cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak Chamalah, Evi; Azizah, Aida; Arsanti, Meilan; Setiana, Leli Nisfi; Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4853

Abstract

                                                          ABSTRACTCurriculum changes are a challenge felt by all educational institutions, especially Madrasah Aliyah (MA). The Independent Curriculum gives teachers the freedom to develop teaching tools, both in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and teaching modules. However, the complexity of teaching modules, which are sometimes more detailed than lesson plans, often becomes an obstacle for teachers in designing learning tools. This obstacle is especially felt by Indonesian language teachers who are members of the Indonesian Language Subject Teacher Conference (MGMP). Some of the problems that arise include: (1) lack of knowledge regarding the preparation of Indonesian language teaching modules in MA in the context of the Independent Curriculum; (2) Indonesian Language MGMP MA Demak Regency has never participated in mentoring activities related to the preparation of Indonesian Language teaching modules in the Independent Curriculum; (3) the unavailability of Indonesian language teaching modules in MA according to the needs and characteristics of the school. To overcome this problem, several solutions are proposed, namely: (1) organizing mentoring activities regarding the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language MGMP Independent Curriculum MA Demak Regency; (2) implementation of learning and training activities related to the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language Independent Curriculum MGMP MA Demak Regency; (3) preparation of Indonesian language teaching modules in the Independent Curriculum MA in accordance with the needs and characteristics of the school.Keywords: mentoring, preparation of teaching modules, independent curriculum                                                           ABSTRAKPerubahan kurikulum menjadi suatu tantangan yang dirasakan oleh seluruh lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun perangkat ajar, baik berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun modul ajar. Namun, kompleksitas modul ajar, yang kadang lebih rinci daripada RPP, sering menjadi hambatan bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Kendala ini khususnya dirasakan oleh guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: (1) minimnya pengetahuan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA dalam konteks Kurikulum Merdeka; (2) MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak belum pernah mengikuti kegiatan pendampingan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka; (3) belum tersedianya modul ajar Bahasa Indonesia di MA sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diajukan, yakni: (1) penyelenggaraan kegiatan pendampingan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (3) penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.Kata Kunci: pendampingan, penyusunan modul ajar, kurikulum merdeka
Upskilling-Upgrading Desa Wisata Sukoharjo-Bojonegoro melalui Program 3ED (Edu-Etno-Eco-Digital Tourism) Hasanah, Nafi Atin; Setiawati, Reni Dwi; Saharani, Mitha; Indriani, Ratna; Zulfani, Muhamad Iqbal Fachri; Anggraeni, Ludfi; Saputri, Febrika Dilla; Zulfa, Achmad Zidan; Gymnastiar, Abdullah; Ardiana, Sabila Nurfalah; Rohmah, Nuzilatur; Wangi, Sekar Mahkota Trihapsari Cendana; Aisyah, Putri Nafisatul; Triningtiyas, Fitara Aulia; Sari, Wulan Kumala; Prastiwi, Chyntia Heru Woro
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4868

