cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
aadinq@gmail.com
Phone
+628991111606
Journal Mail Official
aadinq@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Kantor Fakultas Syariah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
SYARIAH DARUSSALAM : JURNAL ILMIAH KESYARIAHAN DAN SOSIAL MASYARAKAT
ISSN : 25810022     EISSN : 26855089     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/sydrs
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Kemasyarakatan. Terbit dua kali setahun pada periode Januari-Juni dan Juli-Desember. Memuat tulisan dari hasil kajian analitis-kritis maupun penelitian ilmiah dalam bidang Kesyariahan dan Keagamaan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
KONSEP PEMAHAMAN PEMIKIRAN HUKUM ISLAM IMAM AL-GHAZALI (KITAB AL-MUSTASHFA BIDANG SUMBER HUKUM DALAM USHUL FIQIH) Abu Bakar
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/sydrs.v4i2.47

Abstract

AbstrakImam al-Ghazali (450/1058-505/1111), tokoh lintas ilmu dan lintas paradigma, menguasai ilmu ketimuran/keislaman tauhid, fiqih, dan tasawuf, juga menguasai ilmu kebaratan/keeropahan terutama filsafatnya. Imam al-Ghazali termasuk dalam metode penemuan ushul fiqih garis mutakallimin, walau al-Ghazali yang bertanggung jawab membawa ilmu mantiq ke dalam ushul fikih. Pada dasarnya al-Ghazali menyadari bahwa ilmu mantiq tidak berkaitan dengan ushul fikih, menguasai ilmu mantiq sangat penting sehingga barang siapa tidak menguasainya, maka ilmunya sama sekali tidak dapat dipercaya. al-Ghazali secara terang-terangan menjadikan mantiq Aristo sebagai salah satu syarat sah ijtihad. Epistemologi al-Ghazali terbagi kepada kajian interpretasi linguistik, kausasi, dan penemuan hukum teleologis. Kajian epistemologi dalam perkembangan dunia sekarang perlu terus digali karena hukum itu dapat berubah karena jaman, waktu, tempat, niat dan keadaan, yang tentu pada batasan yang telah ditetapkan berdasarkan ilmu ushul fiqihir.Kata kunci : Konsep, Pemikiran, Ushul Fiqh
KEDUDUKAN HUKUM (LEGAL STANDING) PERJANJIAN PERKAWINAN TERHADAP HARTA BENDA PERKAWINAN Nadiyah Nadiyah
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/sydrs.v1i1.3

Abstract

Perjanjian perkawinan adalah perjanjian yang dibuat oleh dua orang (calon suami istri) pada saat atau sebelum dilangsungkannya perkawinan mereka, untuk mengatur akibat-akibat perkawinan yang menyangkut harta kekayaan. Substansi perjanjian perkawinan terbatas mengenai kedudukan harta benda perkawinan. Meskipun suami atau istri tidak mengatur secara tegas hal-hal di luar harta benda perkawinan, norma agama, kepatutan, kebiasaan dan Undang-undang juga mengikat pihak-pihak yang membuatnya. Namun dengan catatan, bahwa pihak ketiga juga terikat dengan perjanjian perkawinan yang dibuat oleh suami istri sebatas hanya mengenai harta benda. Inti dari perjanjian perkawinan adalah kesepakatan antara calon suami istri yang akan menikah untuk memisahkan kepemilikan harta dan utang piutang, kesepakatan tentang sejumlah hal yang penting lain pada saat mengarungi bahtera rumah tangga. Adapun akibat hukum apabila di kemudian hari timbul permasalahan-permasalahan diantara para pihak atau tidak dipenuhinya kewajiban dalam perjanjian perkawinan Terhadap Harta Benda, maka perjanjian perkawinan dapat menjadi landasan bagi masing-masing pihak, yaitu suami dan istri, untuk melaksanakan dan memberikan batas-batas hak dan kewajiban diantara mereka.Kata kunci : Kedudukan Hukum, Perjanjian Kawin, Harta Benda Perkawinan
TINJAUAN MAQASID ASY-SYARI`AH ASY-SYATIBI TERHADAP LARANGAN PERKAWINAN SYARIFAH DENGAN LAKI-LAKI NON SAYYID Haya Zabidi; Rifky Noor
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 5, No 1 (2020): Syariah Darussalam
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.448 KB) | DOI: 10.58791/sydrs.v5i1.101

