cover
Contact Name
Adhe Anniza
Contact Email
jurnalabdimasicsada@gmail.com
Phone
+628979004327
Journal Mail Official
jurnalabdimasicsada@gmail.com
Editorial Address
Jln. Dr. Wahidin No. 68A Kepatihan Bojonegoro
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal HUMANIS
ISSN : 25985124     EISSN : 25990098     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Humanis adalah kumpulan dari jurnal pengabdian masyrakat yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) ISTeK insan cendekia husada bojonegoro sebagai wahana komunikasi dalam penerapan ilmu dan memenuhi tugas dalam tri darma perguruan tinggi salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, Jurnal Humanis diterbitkan secara berkala dua kali setahun (Februari dan Agustus)
Articles 121 Documents
Aktivitas Masyarakat sehat dan Mandiri berbasis tanaman obat keluarga ”AMARTA” ferawati; Mei Kurniawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.859 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya membangun sistem kesehatan nasional dapat dilakukan secara tradisional dan alami. Upaya ini dapat dilakukan di keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan taman obat keluarga (TOGA). Pemanfaat toga dapat dimanfaatkan sebagai upaya promotiv dan preventif yang dapat difokuskan untuk peningkatan daya tahan tubuh dan pencegahan penyakit. Diperlukan adanya pendampingan dari pre hingga post program agar masyarakat memahami bagaimana pemanfaatan toga untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian keluarga. Hasil yang didapatkan dari program pendampingan ini antara lain meningkatnya kesadaran keluarga terkait tanaman toga dan bagaimana pemanfaatnya dalam upaya preventif. Dengan meningkatkan aspek pengetahuan dan kemandirian keluarga ini berdampak pada peningkatan status kesehatan keluarga. Kata Kunci : Sehat, Mandiri, Toga
SAMA RASA DEBAR (Sehat Bersama Masyarakat Sadar Demam Berdarah) Yusuf Efendi; Bayu Khayudin; Errix Julianto
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.258 KB)

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak yang cukup luas. Banyak faktor yang menjadi pemicu meningkatnya angka kejadian DBD hingga dapat berdampak pada KLB (Kejadian Luar Biasa). Kondisi ini patut mendapatkan perhatian serius mengingat Indonesia merupakan salah satu endemic DBD. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pengendalian vector yang dilaksanakan bersama masyarakat. Program ini memberikan pendampingan terhadap keluarga dengan pemberian edukasi terkait DBD. Dengan menggunakan metode pendampingan pada keluarga dengan pendidikan kesehatan pencegahan demam berdarah ini, kegiatan yang dilakukan ditingkat keluarga ini telah meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta keterampilan keluarga dalam memahami DBD dan upaya pencegahannya. Hasil yang dicapai dapat meningkatkan status kesehatan keluarga. Hasil dari kegiatan ini antara lain meningkatnya pengetahuan dan keterampilan keluarga terkait pencegahan DBD dan terkait upaya pemeliharaan kesehatan keluarga. Kata Kunci : Masyarakat, Sadar, DBD
Pro Ke-Keluarga (Promosi Kesehatan Keluarga) Dengan Metode SPP (Senam Dan Demonstrasi, Poster, Penyuluhan) Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga Di Dusun Kebonagung Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ferawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.709 KB)

