cover
Contact Name
Joko Suratno
Contact Email
joko_unkhair@yahoo.co.id
Phone
+6281340749358
Journal Mail Official
joko_unkhair@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Green House, RT/RW: 010/005, Kelurahan Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 25796305     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Matematika (JPGM) merupakan jurnal pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Khairun. Jurnal ini menyediakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan aspek teoretis, pedagogis, metodologis, dan filosofis pendidikan matematika. JPGM mengutamakan penelitian yang mempromosikan pengetahuan, gagasan, metode, dan epistemologi baru pada bidang pendidikan matematika. JPGM terbit setiap 4 bulan sekali, yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023): Mei" : 20 Documents clear
Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 3 No. 2, Mei 2023 Ketua Dewan Penyunting
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6139

Abstract

Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 3 No. 2, Mei 2023
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Gender pada Materi Aritmatika Sosial Puput Puput; Marwia Tamrin Bakar; Diah Prawitha Sari
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan gender pada materi aritmetika sosial di SMP Negeri 3 Tidore Kepulauan. Pengumpulan data  kemampuan berpikir kritis matematis siswa menggunakan teknik tes dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan 2 butir soal tentang kemampuan berpikir kritis matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan berpikir kritis siswa matematis yang di kumpulkan di analisis secara koalitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 3 Tidore Kepulauan sebanyak 20 siswa, kemudian dipilih 4 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan gender untuk dilakukan wawancara sebagai bentuk triangulasi dan dilihat kepastian jawaban siswa. Karena yang dipilih menunjukkan bahwa siswa diperoleh 2 perempuan dengan kualifikasi tinggi dan 2 laki-laki dengan kualifikasi rendah. Empat objek penelitian terpilih karena untuk kategori tinggi tidak ada siswa laki-laki dan untuk kategori rendah tidak ada siswa perempuan. Kategori tingkat tinggi yaitu mampu memenuhi enam indikator yang ingin dicapai walaupun masih salah dan kurang tepat dalam penulisannya. Sedangkan kategori tingkat rendah yaitu tidak mampu memenuhi ke enam indikator yang ingin dicapai.
Analisis Deskriptif Pengetahuan Dasar Matematika Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Kendari Dahlan Wahyudi; Winda Syam Tonra
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk deskripsikan pengetahuan dasar matematika (PDM) yang dimiliki siswa kelas XI SMAN 4 Kendari. Pengambilan sampel adalah quota sampling. Berdasarkan hasil analisis secara deskriptif  diperoleh bahwa 7 orang siswa yang memperoleh nilai X ≥ 87, sedangkan yang masuk kategori sedan gada 26 siswa atau lebih dati setengah dari jumah siswa yang mempeloleh nilai 75 ≤ X < 87, dan ada 9 orang siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM yaitu 75. Nilai KKM yang ditetapkan pada SMAN 4 Kendari yaitu 75. Rata-rata nilai 77,85 dengan kata lain secara keseluruhan pengetahuan dasar matematika siswa kelas XI SMAN 4 Kendari berada pada kategori sedang serta nilai standar deviasi 10.65. Siswa masih harus dilatih kembali untuk meningkatkan pengetahuan dasar matematikanya terutama pembagian bilangan bulat dan bilangan rasional, pembulatan bilangan desimal, operasi bilangan rasional dalam konteks soal cerita dikarenakan hanya 8 dari 42 siswa yang menjadi sampel yang dapat menjawab soal dalam kontek soal cerita.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Penerapan Model Problem-Based Learning (PBL) pada Materi Operasi Bilangan Bulat Rusliyana Tidore; In Hi Abdullah; Sitti Busyrah Muchsin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6133

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan pemahaman matematis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi operasi bilangan bulat dan mengetahui seberapa besar kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi operasi bilangan bulat. Penelitian ini merupakan penelitian desain paskaperlakuan dengan desain penelitian one group posttest only design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kota Ternate dengan jumlah sampel 20 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen tes akhir (posttest) kemampuan pemahaman matematis siswa berbentuk essay yang disusun berdasarkan indikator kemampuan pemahaman matematis siswa. Data kemampuan pemahaman matematis siswa dianalisis secara kuantitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VII-4 SMP Negeri 4 Kota Ternate melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) diperoleh kualifikasi sangat baik terdapat 7 siswa 35%, kualifikasi baik 11 siswa 55%, kualifikasi cukup  sebanyak 1 siswa 5% dan 1 siswa 5% kualifikasi kurang. Kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VII-4 SMP Negeri 4 Kota Ternate melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan nilai rata-rata 74 dalam kualifikasi baik.
Profil Kemampuan High Order Thinking Skills Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah SPLDV Ditinjau dari Perbedaan Gender Winda Syam Tonra; Dahlan Wahyudi; Wilda Syam Tonra
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6128

