cover
Contact Name
Joko Suratno
Contact Email
joko_unkhair@yahoo.co.id
Phone
+6281340749358
Journal Mail Official
joko_unkhair@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Green House, RT/RW: 010/005, Kelurahan Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 25796305     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Matematika (JPGM) merupakan jurnal pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Khairun. Jurnal ini menyediakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan aspek teoretis, pedagogis, metodologis, dan filosofis pendidikan matematika. JPGM mengutamakan penelitian yang mempromosikan pengetahuan, gagasan, metode, dan epistemologi baru pada bidang pendidikan matematika. JPGM terbit setiap 4 bulan sekali, yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2023): Januari" : 19 Documents clear
Learning Obstacle Siswa dalam Memahami Konsep Turunan Fungsi Ditinjau dari Struktur Materi Aco Aldi La Misi; Soleman Saidi; Marwia Tamrin Bakar
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.544 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning obstacle siswa SMA Negeri 1 Kota Ternate dalam memahami konsep turunan fungsi ditinjau dari struktur materi. Penelitian ini dipilih 5 orang siswa yang terdiri dari 1 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan dari siswa kelas XII IPA 2 sebagai subjek penelitian yang ditentukan berdasarkan hasil tes. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian tersebut, merupakan perwakilan dari siswa yang mengalami learning obstacle. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis pemahaman konsep turunan fungsi siswa, dan wawancara digunaan untuk menelusuri penyebab learning obstacle siswa. Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada siswa SMA Negeri 1 Kota Ternate kelas XII IPA 2 yang berjumlah 32 siswa dapat disimpulkan bahwa terdapat masing-masing 3 siswa (9,375%) yang kaberhasilannya kategori sangat tinggi, 6 siswa (18,75%) kategori tinggi, 12 siswa (37,5%) kategori sedang, 7 siswa (21,875%) kategori rendah, dan 4 siswa (12,5%) kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil kerja dan wawancara terhadap siswa yang mewakili setiap kategori disimpulkan bahwa siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sangat tinggi memiliki learning obstacle kategori didaktis atau didactical obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan tinggi memiliki ontegenic obstacle dan dedaktical obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sedang memiliki didactical obstacle dan epistemological obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan rendah memiliki tiga hambatan sekaligus yaitu ontogenic obstacle, didactical obstacle, dan epistemological obstacles, dan begitupun dengan siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sangat rendah juga memiliki tiga hambatan sekaligus. Hasil wawancara menunjukan beberapa materi yang harus dilalui oleh peserta didik sebelum mempelajari materi turunan fungsi bilangan pecahan, bentuk aljabar, bentuk akar dan pangkat, turunan fungsi biasa, turunan fungsi trigonometri dan yang terakhir adalah turunan fungsi yang dikomposisikan. Subjek penelitian yang dipilih berdasarkan kategori tersebut tidak menyebutkan materi limit, walau begitu materi limit tidak bisa dilepaskan dengan materi turunan fungsi karena definisi turunan fungsi melalui materi limit.
Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 3 No. 1, Januari 2023 Ketua Dewan Penyunting
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.323 KB)