Abstract

ABSTRACT The village of Sukoharjo in Kalitidu District, Bojonegoro Regency, has natural potential, including rice fields, fertile lands along the Bengawan Solo River, and an abundance of fruit crops such as crystal guava, water guava, avocado, longan, starfruit, and honey jackfruit. The village also has natural resources like oil wells and cultural heritage in the stories of Joko Popok and Mbok Rondo Mori. This potential, however, has not been fully utilized for developing a tourist village that could serve as an income generator for the local community. This community service program aims to implement the Sukoharjo-Bojonegoro Tourist Village Upskilling-Upgrading Program through the 3ED Program (Edu-Etno-Eco-Digital Tourism). “Upskilling” involves enhancing the skills of stakeholders and villagers in managing tourism potential, while “upgrading” focuses on improving the systems, procedures, and operations of the tourist village to be more efficient and effective. Upskilling and upgrading village tourism will create opportunities to stimulate the local economy, increase village income and welfare, expand employment opportunities, and contribute to poverty reduction. This program has produced five tourism packages, tested with kindergarten/RA and elementary/MI students: Edutourism 1, Edutourism 2, Ed-tourism 3, Ecotourism, and Ethnotourism. To strengthen the online marketing of these tourism packages, the community service team organized digital marketing training for village officials, women's tourism groups, and youth organizations.  ABSTRAKDesa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi alam berupa lahan persawahan,  daerah subur tepian Sungai Bengawan Solo, dan hasil perkebunan buah jambu kristal, jambu air, alpukat, kelengkeng, belimbing, dan nangka madu. Desa ini juga memiliki kekayaan alam sumur minyak serta budaya cerita kisah Joko Popok dan Mbok Rondo Mori. Potensi ini belum digunakan sepenuhnya untuk pengembangan desa wisata yang dapat menjadi income generator bagi masyarakat setempat. Kegiatan PkM ini bertujuan mengadakan Program  Upskilling-Upgrading Desa Wisata Sukoharjo-Bojonegoro melalui Program 3ED (Edu-Etno-Eco-Digital Tourism). Upskilling terkait dengan peningkatan kemampuan stake holder dan masyarakat desa dalam mengelola potensi wisata, sementara upgrading memiliki makna peningkatan sistem, prosedur, dan cara kerja desa wisata agar menjadi lebih efisien dan efektif. Upskillling dan upgrading wisata desa akan membuka peluang untuk menggerakan ekonomi di tingkat lokal, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa, memberikan kesempatan kerja yang semakin luas, dan berkontribusi mengurangi kemiskinan. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan 5 paket wisata yang telah diuji cobakan kepada siswa TK/RA dan SD/MI, yaitu Edutourism 1, Edutourism 2, Edutourism 3, Ecotourism, dan Ethnotourism. Untuk memperkuat pemasaran online paket-paket wisata tersebut, tim PkM mengadakan pelatihan digital marketing bagi perangkat desa, ibu-ibu pokdarwis, dan pemuda Karang Taruna.
Konservasi Budaya Kesenian Thengul melalui Pengembangan Wisata Budaya Rohmah, Ima Isnaini Taufiqur; Novianti, Dwi Erna; Ningrum, Ifa Khoiria; Anggraeni, Sherly Aisyia; Amir, Day Ramadhani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4871

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan, permasalahan yang telah ditangani antara lain: Pada kelompok kesenian, adalah bagaimana kelompok ini memiliki peningkatan level keberdayaan baik pada ketrampilan kesenian thengul itu sendiri & ketrampilan sebagai pemandu wisata budaya. Pada kelompok pengrajin batik, antara lain pada bagaimana kelompok pengrajin ini memiliki diversitas produk baru berupa batik motif thengul & pernak pernik thengul serta bagaimana kelompok pengrajin ini dapat memperluas pemasaran produknya. Diperlukan upaya penanganan secara kolektif pengembangan kompetensi individu masyarakat agar terbentuk pola pikir dan sikap proaktif dalam menggali potensi diri melalui program inisiasi konservasi budaya thengul melalui pengembangan desa wisata berbasis budaya kesenian thengul dengan pengkonsentrasian pada kampung thengul. Tujuan dari program ini adalah Penguatan konsentrasi kampung thengul di Dusun Krajan, penguatan skill masyarakat sasaran akan kesenian thengul, peningkatan value added usaha berbasis kesenian thengul, dan teridentifikasinya perencanaan pengembangan wisata budaya kampung thengul. Program ini dikemas dalam beberapa aktivitas pokok antara lain pengkonsentrasian kampung thengul, pendampingan perencanaan pengembangan wisata budaya kampung thengul, dan pendampingan peningkatan value added usaha berbasis kesenian thengul
Sosialisasi Parenting: Pentingnya Digital Parenting untuk Mendidik Anak di Era Digital Idrus, Muhammad Ainun; Ahmad, Andi; Pasalli, Hastria; Andini, Andini; Misraeni, Misraeni; Zahra, Fatimatus; Witri, Witri; Audy, Audy; Taufiq, Taufiq; Herdiana, Besse
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.5083