Abstract

Abstrak Perkawinan antara Syarifah dengan laki-laki non Sayyid merupakan perkawinan terlarang di kalangan Alawiyyin, karena tidak ada kafaah diantara keduanya. Kafaah bagi  kaum  Alawiyyin adalah kafaah dalam  hal  nasab, Tujuan utama kafaah ini adalah untuk menjaga kelangsungan nasab keturunan Nabi  Muhammad SAW. Nasab ini dilihat dari garis keturunan bapak atau pihak laki-laki dan bukan dari garis keturunan ibu atau pihak perempuan. Dalam hal ini penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang larangan perkawinan ini menurut perpektif maqasid asy-syari`ah. Kata kunci : Perkawinan, Syarifah, Non Sayyid, Maqasid Asy-Syariah.
HUKUM SAKSI JUAL BELI PERSPEKTIF FIQH Siliwangi Siliwangi
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/sydrs.v4i2.43

Abstract

AbstrakTransaksi Jual beli termaktub di dalam al-quran, ia merupakan salah satu bentuk muamalah kebendaan yang telah diatur oleh agama kita, oleh karena itu setiap orang yang akan melakukan transaksi jual beli harus memenuhi rukun dan syarat jual beli adalah akad musamma di dalam alquran dan hadist Rasul SAW. akan tetapi dalam hal penyaksian yang dilakukan dalam jual beli ada yang menganjurkan dan ada yang mewajibkan. Hal ini wajar karena Islam Adalah agama rahmat.Kata kunci : Saksi, jual, beli, fiqh
PERAN GURU DALAM MEMOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK FIQIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Maria Olfah
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 6, No 2 (2021): Syariah Darussalam
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.085 KB) | DOI: 10.58791/sydrs.v6i2.147

Abstract

Guru merupakan sosok yang mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan siswa sesuai dengan kemampuanya. Guru merupakan fasilisator dan motivator  dalam pembelajaran untuk mendidik siswa, apalagi pada masa pandemi Covid-19 guru dituntut harus mampu menunjukkan kompetensi guru dalam membimbing siswa. Bentuk-bentuk motivasi yang bisa diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran antara lain pemberian nasehat, pemberian tugas dan serta adanya kerja sama antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. Dapat diambil kesimpulan bahwa peran guru dalam memotivasi belajar siswa pada masa pandemic covid-19 adalah sebagai motivator, informator, organisasor (penyelenggara), pengaruh/director, inisator, fasilisator, mediator, evaluator (penilai).
THE METHOD OF ARABIC PEGON APPLICATION IN THE STUDY IN KRAPYAK ALI MAKSUM BOARDING SCHOOL, YOGYAKARTA Ahmad Nurozi; Nurhasanah Walijah; Bella Munita Sary; Qurrotul ayuni
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 5, No 1 (2020): Syariah Darussalam
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.02 KB) | DOI: 10.58791/sydrs.v5i1.97

Abstract

Abstrak This research discusses the method of Arabic Pegon application for the learning process in Krapyak Ali Maksum Boarding School, Yogyakarta. This research focuses on the application of Arabic Pegon in understanding holy turats for the students outside Java who are not good at the Javanese language. This research aims to investigate the method of Arabic Pegon application which has been learned in the Krapyak Ali Maksum Boarding School in the learning and teaching processes, so it makes students able to understand the kinds of holy turats. This research used the qualitative approach with study case. The technical data accumulation used observation method and interview in which the subject of research is Kyai, the leader of boarding school. This research shows the result that the method of Arabic Pegon application learned in Krapyak Ali Maksum Boarding School has been effective because it is known that every student is able to follow this learning method. Key word : the method, Arabic Pegon, application, holy turats.
HUKUM ISLAM DAN PERUBAHAN SOSIAL KEMASYARAKATAN ERA JAHILIYAH (Kajian Sejarah Hukum Islam Tentang Pola Karakter Prinsip Egaliter Dalam Hukum) Rachman Fachroly
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/sydrs.v1i1.4

