cover
Contact Name
-
Contact Email
riptek@semarangkota.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
riptek@semarangkota.go.id
Editorial Address
Jl. Pemuda No. 148 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riptek
ISSN : 19788320     EISSN : 27163482     DOI : https://doi.org/10.35475/riptek
The journal provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and short communication articles related to urban development in Semarang City.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 169 Documents
KAJIAN KESIAPAN STAKEHOLDER INDUSTRI PERDAGANGAN DAN JASA TERHADAP ERA INDUSTRI 4.0 Sucihatiningsih DWP; Wahyu Hardyanto; Yozi Aulia Rahman; Phany Ineke Putri; Dyah Maya Nihayah
Jurnal Riptek Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.743 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v13i2.66

Abstract

Sektor industri perdagangan dan jasa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Kota Semarang. Selain, menyumbang kontribusi terhadap PDRB Kota Semarang, juga menyerap tenaga kerja yang banyak. Seiring dengan perkembangan industri 4.0 yang mengarah pada teknologi tinggi (high-tech) dan penggunaan Internet Of Things (IOT), maka Sektor industri perdagangan dan jasa di Kota Semarang harus dapat menyesuaikan diri dan bersiap dengan perubahan mekanisme tersebut.Tujuan penelitian ini untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan stakeholder industri perdagangan dan jasa (industri, pemerintah daerah, masyarakat dan UMKM Perguruan Tinggi dan Media) dalam era industri 4.0. (2) Menyusun rekomendasi strategi yang dapat dilakukan oleh stakeholder industri perdagangan dan jasa dalam menghadapi perkembangan industri 4.0.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat explorative. Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini, data primer yang dibutuhkan mencakup; Survei kesiapan industri perdagangan dan jasa dengan enam indikator penilaian. Survei tersebut ditujukan kepada para pengusaha di bidang industri perdagangan dan jasa. Ada 2 metode analisis yang digunakan untuk menjawan pertanyaan dalam penelitian ini yaitu yang pertama adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dan yang kedua adalah analisis SWOT.            Hasil penelitian menunjukan bahwa Kesiapan sektor industri Kota Semarang dalam menghadapi era industri 4.0 berada pada level 3 atau experienced (berpengalaman) dengan nilai rata-rata 3,08. Hasil tersebut didorong oleh beberapa perusahaan berskala nasional yang berada di kawasan industri dengan cakupan pasar yang luas dan dalam proses produksi hingga distribusi telah menggunakan bantuan teknologi maupun mesin yang dapat dilakukan secara otomatis. Pemerintah daerah telah menerapkan sistem pelayanan kepada masyarakat secara Online dengan penerapan semarang smart city seperti Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Masyarakat Kota Semarang memiliki kesiapan dalam menghadapi industri 4.0 baik dinilai dari aspek IPM, pendidikan, garis kemiskinan dan indikator lainnya. Secara garis besar, UMKM di Kota Semarang belum siap dalam penerapan teknologi dalam kegiatan bisnisnya. Dari aspek produk dan layanan, UMKM yang telah menggunakan EDC (Electronic Data Capture) hanya baru 16% dan yang menggunakan metode pembayaran melalui fintech hanya 12%. Kemudian dari aspek model bisnis, UMKm yang telah menggunakan perangkat komputer hanya sekitar 28%,UMKM yang memiliki fasilitas jaringan internet sebesar 38% dan UMKM yang menggunakan mesin dan peralatan otomatis sekitar 41%. Selanjutnya dari aspek strategei dan organisasi, meskipun sebagian besar pelaku UMKM telah memiliki kecakapan dalam penggunaan teknologi, namun UMKM yang menggunakan transaksi non tunai baru sekitar 32%. Perguruan tinggi di Kota Semarang baik negeri maupun swasta telah siap dalam menghadapi era industri 4.0. hal ini dapat dilihat dari sudah tersedianya banyak perguruan tinggi yang telah memiliki kurikulum yang sesuai dengan era industri 4.0. Media massa di Kota Semarang belum sepenuhnya siap dalam menghadapi era industry 4.0, hal ini dapat dilihat dari belum semua media massa yang ada di Kota Semarang yang memiliki aplikasi berbasis smartphone di dalam menjalankan bisnisnya.
PENGARUH REVITALISASI TERHADAP POLA RUANG KOTA LAMA SEMARANG Anandya Ghifari Firdaussyah; Santy Paulla Dewi
Jurnal Riptek Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.291 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v15i1.104