Abstract

ABSTRACTThis discussion or outreach aims to educate the public about the importance of taking action or implementing rules and monitoring the use of technology. Digital parenting is a way to care for children in the digital or technological era. The method for implementing parenting outreach with the theme "Intergenerational Discussion: The Importance of Digital Parenting for Educating Children in the Digital Era" consists of presentation material (generational division, technological developments, and digital parenting), then followed by a question and answer discussion session. The number of participants who attended this activity was 46 people with a total of 26 people being sampled to fill out a questionnaire related to parenting socialization. The questionnaire contains 9 questions about pareting.Keywords: Parenting Socialization, Digital Parenting, digital era ABSTRAKDiskusi atau sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat pentingnya melakukan pembatasan atau menerapkan aturan serta pengawasan terhadap penggunaan teknologi. Digital parenting merupakan cara untuk mengasuh anak ditengah era digital atau teknologi. Metode pelaksanaan sosialisasi parenting dengan tema “Diskusi Lintas Generasi : Pentingnya Digital Parenting Untuk Mendidik Anak di Era Digital” terdiri atas pemaparan materi (Pembagian generasi, perkembangan teknologi, dan digital parenting), kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 46 orang dengan total 26 orang yang dijadikan sebagai sampel untuk mengisi angket terkait sosialisasi parenting. Angket berisikan 9 pertanyaan seputar pareting.Kata Kunci: Sosialisasi Parenting, Digital Parenting, era digital
Pendampingan Guru dalam Menyusun Media 3D dengan Konsep Kartun berbantuan Meta AI Dan Chat GPT untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar Hasanudin, Cahyo; Fitrianingsih, Ayu; Hawa, Masnuatul; Sutrimah, Sutrimah; Udin, Syahrul; Sugiarto, Bagas Romadhoni; Zilla, Natasya Erdina; Noeruddin, Ali
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.5090

Abstract

ABSTRACTAssisting teachers in compiling cartoon-based 3D media using Meta AI and ChatGPT was innovative step in improving the learning quality in primary school. This activity aimed to equip teachers withskill in developing interactive learning media based on students' needs. There were 3 main stages in it, namely identifying needs and situation analysis, designing training program, conducting training and mentoring. Results of this activity showed that teachers were able to understand and utilize Meta AI and ChatGPT in creating 3D cartoon illustrations. Moreover, they were able to develop pop-up media using various mechanism, such as V-fold, rotary, and mouth mechanism. Result of evaluation showed that teachers' creativities were improved in compiling interesting and applicative learning media. It could be concluded that the utilization of AI technology and 3D media were potential to improve learning effectivity, motivate the students, and support teachers in delivering learning materials in more innovative ways.Keywords: 3D media, Meta AI, ChatGPT, primary school ABSTRAKPendampingan guru dalam menyusun media 3D berbasis kartun dengan bantuan Meta AI dan ChatGPT merupakan langkah inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru dengan keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode yang digunakan mencakup tiga tahap utama, meliputi identifikasi kebutuhan dan analisis situasi, perancangan program pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu memahami dan memanfaatkan teknologi Meta AI serta ChatGPT dalam menciptakan ilustrasi kartun 3D. Selain itu, mereka berhasil mengembangkan media pop-up menggunakan berbagai mekanisme, seperti V-fold, rotary, dan mouth mechanism. Evaluasi menunjukkan peningkatan kreativitas guru dalam menyusun media pembelajaran yang menarik dan aplikatif. Simpulan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan teknologi AI dan media 3D berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran, memotivasi siswa, serta mendukung guru dalam menyampaikan materi secara lebih inovatif.Kata Kunci: media 3D, kartun, meta AI, Chat GPT, sekolah dasar
Cerdas Bermedia Sosial sebagai Akselerasi Membangun Kesadaran Anti-Pelececehan Seksual bagi Pelajar SMA Muhammadiyah 3 Watukelir Sukoharjo Harini, Setyasih; Nugroho, Agung Yudhistira
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5111