Abstract

ABSTRAK Kegiatan promosi kesehatan merupakan salah satu upaya yang penting dalam penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Dalam SKN, baik yang disusun tahun 2009 maupun yang disusun tahun 2010, disebutkan bahwa salah satu subsistemnya adalah Subsistem Pemberdayaan Masyarakat. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok, dan masyarakat umum dibidang kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya (Departemen Kesehatan, 2010). Sasaran promosi kesehatan dikelompokkan menjadi sasaran primer, sekunder dan tersier. Salah satu dari sasaran primer yaitu keluarga. Keluarga merupakan aspek terpenting dalam unit terkecil dalam masyarakat, penerima asuhan, kesehatan anggota keluarga dan kualitas kehidupan keluarga saling berhubungan, dan menempati posisi antara individu dan masyarakat (Harmoko, 2012). Dengan penggunaan media promosi yang berbeda pada umumnya yaitu dengan metode SPP (Senam dan demonstrasi, poster, penyuluhan) mampu mempermudah masyarakat untuk memahami dan mengaplikasikannya. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, direncanakan beberapa program untuk menangani masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga diantaranya melaksanakan implementasi pencegahan promotif dan preventif berupa penyuluhan sekaligus demonstrasi sesuai dengan mata kuliah yang diintegrasikan. Sebagai penunjang maka dilaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan setiap kali kunjungan. Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Keluarga, Kualitas Kesehatan
Program Pendampingan Keluarga Sehat Dan Mandiri Di Desa Sumberagung Bojonegoro Angger H.S
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.33 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, pemerintah telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program ini memiliki fokus pada peningkatan seputar gizi serta kesehatan ibu dan anak, pengendalian dua jenis penyakit yakni yang menular dan tidak menular, perilaku sehat masyarakat, rumah dan lingkungan yang sehat, serta kesehatan jiwa. Keluarga merupakan target dari program GERMAS yang di inisiasi di tahun 2017. Menyoroti kegagalan sebagaian besar Negara mencapai target yang dibebankan MDGs, target SDGs dapat menyebabkan Negara memiliki tanggung jawab yang begitu berat. Peningakatan dari sector kuratif terus dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai target SDGs. Meski begitu, sector pencegahan dan promotif pun tetap harus dilakukan. Peran akademisi dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat adalah membantu pemerintah dalam pencapaian target SDGs yaitu dengan penguatan sector promotif. Sebagai bentuk nyata, Program gerakan keluarga sehat dan mandiri merupakan program yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan status keluarga ditinjau dari segi kesehatan. Program ini penting peranannya untuk menjamin seluruh keluarga di Indonesia memahami arti kesehatan dan tahu bagaimana menjaganya. Gerakan ini juga seiring dengan program Gerakan Masyarakat Sehat yang dicanangkan oleh pemerintah. Kata Kunci : Pendampingan, Keluarga Sehat dan Mandiri
Pemberian Edukasi Rumah Sehat Pada Keluarga Binaan Dengan Pendekatan Kenyamanan Florence Bayu Khayudin
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.212 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam membentuk masyarakat sehat mandiri diperlukan program yang mampu menjangkau elemen terkecil masyarakat. Melalui Program PerSaGa, diwujudkanlah keluarga yang mampu secara mandiri dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang di alaminya secara mandiri, kemandirian dalam batas intervensi dasar yang dapat di lakukan oleh masyarakat awam. Masyarakat sehat dan cerdas adalah dampak yang diharapkan terwujud dengan di lakukannya program PerSaga secara terus menerus. Salah satu masalah yang masih dihadapi adalah keluarga masih mengabaikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya. Diperlukan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengabdian masyarakat ini menggunakan teori Florence dalam pemberian edukasi rumah sehat kepada keluarga binaan (KaBi) untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteria keluarga binaan dengan melakukan Pendidikan Rumah Sehat Florence. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan informasi atau pengetahuan tentang rumah sehat. Selain itu keluarga juga dapat bertukar informasi, bertanya maupun konsultasi terkait kondisi kesehatan anggota keluarga. Kata Kunci : Edukasi, Rumah Sehat dan Kenyamanan
Keluarga Binaan (Kabi) Dengan Pendekatan Persaga (Perawat Sahabat Keluarga) Berdasarkan Teori Florence Nightingale Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Mei Kurniawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.076 KB)

Abstract

ABSTRAK Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga. Persaga sebagai bentuk intervensi dalam mendorong masyarakat agar siap bermitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang di alaminya secara mandiri, kemandirian dalam batas intervensi dasar yang dapat di lakukan oleh orang awam. Perawat mempunyai kewajiban untuk mengkaji kebutuhan dasar manusia, untuk menentukan rencana tindakan dan implementasi yang akan diberikan kepada pasien. Tindakan keperawatan mempunyai tujuan untuk memecahkan masalah pasien sesuai dengan diagnosis dan terapi dari respons manusia baik aktual maupun potensial (Tarwoto & Wartonah, 2015). Florent Nightingale lebih menekankan pada lingkungan fisik daripada lingkungan sosial dan psikologis yang dieksplor secara lebih terperinci dalam tulisannya. Penekanannya terhadap lingkungan sangat jelas melalui pernyataannnya bahwa jika ingin meramalkan masalah kesehatan, maka yang harus dilakukan adalah mengkaji keadaan rumah, kondisi dan cara hidup seseorang daripada mengkaji fisik atau tubuhnya. Lingkungan menurut Nightingale merujuk pada lingkungan fisik eksternal yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan yang meliputi lima komponen lingkungan terpenting dalam mempertahankan kesehatan individu yang meliputi udara bersih, air yang bersih, pemeliharaan yang efisien kebersihan, serta penerangan atau pencahayaan. Mengingat besarnya peranan keluarga dalam membangun Indonesia yang sehat maka pendekatan PERSAGA menjadi focus pengabdian masyarakat pada kegiatan ini. Dengan harapan, keluarga menjadi cerdas dengan mengetahui proses penyakit dan sehat dengan mengaplikasikan PHBS, serta mampu memodifikasi lingkungan dalam kehidupan keluarganya. Kata Kunci : Keluarga Binaan, Sahabat Keluarga, Florence Nightingale
Combat “ Communication Behavior Treatment” Pemberdayaan Masyarakat Sehat Berbasis Keluarga Dengan Pendekatan Komunikasi Terapeutik Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Bojonegoro Ahmad Abidin
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.794 KB)

