cover
Contact Name
Tegus Pamungkas
Contact Email
jaifpuim@gmail.com
Phone
+628118072104
Journal Mail Official
jaifpuim@gmail.com
Editorial Address
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) (online issn : 2962-777X | print issn : 2962-3820) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar. Jurnal ini mengakomodir artikel/ karya ilmiah meliputi agronomi, ilmu tanah, hama dan penyakit, teknologi benih, pemuliaan tanaman, pascapanen, dan sosial ekonomi pertanian. Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, telaah/tinjauan literatur, penelitian singkat (short communication) dan gagasan penting dalam bidang pertanian.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Agroecotech Indonesia (JAI)
ISSN : 29623820     EISSN : 2962777X     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Ruang lingkup penelitian yang berhubungan dengan Journal Agroecotech Indonesian (JAI) yaitu: 1. Pertanian 2. Perkebunan 3. Perikanan 4. Pengairan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026): Januari" : 7 Documents clear
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun Pada Berbagai Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NPK Jumarni; Hanafi; Asjulia
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun pada berbagai jarak tanaman dan dosis pupuk NPK. Berlangsung pada Maret sampai juni 2025. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri atas 3 taraf yaitu jarak 15 cm x 10 cm,jarak 20 cm x 15 cm,jarak 20 cm x 20 cm. Faktor kedua dosis pupuk NPK yaitu terdiri atas 3 taraf yaitu : NPK 200 kg. ha-1 = 40 g. petak-1 , NPK 250 kg.ha-1 = 50 g.petak-1, NPK 300 kg.ha-1 = 60 g.petak-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jarak tanam (20 cm x 15 cm) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap tanaman bawang daun yaitu tinggi tanaman 61,81 (45 HST), jumlah daun13,33 helai (45 HST), jumlah anakan 3,34 buah, diameter batang 6,72 cm, bobot berangkasan 93,33 g, hasil perumpun 80,53 g. Pupuk NPK 300 kg. ha-1 = 60 g. petak-1 menghasilkan pengaruh yang lebih baik tinggi tanaman bawang daun yaitu 62,17 (45 HST), jumlah daun 6,64 cm (45 HST, 14,20 (45 HST), jumlah anakan (3,36 cm) buah, diameter batang (6,97 cm), bobot berangkasan (95,36 g), hasil perumpun (81,09). Interaksi antara jarak tanam 20 cm x 15 cm dengan dosis Pupuk NPK 300 kg ha-1 =60 g.petak-1 menghasilkan pengaruh lebih baik terhadap tinggi tanaman 39,41 cm (umur 15 HST), tinggi tanaman 44,06 cm (umur 30 HST), bobot berangkasan (93,33 cm), hasil perumpun 80,53 cm. Dosis pupuk NPK 300 kg ha-1 =60 g.petak-1 tinggi tanaman 39,67.
Pertumbuhan Bibit Alpukat Pada Berbagai Lama Perendaman Dan Jenis Zat Pengatur Tumbuh ramadhani, nur laila; Syafar, Rahman; messa, jamila
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mempelajari pertumbuhan bibit alpukat pada berbagai lama perendaman dan jenis zat pengatur tumbuh. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah lama perendaman (L) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: lama perendaman 1 menit, lama perendaman 3 menit, lama perendaman 6 menit. Faktor kedua adalah jenis ZPT yang (Z) terdiri dari 3 taraf yaitu: Air kelapa muda, Bonggol pisang, Bawang merah. Hasil penelitian menunjukan lama perendaman 6 menit memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit alpukat yaitu presentasi tumbuh, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun umur, jumlah cabang, dan Volume akar. Sedangkan ZPT bawang merah memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit alpukat yaitu presentasi tumbuh, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah cabang, volume akar. Dan tidak terdapat interaksi antara lama perendaman dan jenis zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan bibit tanaman alpukat.
PENGARUH KONSENTRASI ZPT DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT DURIAN Latawa, Adit; Nursaman, Herman; Ratih
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mempelajari Pengaruh Konsentrasi ZPT dan Komposisi Media Tanam Terhadap Petumbuhan Tanaman Durian. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah konsentrasi zat Pengatur Tumbuh Atonik yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 2 ml/liter, 3 ml/liter, 4 ml/liter air. Faktor kedua adalah media tanam terdiri dari 3 taraf yaitu: tanah : sekam : pupuk kandang (1 : 1 : 1), (1 : 1 : 2) dan (1 : 2 : 2). Hasil penelitian menunjukan Konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik 4 ml/liter memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit tanaman durian yaitu persentasi tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, volume akar. Sedangkan media tanam (1 : 2 : 2) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit tanaman durian yaitu pada presentasi tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, volume akar, dan tidak terdapat interaksi antara Konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik dengan media tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman durian.
The UJI PREFERENSI MAKAN HAMA LARVA GRAYAK FRUGIPERDA (Spodoptera frugiperda) PADA BEBERAPA JENIS VARIETAS JAGUNG (Zea mays) Nur, Muh.Ichzan Ashar; Jahuddin, Rahmat; Suriani
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v5i1.250