Abstract

ABSTRACT In the digital era, social media can be utilized as a tool to accelerate the dissemination of information on social issues, including sexual harassment. Through educational campaigns on platforms like Instagram, students can gain a deeper understanding of the types of sexual harassment, its impacts, and prevention and response strategies. This community engagement project aims to evaluate the effectiveness of social media as an educational medium for raising awareness about sexual harassment among students at SMA Muhammadiyah 3 Watukelir, Sukoharjo. Sexual harassment among teenagers is a serious issue that demands attention, particularly in educational settings. The results of this study show that more than 80% of the students involved in the social media campaign improved their understanding of sexual harassment. Additionally, 70% of them demonstrated proactive attitudes in reporting or discussing harassment they experienced or witnessed. This project also found that social media is an effective tool for building collective awareness, though there are limitations related to internet access and digital literacy among students. The novelty of this project lies in its focus on utilizing social media as an educational tool for students in a local context, where sexual harassment is often overlooked. This project is expected to provide strategic insights for schools, teachers, and related institutions in implementing more effective educational programs through social media. Keywords: social media; gender equality; sexual harassment; women; students     ABSTRAK Dalam era digital, media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk mempercepat penyebaran informasi terkait isu-isu sosial, termasuk pelecehan seksual. Melalui kampanye edukatif di platform seperti Instagram, pelajar dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang jenis-jenis pelecehan seksual, dampaknya, serta cara pencegahan dan penanganannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi dalam membangun kesadaran anti-pelecehan seksual di kalangan pelajar SMA Muhammadiyah 3 Watukelir, Sukoharjo. Pelecehan seksual di kalangan remaja merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian, khususnya di lingkungan pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% pelajar yang terlibat dalam kampanye media sosial tersebut mengalami peningkatan pemahaman terkait pelecehan seksual. Selain itu, 70% dari mereka menunjukkan sikap proaktif dalam melaporkan atau berbicara tentang pelecehan yang mereka alami atau saksikan. Pengabdian ini juga menemukan bahwa media sosial merupakan alat yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif, namun terdapat keterbatasan dalam hal akses internet dan pemahaman digital di antara siswa. Kebaruan dari pengabdian ini terletak pada fokusnya untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi bagi pelajar dalam konteks lokal, di mana pelecehan seksual masih sering diabaikan. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis bagi sekolah, guru, dan lembaga terkait dalam mengimplementasikan program edukasi yang lebih efektif melalui media sosial. Kata Kunci: media sosial; kesetaraan gender; pelecehan seksual; perempuan; pelajar
Penguatan Literasi Digital Guru Bahasa Inggris MGMP SMA Kabupaten Blora melalui Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Pembelajaran Wahyuni, Sri; Thohiriyah; Wulandari, Rini Susanti; Rozi, Fahrur; Chairunnisa, Nadya Zulfa; Aryarta, Anggih Restu; Muawanah, Fani Hindun
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5181

Abstract

ABSTRACT Digital technology, dominated by artificial intelligence applications (AI Apps), has become an important element in the learning process in the world of education. The lack of access for teachers to professional development activities, such as in-house training, workshops, seminars/webinars, is a major factor behind the low level of digital literacy and competence among teachers. To bridge the digital competency gap experienced by teachers, this outreach activity was conducted using an active participation method. The results of the activity showed that it provided teachers with an understanding of AI concepts and their application in education. Additionally, teachers gained practical skills in using various AI-based learning applications for pedagogical purposes. Keywords: Teachers, artificial intelligence, technology   ABSTRAK Teknologi digital yang didominasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence Applications - AI Apps) di dunia pendidikan menjadi elemen penting dalam proses pembelajaran. Kurangnya akses guru terhadap kegiatan pengembangan profesionalisme diri seperti in-house training, lokakarya, seminar/webinar menjadi faktor utama yang melatarbelakangi rendahnya literasi dan kompetensi digital guru. Untuk menjembatani kesenjangan kompetensi digital yang dialami para guru kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode partisipasi aktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman bagi para guru tentang konsep AI dan penerapannya dalam Pendidikan. Selain itu, para guru mendapatkan keterampilan praktis dalam menggunakan berbagai macam aplikasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan untuk kepentingan pedagogis. Kata kunci: Guru, kecerdasan buatan, teknologi
Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Gamifikasi: Studi Kasus Pelatihan Guru di Kabupaten Padang Pariaman Nofrahadi; Afnita; Yulianti Rasyid; Dewi Anggraini; Farel Olva Zuve; Dewi Syafrina
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5188

