased partner human resources in managing communication and public service reached 100%. Administrative services are more varied and available online services increased by 90%. Improved online-based partner promotional media increased by 90%. Partner human resources increased their skills in making promotions with attractive graphic designs by 90%. Kata Kunci: Digital, Klinik, Manajemen, Promosi  
Mini Library: Peningkatan Literasi Siswa SMP Plus AL-Amanah Bojonegoro Kholidah, Neneng Rika Jazilatul; Mayasari, S.Pd.,M.Pd., Novi; Matin, Moh. Fuadul; Yudhianto, Haris Yudhianto; Hanifah, Lailatul
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4227

Abstract

ABSTRACTEducation is very important for humans, by obtaining good education humans will become cultured, dignified, and independent individuals. School is a place for students to receive formal education, but the education provided is not yet optimal especially in terms of student literacy, this is due to various reasons in each school. SMP Plus Al-Amanah School is a private school located in Dukuh Balongsumber, Sumbertlaseh, Bojonegoro Regency which has a library with an area of 135 m2 located in the eastern part of the school, but the book collection in the library is limited. In addition, the classrooms in the western part of the school have not been equipped with a library, so students in the western part have to walk around ± 200 meters to visit the library if they want to read a book. Community service has been carried out as an effort to increase students' interest in reading with the method of preparation, implementation, and evaluation. The result of this community service is to facilitate students whose classrooms are located in the western part to continue reading books during break time, and students will alternately fill the wall magazine with motivational sentences and clippings from newspapers. ABSTRAKPendidikan sangatlah penting bagi manusia, dengan mendapatkan pendidikan yang baik manusia akan menjadi manusia yang bermartabat, berbudaya serta mandiri. Sekolah merupakan wadah bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan formal, namun pendidikan yang diselenggarakan belum cukup optimal khususnya pada literasi siswa, semua terjadi karena berbagai macam alasan yang ada di sekolah masing-masing. Sekolah SMP Plus Al-Amanah merupakan sekolah swasta yang beralamatkan di Dukuh Balongsumber Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro yang memiliki perpustakaan cukup luas yaitu 135 m2 yang berlokasi di sekolah bagian Timur, selain itu buku yang tersedia di perpustakaan juga terbatas, sedangkan ruang kelas yang bagian barat belum memiliki perpustakaan sehingga siswa yang berada di sekolah bagian barat harus menempuh perjalanan sekitar eter untuk bisa mengunjungi perpustakaan jika hendak membaca buku. Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan sebagai upaya memotivasi minat membaca siswa dengan metode yang digunakan adalah persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah mempermudah siswa yang ruang kelas sekolahnya berada di bagian barat untuk tetap bisa membaca buku di sela-sela jam istirahat serta siswa secara bergantian akan mengisi majalah dinding dengan kalimat motivasi dan kliping dari surat kabar.
Pemetaan Detil Situasi dengan Gnss Rtk untuk Penyelesaian Permasalahan Banjir Wilayah Permukiman Apriliani, Rizki Astri; Susilo, Yunus; Alina, Aldea Noor; Santosa, Rudy; Lauranda, M. Rendy
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4252

Abstract

ABSTRACTUrban population density is increasing. Population growth has an impact on demand for land and a reduction in water catchment areas which are usually green conservation areas and are not allowed to become residential areas. RW 08, located in Wonorejo Village, Surabaya City, is developing into a rapid residential area. This condition reduces space for water absorption, causing flooding in the rainy season. The basic problem faced by RW 8, Wonorejo Village, is that it does not yet have a topographic map that describes it in detail to determine the height and low of the road surface. The next problem is the difficulty of implementing the Basic Building Coefficient (KDB) which requires at least 50% of the land to be built. Starting from the problems that exist in the RW 08 area, efforts are needed to prevent flooding from recurring. The first attempt to resolve the flooding problem was carried out by mapping the situation of the RW 08 area to produce a situation map of the land location with contour elevation information which will later be used as a reference for drainage planning in RW 08. Mapping the situation was carried out by delineating land boundaries by drawing on a work map and surveying straight to the field. After that, elevation mapping was carried out by measuring contours using GNSS using the Real Time Kinematic method. Keywords: Settlements, Flood, Topography, GNSS ABSTRAKKepadatan masyarakat perkotaan semakin meningkat. Pertambahan penduduk berdampak pada permintaan akan lahan dan berkurangnya daerah resapan air yang biasanya merupakan kawasan konservasi hijau dan tidak diperkenankan menjadi area pemukiman. RW 08 yang berada di Kelurahan Wonorejo Kota Surabaya berkembang menjadi area tempat tinggal yang pesat.  Kondisi ini mengurangi ruang untuk resapan air, menyebabkan banjir pada musim penghujan. Masalah mendasar yang dihadapi RW 8 Kelurahan Wonorejo belum mempunyai peta topografi yang menggambarkan secara detail guna mengetahui tinggi rendahnya permukaan jalan. Permasalahan selanjutnya yakni kesulitan untuk menerapkan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang mengharuskan setidaknya 50% tanah di bangun. Berangkat dari permasalahan yang ada di wilayah RW 08, maka perlu adanya upaya yang mampu mencegah terjadinya pengulangan banjir. Upaya penyelesaian masalah banjir yang pertama kali dilakukandengan melakukan pemetaan situasi kawasan RW 08 untuk menghasilkan peta situasi lokasi lahan dengan keterangan elevasi kontur yang nantinya akan digunakan sebagai acuan perencanaan drainase di RW 08. Pemetaan situasi dilakukan dengan delineasi batas lahan dengan penggambaran pada peta kerja dan peninjauan langsung ke lapangan. Setelahnya pemetaan elevasi dilakukan dengan melakukan pengukuran kontur menggunakan GNSS dengan metode Real Time Kinematic (RTK).Kata Kunci: Permukiman, Banjir, Topografi, GNSS
Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan Perencanaan Keuangan Berdasar Pedoman Hidup Islami Warga Muhamadiyah (PHIWM) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong Suranto, Suranto; Sari, Dhany Efita; Puspitasari, Inda Fresti; Sitohang, Ijah Mulyani; Siregar, Yani Sukriah; Maulana, Firman; Fadhilah, Risma
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4325