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis preferensi makan hama larva grayak Spodoptera frugiperda pada beberapa varietas jagung (Zea mays), meliputi jagung manis Na1, pulut, Lamuru, Sukmaraga, BISI-18, NK Sumo, dan NK Perkasa. Kegiatan penelitian berlangsung di Laboratorium Proteksi Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar pada bulan Februari 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah larva yang menyerang, indeks preferensi makan, serta laju konsumsi larva. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa varietas NK Perkasa menunjukkan tingkat serangan tertinggi dengan rata-rata jumlah larva menyerang sebesar 1,97 ekor, indeks preferensi makan 1,46, dan laju konsumsi 0,95. Sebaliknya, varietas NK Sumo menunjukkan jumlah serangan terendah (1,46 ekor), sedangkan varietas jagung manis Na1 memiliki indeks preferensi makan (1,14) dan laju konsumsi (0,76) paling rendah. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan antar varietas tidak berpengaruh nyata, meskipun terdapat kecenderungan pola preferensi makan yang bervariasi. Hal ini mengindikasikan bahwa varietas tertentu, seperti NK Perkasa, lebih rentan terhadap serangan S. frugiperda, sedangkan NK Sumo dan jagung manis Na1 relatif lebih tahan.
PENGGUNAAN PERANGKAP ATTRAKTAN Chromolena odorata UNTUK PENGENDALIAN Sitophilus sp. DAN Tribolium castaneum PADA GUDANG PENYIMPANAN SEPTIALFIKAR, M; D. Mustaka, Dr. Zulfitriany
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v5i1.259

Abstract

Pasca panen merupakan kegiatan yang dapat menentukan kualitas dan kuantitas produsksi. Proses penyimpanan, serangga hama gudang yang sangat berpotensi merugikan karena merusak persediaan yang ada dipenyimpanan secara langsung atau tidak langsung. Kerusakan langsung terjadi karena serangga makan bahan simpan, meyebabkan kontaminasi fisik maupun kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan perangkap umpan beratraktan yang berasal dari tanaman Chromolaena odorata terhadap hama pascapanen pada gudang penyimpanan gabah di Kabupaten Bantaeng. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun Chromolaena odorata dengan konsentrasi 15% paling efektif dalam menarik hama Sitophilus sp. dan Tribolium castaneum dibandingkan konsentrasi lainnya. Perlakuan P3 dan P4 menghasilkan jumlah serangga tertangkap tertinggi, menunjukkan bahwa atraktan nabati ini berpotensi sebagai alternatif pengendalian hama pascapanen yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan metode kimiawi.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK CHROMOLAENA ODORATA L. SEBAGAI PENGENDALIAN ALAMI HAMA TRIBOLIUM CASTANEUM Iqbal; Ariyanti, Eka Lestari; Aziz, Asti Irawati
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun Chromolaena odorata L. sebagai agen repelen dalam pengendalian hama gudang Tribolium castaneum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Alamiah Dasar Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan enam perlakuan konsentrasi ekstrak, yaitu 0%, 1%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi indeks preferensi (IP) dan rerata respon serangga selama tujuh hari pengamatan menggunakan olfaktometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rendah (1%) bersifat atraktan, sedangkan konsentrasi 5–20% bersifat repelen dengan nilai indeks preferensi negatif. Konsentrasi 10–20% memberikan efektivitas repelen tertinggi, ditandai dengan sangat rendahnya jumlah serangga yang mendekati ekstrak. Rerata populasi serangga juga menurun signifikan seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak. Efek repelen ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder C. odorata seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang bersifat toksik, mengganggu sistem pencernaan, pernapasan, serta perilaku makan serangga. Dengan demikian, konsentrasi 5–15% merupakan konsentrasi optimal yang paling efektif sebagai repelen dan berpotensi dikembangkan sebagai pestisida nabati ramah lingkungan untuk pengendalian hama gudang.
PEMANFAATAN Trichorderma asperellum SEBAGAI PLANT GROWTH PROMOTING FUNGI (PGPF) PADA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Ali, Ahmad; Syafar, Rahman; Suriani; Mirsam, Hishar
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v5i1.281

Abstract

ABSTRAK AHMAD ALI 20011014032. Pemanfaatan Trichoderma asperillum Sebagai Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung. Dibimbing oleh: A. ABD. RAHMAN SYAFAR dan SURYANI. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia berlebih pada budidaya jagung di Indonesia berpotensi merusak lingkungan, sehingga diperlukan agen hayati seperti Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) Trichoderma asperellum untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi T. asperellum strain CHM01, CHM02, HMRP7A, HMRP9A, dan HMRP10 sebagai pemacu pertumbuhan jagung varietas Anoman serta kemampuannya menekan penyakit hawar daun. Penelitian dilakukan di rumah kaca BPSIP-TS Maros Sulawesi Selatan pada Juli-Desember 2023 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (5 strain T. asperellum, kontrol fungisida Nordox, dan kontrol aquades) yang diulang 4 kali, dianalisis dengan ANOVA dan uji Duncan ?=0,05. Hasil menunjukkan aplikasi T. asperellum berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh (tertinggi 94,4% pada strain CHM02), pH tanah (tertinggi 6,153 pada HMRP10), suhu tanah (tertinggi 31,511°C pada HMRP10), dan intensitas serangan hawar (terendah 33,36% pada Nordox, 36-44% pada strain T. asperellum, vs 60,56% kontrol). Parameter vegetatif seperti tinggi tanaman (tertinggi 129,70 cm pada CHM02), diameter batang, dan ukuran daun cenderung lebih baik meski tidak nyata. Disimpulkan T. asperellum efektif sebagai PGPF untuk memacu pertumbuhan awal dan mengendalikan hawar daun jagung, direkomendasikan uji lapangan lanjutan. Kata kunci: Trichoderma asperellum, PGPF, jagung Anoman, hawar daun, pertumbuhan tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 7