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of learning requires educators to adapt to innovative approaches, one of which is through gamification. This article aims to describe the implementation of gamification training for teachers in three schools (SMP N 1, 2, and 3 Batang Gasan) in Padang Pariaman Regency and analyze its impact on understanding, enthusiasm, perceptions of effectiveness, and the practice of applying gamification. This study used a one-group pretest-posttest design with 15 teachers as participants. The instrument, in the form of a Likert scale questionnaire, measured four main aspects, supplemented by an evaluation of training satisfaction. The four variables measured were understanding of gamification (scale 0–100), enthusiasm for innovation (scale 1–5), perception of the effectiveness of gamification (scale 1–5), and frequency of application of gamification techniques (scale 1–5). The data were analyzed descriptively and inferentially using a paired t-test. The results of the analysis showed a significant increase in all variables. The gamification understanding score increased from 58.7 ± 6.4 to 84.5 ± 5.8 (t=12.37; p<0.001). Enthusiasm for innovation rose from 3.2 ± 0.7 to 4.6 ± 0.5 (t=10.12; p<0.001), perception of gamification effectiveness from 3.4 ± 0.6 to 4.5 ± 0.4 (t=9.64; p<0.001), and frequency of gamification application from 2.1 ± 0.8 to 3.9 ± 0.6 (t=8.88; p<0.001).  This improvement indicates that the training provided was successful in strengthening the cognitive, affective, and behavioral aspects of teachers related to the use of gamification in learning. Keywords: Gamification, Teacher Training, Pretest-Posttest, Learning Innovation, Learning Effectiveness   ABSTRAK Peningkatan kualitas pembelajaran menuntut tenaga pendidik untuk beradaptasi dengan pendekatan inovatif, salah satunya melalui gamifikasi. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pelatihan gamifikasi bagi guru di tiga sekolah (SMP N 1, 2, dan 3 Batang Gasan) Kabupaten Padang Pariaman serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman, antusiasme, persepsi efektivitas, dan praktik penerapan gamifikasi. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan 15 guru sebagai peserta. Instrumen berupa angket skala Likert mengukur empat aspek utama, dilengkapi evaluasi kepuasan pelatihan. Empat variabel yang diukur adalah pemahaman gamifikasi (skala 0–100), antusiasme terhadap inovasi (skala 1–5), persepsi efektivitas gamifikasi (skala 1–5), dan frekuensi penerapan teknik gamifikasi (skala 1–5). Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel. Skor pemahaman gamifikasi meningkat dari 58,7 ± 6,4 menjadi 84,5 ± 5,8 (t=12,37; p<0,001). Antusiasme terhadap inovasi naik dari 3,2 ± 0,7 menjadi 4,6 ± 0,5 (t=10,12; p<0,001), persepsi efektivitas gamifikasi dari 3,4 ± 0,6 menjadi 4,5 ± 0,4 (t=9,64; p<0,001), dan frekuensi penerapan gamifikasi dari 2,1 ± 0,8 menjadi 3,9 ± 0,6 (t=8,88; p<0,001). Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil memperkuat aspek kognitif, afektif, dan perilaku guru terkait penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran. Kata Kunci: Gamifikasi, Pelatihan Guru, Pretest-Posttest, Inovasi Pembelajaran, Efektivitas Pembelajaran  
Pelatihan Pemanfaatan Desmos untuk Pembelajaran Matematika bagi Peserta Didik Kelas X SMAN 1 Balen Bojonegoro Mayasari, Novi; Junarti; Ali Noeruddin; Day Ramadhani Amir; Muh. Rinov Cuhanazriansyah; Lita Marga Ningrum
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5208