Abstract

Sebelum Islam datang dibawa oleh baginda Nabi Muhammad SAW, bangsa Arab sudah mengenal berbagai macam peradaban yang lebih modern dan cenderung cerdas dalam hal kebudayaan serta teknologi. Namun, dibalik sejarah kegemilangan tersebut tercatat mereka dikatagorikan sebagai bangsa jahiliyah yang hidup terkungkung dalam kebodohan hati mereka. Pola sosial kemasyarakatan mereka yang buruk dan hukum yang tidak egaliter menempatkan mereka pada posisi terpuruk dan menjadi sasaran utama Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Setelah Islam datang, pola sosial kemasyarakatan dan hukum yang tidak egaliter tersebut lambat laun mengalami proses penerimaan konsep transformasi dan adaptasi terhadap budaya sosial masyarakat Arab kepada ajaran Islam yang mengedepankan prinsip persamaan hak.Kata kunci : Hukum, Kemasyarakatan, Jahiliyah, Egalitar
PERBANDINGAN KETENTUAN HARTA WARISAN ORANG HILANG MENURUT TERJEMAH KITAB AL-MAWARITS KARYA MUHAMMAD ALI ASH-SHABUNI DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA M. Quzwini; Sarbaini Sarbaini
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 5, No 1 (2020): Syariah Darussalam
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.817 KB) | DOI: 10.58791/sydrs.v5i1.102

Abstract

Abstrak Tidak adanya pengaturan ketentuan harta warisan orang hilang yang secara konkrit dinyatakan dalam Al-Qur’an dan hadist, dan juga Undang-Undang. Maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian iniadalah bagaimana ketentuan harta warisan orang hilang menurut terjemah kitab Al-Mawarits dan Kitab Undang-Undag Hukum Perdataserta faktor apa saja mempengaruhi perbedaan dan persamaan dalam pembagian harta warisan orang hilang. Kata kunci : Mafqud,Al-Mawarits, KUHPer.
THALAQ DI LUAR PENGADILAN (TINJAUAN TERHADAP FIQH, UNDANG-UNDANG NO.1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM) Yulianti Yulianti
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/sydrs.v4i2.44

Abstract

AbstrakPerkawinan perupakan ikatan suami istri yang sah di mata hukum agama dan negara. Ketika orang menikah pastilah ingin bahagia, tidak hanya di dunia tapi sampai ke negeri akhirat. Tapi dalam perjalanannya terkadang tidak seindah yang diharapkan, ada pasangan-pasangan yang mereka berbuat nusyuz atau tidak meakasanakan hak dan kewajiban yang diatur dalam syariat. Maka jalan terakhir adalah thalaq, dan thalaq bukan suatu hal yang tabu karena sudah ada di zaman Nabi, tapi yang jadi permasalahan karena di negara kita pernikahan sah terdaftar di KUA, maka perceraian yang sah pun melalui proses pengadilan Agama. Nah, bagaimana apabila thalaq itu di luar pengadilan Agama, dan ini sangat banyak terjadi di masyarakat. Bagaimana Pandangan Fiqh, Undang Undang No.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.Kata kunci : Thlaq, Luar Pengadilan, Fiqh, UU, KHI
KEWAJIBAN SUAMI DALAM MEMBERI NAFKAH Yulianti Yulianti
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 6, No 2 (2021): Syariah Darussalam
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.556 KB) | DOI: 10.58791/sydrs.v6i2.149

Abstract

Islam has regulated everything in married life. A husband or a wife has their respective rights and obligations, which if these rights and obligations are fulfilled, a harmonious and happy household will be achieved, and vice versa if these rights and obligations are not carried out properly it can result in the termination of the marriage. One of the obligations of a husband is to provide a living for his wife, and maintenance is the right of a wife. Subsistence is everything that has a value of benefit or material value that a husband can give to his wife and children as a responsibility to meet the needs of the people he bears. The husband occupies the highest position in a marriage, namely as the head of the family in his family so that it has become his obligation to meet all the needs of his wife and children, both housing, clothing, and food. Syari’ah obliges the husband to provide for his wife after a marriage contract is held because of the continuity of having fun as a wife is obliged to obey her husband, manage all things in the household, and educate her children. However, the provision of a living must first see the limits of a husband's ability.

Page 2 of 3 | Total Record : 29