cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Analisis Penilaian Kondisi Jembatan Malus II Berdasarkan Metode Bridge Management System (BMS) di Kecamatan Lubuklinggau Utara I Zulfi, M. Ichfan; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.570

Abstract

Jembatan merupakan sebuah struktur fisik yang menjadi penghubung antara dua tempat yang terpisah oleh aliran sungai, jurang, atau jalan lainnya. Struktur jembatan sering mengalami kerusakan akibat waktu dan penggunaan yang terus-menerus. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan pada struktur yang rusak untuk menjaga kekuatan dan kestabilan jembatan. Agar jembatan tidak cepat rusak, maka diperlukan upaya preventif berupa pemeriksaan jembatan. Kegiatan pemeriksaan jembatan dilaksanakan dibawah sistem manajemen jembatan atau Bridge Management System (BMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jembatan dan untuk mendapatkan tindakan perbaikan atau penanganan yang tepat pada jembatan Malus II Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Penelitian ini dilakukan pada jembatan Malus II di Kecamatan Lubuklinggau Utara I Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan. Data yang digunakan berupa data primer dan data skunder. Data primer didapatkan melalui survei kondisi jembatan dengan dimensi kerusakan komponen jembatan yang hilang dan foto elemen elemen jembatan, sedangkan data sekunder didapatkan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan yaitu, SK jalan Kota Lubuklinggau dan peta jalan Kota Lubuklinggau. Dari hasil pemeriksaan dan penilaian menggunakan metode BMS didapatkan nilai kondisi Jembatan Malus II Kecamatan Lubuklinggau Utara I dikategorikan Jembatan/elemen mengalami kerusakan yang memerlukan tindakan secepatnya (nilai = 3) dengan diperlukan usulan penanganan yaitu berupa rehabilitasi jembatan.
Pengendalian Mutu dan Keberterimaan Produk PC-I Girder Fc' 61,2 Mpa, Bentang 45,8 m Pada Proyek Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung Tahap II Noviansah, Try; Purba, Aleksander; Wardono, Herry
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.572

Abstract

Sebelum melakukan dan melanjutkan ke tahap Pekerjaan Pengecoran dan Erection PCI-Girder, yang nantinya akan di pakai sebagai balok gelagar suatu struktur jembatan, overpass ataupun bangunan struktur lainnya, memiliki Standar dan tahap-tahap yang harus di lengkapi dan di legalkan terlebih dahulu oleh ketiga belah pihak terkait dalam suatu proyek, dan mengikuti Standar Keberterimaan Produk PC-I Girder yang sudah tertuang di dalam Spesifikasi Teknis yang telah disepakati. Secara garis besarnya yaitu, Job Mix Desain, Job Mix Formula (Trial Lapangan) Uji nilai kuat tekan Girder, Pengawasan Produksi Girder, sampai dengan Kedatangan dan Inspeksi Bersama di Lapangan untuk Produk PC-I Girder, semua proses tahapannya mengikuti dan memperhatikan kriteria dan parameter dengan Standar Keberterimaan yang sudah di tetapkan. Seperti Inspeksi Material dilakukan bersama, untuk mendapatkan hasil Properties Material yang sesuai dengan Spesifikasi sebagai dasar acuan pembuatan Job Mix Desain dan Job Mix Formula Mutu PC-I Girder Fc’ 61,2 Mpa, kemudian dilakukan Percobaan (Trial Mix) bersama berdasarkan campuran yang telah disepakati, dengan rencana Pengujian sample benda uji beton silinder di umur 7, 14 dan 28 Hari, kemudian dilakukan inspeksi bersama sebelum pelaksanaan pengecoran PC-I Girder, meliputi checklist pembesian, bekisting, vibrator internal dan eksternal, dan memastikan kordinat tendon sesuai gambar kerja, serta memastikan material yang ada di Batching Plant sesuai dengan material yang sebelumnya sudah disetujui untuk Pengecoran. Memastikan produksi PC-I Girder tidak terjadi cacat mutu produksi dengan cara melakukan pengujian benda uji silinder umur 7 & 28 hari dari produksi PC-I Girder dan melakukan inspeksi atau checklist Bersama terhadap dimensi dan visual PC-I Girder setelah pengecoran serta melakukan pengujian UPV dan hammer test bila diperlukan sebagai syarat keberterimaan produk tersebut.
Perencanaan Kampus Universitas Rahmaniyah Sekayu. Herianto; Widyawati, Ratna; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.573

