Articles
381 Documents
Kajian Dermaga Perikanan pada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Sidang Muara Jaya Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji
Andre Al Rendra
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.359
Sungai Mesuji memiliki panjang 220 km dan Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 2053 km2 serta memiliki potensi sumber daya air dan perikanan yang besar untuk dikembangkan. Desa Sidang Muara Jaya terletak di Kecamatan Rawajitu Utara yang merupakan pusat kegiatan pertanian dan perikanan berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Mesuji Nomor 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2011 – 2031. Peran aktif pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam pengembangan dan fasilitasi kegiatan ekonomi berbasis perikanan agar sumber daya alam yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan memenuhi asas yang berkelanjutan. Maksud dari Penelitian ini bertujuan untuk Kajian Kebutuhan Tempat Pelelangan Ikan di Desa Sidang Muara Jaya Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana memanfaatkan data kualitatif kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil yang didapat bahwa pembangunan dermaga perikanan pada TPI Desa Sidang Muara Jaya merupakan suatu kebutuhan stimulan yang efektif bagi masyarakat nelayan dan usaha perikanan yang akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat nelayan pada khususnya dan masyarakat Mesuji secara umum.
Soil Improvement With Vacuum Preloading System Pada Proyek Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung
Hanaf Qowiyyul Adib;
Ratna Widyawati;
Dikpride Despa;
Dedi Pria Armada
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.360
Dewasa ini, pemerataan infrastruktur menjadi pusat perhatian bagi pemerintah. Pemerintah saat ini tengah gencar mensosialisasikan pembangunan infrastruktur Indonesia sentris. Pembangunan yang bersifat menyeluruh dan menyentuh setiap pelosok negeri. Pembangunan yang diharapkan dapat membuka potensi lokal menuju kemandirian daerah sekaligus turut mendukung kemajuan perekonomian nasional. Daerah Sumatera Selatan juga menjadi salah satu sasaran pembangunan infrastruktur. Jalan Tol Trans Sumatera adalah jaringan jalan tol sepanjang 2.818km di Indonesia yang direncanakan menghubungkan kota-kota di pulau Sumatera, dari Lampung hingga Aceh. Pembangunan jalan bebas hambatan kemudian berlanjut pada pembangunan proyek Jalan Tol Ruas Kayu Agung-Palembang Betung Paket I seksi 1A. Ruas Jalan Tol Ruas Kayu Agung-Palembang Betung Paket I seksi 1A memiliki panjang ±13,4km. Kondisi area proyek tol Kayu Agung – Palembang– Betung yang merupakan mayoritas adalah rawa yang menjadikan infrastruktur jalan dibangun pada tanah area lunak, sehingga masalah penurunan berlebihan menjadi faktor yang penting dan harus dicari solusinya. Pada lokasi tanah yang bersifat lunak, sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur umumnya perbaikan tanah harus dilakukan lebih dulu guna menjamin stabilitas jangka pendek maupun jangka panjangnya. Seperti halnya pada bangunan infrstruktur jalan area proyek tol Kayu Agung – Palembang– Betung untuk rentang penanganan awal antara Sta 5+000- 5+360. Di antara rentang tersebut, hasil sondir yang dilakukan terdapat tanah lunak dengan kedalaman yang bervariasi. Dengan adanya kedalaman tanah lunak tersebut, maka penurunan yang terjadi cukup besar. Untuk menangani penurunan yang terjadi tersebut, salah satu solusinya dengan mempercepat penurunan konsolidasi. Percepatan konsolidasi yang dimaksud adalah dengan menambahkan material Prefabricated Vertical Drain (PVD). Vertical drain ini sendiri dibedakan menjadi dua metode, yaitu metode PVD Preload dan metode PVD Vacuum. Penurunan yang terjadi terhadap tanah dasar akan menyebabkan pemampatan serta kuat geser akan meningkat, sehingga kapasitas daya dukung tanah dasar juga akan meningkat.