Abstract

The revitalization of the Old City of Semarang has had a significant impact on the physical condition of the area. Initially, the image of the Old City of Semarang as a historical tourist destination is an ancient area with poorly maintained conditions, experiencing flooding every year, and socio-economic problems. Revitalization is one of the efforts undertaken by the government to revive the Kota Lama Semarang area which is experiencing environmental degradation or degradation. Improvement of infrastructure conditions, widening pedestrian paths, and procurement of street furniture are the main focus of the revitalization program. The purpose of this study is to analyze the effect of revitalization on changes in spatial patterns that occur in the Kota Lama Semarang area. In order to achieve these objectives, research objectives are set, namely the identification of the revitalization process, analysis of changes in spatial patterns, and analysis of the impact of revitalization on changes in regional spatial patterns in the Old City of Semarang. In this study using quantitative methods through temporal spatial analysis, descriptive analysis and comparative descriptive analysis which aims to determine the relationship between the revitalization process and changes in spatial patterns in the Kota Lama Semarang area. The results showed that revitalization affects the changes in the spatial pattern of the Kota Lama Semarang in terms of spatial use, building characteristics, accessibility, land prices and settlement characteristics. Many things have happened due to revitalization, such as the emergence of new activities in the form of commercial areas, trade areas and changes in community activities in the Kota Lama Semarang area. Spatial use control is carried out to control changes in spatial patterns that occur so that it remains in accordance with the designation of the area of the Old City of Semarang
Rancangan Elemen Fisik Kampung Tematik Tempo Doeloe Jagalan sebagai Destinasi Wisata Dewi, Diah Intan Kusumo; Maharani, Edelways Tiara; Mahardika, Putri Prabani; Nurini, Nurini; Dewi, Santy Paulla
Jurnal Riptek Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.24 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v16i2.152

Abstract

Productive Thematic Village is one of the priority activities carried out by the Semarang City Government as a solution in improving community welfare. Thematic Village is based on regional potential and the community as the subject of the Thematic Village plays an active role in improving welfare. One thematic village that has potential as a tourist destination is the Kampung Tempo Doeloe which is located in Jagalan Village. Kampung Tempo Doeloe was initiated by the local kelurahan government as an effort to preserve ancient buildings and existing traditions. However, in its continuation as a Thematic Village itself, this village still has problems. Therefore, a design is needed for the sustainability of thematic villages and the transformation of thematic villages into tourist destinations. The purpose of this study is to provide recommendations for the design of Kampung Tempo Doeloe which focuses on physical elements. Data collection methods used in this research are field observations, interviews, institutional surveys and document review. Analytical method used is descriptive qualitative in the form of descriptive comparative method. The results of this study are recommendations of  physical elements design which divided into 5 elements, namely Circulation and Parking, Open Space, Signages, Supporting Activities, and Preservation.. This recommendation is expected to be an input and consideration for the Semarang City Government in developing and transforming thematic villages into tourist destinations. 
KAJIAN KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA PADA KORIDOR JL. KEPODANG KOTA SEMARANG Eko Anton Rubiantoro
Jurnal Riptek Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1928.316 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v12i1.19

Abstract

The city of Semarang is rich in heritage objects. The existence of cultural heritage buildings in the Old City of Semarang for decades has suffered damage due to the age factor of buildings and natural factors such as: floods, rob and sea water intrusion and extreme weather. Another factor that causes damage or disappearance of cultural heritage buildings is to become a victim of development that is oriented to capital power. Learning from experience, the Semarang City Government has made several efforts to maintain the existence and existence of existing cultural heritage buildings. The effort was initiated by the issuance of Mayor Decree 650/50/1992 for 102 ancient or historic buildings in the city of Semarang that are worth protecting. Subsequently followed by the issuance of the Semarang City Regulation Number 16/2003 concerning the Old City Building and Environment Planning System. The Semarang City Government has collaborated with various elements of the community to make conservation efforts in several cultural heritage buildings in the Old City Region of Semarang. The type of conservation that is carried out as much as possible maintains the condition of the existing building forms, namely through preservation and restoration / rehabilitation. Conservation needs to be continuously improved through collaboration between the Government, Area Management Organizations, Building Owners and Investors. The Semarang City Government needs to continue to play an active role in conservation activities, especially related to policies and funding side.
PENGEMBANGAN POTENSI PLASTIK DAUR ULANG DI MANGKANG KULON KECAMA T AN TUGU KO T A SEMARANG Aji Prasetyaningrum; A Ariyanti; B Pramudono; M U Khairunisa
Jurnal Riptek Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.041 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v13i1.54