Abstract

Sejalan dengan amanat Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993, Undang-Undang No. 20 Thn 2003 tentang Pendidikan Nasional pasal 1, 2, dan 3 menyatakan bahwa Pendidik Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. Pembangunan dimasa ini sangat pesat sebagaimana dengan perkembangan pembangunan dimana-mana dan juga diiringi dengan sektor ilmu pendidikan yang banyak didirikan dari privat sampai dengan pendidikan gratis sesuai dengan program Pemerintah Kepala Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yaitu pendidikan gratis. Kota Sekayu merupakan kota yang baru berkembang dimana pendidikan merupakan sumber untuk menghasilkan tenag SDM yang dewasa ini diperlukan untuk kemajuan bangsa, ini terbukti dengan adanya perguruan tinggi yang didirikan untuk kepentingan para warga terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar Sekayu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
PENGARUH HAMBATAN SAMPING DI JALAN HOSS. COKROAMINOTO TERHADAP DERAJAT KEJENUHAN Marlinto, Yudhis; Ratna; Septiana, Trisya
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.574

Abstract

Salah satu permasalahan yang turut memperburuk kondisi lalu lintas, adalah masalah hambatan samping pada ruas jalan yang padat arus lalu lintasnya. Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas dari aktifitas samping segmen jalan, antara lain minimnya fasilitas parkiran pada suatu kawasan yang akan mengakibatkan aktivitas parkir baru, kendaraan keluar masuk dari sisi jalan, pejalan kaki, dan kendaraan lambat. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hambatan samping dan kinerja ruas jalan. Dari hasil analisis Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997) didapatkan hambatan samping cukup tinggi (H) = 729. Untuk kemampuan ruas jalan HOSS. Cokroaminoto dapat meloloskan jumlah volume lalulintas C = 4116.82 smp/jam ruas jalan Sisingamangaraja dikatakan mengalami permasalahan dengan kapasitas derajat kejenuhannya melebihi batas derajat kejenuhan ideal DS = 0.81 Tingkat layanan D pada arah selatan dan derajat kejenuhan pada arah utara masih dalam keadaan normal 0.72 Tingkat layanan C.
Implementasi Dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Dalam Pelaksanaan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Marianza, Yuda; Purba, Aleksander; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.575

Abstract

Kota Lubuklinggau merupakan salah satu kota setingkat kabupaten yang letaknya paling barat dari wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas. Secara geografi, Kota Lubuklinggau memiliki posisi strategis pada jalur transportasi lintas Sumatera. Dengan Luas Wilayah 36.773 Ha serta populasi penduduk sebanyak 240.243 Jiwa dan tingkat kepadatan 598 Jiwa/Km2. Luas Kawasan Kumuh Kota Lubuklinggau Sesuai dengan Surat Keputusan Walikota No 190/KPTS/BAPPEDALIBANG/2019 Tentang Penetapan Lokasi Kawasan Permukiman Kumuh Kota Lubuklinggau adalah sebesar 517,66 Ha, dengan adanya Dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK) diharapkan dapat terciptanya keterpaduan program dan pembiayaan berbagai pemangku kepentingan sesuai dengan kewenangannya. Selanjutnya Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK) sebagai acuan dalam pencapaian penanganan permukiman yang bebas kumuh.
Evaluasi Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi D.I. Air Kesie I Kota Lubuklinggau Syahputra, Deka; Despa, Dikpride; Mardiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.576