PERENCANAAN SPAM PERDESAAN PEKON TANJUNG REJO KECAMATAN BANGKUNAT KABUPATEN PESISIR BARAT
Herwan Fitriansyah
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.361
Air Minum merupakan kebutuhan dasar dan hak bagi semua warga negara yang menjadi kewajiban oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memenuhinya. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan air minum akan terus meningkat. Pada saat ini pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pesisir Barat terdiri dari SPAM Perkotaan (dan SPAM Perdesaan, yang ada hanya dapat melayani konsumen sebesar 15,15% (Review RISPAM 2021) dari jumlah penduduk yang ada. Tingkat layanan air minum di Pekon Tanjung Rejo Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat pada saat ini hanya mencapai 10%, Hal ini disebabkan oleh berkurangnya debit air dari sumber mata air. kerusakan dan kebocoran jaringan serta penyumbatan pipa akibat sedimentasi pada SPAM eksisting. Dengan jumlah penduduk pada tahun 2021 sebanyak 2.755 jiwa, maka diproyeksikan jumlah penduduk di Pekon Tanjung rejo pada tahun 2041 adalah 3.678. Direncanakan pembangunan SPAM Pekon Tanjung Rejo dengan system gravitasi mengambil sumber air baku Sungai Way Pintau (Debit 3,5 m3/det), dengan debit rencana yang sebanyak 5 l/detik dapat melayani sampai 20 tahun dengan tingkat layanan 80% (2.942 jiwa).
Optimalisasi Condition Based Maintenance (CBM) untuk Meningkatkan Keandalan Peralatan Critical Upk Sebalang dengan Penerapan Teknologi Thermography
Khairul Anwar;
Irza Sukmana;
A. Yudi Eka Risano
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.362
Penerapan Condition Based Maintenance (CBM) untuk meningkatkan keandalan peralatan pembangkit di PLTU Sebalang PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan secara umumnya dan Unit Pelaksana Pembangkitan Sebalang secara khususnya. Dalam perjalanannya, PLTU Sebalang yang diserahkan pada PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan tidak sepenuhnya berada di dalam kondisi yang baik sehingga diperlukan banyak perbaikan agar PLTU Sebalang ini dapat mencapai performa yang baik. Fokus pembahasan makalah ini mencakup tentang strategi tim Pemeliharaan Prediktif untuk mengoptimalisasikan pelaksanaan Condition Based Maintenance (CBM) pada peralatan critical di Unit Pelaksanaan Pembangkitan Sebalang untuk meningkatkan keandalan aset pembangkit. Salah satu program peningkatan keandalan aset pembangkit yakni dengan cara melaksanakan kegiatan Predictive Maintenance (PdM), adanya kegiatan PdM ini membuka peluang munculnya pola pemeliharaan CBM (Condition Based Maintenance) yang berdasarkan database Asset Wellness dan rekomendasi PdM. Pola pemeliharaan CBM memberikan manfaat yang besar bagi proses bisnis pembangkit ini antara lain : memberikan pemetaaan kesehatan peralatan pembangkit, meningkatkan efektifitas pemeliharaan dengan fokus terhadap peralatan yang bermasalah (prioritisasi), optimalisasi asset pembangkit sehingga mengurangi biaya pemeliharaan asset serta sebagai quality control pelaksanaan pemeliharaan periodik (overhaul).