Abstract

ABSTRAK Sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Menurut Goldenberg dan Goldenberg(2010). Peran keluarga sangat penting dalam pencegahan dan penyembuhan terhadap anggota keluarga yang sakit, sehingga setiap anggota keluarga perlu mampu mengenal masalah kesehatan yang ada di keluarganya, keluarga harus mampu memutuskan tindakan yang tepat saat anggota keluarga sakit, keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit, keluarga mampu memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan. Menurut UU No 10 Th 1992 dan GBHN 1993, keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk atas dasar perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan (Haryanto, 2016). Peran keluarga sangat penting dalam pencegahan dan penyembuhan terhadap anggota keluarga yang sakit, sehingga setiap anggota keluarga perlu mampu mengenal masalah kesehatan yang ada di keluarganya, keluarga harus mampu memutuskan tindakan yang tepat saat anggota keluarga sakit. Kegiatan yang dilaksanakan pada program keluarga binaan pengabdian pada masyarakat ini terdiri dari program utama berupa PHBS dalam hal kebersihan rumah, penyuluhan kesehatan Pelaksanaan KaBi ini tidak lepas dari proses Asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, penentuan Diagnosa keperawatan, menentukan perencanaan (intervensi), implementasi dan evaluasi. Mengingat besarnya peranan keluarga dalam membangun Indonesia yang sehat maka pendekatan PERSAGA menjadi fokus pengabdian masyarakat pada kegiatan ini. Dengan harapan, keluarga menjadi cerdas dengan mengetahui proses penyakit dan sehat dengan mengaplikasikan PHBS, serta mapu meodifikasi lingkungan dalam kehidupan keluarganya. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Sehat, Kelaurga, Komunikasi Terapeutik
Pemberian Edukasi Tentang KB Hormonal Pada Wanita Usia Subur (WUS) Keluarga Binaan Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Ikha Ardianti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.059 KB)

Abstract

ABSTRAK Sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sedangkan kesehatan reproduksi diartikan sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Salah satu unsur yang harus ada di dalam negara hukum dan demokrasi, perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia termasuk di dalamnya termasuk perlindungan terhadap wanita. UU No. 7/1984 (hasil ratifikasi CEDAW 1979) menjamin hak-hak wanita untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai termasuk memperoleh informasi, edukasi, dan konseling mengenai kesehatan reproduksi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh pasangan usia subur (PUS) menurut Deswani (2017) adalah masalah KB, PMS, dan masalah yang dialami saat kehamilan dan menyusui. Fenomena yang terjadi di desa Sumberagung kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro yang merupakan desa binaan dari STIKes ICSADA Bojonegoro, sebagian besar PUS tidak memahami arti pentingnya kesehatan reproduksi. Dari 18 keluarga yang dibina (keluarga binaan) 15 keluarga memiliki masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi seperti keputihan, kurangnya pengetahuan tentang KB dan penyakit menuar seksual, ketidakefektifan menyusui, dan ketidakcukupan produksi ASI. Edukasi yang kami berikan adalah sebuah intervensi keperawtan berdasarkan masalah keperawatan yang muncul pada keluarga binaan, yaitu berupa edukasi pada keluarga terkait penyakit menular seksual. Dalam program pengabdian masyarakat ini, kami melibatkan mahasiswa baik saat melakukan pengkajian masalah kesehatan reproduksi maupun pemberian penyuluhan. Akan tetapi untuk konseling mahasiswa tidak terlibat langsung. Pada saat pemberian edukasi/penyuluhan maupun konseling, tidak hanya PUS saja sebagai sasaran edukasi namun juga anggota keluarga yang lain. Hal ini dilakukan dengan harapan anggota keluarga dapat menjalankan fungsinya dalam pemeliharaan kesehatan dan manajemen kesehatan keluarga. Menurut Setyowati & Murwani (2018), saat berhubungan denga masalah kesehatan, kebanyakan individu mendapatkan bantuan lebih banyak dari keluarga mereka daripada sumber lainnya, bahkan dokter yang menangani mereka sekalipun. Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga ( Setyowati & Murwani, 2018). Kata Kunci : Edukasi, KB Hormonal, WUS, Keluarga Binaan
Deteksi Dini Ancaman Diabetes Melitus Pada Upaya Peningkatan Drajat Kesehatan Masyarakat Nurul Hidayah
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.423 KB)