Abstract

Berdasarkan Permen PUPR No. 14/PRT/M/2015 D.I. Air Kesie I merupakan daerah irigasi dibawah kewenangan Pemerintah Kota Lubuklinggau. Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia menganjurkan bahwa daerah mengacu pada sistem yang telah di sepakati untuk dijadikan pedoman pelaksanaan pengelolaan aset irigasi di seluruh Indonesia. Dengan kesamaan sistem tersebut sehingga data dari masih-masing daerah dapat terintegrasi dan dapat di akses oleh publik baik di pusat maupun daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan irigasi D.I. Air Kesie I Kota Lubuklinggau menggunakan aplikasi Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (e-PAKSI). Penyusunan Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi dilakukan untuk membentuk sebuah sistem informasi yang berupa kegiatan pengumpulan data di lapangan, pengadministrasian, pengelolaan dan pembuatan laporan informasi yang dibutuhkan baik untuk level operasional maupun manajerial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kombinasi kualitatif kuantitatif. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan dengan melakukan survey Pengelolaan Aset Irigasi (PAI) Dan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Dari survey PAI didapatkan hasil inventarisasi luas daerah layanan irigasi sebesar 85,42% dari luas layanan awal yaitu 98,10 Ha, sedangkan sisanya telah beralih fungsi menjadi lahan kebun karet dan kebun sawit. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini masih layak untuk dikelola atau dikembangkan, karena masih ada fungsi lahan persawahan dan sumber air yang masih tersedia continue serta direkomendasikan untuk dilakukan rehabilitasi pada bangunan dan saluran yang sudah mengalami kerusakan. Dengan nilai total IKSI = 41,32% maka dapat disimpulkan Kinerja Sistem Irigasi Air Kesie I masuk kedalam kategori kinerja buruk dan kurang serta perlu perhatian.
Evaluasi Penilaian Kondisi Jalan Kota Lubuklinggau (Studi Kasus Ruas Jalan Lingkar Barat) Utami, Faradina; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan jenis penanganan ruas jalan Lingkar Barat di Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penilaian kondisi jalan adalah SDI (Surface Distress Index). Metode SDI merupakan penilaian kondisi jalan secara visual melalui survei kondisi jalan yang menghasilkan nilai SDI. Penggunaan metode SDI pada penelitian ini karena merupakan metode yang terbaru sesuai dengan Direktorat Jendral Bina Marga Tahun 2011 tentang panduan survei kondisi jalan. Menurut SK Walikota tentang Ruas Jalan Kota Lubuklinggau memiliki panjang total 283,81 km. Ruas Jalan Lingkar Barat merupakan salah satu ruas jalan kota yang menghubungkan Ruas Jalan Nasional Lubuklinggau - Bengkulu dengan Ruas Jalan Nasional Lubuklinggau - Sorolangun dengan panjang 15 km. Dari hasil pengukuran dan pengamatan kondisi jalan di lapangan per 100 meter pada ruas jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau dengan metode SDI, didapatkan hasil dari survei kondisi baik sepanjang 5,69 km dan kondisi rusak berat sepanjang 9,31 km. Berdasarkan Kondisi ruas jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau dan tabel penentuan penanganan jalan (Bina Marga, 2011) maka dapat direkomendasikan peningkatan struktur jalan dengan rencana penanganan jalan yang akan dilakukan adalah rekonstruksi/ peningkatan jalan dan pemeliharaan berkala jalan/ rehabilitasi. Rekomendasi penanganan dengan kondisi rusak berat berupa penanganan hingga lapis pondasi, dan untuk rehabilitasi dilakukan perbaikan lapis permukaan.
PEMBANGUNAN KOLAM RETENSI PENANGGULANGAN BANJIR KELURAHAN BATURAJA PERMAI PERUMAHAN RS HOLINDO Ardia, Herlian; Dikpride, Despa; Ratna, Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.578