PERUBAHAN METODE PLAT PRACETAK MENJADI STEEL DECK DAN PENGADAAN BESI SESUAI CUTTING LIST UNTUK EFISIENSI BIAYA PADA PROYEK KAPB SEKSI 3B
Yuda Himawan Andre
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.364
Dengan semakin banyaknya ruas tol yang dibangun di Indonesia maka setiap elemen tanpa terkecuali Kontraktor pelaksana berlomba – lomba untuk meningkatkan produktifitas yang besar dengan biaya kontruksi yang efisien, hemat waktu dan tetap memeng teguh kualitas pekerjaan. Kesadaran bahwa perlunya melakukan peroses perubahan matode kerja pada sebuah pekerjaan plat dan pembesian pada suata kontruksi bangunan menjadi ide untuk menggunakan Perubahan metode pekerjaan dilapangan. Dengan mempertimbangkan biaya kontruksi dan waktu pekerjaan dilapangan maka sangat perlu untuk mencoba alternatif perubahan metode kerja dilapangan. Steel deck merupakan material pabrikan yang terbuat dari bahan besi galvanis dan galvalum yang digunakan sebagai pengganti papan atau triplek pada sebuah kontruksi plat lantai. Pelaksaan pekerjaan dimana plat precetak yang biasa digunakan untuk pekerjaan lantai sebelum pekerjaan pembesian diganti dengan plat steel deck pada pelaksanaannya. Untuk pembesian distruktur box culver yang biasa menggunakan besi standart pabrikan dengan Panjang 12 m dan dipotong dilapangan untuk pekerjaan tersebut kami ganti dengan penggunaan besi pabrikan yang telah terpotong sesuai kebutuhan (cutting list) pada pelaksanaanya. Bersasarkan hasil perhitungan pelaksaanan dilapangan kedua perubahan metode tersebut sangat berdampak pada pekerjaan dilapangan baik dari segi biaya dan pelaksaan kontruksi, dimana kontraktor dapat menghemat biaya kontruksi dan menekan waste material dilapangan.
Penyusunan Penilaian Kinerja dan AKNOP Irigasi Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung Tahun 2022
Puji Tri Andika;
Muhammad Sarkowi;
Nandi Haerudin
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.368
Irigasi rawa adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembangunan air melalui jaringan irigasi rawa pada Kawasan budidaya pertanian. Irigasi rawa dapat perfungsi dengan baik jika dilakukannya Operasi dan Pemeliharaan yang baik dan benar. Dimana Operasi dan Pemeliharaan ini didasarkan atas kebutuhan faktual yang dapat meningkatkan fungsi sarana dan prasarana irigasi tersebut. Penilaian kinerja dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) adalah kegiatan dimana untuk mengetahui Indeks kinerja dan Biaya Operasi dan Pemeliharaan yang diperlukan. Oleh karena itu kegiatan Penilaian Kinerja dan AKNOP Perlu dilakukan untuk mengetahui indeks kinerja, Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Salah Satu Irigasi yang ada diprovinsi lampung yang memiliki peranan penting dalam pertanian adalah Irigasi Rawa Jitu di Kabupaten Tulang Bawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder. pengambilan data primer adalah dengan melakukan Inventarisasi Lapangan dan melakukan Penilaian Kinerja dari masing-masing prasarana jaringan tersebut. Sedangkan Data Sekunder diperoleh dari studi terdahulu terkait Irigasi Rawa Jitu yang berfungsi sebagai acuan data sebelum pengambilan data primer. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa Indeks Kinerja Irigasi Rawa Jitu Sebesar 67.84 yang artinya perlu adanya tindak lanjut pemeliharaan rutin dan berkala. Dan untuk biaya Operasi dan Pemeliharaan nya adalah Biaya Operasi Sebesar Rp. 77.700.000, Biaya Pemeliharaan Rutin 2.084.037.572 dan Pemeliharaan Berkala 499.026.718. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Irigasi Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang masih dalam kondisi Cukup Baik dan Perlu tindak lanjut untuk dilakukan Pemeliharaan Rutin dan Berkala.