Abstract

 ABSTRACTIndonesian Migrant Workers (PMI) in Hong Kong, especially those working in the domestic employment sector, have weak financial planning skills. Financial planning skills are key to helping PMIs manage their income, make wise investment decisions, and plan for a more stable future. This community service program aims to improve skills in financial planning for PMI in Hong Kong through mentoring activities. Through this activity, it is hoped that PMI can gain the knowledge and skills needed in financial planning. This program covers various mentoring topics, such as currency exchange risk management, savings and investment culture according to the Islamic Living Guidelines for Muhammadiyah Citizens (PHIWM), as well as retirement planning. This service activity method is carried out with mentoring and financial planning competitions. The service participants were 45 PMI people in Hong Kong. Training and mentoring is carried out offline and online. This activity was proven to increase PMI's knowledge and skills in the field of financial literacy from a pretest average score of 62.50 increasing to a posttest score of 87.00. This training also received a positive response from participants and was felt to provide benefits for improving their financial management in the future. ABSTRAKPekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, khususnya yang bekerja dalam sektor pekerjaan domestik, memiliki keterampilan perencanaan keuangan yang lemah. Kemampuan dalam perencanaan keuangan adalah kunci untuk membantu PMI mengelola pendapatan mereka, membuat keputusan investasi yang bijak, dan merencanakan masa depan yang lebih stabil. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam perencanaan keuangan bagi PMI di Hong Kong melalui kegiatan pendampingan. Melalui kegiatan ini, diharapkan PMI dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam perencanaan keuangan. Program ini mencakup berbagai topik pendampingan, seperti manajemen risiko kurs mata uang, budaya menabung dan investasi menurut Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), serta perencanaan pensiun. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pendampingan dan kompetisi perencanaan keuangan. Peserta pengabdian adalah 45 orang PMI di Hongkong. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara luring dan daring. Kegiatan ini terbukti dapat meningkatkan pengatuhuan dan ketrampilan PMI dibidang literasi keuangaan dari nilai rerata pretest 62,50 meningkat menjadi nilai posttest 87,00. Pelatihan ini juga mendapatkan respon positif dari peserta dan dirasakan memberikan manfaat untuk perbaikan pengelolaan keuangan mereka kedepan. 
Intervensi Augmented Reality: Meningkatkan Pendidikan Agama di Sanggar Belajar Kampung Baru Mustofa, Rochman Hadi; Narimo, Sabar; Hermawan, Hardika Dwi; Kusuma, Muhammad Isnani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4389