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ulu terletak pada posisi yang cukup strategis karena dihubungkan oleh sistem jaringan jalan arteri primer Lintas Tengah Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai wilayah yang ada di perlintasan, Kabupaten Ogan Komering Ulu menghubungkan kota-kota di Pulau Sumatera dengan kota-kota di Pulau Jawa. Selain itu, akses ke Kabupaten Ogan Komering Ulu selain menggunakan kendaraan roda empat dapat pula melalui Jaringan Kereta Api yang merupakan angkutan Barang dan Penumpang yang menghubungkan Kota Palembang–Baturaja–Tanjung Karang. Curah hujan yang sangat tinggi berkisar antara 2.500 – 3.000 mm per tahun dan daerah yang berbukit serta kerusakan vegetasi pada daerah aliran sungai, yang mempermudah terjadinya, alur sungai yang berkelok dengan kemiringan dasar sungai yang besar menyebabkan laju sidimentasi yang tinggi.  Mitigasi terhadap kondisi ini harus segera dilakukan dengan cara- cara pengendalian banjir mulai dari bagian hulu yaitu dengan membangun tampungan- tampungan air untuk memperlambat waktu tiba banjir dan menurunkan besarnya debit banjir. Penghijauan di Daerah Aliran Sungai dan pembuatan kolam retensi yang dapat merubah pola hidrograf banjir. Bangunan pengendali banjir yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Ogan Komering Ulu yang berada di bagian hulu beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Sumatera Selatan adalah bangunan air yang besifat bangunan konservasi berupa retention basin, detention basin dan retarding basin. Hal ini sangat relevan dengan komitmen Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagai kabupaten konservasi. Kegiatan yang bersifat konservasi harus segera direalisasi secara berkesinambungan sehingga memberikan banyak dampak menurunkan kejadian banjir dan kerusakan sungai, serta menambah ketersediaan air.
REKONSTRUKSI RUNWAY 14-32 DI BANDAR UDARA RADIN INTEN II Santoso, Didik; Purba, Aleksander; Septiana, Trisya
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.579

Abstract

Bandar Udara Radin Inten adalah salah satu bandar udara yang berada di Provinsi Lampung yang saat ini terdapat peningkatan aktivitas penerbangan berupa pengoperasian pesawat udara baru dengan frekuensi yang bertambah. Peningkatan pergerakan tersebut berdampak pada munculnya kerusakan pada permukaan perkerasan runway. Jenis kerusakan yang paling banyak berkontribusi berupa weathering/raveling, rutting, alligator crack dan patching. Kerusakan yang masif terjadi pada perkerasan khususnya pada jalur roda diindikasikan oleh terlambatnya dilakukan pemeliharaan berkala. Oleh karena itu diperlukan pemeliharaan atau peningkatan kemampuan fasilitas sisi udara sebagai upaya antisipasi turunnya tingkat pelayanan dan keselamatan dengan melakukan kegatan rekonstruksi. Metodologi rekonstruksi landas pacu, termasuk pemilihan material konstruksi yang sesuai, perencanaan teknis, dan manajemen proyek adalah hal yang sangat perlu diperhatikan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi bandar udara dan pihak terkait dalam merencanakan dan melaksanakan proyek rekonstruksi landas pacu.
Pengujian Kualitas Jalan Rigid Beton dengan Metode Rekayasa Ulang JMF dan Perbandingan Mutu Perkerasan Beton Widyawati, Ratna; Jaya, Eka Putra; Purba, Aleksander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan Beton Rigid adalah jenis perkerasa beton yang umum ditemukan dipekerjaan perkerasan jalan di Indonesia, kelebihan penggunaaan perkerasan ini adalah umur rencana jalan yang lebih panjang dari jenis perkerasan jalan aspal, selain itu jenis perkerasan ini juga lebih tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh kondisi alam seperti banjir dan suhu udara yang panas. Metode pelaksanaan pekerjaan jalan beton di Indonesia umumnya menggunakan ketentuan yang telah diatur dalam Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2 Divisi 5.3, dalam spesifikasi ini dijelaskan metode pelaksanaan pekerjaan beton dari mulai tahap perancanaan hingga pelaksanaan serta juga tahapan pengendalian mutu yang harus dilaksanakan. Pada penerapannya masih ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan pekerjaan perkerasan beton dengan menggunakan ketentuan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2 yaitu antara lain potensi ketidaksesuaian data campuran beton dalam (Job Mix Formula) JMF yang digunakan oleh pihak Kontraktordengan campuran beton yang terrpasang dilapangan, sehingga perbedaan dapat berakibat kualitas mutu perkerasan beton yang terpasang tidak sesuai standar mutu perkerasan beton. Pada jurnal ini akan dibahas mengenai metode pengujian yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah kualitas kuat lentur beton atas pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan sesuai dengan persyaratan kualitas minimal kuat lentur yang telah ditentukan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2, yaitu kuat lentur minimal untuk perkerasan Rigid adalah 4,5 Mpa