cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Pengembangan Green Corridor pada Koridor Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Arief, Eldowan; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna; Silvia Ruhma Dewi, Niky
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.560

Abstract

Kota adalah ruang yang sifatnya mati namun dapat tumbuh dan berkembang seperti organisme, dan menjadi tempat tinggal bagi beberapa ribu penduduk atau lebih. Kota Rupit merupakan perkotaan baru di Provinsi Sumatera Selatan, yang berada di sepanjang jalur arteri jalan lintas tengah Sumatera. Perkembangan infrastruktur dasar pada suatu daerah dapat mendukung aktifitas masyarakat setempat. Keberlanjutan suatu kota bergantung pada kelayakan hidup, kualitas lingkungan, dan identitasnya. Lynch (1981) membuat beberapa kriteria bahwa performa kota dapat dikatakan baik apabila memiliki vitalitas, rasa, fit, aksesibilitas, dan kontrol yang baik. Tujuan proyek Green Corridor adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari kendaraan bermotor, industri, dan aktivitas transportasi di Rupit, Indonesia. Ini akan meningkatkan kualitas udara dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dari kendaraan bermotor. Koridor hijau akan dibangun sebagai bagian dari proyek. Ini akan mencakup vegetasi, manajemen air, dan pengurangan limbah. Penelitian kualitatif dilakukan pada 2022–2023 dan menggunakan pengumpulan data, analisis, dan interpretasi. Kondisi fisik dan sosial, konsep proyek, dan kualitas udara rusak menjadi fokus penelitian ini.
Analisa Produktivitas Alat Berat dan Angkutan pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas KTM – Jembatan Sungai Buaya (DAK) Reguler di Kabupaten Mesuji Dewansyah, Ismawan; Kustiani, Ika; Nama, Gigih Forda
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.561

Abstract

Pada proyek diharuskan untuk menerapkan manajemen proyek yang tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya. Pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas Kota Terpadu Mandiri (KTM) – Jembatan Sungai Buaya Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler di Kabupaten Mesuji dilakukan analisa produktivitas alat berat dan angkutan. Alat berat yang dipakai berupa Excavator 80-140 Horse Power (HP) dengan kapasitas buket 0,9 m3 dan alat angkut berupa Truck Mixer (TM) kapasitas 7 m3 . Dengan lokasi pekerjaan sejauh 25,7 km dari lokasi Stockpile. Ada beberapa kendala yang dilalui pada saat pelaksanaan pekerjaan antara lain kondisi jalan yang buruk, melewati pemukiman warga, dan kondisi TM yang tidak prima. Sehingga estimasi waktu yang sebelumnya sudah diperhitungkan mengalami perbedaan yang cukup besar, kemudian dilakukan analisa kembali untuk produktivitas alat berat dan angkutan dengan memperhitungkan faktor-faktor yang menghambat. Sehingga didapat berapa banyak kebutuhan alat yang dipakai. Dari hasil analisis perhitungan sesuai dengan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) didapatkan perhitungan pada penggunaan alat berat excavator dengan kapasitas buket 0,9 m3 serta dengan faktor kondisi alat yang baik dan 7 jam kerja didapatkan total waktu untuk pengisian 1 unit truck mixer dengan kapasitas 7 m3 sebesar 20 menit dengan produktivitas senilai 67, 23 m3 / jam. Kemudian pada analisis perhitungan perjalanan truck mixer dari stockpile ke lokasi yang berjarak 25,7 km ditempuh dengan rata-rata kecepatan bermuatan 15 Km/jam dan kecepatan rata-rata muatan kosong 20 Km/jam didapat dari hasil perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk kembali memuat beton sebesar 3 jam 45 menit. Dari hasil tersebut maka 1 unit truck mixer hanya dapat melakukan 2 ritase. Sehingga analisis pada alat muat (excavator) dan angkut (truck mixer) yang dilakukan pada paket pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas KTM – Jembatan Sungai Buaya (DAK) Reguler di Kabupaten Mesuji yang pada kontrak menggunakan 4 truck mixer belum dapat memenuhi kapasitas produksi dalam sehari. Dengan demikian, maka dibutuhkan penambahan truck mixer menjadi 11 unit.
Pelaksanaan Pengawasan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun PT.X oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Prigato, Teja; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna; Wahyudi, Ahmat
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.562