Abstract

ABSTRACTThe inadequacy of institutions offering religious education to students at Sanggar Belajar Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, is an urgent issue. Challenges related to immigration documentation and the absence of a structured curriculum in Community Learning Centers (CLC) contribute to the low level of religious knowledge among students. Although primary school years are crucial for acquiring basic knowledge of Islam and daily worship practices, CLC students face significant difficulties. In response, the Community Engagement for International Partnership (PkM-KI) team introduced Augmented Reality Cards (ARCard) as a new educational tool aimed at helping students learn prayer recitation. The main features of ARCard involve video presentations and three-dimensional objects, enhancing the learning experience. ARCard is specifically designed to offer guidance on prayer recitation and can be accessed via smartphone. The results show student enthusiasm, indicating that learning prayer recitation has become more accessible even without direct parental guidance. These findings underscore ARCard's potential as a significant tool for enhancing student participation in religious education at CLC Kampung Baru. The next recommended step is a comprehensive long-term evaluation of ARCard's impact on improving religious knowledge and learning motivation among students, providing valuable insights for the development of holistic learning programs in the future.Keywords: Augmented Reality, Sanggar Belajar, Community Learning Center, Learning MediaABSTRAKKetidakcukupan lembaga yang menawarkan pendidikan agama kepada siswa di Sanggar Belajar Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, adalah masalah mendesak. Tantangan terkait dokumentasi imigrasi dan tidak adanya kurikulum terstruktur di Community Learning Center (CLC), yang mengatur pengajaran mata pelajaran Islam, berkontribusi pada rendahnya tingkat pengetahuan agama di kalangan siswa. Meskipun tahun-tahun sekolah dasar adalah periode tepat untuk memperoleh pengetahuan dasar tentang Islam dan praktik ibadah sehari-hari, siswa di CLC menghadapi kesulitan mencolok. Sebagai tanggapan, tim Community Engagement for International Partnership (PkM-KI) memperkenalkan Kartu Augmented Reality (ARCard) sebagai alat pendidikan baru yang bertujuan membantu siswa dalam belajar pembacaan doa. Fitur utama ARCard melibatkan presentasi video dan objek tiga dimensi, meningkatkan pengalaman belajar. ARCard ini dirancang khusus untuk menawarkan panduan tentang pembacaan doa dan dapat diakses melalui smartphone. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme siswa, bahwa belajar pengajian doa menjadi lebih mudah diakses bahkan tanpa bimbingan orang tua. Temuan ini menggarisbawahi potensi ARCard sebagai alat signifikan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pendidikan agama di CLC Kampung Baru. Langkah selanjutnya yang disarankan adalah evaluasi jangka panjang yang komprehensif mengenai dampak penggunaan ARCard terhadap peningkatan pengetahuan agama dan motivasi belajar di kalangan siswa, memberikan wawasan berharga untuk pengembangan program pembelajaran holistik di masa depan.Kata kunci: Augmented Reality, Sanggar Belajar, Community Learning Center, Media Pembelajaran 
Rencana Penyusunan Infrastruktur Desa Wisata Budaya Tlemang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Kuncaravita, Sekar Ayu; Asid, Nurul Jannah; Apriliani, Rizki Astri; Abiarto, Wisnu; Aryanta, Moch. edra Aurick
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4475

Abstract

ABSTRACTLocal cultural tourism village is a tourism concept that aims to promote and preserve local culture in the region. Villages that have potential have the potential to be developed into local cultural tourism villages or can be developed into educational tourism. One area that has the potential to be developed into an educational tourism village with the potential to preserve local culture is Tlemang Village, Ngimbang Sub-district, Lamongan Regency. Tlemang Village is one of the villages in Lamongan Regency that has a cultural heritage tradition commonly called Nyanggring. However, the unique history and traditions owned by Tlemang Village have not been recognized by the public, and there has been no development towards a cultural tourism village. Seeing these problems, the community service team is interested in helping in making an infrastructure development plan based on the uniqueness of traditions and tourism potential in Tlemang Village to be developed into a Local Cultural Tourism Village in Lamongan Regency. The methods used in this community service activity are Participatory Rural Appraisal (PRA) and Focus Group Discussion (FGD). The results of this community service activity are the development strategy of Tlemang Village, including the arrangement of plantations, marketing of MSME products, supporting building criteria, village branding, area landscape, and tourist packages contained in the Master Plan.Keywords: Plan, Infrastructure, Village, Tourism, Culture. ABSTRAKDesa wisata budaya lokal merupakan konsep pariwisata yang bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal di daerah. Desa yang yang memiliki potensi, berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata budaya lokal atau dapat dikembangkan menjadi edukasi wisata. Salah satu daerah yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata edukasi dengan potensi pelestarian budaya lokal adalah Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Desa Tlemang merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Lamongan yang memiliki peninggalan budaya tradisi yang biasa disebut Nyanggring. Namun, sejarah dan tradisi unik yang dimiliki oleh Desa Tlemang belum dikenal oleh khalayak dan belum serta belum adanya pengembangan menuju desa wisata budaya. Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat tertarik untuk membantu dalam pembuatan rencana pengembangan infrastruktur yang berdasarkan keunikan tradisi dan potensi wisata  yang ada di Desa Tlemang untuk dapat dikembangkan menjadi Desa Wisata Budaya Lokal di Kabupaten Lamongan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dan  Focus Grup Discussion (FGD). Adapun hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersusunnya strategi pengembangan Desa Tlemang di antaranya adalah penataan perkebunan, pemasaran produk UMKM, kriteria bangunan pendukung, branding desa, landscape kawasan, dan tourist package yang tertuang dalam Master Plan.Kata Kunci: Rencana, Infrastruktur, Desa, Wisata, Budaya.
Pelatihan Pengembangan Pembelajaran berbasis Entreprenuership bermuatan Kearifan Lokal Hairida, Hairida; Masriani, Masriani; Enawaty, Eny; Muharini, Rini; Lestari, Ira; Ifriany, Andi; Erlina, Erlina; Sahputra, Rachmat; Ulfah, Maria; Mayasari, Eni; Sasri, Risya; Agusta, Muhammad Farras Leonasa
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4617

