cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Kajian Program Bantuan Pembangunan Rumah Layak Huni (BAPERLAHU) sebagai Upaya Pengendalian Perumahan dan Permukiman Kumuh di Desa Wiralaga Mulya, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji Tahun 2022 Murni; Widyawati, Ratna; Purba, Aleksander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.550

Abstract

Desa Wiralaga Mulya merupakan pusat kegiatan lokal (PKL) yaitu kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten atau beberapa kecamatan. Desa Wiralaga Mulya merupakan ibukota Kabupaten Mesuji. Kegiatan ekonomi yang terdapat di Desa Wiralaga adalah kegiatan industri, perikanan dan perkebunan. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mesuji Nomor B/194/I.02/HK/MSJ/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Mesuji Nomor B/217/I.02/HK/MSJ/2019 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Mesuji, Desa Wiralaga Mulya merupakan salah satu desa yang termasuk dalam kategori perumahan dan permukiman kumuh. Total luasan kumuh di Desa Wiralaga Mulya adalah 3,44 Ha dengan kategori kumuh ringan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Mesuji membuat dan melaksanakan program Bantuan Pembangunan Rumah Layak Huni (BAPERLAHU) bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai upaya pengendalian perumahan dan permukiman kumuh di Kabupaten Mesuji. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan jurnal ini adalah metode deskriptif kualitatif menggunakan dua kelompok data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari dokumen-dokumen rencana dan strategis sektor perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Mesuji dan laporan capaian kinerja program BAPERLAHU. Penelitian ini berfokus pada program BAPERLAHU Tahun 2022 yang terdapat di Desa Wiralaga Mulya yang berada di Kecamatan Mesuji. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan program ini adalah berkontribusi pada penurunan tingkat kekumuhan di Desa Wiralaga Mulya, pada aspek bangunan gedung dengan indikator ketidaksesuaian bangunan hunian dengan standar teknis.
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) BAWANG KOTA TANGERANG Sukamto; Despa, Dikpride; Purba, Aleksander
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.551

Abstract

Dalam rangka pengelolaan masalah sanitasi di wilayah Kota Tangerang ini maka diperlukan Evaluasi Kinerja Sistem Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bawang Kota Tangerang. Metode evaluasi yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisa kondisi eksisting stakeholders dari IPLT dan fungsi dari IPLT serta mengukur IPLT sesuai dengan standar atau kriteria desain yang berlaku. Hasil evaluasi kinerja yang dilakukan Sistem Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bawang Kota Tangerang memberikan informasi kurangnya pemeliharaan pada masing-masing unit instalasi yang ada, mengakibatkan terjadinya pendangkalan dari lumpur yang dihasilkan hal ini menyebabkan berkurangnya volume basah sehingga waktu tinggal dalam unit menjadi turun, dan pada akhirnya kinerja dari sistem juga menurun. Sistem IPLT Bawang belum dilengkapi dengan alat ukur debit baik di titik inlet maupun outlet sehingga susah dalam menghitung jumlah air yang masuk maupun keluar dari sistem. Agar unjuk kinerja IPLT menjadi baik maka harus dilakukan upaya segregasi/pemilahan dari sumber air limbah yang masuk ke dalam sistem, terutama yang bersumber dari rioll dan truk tinja. Dalam rangka meningkatkan kinerja dari masing masing unit yang ada, upaya pemeliharaan/pembersihan dari lumpur yang terbentuk akibat proses yang terjadi harus dilakukan secara rutin. Sehingga waktu tinggal limbah pada masing-masing unit yang ada dapat maksimal.
KONSEP PENATAAN DESAIN TAMAN KOTA DALAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEKAYU Ariesanthy, Yenni; Widyawati, Ratna; Kustiani, Ika
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.552

