cover
Contact Name
Muslem
Contact Email
jurnal.iqtishadiah@ar-raniry.ac.id
Phone
+628126925128
Journal Mail Official
jurnal.iqtishadiah@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Gedung A, Lantai II Fakultas Syariah dan Hukum. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : 26550555     EISSN : 2829193X     DOI : https://doi.org/10.22373/iqtishadiah
FOCUS Al-Iqtishadiah : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah This journal focused on Islamic Economic law and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE Al-Iqtishadiah : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah specializes on Islamic Economic law , and is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 112 Documents
PEMBAYARAN KEMBALI OBJEK CESSIE PADA PENYELESAIAN PEMBIAYAAN DALAM PERJANJIAN HIWALAH: Analisis Kasus Pailit Bprs Hareukat Fauzan, Faisal; Raisya, Putri; Iqbal, Muhammad
Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk penyelesaian pembiayaan bermasalah dalam perbankan syariah adalah melalui pengalihan piutang atau yang dikenal dengan Cessie. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan nasabah dalam melakukan pembayaran kembali objek cessie pada PT. BPRS Hareukat Lambaro pasca pailit, serta mengkaji kesesuaian praktik tersebut dalam akad Hiwalah berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan advokat pemegang cessie dan dokumentasi dari praktik di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nasabah tidak mematuhi kesepakatan pembayaran kembali meskipun telah dilakukan penjadwalan ulang (rescheduling) oleh pihak kreditur baru. Upaya persuasif yang dilakukan seperti pemanggilan dan penawaran rescheduling belum membuahkan hasil optimal, sehingga ditempuh jalur somasi dan kemungkinan litigasi. Dalam perspektif syariah, mekanisme pengalihan piutang melalui cessie dapat dikategorikan sebagai bentuk Hiwalah al-haqq, yaitu pengalihan hak tagih kepada pihak lain yang sah secara hukum. Pihak kreditur baru tidak mengambil keuntungan dari proses ini dan lebih menekankan prinsip keadilan, tolong-menolong, dan transparansi dalam penagihan. Namun, realisasi pelunasan utang tetap bergantung pada iktikad baik debitur. Karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan pendekatan keagamaan dalam meningkatkan kepatuhan nasabah terhadap pembayaran utang dalam sistem perbankan syariah.
OPTIMIZING GREEN FISCAL POLICY FOR CIRCULAR ECONOMY DEVELOPMENT IN INDONESIA : An Islamic Economic Perspective Yunanda, Fayeno; Abdullah, Muslem
Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transition toward a circular economy has become a key strategy for addressing environmental degradation, resource scarcity, and sustainable industrial development. In Indonesia, however, fiscal support for the circular economy remains fragmented and has not yet been established as a distinct budget line, limiting its role in accelerating industrial transformation.From the perspective of Maqāṣid al-Sharī'ah, green fiscal policy is expected to promote public welfare (maṣlaḥah) through sustainable resource management. This study examines APBN allocation in supporting the circular economy, identifies effective green fiscal policy instruments based on international evidence, and develops an APBN optimization framework aligned with the objectives of Maqāṣid al-Sharī'ah. The study employs a qualitative approach using a systematic literature review, comparative policy analysis, and qualitative content analysis. The findings indicate that performance-based environmental tax incentives, targeted green subsidies, and increased public investment in research, innovation, and recycling infrastructure are the key fiscal instruments for accelerating the transition toward a circular economy. Integrating these instruments into the APBN can strengthen industrial competitiveness, improve environmental sustainability, and support the realization of Maqāṣid al-Sharī'ah through sustainable economic development.

Page 12 of 12 | Total Record : 112