Pemilihan Metode Pekerjaan Erection Girder Bentang 45,8 m Dengan Metode Launcher
Devada Aswin Armadhoni;
Dikpride Despa;
Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.369
Pembangunan infrastruktur jalan tol merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antar kota atau wilayah. Jalan tol Kayu Agung – Palembang – Betung merupakan salah satu ruas utama dari rangkaian ruas tol Trans Sumatera yang membentang dari Provinsi Lampung sampai Provinsi Aceh. Tol Kayu – Agung – Palembang – Betung ini berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan dengan Panjang total 111,69 km. Dalam pembangunannya terdapat beberapa lokasi pertemuan dengan jalan lintas sumatera. Pada lokasi ini terdapat konstruksi bangunan struktur berupa Jembatan Undepass di STA 65+743 yang terletak di KM 22 Jalan Lintas Timur Sumatera ruas Palembang Jambi. Selain berada di atas jalan lintas sumatera, pembangunan jembatan ini bersinggungan dengan beberapa utilitas, diantaranya Pipa PT. Petamina Gas (1 pipa gas, 4 pipa minyak), kabel udara PT. PLN dan kabel PT. Telkom. Pemilihan metode pekerjaan erection girder dilokasi ini dilakukan dengan membuat matrix perbandingan antara metode menggunakan crane dan metode menggunakan launcher gantry. Faktor – faktor pembanding yang digunakan adalah biaya, kemudahan pengerjaan, keselamatan dan keamanan kerja, serta durasi waktu pelaksanaan. Pembobotan diberikan pada tiap faktor pembanding untuk nantinya dinilai. Hasil analisis tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa metode launcher gantry adalah metode yang paling tepat digunakan pada lokasi pekerjaan ini.
Analisis Biaya dan Waktu Pekerjaan Pemancangan Pada Lokasi Pile Slab di Area Rawa dan Area Darat
Mohammad Leksi Budianto;
Aleksander Purba;
Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.370
Salah satu pembangunan jalan Tol di Pulau Sumatera ini adalah proyek pembangunan Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung (KAPB). Secara geografis sebagian besar wilayah kota Palembang memiliki kondisi tanah dominan rawa berair yang memiliki daya dukung rendah dan kedalaman tanah lunak yang sangat dalam. Terdapat beberapa lokasi yang selain karena faktor tingginya muka air, faktor kondisi tanah di area tersebut juga mempengaruhi pemilihan metoda yang tepat. Salah satu metoda yang digunakan untuk menanggulanginya adalah menggunakan konstruksi Pile Slab pada lokasi STA 6+020 s.d STA 6+695. Struktur pada pile slab terdiri dari full slab, pile head dan tiang pancang. Secara umum pemakaian pondasi tiang pancang dipergunakan apabila tanah dasar dibawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban diatasnya, dan juga bila letak tanah keras yang memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat dari beban bangunan diatasnya terletak pada posisi yang sangat dalam. Pemilihan metode pekerjaan pemancangan dapat dilakukan dengan berbagai metoda alternatif pilihan yang sudah biasa digunakan pada proyek – proyek sebelumnya. Termasuk pemilihan metode yang tepat untuk pekerjaan pemancangan darat hanya menggunakan crane service atau pemancangan rawa dengan menggunakan ponton yang menyesuaikan kondisi lapangan.Dikarenakan kondisi lapangan saat pekerjaan pemancangan air rawa mengalami penyurutan sehingga metode pemncangan darat + penimbunan lokasi rawa lebih efektif dari pada menggunakan pemancangan rawa dengan menggunakan ponton dan secara biaya juga lebih bagus dengan catatan (timbunan untuk pembuatan platform pemncangan darat diakui untuk pembayaran.