Abstract

ABSTRACT This community service activity aims to enhance students’ understanding of mathematical function graphs through the utilization of the Desmos application. The background of this program lies in the limited use of digital media in mathematics learning, which often causes difficulties for students in visualizing abstract concepts. The activity was carried out at SMAN 1 Balen Bojonegoro on November 27, 2025, involving 34 students and mathematics teachers. The implementation method included preparation, observation, training, mentoring, and evaluation. Participants were introduced to the features of Desmos and practiced creating function graphs interactively. The results showed an improvement in students’ understanding with an average N-Gain score of 0.41 (moderate category). Teachers also gained new insights into integrating technology into teaching. Overall, the training fostered more engaging and effective mathematics learning and strengthened the collaboration between IKIP PGRI Bojonegoro and SMAN 1 Balen. Keywords: Desmos, mathematics learning, function graphs, digital media, training   ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap grafik fungsi matematika melalui pemanfaatan aplikasi Desmos. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya penggunaan media digital dalam pembelajaran matematika yang menyebabkan siswa kesulitan memvisualisasikan konsep abstrak. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Balen Bojonegoro pada 27 November 2025 dengan melibatkan 34 siswa dan guru matematika. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Peserta diperkenalkan fitur-fitur Desmos dan berlatih menggambar grafik fungsi secara interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dengan nilai rata-rata N-Gain 0,41 (kategori sedang). Guru memperoleh wawasan baru mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, pelatihan ini menjadikan pembelajaran matematika lebih menarik, efektif, dan memperkuat kerja sama antara IKIP PGRI Bojonegoro dan SMAN 1 Balen. Kata Kunci: Desmos, pembelajaran matematika, grafik fungsi, media digital, pelatihan
Program “Generasi Z Melek Financial” dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Siswa SMP Islam Terpadu Ngasem Hidayat, Taufiq; Rohman, Nur; Astuti, Rika Pristian Fitri; Zuhriah, Fifi; Damayanto, Ahmad Dikky
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5216

Abstract

ABSTRACT This program aims to improve financial literacy among teenagers through a participatory and contextual approach that is relevant to the digital world. This activity was carried out in the form of interactive workshops using discussion, simulation, and reflection methods, involving 36 ninth-grade students. The results of the pre-test and post-test showed a 51.3% increase in financial literacy understanding, accompanied by behavioral changes such as an increase in saving motivation, the ability to distinguish between needs and wants, and control over impulsive purchases due to the influence of social media. This program also fostered critical awareness of the Fear of Missing Out (FOMO) phenomenon and gave birth to the School Financial Friends community as a form of activity sustainability. Overall, this activity was effective in shaping wise economic behavior by strengthening the financial capacity of the younger generation in the digital era. Keywords: Financial literacy, Generation Z, fear of missing out, digital era, social media    ABSTRAK Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan remaja melalui pendekatan partisipatif dan kontekstual yang relevan dengan dunia digital. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif dengan metode diskusi, simulasi, dan refleksi, melibatkan 36 siswa kelas IX. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman literasi keuangan sebesar 51,3%, disertai perubahan perilaku seperti meningkatnya motivasi menabung, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pengendalian pembelian impulsif akibat pengaruh media sosial. Program ini juga menumbuhkan kesadaran kritis terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan melahirkan komunitas Sahabat Finansial Sekolah sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif membentuk perilaku ekonomi yang bijak melalui penguatan kapasitas finansial generasi muda di era digital. Kata kunci: Literasi keuangan, Generasi Z, fear of missing out, era digital, media sosial