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman dan vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektural yang dapat memberikan manfaat ekonomi (kesejahteraan) bagi masyarakatnya.Kawasan perkotaaan Kota Sekayu memiliki luas 264,6 Ha, yang meliputi sebagian Kelurahan Kayu Ara, Serasan Jaya, Soak Baru, dan Balai Agung ( sumber : RDTR Kota Sekayu 2005) , artinya kota Sekayu memerlukan RTH minimal 20 persen dari luas total wilayah kota yaitu 52,96 Ha sedangkan luas total RTH kota Sekayu yang sudah terbangun adalah +- 11,52 Ha.Menurut Rancangan RTRW Kabupaten Musi Banyuasin 2013 Pengembangan dan Pemanfaatan lahan untuk RTH khususnya di Kota Sekayu diperuntukan untuk Pemenuhan Kebutuhan akan areal rekreasi sebagai tempat interaksi masyarakat dikombinasikan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Lingkungan karena Pemerintah Daerah Musi Banyuasin diberi tanggung jawab oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan program local action plan atau rencana aksi kota sehat (RAKS) dengan kualitas lingkungan yang baik.Salah satu untuk mewujudkan hal tersebut perlu dibangun suatu Taman kota sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota yang memenuhi fungsi dari proteksi, rekreasi, estetika dan Fungsi sosial budaya lainnya .Taman Kota dapat dimanfaatkan penduduk untuk melakukan berbagai kegiatan sosial pada satu kota atau bagian wilayah kota. Taman ini dapat berbentuk sebagai lapangan hijau, yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, taman bermain anak, taman bunga, taman khusus untuk lansia, fasilitas olah raga terbatas yang semua fasiltas terbuka untuk umum.
Evaluasi Penilaian Kondisi Jalan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Studi Kasus Ruas Jalan Sp. Penumangan Baru – Tirta Kencana) Widiatmoko, Donny; Sarkowi, Muh; Suharno
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan jenis penanganan ruas jalan sp. penumangan baru – tirta kencana di kabupaten tulang bawang barat. Metode yang digunakan dalam penilaian kondisi jalan adalah SDI (Surface Distress Index). Metode SDI merupakan penilaian kondisi jalan secara visual melalui survei kondisi jalan yang menghasilkan nilai SDI. Penggunaan metode SDI pada penelitian ini karena merupakan metode yang terbaru sesuai dengan Direktorat Jendral Bina Marga Tahun 2011 tentang panduan survei kondisi jalan. Menurut SK Walikota tentang Ruas Jalan Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki panjang total 1.779,86 km. Ruas jalan sp. penumangan baru – tirta kencana merupakan salah satu ruas jalan Strategis dan jalan kolektor dengan panjang 16 km. Dari hasil pengukuran dan pengamatan kondisi jalan di lapangan per 200 meter pada ruas jalan Sp. Penumangan Baru – Tirta Kencana Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan metode SDI, didapatkan hasil dari survei kondisi baik sepanjang 8,20 km, kondisi sedang sepanjang 7,60 km dan kondisi rusak ringan sepanjang 0,20 km. maka dapat direkomendasikan peningkatan struktur jalan dengan rencana penanganan jalan yang akan dilakukan adalah pemeliharaan berkala jalan/ rehabilitasi. Rekomendasi penanganan dengan kondisi rusak ringan berupa penanganan dilakukan perbaikan lapis permukaan.
Kajian Kebutuhan Luas Lahan Pengembangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Tipe Sanitary Landfill Lubuk Binjai Kota Lubuklinggau Ihwan; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.554

Abstract

Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga saat ini di Indonesia pada umumnya sudah menerapkan sistem Sanitary landfill untuk penanganan sampah di tingkat akhir. Metode Sanitary Landfill merupakan metode terbaik dibandingkan dengan metode landfill lainnya, terlebih lagi jika dibandingkan dengan Open Dumping dalam hal penanggulangan dampak negatif sampah terhadap lingkungan. TPA Lubuk Binjai Kota Lubuklinggau merupakan TPA yang didesain menggunakan sistem Sanitary Landfill yang sudah beroperasi dari tahun 2016 dan memiliki 1 sel untuk menampung sampah yang masuk ke TPA. Semakin bertambahnya volume sampah yang masuk ke TPA Lubuk Binjai menyebabkan semakin berkurangnya kapasitas penampungan sampah yang dimiliki. Peningkatan jumlah penduduk dan persentasi cakupan wilayah pelayanan serta masih ada potensi lahan pengembangan juga menjadi alasan diperlukannya penambahan area landfill pada TPA Lubuk Binjai. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya sel baru yang bertujuan untuk dapat membantu mempanjang usia operasional TPA dalam menampung volume sampah yang masuk. Setelah melakukan perhitungan timbulan sampah didapatkan proyeksi volume sampah yang masuk ke TPA selama 10 tahun mendatang mencapai 413.727,30 m3, untuk dapat menampung volume sampah yang masuk sampai dengan 10 tahun kedepan dibutuhkan lahan TPA seluas 8,293 Hektar. Luas lahan yang tersedia di lokasi TPA Lubuk Binjai adalah seluas 25,4 ha.
Uji Sifat Fisik dan Mekanik Pakan Ikan Buatan dengan Bahan Perekat Tepung Tapioka Suprapto; Nurul Fathia; Sri Waluyo
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.555