Abstract

Perkembangan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan volume sampah.Sampah plastik merupakan penyumbang permasalahan terbesar bagi lingkungan karena memiliki sifat non biodegradable.Diperlukan upaya pengelolaan sampah terpadu yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan. Pengurangan sampah plastik dapat dilakukan dengan mengolah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Kampung Pilah Sampah di Mangkang Kulon Kecamatan Tugu Kota Semarang telah menerapkan pengelolaan sampah, namun tingkat penguasaan teknologi tentang pemilahan sampah dan pengolahan untuk produk daur ulang masih sangat kurang. Oleh karena itu penyuluhan dan introduksi teknologi tentangpemilahansampahplastikdanpengolahanplastikdengan teknologi blow molding dan injection molding diperlukan untuk produksi plastik daur ulang. Konsep yang diterapkan adalah (3 R) reduce, reuse dan recycle sehingga dihasilkan produk daur ulang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
PEMETAAN INDIKATOR KINERJA SEKTOR PARIWISATA DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA SEMARANG Artiningsih Artiningsih; Wiwandari Handayani; Devi Rahma Jayanti
Jurnal Riptek Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1756.334 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v14i2.98

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.Pariwisata diharapkan mampu mengikutsertakan berbagai sektor pendukung lain.Kemampuan pariwisata tidak terbatas dalam menggerakkan laju produksi dankonsumsi melainkan juga mendukung iklim investasi. Namun demikian, pengukurankontribusi pariwisata sebagai sektor tersier terhadap pertumbuhan ekonomi KotaSemarang masih memiliki kendala. Hal ini terjadi karena kinerja pariwisatamencakup indikator pengukuran di sektor formal dan informal, sehingga kinerjapariwisata terhadap laju pertumbuhan ekonomi (LPE) di Kota Semarang tidakdiperoleh secara langsung. Artikel ini bertujuan untuk memetakan indikator kinerjasektor pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang.Metode yang digunakan mencakup pemetaan program terkait empat sasaran bidangekonomi yang termuat di dalam Rancangan Teknokratis RPJMD Kota SemarangTahun 2021-2025 dengan mempertimbangkan berbagai variabel penentu dariliteratur dan peraturan perundangan terkait bidang ekonomi. Hasil dari pemetaanmenunjukkan bahwa ekonomi kreatif dapat menjembatani urusan pertanian,perikanan, perindustrian dan perdagangan sehingga mampu mendukung kinerjapariwisata. Kinerja setiap urusan tidak hanya dilihat dari produktivitasnya sajamelainkan juga perannya dalam menjadi input ekonomi kreatif. Oleh karenanyapariwisata diharapkan menjadi lokomotif pendorong pengembangan sektor lainsebagai sektor pendukung dalam mencapai LPE di Kota Semarang.
Studi Integrasi Angkutan Barang Kota Semarang Ricky Rithoma; Muhammad Asin Zubet; Bunga Ludmila Rendrarpoetri; Nofika Fitasari
Jurnal Riptek Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.434 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v16i1.137

Abstract

Berdasarkan pola pergerakan angkutan barang dengan rute atau lintasan angkutan barang dari lokasi asal ke tujuan seperti Mangkang-Kawasan Industri Tugu-Kawasan Industri Ngaliyan-Kalibanteng-Pelabuhan Tanjung Emas-Genuk-perbatasan dengan Kabupaten Demak; Srondol-Banyumanik-Pelabuhan Tanjung Emas/Genuk/Krapyak; dan Mranggen-Pedurungan-Pintu Tol Gayamsari menunjukkan bahwa jaringan jalan yang dilalui moda angkutan barang, khususnya untuk golongan iii-iv memiliki tingkat resiko tinggi kecelakaan lalu lintas baik akibat konflik pergerakan maupun resiko yang timbul dari faktor kendaraan itu sendiri, seperti ODOL (over dimension over loading). Selain resiko tinggi kecelakaan lalu lintas, terdapat fenomena parkir tepi jalan pada rute/ lintasan tersebut. Penelitian ini menggunakan input data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kegiatan survei, wawancara, dan kuesioner terhadap pemilik dan pengemudi angkutan barang di kota semarang. Sedangkan data sekunder diperoleh dari pemerintah daerah Kota Semarang melalui SKPD terkait maupun BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteritik pergerakan angkutan barang di kota semarang terdiri dari pergerakan internal-internal, eksternal-internal, dan eksternal-eksternal (menerus/hanya melintas). Sementara untuk lokasi bangkitan tarikan angkutan barang diantara simpul transportasi seperti pelabuhan, stasiun, bandar udara, dan pusat kawasan industri. 
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN PERTANIAN PERKOTAAN DI KOTA SEMARANG Wiwandari Handayani; Prihadi Nugroho; Dini Oktaviani Hapsari
Jurnal Riptek Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.736 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v12i2.10