Abstract

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Klasifikasi limbah B3menurut Peraturan Pemerintah nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), limbah B3 dapat dibagi menjadi dua yaitu berdasarkan karakteristik dan berdasarkan sumbernya, dimana Limbah B3 kategori karakteristik terdiri dari dampak yang langsung terhadap manusia dan tidak langsung. Kemudian untuk Limbah B3 yang berdasarkan sumbernya terdiri dari sumber tidak spesifik, sumber spesifik dan sumber bahan kimia kadaluarsa. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengawasan melekat baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Instansi Pengawas Lingkungan Hidup dimana wewenang ini melekat terhadap Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung terhadap sumber atau penghasil limbah B3 tersebut, untuk mencegah terjadinya pencemaran yang diakibatkan oleh limbah B3 dan juga sebagai alat control kepada perusahaan/industry agar dapat mengelola dan menyimpanya dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis Biogas di Provinsi Lampung (Studi Kasus : KWT Sekar Kantil Desa Astomulyo, Punggur) Reni Malisa Fitri; I. Kustiana; Nama, Gigih Nama; E. Lukman
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.563

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumber daya energi baru dan terbarukan yang cukup besar. Seiring dengan pertambahan penduduk, perkembangan industri, perdagangan, dan jasa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penyediaan energi nasional menggantikan energi fosil. Program pengembangan biogas menjadi salah satu sumber Energi baru Terbarukan (EBT) yang potensial untuk dikembangkan dan ramah lingkungan. Salah satunya Pembangunan Biogas ini dilakukan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Kantil Desa Astomulyo, Punggur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan energi baru terbarukan berupa biogas pada KWT Sekar Kantil sebagai energi alternatif rumah tangga dengan memanfaatkan limbah ternak kotoran sapi yang berkelanjutan. Dimana proses pembangunan instalasi biogas terdiri dari inlet, biodigester, dan outlet. Inlet berperan sebagai tempat penyimpanan kotoran ternak sebelum memasuki digester. Sehingga limbah ternak kotoran sapi menghasilkan gas yang dapat dimanfaatkan untuk memasak dengan menggunakan kompor biogas yang sisa produk dari proses pemanfaatan hasil pengolahan bahan biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang atau pupuk organik, dalam keadaan kering maupun basah (cair). Serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan membantu dalam penghematan pengeluaran dalam kebutuhan gas.
Analisis Perencanaan Talud pada Sungai Way Kandis Lunik di Perumahan Glora Persada Rajabasa Cambodia, Mirnanda; Suharno; Kustiani, Ika; Pratama, Arisky Dwi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.564

Abstract

Kawasan Perumahan Glora Persada Rajabasa merupakan salah satu daerah di Kota Bandar Lampung yang seringkali dilanda banjir. Debit air sungai lebih besar dari kapasitas Sungai Way Kandis Lunik saat hujan turun sangat deras serta belum adanya bangunan perkuatan tebing sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah desain perencanaan talud sebagai bangunan pengaman tebing sungai. Metode penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis kapasitas tampung sungai dengan menganalisis besaran debit banjir. Selanjutnya, analisis hidrolika dilakukan untuk mengetahui ketinggian dari bangunan talud dan yang terakhir adalah melakukan perencanaan desain talud. Bedasarkan perhitungan debit banjir rencana dengan metode Rasional dengan Q5 = 176,5632 m3/dtk maka didapatkan tinggi muka air banjir H = 2,29 m. Berdasarkan pemilihan tipe talud yang digunakan yakni talud pondasi batu belah, Pemilihan tipe talud ini berdasarkan bangunan sisi kanan kiri pada lokasi yang mana telah terbangun bangunan talud sebelumnya dengan tipe bangunan yang sama-sama menggunakan pondasi batu belah.
Evaluasi Penggunaan Bahan Bakar Padat Terhadap Kapasitas Steam Pada Unit Multi Fuel Boiler di Industri Pulp Sufra, Rifqi; Mardiana; A Purba; M Alhanif; E Adriansyah; I E Tamba; M P P Simamora
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.565