Abstract

Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 3 No. 1, Januari 2023
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Operasi Himpunan Alfan Idris; Joko Suratno; Ariyanti Jalal
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.897 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah. 2) Untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah pada materi operasi himpunan. Desain penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning diperoleh 10 siswa (84%) memperoleh kualifikasi sangat tinggi, 1 siswa (8%) memperoleh kualifikasi tinggi, 1 (8%) memperoleh kualifikasi sangat rendah. 2) terdapat peningkatan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa, diperoleh  ????ℎ????????????????????=18,256  > ????????????????????????=2.201. Jika ????ℎ???????????????????? > ???????????????????????? maka ????1 diterima. Sehingga Ho ditolak. Dengan demikian terdapat peningkatan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis.
Karakteristik Berpikir Mahasiswa Matematika Lulusan SNMPTN dan SBMPTN dalam Menyelesaikan Masalah Statistik Ditinjau Teori Pemrosesan Informasi Soleman Saidi; Lily Suratmi; Purwati Purwati
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.873 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kajian teoritik dan empirik tentang proses berpikir mahasiswa dalam memecahkan masalah statistik khususnya bagaimana menguji hipotesis statistik dalam penelitian. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk melihat proses berpikir mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika pada mata kuliah pengantar statistik. Sementara tujuan khusus dalam penelitian ini yaitu ingin memotret tahapan proses berpikir mahasiswa dalam menguji hipotesis statistik berdasarkan teori pemrosesan informasi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:1) Mahasiswa diberi problem tentang langkah pengujian hipotesis statistik. 2) Mahasiswa mengutarakan apa yang dipikirkan pada saat memecahkan masalah pengujian hipotesis statistik. Dalam hal ini metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah Think Out Louds (TOL) atau juga yang dikenal dengan Think Aloud. Peneliti merekam secara verbal hal tersebut.3) Hasil pekerjaan mahasiswa dianalisa oleh peneliti berdasarkan teori pemrosesan informasi yang terdiri dari delapan aspek yaitu sensori register, attention, perception, retrieval, rehersal, encoding, short term memory, dan long term memory.4) Wawancara yang dilakukan hanya digunakan untuk memperjelas, mendalami masalah atau mengklarifikasi karakteristik proses berpikir yang dikemukakan oleh mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua karakteristik berpikir yang terjadi pada mahasiswa program studi pendidikan matematika lulusan jalur Mandiri, yaitu 1) proses berpikir tanpa verifikasi (non-verify thinking process) dan, 2) Proses berpikir dengan verifikasi (verify thinking process).
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Persamaan Kuadrat Haryati Tanggele; Yahya Hairun; Karman La Nani
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.413 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pencapaian dan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa SMP Negeri 1 Kota Ternate dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI pada materi persamaan kuadrat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes kemampuan pemahaman matematis siswa dan lembar observasi kemampuan pemahaman matematis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala 5 dan perhitungan gain ternormalisasi (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan pemahaman matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI diperoleh 18% siswa dengan kategori baik sekali, 50% kategori baik, 32% kategori cukup dan tidak terdapat siswa dalam kategori kurang sekali dan gagal. 2) peningkatan kemampuan siswa pada kategori tinggi sebanyak 76,47%, 23,53% pada kategori sedang, dan tidak ada siswa dalam peningkatan rendah.  Secara keseluruhan peningkatan kemampuan siswa dalam kategori tinggi.
Ethnomathematics: Pembelajaran Geometri dalam Konteks Multi-Budaya Joko Suratno; Dahlan Wahyudi; Ahmad Afandi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.698 KB)

Abstract

Ethnomathematics merupakan program penelitian yang hasil kajiannya dapat menginspirasi praktisi dalam dunia pendidikan matematika untuk mengaplikasikan ethnomathematics dalam kegiatan pembelajaran matematika. Beberapa penelitian telah mengintegrasikan desain pembelajaran multi-budaya dan aplikasinya dalam berpikir matematis siswa. Kegiatan tersebut tentunya untuk mengakomodasi peranan ethnomathematics dalam pengajaran matematika. Hal yang perlu diingat adalah guru matematika harus mengetahui peranannya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, dan bukan sebagai sumber dan pengantar pengetahuan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemanfaatan pengetahuan siswa tentang ethnomathematics di dalam pembelajaran dan ini akan mendorong pengembangan dasar pengetahuan konseptual siswa. Implikasinya ethnomathematics dalam pengembangan dan inovasi kurikulum, pengajaran, pendidikan guru, pembuatan kebijakan, dan upaya untuk mengikis arogansi, ketidakadilan, dan kefanatikan di dalam masyarakat. Peranan ini menuntut kita semua dalam mengembangkan lebih lanjut ethnomathematics di dalam kegiatan pembelajaran kita. Tentunya tidak salah jika kita mencoba berbagai alternatif kegiatan pembelajaran. Tetapi yang perlu diingat bahwa ethnomathematics bukanlah sebuah obat yang mujarab yang dapat menyembuhkan segala penyakit atau permasalahan matematika. Ethnomathematics dengan keterbatasannya hanyalah salah satu dari berbagai macam alat yang dapat kita gunakan dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis mencoba membuat/menawarkan rancangan kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan ethnomathematics yang rencana pembelajarannya [Rencana Pembelajaran Semester (RPS)] dilampirkan dalam artikel ini.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Aritmatika Sosial Sriyanti Umanailo; Hery Suharna; Hasan Hamid
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.733 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI. 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes (pretest dan posttest). Untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis siswa teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan perhitungan gain ternormalisasi (N-gain). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI berkualifikasi baik sekali 25%  kualifikasi baik 20% kualifikasi cukup 40% kualifikasi kurang sekali dan 10% dan kulifikasi gagal 5%. 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI dengan menggunakan rumus N-Gain diperoleh nilai rata-rata pretest 42,77dan nilai posttest 78,32 peningkatannya sebesar 0,62 yang menunjukkan bahwa peningkatan berada pada interpretasi sedang.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Eksponensial Risma Rezki; Hery Suharna; Diah Prawitha Sari
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.408 KB)