Abstract

ABSTRAKDiabetes melitus merupakan sindrom metabolik kronis yang ditandai dengan huperglikemia akibat kekurangan insulin absolut ataupun relatif. Kondisi hiperglikemi kronis dapat menimbulkan komplikasi makrovaskuler seperti penyakit jantung, strok, hipertensi, dan komplikasi mikrovaskuler seperti katarak diabetika, rasa kebas/ baal, gangren dll.Ketidaktahuan pasien dalam perawatan DM semakin memperparah kondisi dan komplikasi bahkan kematian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dini terhadap masyarakat tentang penyakit DM sehingga kadar glukosa darah dapat dikendalikan dan komplikasi DM dapat dicegah. Metode yang digunakan melalui pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, IMT dan kadar gula darah. Hasil yang diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat tentang DM meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang DM, dengan nilai p 0.00. Hasil pengukuran IMT sebagian besar respondentermasuk kategori normal 54 (57,4%), pengukuran tekanan darah nilai minimal sistolik 90mmHg, nilai maksimal diastolik 200mmHg, dan pengukuran kadar gula darah nilai minimal60mmHg, nilai maksimal 125mmHg. Kesimpulan pendidikan kesehatan sangat efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya penderita DMKata Kunci: Pendidikan kesehatan tentang DM, deteksi dini DM
Family Do Healty Activity Program Peningkatan Perilaku Hidup Dan Sehat Pada Keluarga Binaan Dengan Pendidikan Teori D.Orem (Self Care) Di Dusun Sumurlaban Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ferawati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.517 KB)

Abstract

ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah program pemerintah dibidang kesehatan untuk menciptakan derajat kesehatan masyarakat. PHBS dapat diterapkan melalui lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga, sekolah, tempat kerja, dan institusi kesehatan. PHBS ini tertuang dalam misi Indonesia Sehat 2015 yang mana masyarakat diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa menjadi sebuah budaya sehat bagi keluarga dan memberikan pengetahuan betapa pentingnya ber PHBS untuk cegah penyakit bagi kesehatan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.Meningkatkan pengetahuan keluarga untuk lebih mengetahui dan memahami tentang bagaimana ber PHBS yang benar dengan tepat untuk mengurangi resiko penularan infeksi dan menurunkan angka kesakitan dalam keluarga. Untuk mengaplikasikan ilmu keperawatan dalampelayanan kesehatan di masyarakat, Sebagai tindak lanjut atau implementasi tridaharma perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro.Dari segi profil keluarga binaan berdasarkan kuiseoner yang telah dikaji oleh kelompok, Keluarga Binaan yang terdiri dari 16 keluarga, didapatkan hasil PHBS keluarga sebesar 60 %, Kemandirian keluarga sebanyak 40 %. Maka dari itu kriteria keluarga sebelum diimplementasi termasuk Pra Sehat, Kurang Mandiri. Kegiatan yang dilaksanakan pada program keluarga binaan pengabdian pada masyarakat (abdimas) ini terdiri dari program utama berupa PHBS dalam rumah tangga, penyuluhan kesehatan (Health Education), pemeriksaan kesehatan, pemberianterapi keperawatan.Keluarga binaan yang terdiri dari 16 keluarga binaan ini menunjukkan perubahan yang significant, dimulai dari status keluarga yang pra-sehat kurang mandiri, tidak sehat hingga terjadi perubahan menjadi keluarga sehat yang mandiri. Oleh karena itu perbaikan kualitas SDMmahasiswa perlu diberi pelatihan terlebih dahulu atau pembekalan sebelum diterjunkan ke masyarakat. Sebab masyarakat sangat kompleks yang memungkinkan dapat terjadinya pro dan kontra sehingga dapat menurunkan mental baik mahasiswa maupun lembaga.Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kemandirian Keluarga

Page 2 of 13 | Total Record : 121