Abstract

The aims of this research were to determine the effect of addition tapioca flour on the physical and mechanical properties of fish feed (pellets) for tilapia fish aging of 12 weeks old with length 10 – 12 cm. The parameters observed were profile of pellet produced, fineness modulus of fish feed raw materials, moisture content, pellet hardness, water stability of pellet, terminal velocity, pellet density, bulk density of pellet, angle of repose and pellet color. The research was done at three variations of tapioca flour addition which were of 5%, 7.5% and 10% with 10000 g weight of samples for each treatments. The results show that the pellets produced have length of 7.5 - 8.0 mm, fineness modulus of fish feed raw materials ranging from 0.24 to 4.14, the particle size ranging from 0.11 to 1.88 mm, the moisture content of raw materials ranging from 4.24 to 8.46%, the water content of the pellets 10.21 - 12.31%, pellet hardness 5.43 - 9.63 N, water stability of pellets 6.31 - 93.7 minutes, terminal volicity of pellets 1,19 m/s – 0,0009 m/s, the density of pellets 0.71 g / cm3 - 0.81 g / cm3, bulk density of pellets 0,49 g/cm3 – 0,56 g/cm3, angle of repose 37,93o - 44,2o, and pellet color index: Ired 0.54 - 0.57, Igreen 0.35 - 0.36 and Iblue 0.07-0.09. Those are not much different with the commercial fish pellets. Fish pellets with tapioca flour adhesive of 10% in the composition have better water stability and hardness compared with the commercial fish pellets.
Infrastruktur Terpadu antar Sektor untuk Mendukung Pengembangan Wilayah Kabupaten Pringsewu Purmawan, Hari; Kustiani, Ika; Sarkowi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.556

Abstract

Pembangunan akan terkait dengan hampir semua dimensi kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan harus dapat menjadikan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai sasaran yang harus dicapai. Salah satu sasaran dalam pembangunan adalah pengembangan wilayah yang dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya, merekatkan dan menyeimbangkan pembangunan nasional dan kesatuan wilayah nasional, meningkatkan keserasian antar-kawasan, keterpaduan antar sektor pembangunan melalui proses penataan ruang dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu strategi pembangunan yang digunakan untuk mengatasi masalah ketimpangan antar-wilayah adalah strategi keterkaitan (linkages) antar-wilayah. Pembangunan infrastruktur diarahkan juga untuk mendukung pengurangan disparitas antar wilayah (perkotaan, pedesaan dan perbatasan), juga untuk pengurangan urbanisasi, peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar, serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya untuk menjaga stabilitas dan kesatuan nasional. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur perlu berlandaskan pada pendekatan pengembangan wilayah secara terpadu oleh seluruh sektor yang bertitik tolak dari sebuah rencana yang sinergi dan mengacu kepada aktivitas ekonomi, sosial, keberlanjutan lingkungan hidup, potensi wilayah dan kearifan lokal, dan rencana tata ruang wilayah.
Identifikasi Luas Fungsional Daerah Irigasi Rawa Mulyaguna Kabupaten Ogan Komering Ilir Menggunakan Sistem Informasi Standing Crop (SisCrop) Dewi, Y. P.; Wardono, H.; Kustiani, I.
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.557

Abstract

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir hingga saat ini terdapat lebih dari 30 daerah irigasi, yang semuanya merupakan daerah irigasi rawa. Melihat kondisi kontur dan topografi wilayah kabupaten OKI maka sulit untuk menerapkan sistem irigasi teknis, sehingga masyarakat masih mengandalkan sistem tadah hujan dalam sistem pengairan di lahan sawahnya. Perbaikan dan pengembangan jaringan irigasi memerlukan banyak data pendukung, diantaranya luas baku sawah, luas potensial dan luas fungsional. Selama ini pengumpulan data tersebut masih menggunakan sistem manual yaitu dengan mendata langsung dari para pemilik lahan untuk mendapatkan informasi seputar luas lahan sawah dan produktifitas tanaman padi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi luas fungsional daerah irigasi melalui pemantauan citra satelit Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan software Arc GIS 10.8 dan data Sistem Informasi Standing Crop (Siscrop). Berdasarkan hasil analisis data Siscrop dari bulan Januari sampai Juni 2022 bahwa luas fungsional maksimum Daerah Irigasi Rawa Mulyaguna terjadi di bulan Maret yaitu sebesar 77,88 ha. Luas lahan yang terus menerus berada dalam kondisi air adalah 0,73 ha selebihnya lahan berada pada posisi pasang surut. Sedangkan lahan yang terus menerus berada pada kondisi bera seluas 2,86 ha yang kemungkinan besar tidak teridentifikasi sebagai tanaman padi atau merupakan kondisi padi yang gagal panen.
Desain Engineering Detail Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Air Kesie I Kota Lubuklinggau Kumar, Hetzy Mericuri; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.558