Pembuatan dan Karakterisasi γ-Al2O3-SiO2 sebagai Penyangga Adsorben untuk Penyisihan SO2 dari Gas Cerobong PLTU-Batubara
David Bahrin;
Dikpride Despa;
Trisya Septiana;
Selpiana Selpiana;
Muhammad Rizwan;
Fauzan Fauzan;
Agustina Agustina;
Conniwanti
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.371
Pembakaran batubara dengan kadar sulfur lebih dari 0,23%-berat (dry basis) dengan udara pembakaran berlebih 50% pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara dapat menghasilkan SO2 diatas baku mutu emisi yang ditetapkan oleh pemerintah. Penyisihan gas SO2 dari gas cerobong PLTU-batubara dapat melalui proses adsorpsi menggunakan adsorben padat dengan fasa aktif seperti CuO, MgO, CaO, CeO2 yang ditempelkan pada penyangga berbasis oksida logam baik tunggal maupun campuran diantaranya adalah g-Al2O3, SiO2, TiO2. Penggunaan campuran g-Al2O3 dan SiO2 sebagai penyangga didasarkan pada beberapa pertimbangan diantaranya adalah luas permukaan dan volume pori-pori yang besar dan stabilitas termal yang baik. Campuran senyawa g-Al2O3-SiO2 dibuat dengan metode sol gel menggunakan senyawa AlCl3.6H2O dan boehmite sebagai sumber g-Al2O3 dan natrium silikat dan Siral-10 sebagai sumber SiO2. Variabel penelitian meliputi komposisi campuran g-Al2O3 dan SiO2 diperoleh dengan memvariasikan konsentrasi SiO2 dalam larutan natrium silikat (4, 6, 8 dan 10 % v/v) dan temperatur kalsinasi (550, 650 dan 750°C). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variasi konsentrasi SiO2 (% v/v) dalam larutan natrium silikat menghasilkan penyangga dengan sifat pori yang cenderung mirip. Kenaikan temperatur kalsinasi mempengaruhi sifat pori penyangga γ-Al2O3-SiO2. Luas permukaan, total volume pori dan radius pori rata-rata penyangga γ-Al2O3-SiO2 terbaik diperoleh pada temperatur kalsinasi 550°C masing-masing sebesar 293,724 m2/g; 1,0580 cc/g; dan 67,33Å
Analisis Operasi dan Pemeliharaan Pintu Bendung Gerak Jabung
Achmad Samudra;
Ratna Widyawati;
Sarkowi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.373
Bendung Gerak Jabung dibangun pada sudetan Way Sekampung di desa Marga Batin, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur. Semula konstruksi bendung Jabung adalah bendung karet dilengkapi dengan intake dan saluran pembawa sepanjang kurang lebih 100 m yang dibangun pada tahun 1999-2000. Bendung Karet ini belum pernah berfungsi, karena belum adanya saluran pembawa dan jaringan irigasinya, dan kondisinya rusak berat, karet sudah banyak yang robek, mesin pompa sudah hilang pada beberapa bagian, pintu intake sudah hilang. Bendung Gerak Jabung didesain sebagai bendung dengan 4 (empat) pintu banjir selebar 21 m dan 2 pintu scouring dengan lebar 9.50 m. Total lebar bendung adalah 115.5 m, terdiri dari 4 pintu banjir selebar 84 m, 2 pintu scouring 19.0 m dan 5 pier total selebar 16.5 m. Lebar ekisting sungai Way Sekampung pada lokasi ini kurang lebih 60 m. Desain bendung ini didasarkan perhitungan debit banjir untuk periode ulang 100 tahun dengan lebar bersih bendung 84 m. Dari hasil penelusuran dan pengamatan ke hulu bendung ini, didapatkan informasi adanya peninggian muka air sungai di hulu bendung dan menggenangi beberapa areal pertanian pada daerah dataran rendah yang menimbulkan adanya reaksi dari petani-petani di hulu bendung akibat penutupan pintu-pintu banjir untuk keperluan percobaan pengetesan pintu banjir. Pengoperasian pintu-pintu bendung gerak jabung menimbulkan dampak genangan akibat adanya peninggian muka air sungai di hulu bendung dan menggenangi beberapa areal pertanian pada daerah dataran rendah yang berpotensi menimbulkan masalah sosial dengan adanya reaksi dari petani-petani di hulu bendung, hal ini akan menggangu operasional bendung gerak jabung.