Abstract

ABSTRACTImplementing entrepreneurship as part of the Merdeka Curriculum is considered suboptimal due to the numerous challenges schools face. This is consistent with the survey results among chemistry educators in the Singkawang, which showed that while most have implemented entrepreneurship in their teaching, it has not yet incorporated local wisdom and has not been included in their teaching tools. The purpose of this community service program (PKM) is to enhance educators' ability to develop entrepreneurship-based learning that incorporates local wisdom and to describe educators' responses to the training activities conducted. The method used in this PKM is a training method for 24 chemistry educators in Singkawang, consisting of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the PKM activities showed increased knowledge and helped Singkawang's chemistry educators integrate these two concepts into their teaching.Keywords: Learning Development, Entreprenuership, Local Wisdom  ABSTRAKPelaksanaan kewirausahaan sebagai implementasi kurikulum merdeka dirasa belum optimal dikarenakan terdapat banyak kendala yang harus dihadapi oleh sekolah. Hal tersebut sesuai dengan hasil survei pada pendidik kimia Kota Singkawang yang sebagian besar sudah mengimplementasikan kewirausahaan dalam pembelajarannya akan tetapi belum bermuatan kearifan lokal dan belum dituangkan dalam perangkat pembelajarannya. Tujuan PKM ini ialah untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang berbasis entrepreneurship bermuatan kearifan lokal serta untuk mendeskripsikan respon pendidik terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan. Metode yang digunakan pada PKM ini ialah metode pelatihan untuk 24 pendidik kimia Kota Singkawang yang terdiri dari 3 tahap. Tahapan yang dilakukan pada PKM ini ialah tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM diketahui dapat meningkatkan pengetahuan dan membantu pendidik kimia Kota Singkawang dalam mengintegrasikan kedua konsep tersebut ke dalam pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan Pembelajaran, Entreprenuership, Kearifan Lokal
Optimalisasi Peran Guru dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual dan Intoleransi Melalui E-Comic ‘Bhineka’ Berbasis Literasi Digital Sebagai Perwujudan Profil Pelajar Pancasila Antono, Mixghan Norman
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4775

Abstract

The educational environment is a place to develop children's character. Apart from that, education is also used as a forum for developing various aspects that support human life, including economics, social, culture, technology, morality and the glory of the nation. Schools that are considered a comfortable and safe place for children are not entirely true. In fact, in the world of education, there is still a lot of sexual violence, intolerance and bullying carried out by education staff and students. This can have an impact on a person's physical and psychological well-being, especially students who attend elementary school because they are still in the process of character formation. Therefore, it is necessary to hold community service to increase the awareness of teachers to prevent sexual violence, intolerance and bullying from occurring in the teaching environment which is carried out at Putren 1 State Elementary School. The results obtained from this community service activity were an increase in teachers' understanding of the importance of preventing sexual violence, intolerance and bullying, in addition to the result of a 60% change in mindset after receiving the material and responses provided by the teacher.Keywords: sexual violence, intolerance, bullying, community serviceABSTRAKLingkungan pendidik merupakan wadah untuk mengembangkan karakter anak. Selain itu pendidikan juga digunakan sebagai wadah untuk mengembangkan berbagai aspek yang menunjung kehidupan manusia, meliputi ekonomi, sosial, budaya, teknologi, moralitas, dan kejayaan bangsa. Sekolah yang dianggap sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi anak ternyata tidak sepenuhnya benar. Pada faktanya di dunia pendidikan masih banyak ditemui perilaku kekerasan seksual, intolerasi, dan perundungan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan maupun peserta didik. Hal tersebut dapat berdampak pada fisik dan psikis seseorang, terutama pada peserta didik yang bersekolah di sekolah dasar karena masih dalam proses pembentukan karakter. Maka dari itu perlu diadakannya pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran para guru untuk mencegah kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan terjadi di lingkungan pendidik yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Putren. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru dalam pentingnya mencegah kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan, selain itu hasil dari perubahan pola pikir  sebesar 60% setelah menerima pemberian materi dan respon tanggapan yang disampaikan oleh guru.Kata Kunci: kekerasan seksual, intoleransi, perundungan, pengabdian masyarakat