Abstract

Pada penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana profil kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP dalam menyelesaikan masalah SPLDV ditinjau perbedaan Gender. Dalam mengukur kemampuan High Order Thinking Skills siswa maka terdapat indicator yang harus terpenuhi diantaranya menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif jenis eksploratif dengan menggunakan 1 subjek laki-laki dan 1 subjek perempuan. Hasil dari penelitian tersebut didapat bahwa siswa laki-laki lebih unggul dari pada siswa perempuan terlihat dari cara menganalisis soal dan mengevaluasinya.
Kesulitan Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Gaya Belajar Meidayanti Buyung; Nurma Angkotasan; Ariyanti Jalal
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6134

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal sistem pertidaksamaan linear dua variabel di tinjau dari gaya belajar pada siswa SMA Negeri 4 Kota Ternate. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuisioner, instrument tes, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, triangulasi data, dan penarikan simpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-8 di SMA Negeri 4 Kota Ternate, kemudian diambil 6 siswa sebagai subjek yang diwawancarai diantaranya 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya belajar auditori, dan 2 siswa dengan gaya belajar kinestetik. Hasil penelitian menunjukan: 1) Subjek V-1 dan subjek V-2 dengan gaya belajar visual mengalami kesulitan berpikir reflektif matematis, diantaranya kesulitan menentukan daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel, menentukan titik-titik koordinat, mensubstitusikan nilai nol, membuat model matematika, membaca grafik, menjabarkan titik-titik koordinat pada grafik dalam bentuk kalimat matematis, mengingat rumus mencari sebuah persamaan, menentukan simbol pertidaksamaan, menggambar grafik, menentukan daerah himpunan penyelesaian, menentukan sistem pertidaksamaan linear variabel dari sebuah grafik, dan kesulitan memeriksa kebenaran jawaban. 2) Subjek A-1 dan subjek A-2 dengan gaya belajar auditori mengalami kesulitan berpikir reflektif matematis, diantaranya kesulitan menghitung dan menentukan titik-titik koordinat, membuat model matematika, membaca grafik, menjabarkan titik-titik koordinat pada grafik dalam bentuk kalimat matematika, mengingat rumus mencari sebuah persamaan, menentukan simbol pertidaksamaan, menggambar grafik, menentukan daerah himpunan penyeesaianl, menentukan pertidaksamaan linear dua variabel berdasarkan grafik dan kesulitan memeriksa kebenaran jawaban. 3) Subjek K-1 dan subjek K-2 dengan gaya belajar kinestetik mengalami kesulitan berpikir reflektif matematisa, diantaranya kesulitan menghitung dan menentukan titik-titik koordinat, membuat model matematika, membaca grafik, menjabarkan titik-titik koordinat pada grafik dalam bentuk kalimat matematika, mengingat rumus mencari sebuah persamaan, menentukan simbol pertidaksamaan, kesulitan menggambar grafik, menentukan daerah himpunan penyelesaian, mencari sistem pertidaksamaan linear dua variabel berdasarkan grafik yang diketahui dan kesulitan memeriksa kembali kebenaran jawaban.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Bilangan Pecahan Mudasir Samsudin; Yahya Hairun; Ahmad Afandi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6129

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikann soal pada materi bilangan pecahan. Pengumpulan data kesulitan siswa menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Instrument tes yang digunakan adalah 4 butir soal tentang bilangan pecahan yang telah divalidasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Nasional Banau Kota Ternate sebanyak 20 siswa yang mengikuti proses penelitian, kemudian dipilih 3 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian. Hasil menunjukan bahwa kesulitan yang banyak dialami siswa adalah kesulitan pada penyelesaiannya.  Terdapat 6 siswa mencapai kesulitan dengan kategori rendah dari sekian 20 siswa dalam menyelesaikan soal pada bilangan pecahan berdasarkan pada tabel kualifikasi hasil kerjanya dan Terdapat 14 siswa yang mengalami kesalahan dengan kategori kesulitan sangat rendah dalam menyelesaikan soal bilangan pecahan berdasarkan tabel kualifikasi hasil kerja siswa yang menunjukan bahwa siswa tersebut tidak mampu menyelesaikan soal pada bilangan pecahan.
A Book Review: Curriculum in development Joko Suratno
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6135