Abstract

Proses produksi pulp di suatu industri didukung dengan adanya unit pengolahan air, black liquor, limbah, serta pembangkit steam dan listrik. Pada unit pembangkit listrik, terdapat proses penghasil steam pada Multi-Fuel Boiler (MFB). MFB bertujuan mengubah air umpan menghasilkan steam yang diperlukan untuk proses mill dan pembangkit turbin generator. MFB menggunakan bahan bakar biomassa berupa kulit kayu hasil preparasi awal proses Fiberline, Palm Shell dan Palm Caul. Berdasarkan perhitungan, diperoleh efisiensi bahan bakar padat (solid fuel) tertinggi selama 15 hari terdapat pada hari ke-13 yaitu sebesar 67,95 %. Sedangkan, efisiensi terendah terdapat pada hari ke-1 yaitu sebesar 61,75%. Hasil tersebut dipengaruhi oleh kadar air yang terkandung dalam bahan bakar. Penggunaan bahan bakar padat dengan kadar air yang relatif rendah meningkatkan laju penyerapan panas sehingga meningkatkan efisiensi pembakaran bahan bakar padat.
Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air pada Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Tulung Mas di Wilayah Sungai Mesuji-Tulang Bawang Mauliana, Y; Wardono, H; Purba, A
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.566

Abstract

Guna mendukung upaya pengelolaan sumber daya air pada sebuah wilayah sungai, maka diperlukan instrument/alat ukur pendekatan yang digunakan sebagai dasar menghitung dan memperkirakan kondisi potensi ketersediaan air dan proyeksi kebutuhan air pada setiap Sub DAS yang memiliki peranan penting bagi perencanaan pemenuhan kebutuhan air di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis dan perhitungan potensi serta kondisi keseimbangan(neraca) air pada Sub DAS Way Tulung Mas di Wilayah Sungai (WS) Mesuji - Tulang Bawang sehingga diketahui apakah ketersediaan air dan kebutuhan air surplus atau defisit. Analisis kebutuhan air memperhitungkan kebutuhan air domestik (RKI), irigasi, perikanan, peternakan, industri, PLTA dan untuk pemeliharaan sungai, sedangkan analisis ketersediaan air untuk Sub DAS Tulung Mas menggunakan data pencatatan debit pada Bendung Tulungmas yang diperoleh dari PPK OP SDA1 – Satuan Kerja OP SDA Mesuji-Sekampung dengan periode pencatatan data sampai dengan Tahun 2021. Hasil perhitungan analisis air, kondisi neraca air pada Sub DAS Way Tulung Mas, untuk skenario tahun kering, tahun normal dan tahun basah pada kondisi surplus, sehingga potensi ketersediaan air yang ada dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan penggunaan air.
ANALISIS STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PT. BANK CENTRAL ASIA,Tbk KANTOR CABANG PEMBANTU (KCP) TANJUNG KARANG Fajriyati, Lely; Afriani, Lusmeilia; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.567