Abstract

High urban population growth that are followed by prominent urbanization phenomena is a global issue. It raises challenges and problems in various aspects, such as a decrease in environmental quality due to reduced green space, and the need for adequate and quality food availability for the growing urban population. Accordingly, as has been implementing in most advanced urban areas worldwide, urban farming activities appears as a promising solution to supply a sustaingood quality agricultural products. The Semarang City Government has designated urban farming program to promote food resilience as one of the priority development issues stated in the RPJMD 2016-2021. Following the commitment, this study aims to elaborate potentials and co-benefits to further develop the urban farming activities within the city. Descriptive and spatial analyses supported by secondary and primary data were applied to assess the findings. There are two types of urban farming activities, those are (a) located in the outskirt of the city mostly using conventional approach, and (b) urban farming mostly in the city center applying hydroponic or other approaches those are suitable for limited space.The potentials are various including many kinds of vegetables, cassava, sugar cane, durian, and mushrooms. The co-benefits include different aspects (i.e. environmental, economic, social, health, education and tourism). Proper top-down and bottom-up policy instruments are very critical to ensure that the urban farming activity brings optimize benefit to the people as well as to the city.
PEMBANGUNAN MANUSIA KOTA SEMARANG, ANTARA CAPAIAN DAN TANTANGAN Lilis Anisah
Jurnal Riptek Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1503.701 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v13i1.45

Abstract

This paper studies the achievements and challenges of Semarang City's human development through several indicators available in the 2013-2017 period. The results show that the achievements of Semarang City HDI were quite encouraging. Since 2015 Semarang City HDI has exceeded index 80, precisely 80.23. This condition increases the classification of Semarang City HDI from the high category of HDI classification to the very high one. Semarang's HDI also always surpasses the Central Java and National HDI Provinces. Another achievement is that the Semarang City HDI occupies the highest position for the City Regency in Central Java in the last two years. Compared to the Provincial Capital in Java Island, the highest status of the Semarang City HDI has only been surpassed by Yogyakarta City since 2014. Such condition is an important capital for the Semarang City to face challenges in increasing the future human development.Challenges faced by Semarang City related to human development include aspects of health, education and the economy. In addition to describing the achievements of human development, this study will descriptively depict the challenges of human development in Semarang City based on indicators that are relevant to those three aspects. The data used in this study are taken from Central Statistics Agency (BPS) in the form of National Socio-Economic Survey (Susenas) data, National Labor Force Survey (Sakernas) data and Semarang City Health Office data. All those data have speeded up the improvement of the human development quality in Semarang City.
KAJIAN STRATEGIS KELITBANGAN BIDANG INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN WILAYAH KOTA SEMARANG TAHUN 2021-2026 Rukuh Setiadi; Reny Yesiana; Fadjar Hari Mardiansjah; Savira Nur Afifah Kusuma Putri
Jurnal Riptek Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.923 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v15i2.128

Abstract

Infrastructure development is very important in development of a city or region , like in Semarang City. It aims to improve possibilities and the ease in doing activities as  well as to overcome problems that occur to reach sustainable development. Research as input for evidence—based policy formulatin is one of the important steps to improve infrastructure and regional development . This study aims to strategically examine  infrastructure and regional development in Semarang City between 2021-2026. The results are composed in a roadmap for research, development, and policy evaluation activities for the institution in the Semarang City Government in the field of infrastructure and regional development that should be held in 2021-2026. The research used a mix method, which includes content analysis techniques, descriptive comparisons, gaps mapping, setting priorities, and roadmap formulation. The Final Draft of the RPJMD for the City of Semarang for 2021-2026 is the basic data of proposals and prioritis for the implementation of R&D activities. The main data analyzed are data on research, development, and evaluation activities that have been carried out by the city’s service institution in the field of infrastructure and regional development in 2016-2021. In addition, some proposed themes from the strategic study conducted in 2016 was also used as a consideration in formulating the proposed thematic activities. There are 35 proposed thematic activities  that are formulated, each proposal is given a direction on implementation priorities, directives for the person in charge, as well as for instructions for the form of implementation consisting of self-management and grants. The instruction of the proposed R&D theme is expecting to be a reference for regional institution in the field of infrastructure and regional development in carrying out R&D activities that can support the achievement of the vision and mission of the City of Semarang in 2021-2026.

Page 2 of 17 | Total Record : 169