Abstract

Curriculum in development merupakan judul buku yang diedit oleh dua orang editor, yaitu Annette Thijs dan Jan van den Akker. Buku ini terdiri dari empat bab. Tiga dari keempat bab tersebut dirinci kedalam beberapa sub bab dan sub sub bab. Bab pertama membahas tentang kurikulum dan pengembangan kurikulum. Bab kedua membahas tentang pengembangan kurikulum pada beberapa level yang berbeda. Bab ketiga membahas kualitas kurikulum. Bab empat secara umum mengulas kembali pembahasan pada bab-bab sebelumnya. Seperti siklus pengembangan kurikulum yang di bahas pada bab pertama yang dimulai dengan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Analisis Kemampuan Awal Matematis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika pada Materi Turunan Ayu Safitri Kasim; Ida Kurnia Waliyanti; Fitriana Eka Chandra
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan awal mahasiswa tingkat I Program Studi Pendidikan Matematika tahun ajaran 2022/2023 pada materi turunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini meliputi mahasiswa kelas A semester I program studi pendidikan matematika Universitas Khairun yang terdiri dari 22 orang dan diikuti oleh 19  mahasiswa dan diambil 5 mahasiswa sebagai perwakilan dari 3 kategori tingkat kemampuan awal matematis mahasiswa untuk dianalisis dan diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat 1 mahasiswa (5,26%) berkemampuan tinggi, 5 mahasiswa berkemampuan sedang (26,32%), dan 13 mahasiswa (68,42%) berkemampuan rendah. 2) mahasiswa berkemampuan tinggi mampu menyelesaikan ketiga indikator soal, 5 mahasiswa berkemampuan sedang mampu menyelesaikan dua indikator soal dan terdapat 1 mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan ketiga indikator soal. 3) hambatan yang dialami oleh setiap mahasiswa yaitu kurangnya pendalaman konsep, kurangnya penalaran matematis pada soal serta kurangnya pemahaman pada manipulasi aljabar. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat I program studi pendidikan matematika Universitas Khairun memiliki kemampuan awal matematis yang kurang baik.
Struktur Kesalahan Konsep Matematis Mahasiswa Berdasarkan Kemampuan Matematika Hery Suharna; In Hi Abdullah; Mustafa A. H. Ruhama
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6136

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep matematika membuktikan bahwa salah satu faktor timbulnya kesalahan mahasiswa dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Bagian yang tersulit bagi mahasiswa yaitu memecahkan masalah, karena diperlukan keterampilan berhitung, penguasaan konsep yang tinggi, juga kemampuan dalam menggunakan bahasa yang baik, dan lain sebagainya agar mahasiswa tidak melakukan kesalahan lagi dalam mengerjakan soal matematika. Kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika adalah kesalahan konsep, kesalahan operasi dan kesalahan ceroboh, dengan kesalahan dominan adalah kesalahan konsep. Metode dalam penelitian ini pengembangan dengan pendekatan deskriptif eksploratif yang diajukan ke kompetitif unggulan perguruan tinggi yang akan melihat struktur kesalahan konsep dalam memecahkan masalah matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa matematika Prodi. Pendidikan Matematika Unkhair semester 4. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif yang bertujuan mengetahui struktur kesalahan mahasiswa berdasarkan gaya kognitif dalam memecahkan masalah matematika. Analisis data penelitian yaitu: (1) Reduksi data, (2) Paparan data, (3) triangulasi data dan (4) penarikan kesimpulan. Metode penelitian yakni (1) Persiapan, (2) pengumpulan data, (3) analisis data, dan (4) kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) struktur kemampuan berpikir kesalahan konsep matematis kemampuan tinggi yakni di awali dengan kesalahan dalam mengontruksi konsep matematika, selanjutnya melakukan koneksi yang bersifat produktif, (2) struktur kemampuan berpikir kesalahan konsep matematis kemampuan sedang yakni di awali dengan kesalahan dalam mengontruksi konsep matematika, selanjutnya melakukan koneksi yang bersifat semi produktif atau melakukan koneksi dengan konsep-konsep dasar, dan (3) Struktur kemampuan berpikir kesalahan konsep matematis kemampuan rendah yakni di awali dengan kesalahan dalam mengontruksi konsep matematika, selanjutnya melakukan koneksi yang bersifat konkrit.

Page 1 of 2 | Total Record : 20