Abstract

Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika merupakan segala bentuk kekeliruan dari hal yang sebenarnya, yang artinya siswa tersebut sudah melakukan kesalahan ketika siswa tidak mampu mengerjakan soal tersebut dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi eksponensial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang kemudian dipilih wakil subjek sebanyak 6 orang. Wakil subjek terpilih kemudian diwawancarai untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal eksponensial. Kesalahan yang dilakukan rendah oleh SP-11 dan SP-14 yaitu siswa hanya melakukan satu jenis kesalahan saja dalam menyelesaikan soal matematika. Misalnya, siswa melakukan kesalahan operasi yaitu kesalahan dalam pengerjaan hitung dikarenakan siswa terlalu teburu-buru dalam mengerjakan soal dan kurang teliti. Kesalahan yang dilakukan sedang oleh SP-1 dan SP-25 yaitu siswa melakukan dua jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. Misalnya, siswa melakukan kesalahan fakta yaitu kesalahan dalam menuliskan simbol-simbol matematika. Dan kesalahan konsep yaitu kesalahan dalam memahami isi soal sehingga salah dalam menggunakan konsep. Kesalahan yang dilakukan tinggi oleh SP-9 dan SP-10   yaitu siswa melakukan lebih dari dua jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. Misalnya siswa melakukan kesalahan konsep yaitu kesalahan dalam memahami isi soal sehingga salah dalam menggunakan konsep, siswa melakukan kesalahan prinsip, dan juga siswa melakukan kesalahan operasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas X IPA-5 SMA N 2 Kota Ternate belum mampu menyelesaikan soal matematika pada materi eksponensial dengan baik dan benar.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Perbandingan Jahra Kie; Ida Kurnia Waliyanti; Diah Prawitha Sari
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.286 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMPN 8 Satap Wasile dalam menyelesaikan soal materi perbandingan senilai. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 8 Satap Wasile Halmahera Timur, yang terdiri dari 20 siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan adalah tes dan wawancara. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes kemampuan berpikir kritis matematis, kemudian diwawancarai untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah reduksi data, penyejian data, dan penarikan kesimpulan. Dari 20 siswa dalam subjek penelitian diperoleh hasil bahwa jumlah siswa mewakili kategori sangat tinggi 1 siswa (5%), kategori tinggi 2 siswa (10%), kategori sedang 5 siswa (25%), kategori rendah 6 siswa (30%), dan kategori sangat rendah 6 siswa (30%). Selanjutnya dipilih 5 siswa diambil sebagai perwakilan setiap kategori dan dianalisis. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis kategori sangat tinggi mampu menuliskan yang diketahui dan yang ditanya dengan tepat dan lengkap, membuat model matematika dari soal dengan tepat dan memberikan penjelasan yang benar dan lengkap, menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal dengan lengkap dan benar, membuat kesimpulan dengan tepat, sesuai konteks soal dan lengkap. 
Analisis Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matriks Ditinjau dari Gaya Belajar Yanti Sarif; In Hi Abdullah; Nurma Angkotasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.36 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matriks ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan adalah instrument tes, angket, wawancara dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah 2 butir soal uraian tentang kemampuan representasi matematis siswa yang telah divalidasi dan 30 butir pernyataan angket gaya belajar. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes representasi matematis siswa, kemudian diwawancarai untuk memperoleh lebih mendalam tentang kemampuan representasi matematis dalam menyelesaikan soal matriks. Teknik analisis pada penelitian ini adalah reduksi data, paparan data, tringulasi data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 Madrasah Aliyah Negeri 2 Tidore Kepulauan yang berjumlah 23 subjek, dengan perwakilan subjek pada penelitian ini adalah kemampuan representasi matematis dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah pada gaya belajar visual yaitu sebanyak 3 siswa. Untuk kemampuan representasi matematis pada gaya belajar auditori yaitu sebanyak 3 siswa. Sedangkan pada kemampuan representasi matematis pada gaya belajar kinestetik yaitu sebanyak 3 siswa. Hasil penelitian kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matriks yang ditinjau dari gaya belajar sebagai berikut: 1) Kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori tinggi sebanyak 6 siswa atau 26,08%. Untuk kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori tinggi pada gaya belajar visual terdapat 2 siswa, namun kemampuan representasi matematis siswa pada gaya belajar berada pada kategori sangat rendah atau 40,82%. 2) Kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori sedang sebanyak 5 siswa atau 13,04 %. Untuk kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori sedang pada gaya belajar visual terdapat 1 siswa, namun kemampuan representasi matematis siswa pada gaya belajar berada pada kategori sangat rendah atau 40,82%. 3) Kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori rendah sebanyak 12 siswa atau 52,17 %. Untuk kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori rendah pada gaya belajar visual terdapat 3 siswa, namun kemampuan representasi matematis siswa pada gaya belajar berada pada kategori sangat rendah atau 40,82%.

Page 1 of 2 | Total Record : 19