Abstract

D.I. Air Kesie I memiliki luas baku sebesar ± 347 Ha. Bangunan pengambilan air utama untuk memenuhi kebutuhan air areal persawahan D.I. Air Kesie I saat ini menggunakan bangunan free intake yang bersumber langsung dari Sungai Air Kesie. Bangunan free intake ini setiap tahun mengalami kerusakan akibat diterjang luapan Sungai Air Kesie, sehingga perlu dilakukan perbaikan/rehabilitasi secara kontinyu. Untuk itu perlu dilakukan penanganan khusus untuk mengatasi permasalahan ini. Juga pekerjaan peningkatan D.I. Air Kesie I dilakukan untuk mengembangkan areal-areal yang berpotensi dijadikan persawahan khususnya pada bagian hilir areal layanan baku D.I. Air Kesie I, sehingga diharapkan D.I. Air Kesie I mampu meningkatkan produksi pangan di Kota Lubuklinggau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain penampang bangunan dan saluran irigasi, mendapatkan gambar detail desain peningkatan irigasi, mendapatkan estimasi biaya konstruksi. Metode penelitian ini adalah dilakukan dengan Pengumpulan Data Sekunder dan Studi Terdahulu, Survey Pendahuluan Lapangan, Desain Peningkatan Jaringan Irigasi. Hasil penelitian maupun analisis yang dilakukan dapat disimpulkan total service area sawah yang dapat dioptimalkan adalah seluas ± 109,30 Ha, yaitu dari sawah fungsi ± 83,80 Ha menjadi ± 193,10 Ha. 4. Estimasi biaya konstruksi pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Air Kesie I Kota Lubuklinggau adalah Rp. 12.351.720.000,00.
Normalisasi Sungai Dalam Rangka Pencegahan Banjir Oleh Dinas PUPR di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Rohani Fitriyanti; Irza Sukmana; Mardiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.559

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan daerah yang sebagian besar merupakan dataran rendah, yaitu rata-rata 10 m di atas permukaan laut. Kabupaten Ogan Komering Ilir terdiri dari 75% lahan basah dan memiliki beberapa potensi sumber daya air salah satunya sungai. Permasalahan yang sering terjadi terkait pendangkalan (sedimentasi) pada dasar sungai-sungai di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Artikel ini penulis buat dengan maksud dan tujuan agar tidak terjadinya bencana banjir yang sama karena debit air yang terlalu tinggi dan penampang sungai yang sudah dangkal yang merugikan penduduk di wilayah sekitar sungai. Menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu melakukan penelitian dengan mengumpulkan data-data dan fakta. Dengan pengumpulan data panjang sungai yang telah dinormalisasi dari Dinas yang berkaitan dengan hal tersebut di atas yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya dari Bidang Pengairan dan dari masyarakat kabupaten Ogan Komering Ilir. Data yang di dapat berupa informasi dari wawancara pegawai Dinas PU dan Penataan Ruang selain itu juga data laporan dan foto dokumentasi yang ada pada Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR melakukan upaya normalisasi seperti pengerukan ataupun penggalian sungai agar kapasitas tampungan sungai terjaga, kelestarian sungai juga terjaga serta mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Dari tahun ke tahun kegiatan normalisasi sungai terus meningkat di daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai peran aktif dari Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya Bidang Pengairan. Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa bencana dapat dicegah dengan melakukan normalisasi sungai yang bertahap dan juga berkesinambungan. Berdasarkan manfaat yang diperoleh yaitu tidak terganggunya daerah persawahan/perkebunan oleh banjir, maka hal ini dapat meningkatkan hasil pertanian karena ancaman gagal panen dan keterlambatan musim tanam yang disebabkan banjir pada lahan persawahan/perkebunan dapat ditanggulangi. Manfaat lain yaitu rumah-rumah penduduk di sekitar sungai tidak lagi tergenang.