Abstract

Kantor Cabang Pembantu Bank BCA yang berada di Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung merupakan salah satu Kantor Cabang Pembantu BCA di bawah Kantor Cabang Utama Bandar Lampung, terletak di Jalan Raden Intan nomor 38 Bandar Lampung. BCA Kantor Cabang Pembantu Tanjungkarang telah berdiri sejak tahun ± 1990an dan merupakan gedung pelayanan umum yang dimiliki oleh PT. BANK BCA, Tbk yang dipergunakan untuk melayani nasabah Bank BCA untuk membuat rekening baru, membuat rekening bca bisnis, setor tunai, penarikan dana simpanan, cek saldo BCA, pengecekan BCA swift code, pembuatan BCA credit card, halo BCA dan layanan pada produk BCA lainnya. Tentunya sebagai gedung pelayanan umum yang mewakili salah satu Bank terbesar di Indonesia ini, maka keadaan gedungpun harus terlihat aman, nyaman dan kokoh yang tidak hanya diperuntukkan bagi staf atau karyawan Bank sebagai penghuni gedung namun juga bagi nasabah Bank BCA. Namun tidak demikian yang terjadi pada gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang pada saat penelitian ini dilakukan, secara visual terlihat kondisi bangunan sudah tidak layak dan berbahaya bagi nasabah, misalnya Pintu tidak berfungsi dengan baik, Lampu ada yang tidak menyala dan bagian gedung lain juga tidak berfungsi dengan baik.Tujuan Penelitian ini adalah : (1) Mengetahui Jenis kerusakan yang terjadi Pada Bangunan Gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang; (2) Mengetahui Kuat Tekan Beton Bangunan Gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang.Berdasarkan Pengamatan langsung di lapangan dan Pengujian Hammer Test yang dilakukan didapat kesimpulan bahwa nilai kuat tekan (fc’) beton struktur eksisting gedung kurang dari nilai kuat tekan beston struktur yang disyaratkan oleh SNI dalam Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung Standar Nasional Indonesia.
PEMBUATAN SIG JEMBATAN KABUPATEN OKU SELATAN Sarinurrohman; Widyawati, Ratna; Septiana, Trisya
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem informasi jembatan berbasis WEB diharapkan dapat mempercepat dalam pemberian informasi jembatan yang lebih akurat mengenai informasi kerusakan jembatan serta kondisi jembatan yang diharapkan dapat membantu dalam membuat rencana dan program penanganan jembatan secara cepat dan tepat sehingga nantinya dapat menjamin bahwa jembatan dalam keadaan aman dan layak. Tujuan penelitiaan ini adalah: (1) untuk mempermudah user mendapatkan dan mengupdate data jembatan dengan basis web dalam jaringan internet; (2) Membuat software Sistem Informasi Geografis (SIG) Jembatan berbasis WEB yang terintegrasi dengan software SIG jalan; dan (3) Sebagai acuan dan dasar penetapan penanganan jembatan secara cepat dan tepat sehingga nantinya dapat menjamin bahwa jembatan dalam keadaan aman dan layak. Hasil dari penelitian ini didapat kesimpulan bahwa: (1) Program Sistem Informasi Geografis Jembatan berbasis WEB ini dapat memberikan informasi yang cepat tentang data – data hasil pemeriksaan jembatan seperti data inventarisasi jembatan, pemeriksaan rutin jembatan dan pemeriksaan detail jembatan; (2) Program Sistem Informasi Geografis jembatan dilengkapi dengan peta jaringan jalan dan jembatan dan juga menggunakan peta online yaitu peta Google Map, yang dapat menampilkan lokasi jembatan dengan sistem koordinat; (3) Program Aplikasi database ini bersifat opensource sehingga memudahkan sistem ini untuk dapat dibagi secara gratis tanpa harus memperdulikan license, sehingga dapat diakses oleh berbagai pihak termasuk masyarakat umum dapat memberikan masukan tentang pengelolaan atau kondisi jembatan di wilayah yang belum terpantau oleh petugas atau mengikuti jajak pendapat yang dibuat oleh pengelola jembatan, sehingga software SIG berbasis WEB ini mampu menjadi acuan dan dasar penetapan penanganan jembatan secara cepat dan tepat.
Perencanaan Perkerasan Jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau Menggunakan Metode MDP 2017 Susanti, Sevi; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.569

Abstract

Ruas Jalan Lingkar Barat Kota Lubuklinggau melintasi beberapa wilayah kecamatan yaitu Kec. Lubuklinggau Barat I, Barat II, Utara I dan Kec. Lubuklinggau Utara II (Simpang Sport Center menuju kawasan Bukit Sulap sepanjang 18,618 Km. Kondisi jalan tersebut sering dilintasi oleh kendaraan berat yang melebihi muatan dan kendaraan ringan secara otomatis akan menambah pergerakan lalu lintas dan beban yang dipikul oleh jalan tersebut yang menyebabkan jalan tersebut akan cepat mengalami kerusakan pada perkerasannya seperti retakan, jalan bergelombang dan lubang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan tebal perkerasan baru dengan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017. Prosedur desain perkerasan jalan menggunakan Metode MDP NO. 02/M/BM/2013 adalah menentukan umur rencana, menentukan nilai-nilai CESA4 dan CESA 5 untuk umur desain yg dipilih, menentukan tipe perkerasan, dan menentukan struktur pondasi jalan. Berdasarkan desain perkerasan lentur aspal dengan lapis pondasi berbutir dan ketebalan lapisan yang diizinkan untuk pembatasan diatas maka didapat hasil sebagai berikut: AC-WC= 40 mm; AC-BC= 60 mm; AC-Base = 75 mm; Agregat A = 150 mm; Agregat B = 200 mm. Perhitungan dengan menggunakan MDP 2017 lebih dipermudah karena pada metode ini tebal masing masing lapis perkerasan telah ditentukan sesuai dengan nilai CESA yang didapat dalam perhitungan.